My Adsense

Tampilkan postingan dengan label Rintihan Suara Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rintihan Suara Hati. Tampilkan semua postingan

24 Sep 2012

HIDUP INI INDAH

Hidup ini indah, namun berdua lebih indah...sekarang saja udah indah, apalagi nanti semakin indah. Tapi dimanakah keindahan itu ? Indah itu ada disaat kau sudah bisa tersenyum senang melihat mereka tinggal menikmati masa tua mereka, indah itu ketika orang-orang yang kausayang ikut merasakan keindahan tanpa perlu tahu pahit itu apa, kemudian keindahan itu semakin sempurna jika kau telah temukan dia hanya sekali yang mau mengerti apa adanya smpai kau tutup usia nanti.

2 Des 2010

Berbudaya Tanpa Lupa Diri Sebagai Umat Beragama

Mereka yang dulu atau kita yang kini tetap memijak bumi yang sama,

meski kian kesini peradaban terus berkembang menjadi semakin beda,

kita dan mereka hanya bisa pasrah sebagai generasi yang terlempar disuatu masa,

hingga sampailah pada zaman yang mengusung kemajuan sebagai realita,

mempengaruhi seni dan budaya yang sangat dekat dengan pemuda.

Kita kepingan generasi kesekian yang turut ciptakan revolusi ini,

kita manusia muda yang kerap terjerat hasrat karena sarat imajinasi,

namun tetap kodrat lahiriyah kita sebagai insan Ilahi

berdayakan sisi religi untuk peran kita yang tidak berakhir sampai disini.

Ada pertanggung jawaban yang harus kita tebus di alam sana nanti.

Budaya dan seni sobat karib dalam peranjakkan usia kita,

dipahami dengan tindakan yang kerap memberi andil bagi keduanya.

Kita penghuni zaman maju yang cendrung tak mau kaku oleh norma,.

serba bebas memuja logika adalah realita umum tentang budaya kita,

makna seni bercabang jadi persepsi yang sekedar memaknai rasa.

Lantas inikah cermin jati diri kita sebagai insan Ilahi,

bila budaya dan seni di zaman kini terselip tindakan yang jauh dari sisi religi.

Kebudayaan telah menjadi cara pandang yang hanya berkisar tentang hidup dan dunia,

mengekspresikan seni juga sekedar cara memuaskan hasrat atas rasa keindahan semata.

Realita yang terbaca ini seakan cerminkan sikap kita yang hanya terbata dan meniru sesama kita.

Sedangkan kita punya pedoman agama yang mengatur semuanya secara benar dan hakiki,

di dalamnya tersirat cara kita berbudaya sebagai mahkluk sempurna yang berakal dan nurani, bukan kebebasan terlalu yang sebenarnya semakin menjauhkan kita dari sifat manusiawi.

Seni pun sebenarnya adalah cara kita berdayakan talenta yang merupakan anugerah Ilahi,

maka ciptakanlah keindahan yang tidak sekedar dinikmati tapi juga suci dimaknai relung hati.

Tunjukkan cara kita berbudaya dan berseni merunut pedoman benar agama kita.

Karena segalanya telah tertata secara hakiki atas kita yang tak sanggup mengelak aturanNya.

Sadari maksud kita diciptakan untuk meniti makna disebalik daya dan upaya,

karena seperti inilah zaman yang sesungguhnya diimpikan oleh kita sebagai pemuda,

berbudaya dan luapkan semangat muda melalui seni tanpa lupa diri sebagai manusia beragama.

24 Okt 2010

Bercermin pada diri sendiri

Lebih mudah bagi kita untuk berpikiran buruk terhadap orang lain dibandingkan terlebih dahulu berpikir positif, karena sebenarnya dalam hidup ini terlalu banyak alasan untuk selalu berprasangka dan dengki terhadap orang lain. Takkan ada habisnya mencaci orang lain, jika tanpa disadari kita memang suka menjadi pendengki dibandingkan bercermin pada diri sendiri.
Sadar akan banyaknya kebaikan yang kita terima dalam hidup ini juga tetap takkan ada artinya, jika kita memang tak punya hati dalam menilai orang lain. Tapi coba sejenak berpikir, bagaimana seandainya kita berada di pihak mereka yang hatinya pernah kita lukai. Mungkin saja mereka dapat tegar dan menerima segalanya dengan ihklas, tapi kita malah menjadi manusia yang lebih lemah dan pantas disebut pecundang melebihi apa yang pernah kita prasangkakan pada mereka, meski itupun belum tentu benar.

21 Agu 2010

Kembali pada yang hakiki

Selamat tinggal sahabat,
kalian pergi dengan cara yang pernah sama-sama kita buat,
tapi kita harus berpisah,
karena tak sanggup ku tahan resah.
Mimpi kita dulu sama-sama terikat,
ternyata tak lepas dari candu yang mengerat.
Hingga aku ingin berubah,
karena kini mimpi jua yang jadi pemisah.
Teruslah terbang bersama mimpi yang enggan kau buang,
melayang-layang dalam angan dan senang-senang.

Selamat tinggal juga untuk kalian sobat,
turut pergi dengan cara yang tak membuatku sakit
karena ini pilihanku,
orang galau yang ingin tapi tak pernah bisa,
usahaku selalu buntu untuk membaur menjadi satu.
Aku ingin baik, tapi tak sanggup terlalu baik seperti kalian.
Aku ingin pandai, tapi bukan dari ilmu yang kalian gapai.
Jelasnya tak pernah bisa tertawa dan bernyanyi bersama orang yang tak pernah sama.

Aku yang bebas selalu saja lepas kemudian terhempas.

Kini, biarkan aku disini,
meski ragaku goyah dan hampir jatuh.
Karena aku akan tetap berusaha berdiri,
selagi belum terjatuh dan terperosok lebih jauh.

Harus ada keyakinan untuk sebuah Keharusan,
dan itu bukanlah idealisme!!!.
Biarlah banyak rintangan yang menghampiri,
karena tanpa itu malah tak dapat menemukan arti.
Salah, berlara hati karena merasa perlahan ditinggalkan,
karena justru sebenarnya ini akan terus mendekati arti yang jelas.
Tentu selama tetap kuingat,
keyakinan itu hanyalah satu!!!
bukan dua, tiga atau tak jelas berapa.

Aku bukan ditinggalkan,
tapi tak sadar bahwa selama ini tak pernah ada diantara mereka.
Aku yang mungkin dianggap, tapi hanya sebatas adab.
Lalu kemana ku harus pergi jika sudah begini?

Menyesali diri, masih dapat berarti jika tak hanya meratapi diri.
Maka aku harus kembali pada jati diri yang hakiki.
bisakah....

15 Jun 2010

Semua terserah dari jawaban dia yang berserah pada garis takdirNya.

Sebelum dia membaca keseluruhan tulisan ini, terlepas dia perduli atau sebenarnya tidak perduli, aku hanya ingin meyakinkan bahwa aku bukanlah sekedar manusia yang hanya gemar main hati dengan ungkapan syair-syair yang kumengerti sendiri, ini hanya akan terus begini sampai ada kepastian untuk dapat bersua. Dan itu adalah harapan terbesarku yang sampai kini aku tak tahu apa dia akan mengijinkanya, atau mungkin tak kan pernah.

Aku masih bertahan dan sedikitpun belum menyerah, hanya saja aku sudah kehabisan segala kata untuk menulis baris syair apapun. Akhirnya terbukti juga, perasaan hati yang benar-benar dalam akan sulit telukiskan secara lisan. Meski banyak syair yang tercipta dari rasa hati, tapi ada pengecualian untuk perasaanku saat ini..
Ini lebih dikarenakan segalanya terasa sia-sia, apa guna jika segala syair yang tertulis tak terbaca oleh dia, apa daya bila perasaan hati yang diungkapkan tak dianggap sama sekali. Sebenarnya jika mungkin jawabanya memang seperti ini, mungkin juga sudah kutahu dari awal, hanya saja aku rela bertahan meski akhirnya pertanyaan hatiku malah semakin terawang-awang, dan salahkah jika aku terus berusaha untuk mendapatkan jawaban seperti apa yang kuharapkan ?.
Seperti yang sudah-sudah kutuliskan bagaimana semua perasaan ini tak terbaca oleh logika, dan akupun tak tahu mengapa bisa sampai begini. Lantas bukankah perasaan hati memang harus diungkapkan yang kemudian diusahakan dikejar sampai dapat. Lalu dimanakah salahku?.
Jika memang benar “penolakan” yang terjadi, apakah salah jika aku masih berusaha menggapai apa yang diinginkan oleh perasaan hatiku?.
Apakah salah jika aku masih bertahan dan mengupayakan apa yang ku bisa??
“Ini perasaan hati!!! Aku ingin menuruti kata hati!!, mendapatkan belahan hati yang sesuai dengan keinginanku!!, dia yang selama ini terus terbayang-bayang di anganku!!. Atau mungkin lebih pantas jika aku yang menyalahkan dia, kenapa selalu ada dalam pikiranku….tidak bisa seperti itu juga bukan???lantas salah siapa??.
Tentu saja dia bukan pihak yang salah dalam masalah perasaan hatiku ini. Tapi, aku tetap tidak ingin menyalahkan diriku sendiri, karena selama ini aku telah cukup menjadi menusia yang sering merendahkan diri sendiri. Dan tahukah bahwa ternyata sebagian besar pelajaran berharga kudapat dari berbagai kisah pupus yang pernah kualami. Pelajaran untuk semakin memperbaiki tabiat diri tanpa merubah jati diri untuk mencari suatu yang lebih pasti.
Artinya kisah-kisah terdahulu itu yang sekarang aku rasa hanyalah pencarian untuk menemukan satu yang pasti. Karena jika untuk urusan takdir, dari dulu aku selalu percaya. Percaya bahwa Dia Maha penyayang, percaya bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan hambanya, percaya bahwa Dia tahu yang tebaik bagi hambanya. Meskipun aku adalah insan yang tak mampu memahami semuanya, hanya perlahan aku mencoba menarik kesimpulan dari sedikit misteriNya yang sengaja dikuak untuk pembelajaran bagi manusia, pelajaran sederhana yang kuambil dari jalan hidupku sendiri yang telah terjadi hingga sekarang.
Dalam hidup aku yang tak lepas dari dosa, namun sering tak sadar diri untuk terus berteriak minta ini dan itu padaNya. Selalu berkeinginan akan banyak hal yang terkadang bagiku doa bukanlah sebuah kerelaan, tapi rengekan yang terus berbalut keegoan memaksaan keinginan yang ada, meski kesungguhan tetap turut menyertai. Selanjutnya aku yang manusia, terkadang kecewa karena apa yang digariskan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Tapi, ternyata aku salah besar.
Manusia bisa saja berkeinginan tapi tetap Dia yang berkehendak untuk memberikan yang terbaik bagi umatnya. Alhamdullilah jika cita-citaku dulu tidak tercapai, tapi dalam hidup yang sekarang ini aku diberikan yang terbaik untuk aku yang memang seperti ini, atau ada juga yang tidak terjadi secara langsung melainkan perlahan melalui berbagai proses dan rintangan karena itulah cara baik untuk mencapai yang terbaik.
Jadi, dari tulisan ini aku hanya ingin mengungkapkan betapa aku semakin tidak bisa melepas perasaan dan ingatanku terhadap dia, aku juga tidak merasa perasaanku ini adalah sesuatu yang salah. Jika benar dari awal aku sudah ditolak, adalah lumrah dan wajar bagi seorang pejuang terus berusaha untuk kesekian kalinya, selama dikarenakan perasaan tulusku ini malah semakin bertambah yakin bahwa memang dia yang dicari. Pada akhirnya aku tetap manusia yang hanya bisa pasrah dan membiarkan takdirNya yang menentukan segalanya. Aku bisa saja berkeinginan tapi tetap Dia yang berkehendak untuk memberikan yang terbaik bagi ku.
Apakah dia bersedia untuk kuanggap yang terbaik dan dapat menjadi yang terbaik bagiku?. Hanya Allah Yang Maha Tahu.
Tapi ada satu kejujuran yang nantinya khusus ingin kuceritakan pada dia jika boleh aku diijinkan bersua denganya nanti. Bahwa akibat dari perasaan ini, sebenarnya secara tidak langsung dia perlahan menggiringku melalui berbagai proses dan rintangan yang semoga adalah cara yang baik bagiku untuk mencapai yang terbaik. Mungkin perasaan ini dititipkan untuk merubah segala tingkah laku demi jalan hidupku yang lebih baik, meski pda akhirnya aku tidak dapat memilikinya sebagai orang yang terbaik dalam hidupku. Semua terserah dari jawaban dia yang berserah pada garis takdirNya.

19 Okt 2009

syair kata-kata yang kunyanyikan dengan terbata-bata


Wahai sobat, dengarkanlah syair kata-kata yang kunyanyikan dengan terbata-bata
Bukan untuk mengumbar kata demi karya, tapi hanyalah daya dari aku yang nestapa
Aku memang tak pandai memainkan nada, tapi rasa yang membuat aku bisa
Tak perduli kalian bilang aku gila, karena nanti juga kan sirna apa yang kalian hina…
Setelah tahu yang pantas dipuja adalah yang tak mengiba terhadap duka.

Sebenarnya aku risih untuk bercerita tentang apa yang membuat aku tersisih,
Karena ini hanya masalah situasi yang belum menerima kenyataan yang pasti.
Bahwa apa adanya aku adalah pasti apa yang ada dalam pikiranku sendiri,
Percuma kalian berisik jika hanya mencaci aku yang memang pasti begini.
Tak ada guna berselisih karena kau, aku dan kita pasti mati.

Wahai sobat, mungkin apa yang kurasa juga sama dengan yang kalian rasa
Karena raga kita sama-sama muda dan pernah galau untuk mengartikan dunia.
Tapi yang utama adalah bagaimana cara kita menyimpan asa, yang dapat menjadi usaha untuk kita berjaya.
Jangan pedulikan makna maya dari dunia kita, yang lebih mengutamakan kasta ataupun harta.
Bahkan cinta dapat menjadi tipu daya demi puaskan dahaga durjana
Tetaplah yakin sobat, agama yang utama.

Syair ini hanyalah apa yang kurasa di dalam hati,
Kutulis sendiri agar dapat menemukan arti,
Sekali lagi…janganlah kalian mencaci
Aku bernyanyi hanya untuk menghibur diri
Diri sendiri yang sedang mencari jati diri
Semoga nurani dapat menghayati apa yang hakiki

12 Okt 2009

Answer post for my best Friend


Memiliki kegemaran baru yaitu 'USIL',
mari galakan gerakan USIL nasional demi meningkatkan produktifitas karya anak negeri!
cukup bawa optimisme, dan pemikiran positif-konstruktif.
Usil yang diUsulkan ini bukanlah Usil yang Asal ataupun Nakal...
melainkan gerakan Usil Massal yang mengharuskan kita menjadi orang yang Total dan loyal dalam bekreasi, serta Tegar jika sial dan aral menghadang...
Dengan begitu, diharapkan Generasi Usil bukan hanya dapat menjadi sekelompok Insan yang tak gentar dengan kata gagal, tapi juga membuktikan itu semua dengan sesuatu yang benilai mahal

7 Okt 2009

Sajak abstrak



Pergi jauh berkelana, karena benci dengan menetap
Hilang tanpa jejak, karena misteri itu indah
Selalu mencaci, karena hidup bagai serapah
Pencarian tanpa ujung, karena terselubung gelap

Hati rapuh dan merana, segala sendi kaku terperangkap
Malang nian takdir terkuak, apa daya itu yang dinisbah
Akhirnya pergi, bersama puing hati yang menjadi sampah
Meski tetap berjuang, dengan mengkais sisa asa untuk menderap

Nalar yang berjalan cepat, Tak sebanding dengan apa yang terlihat
Karena semua yang melihat, merasa diri paling bermartabat
Akirnya menjadi serba takut, dalam hidup yang kau buat kalut
Hanya bisa berkutat, dengan apa yang diharuskan menjadi tabiat


6 Okt 2009

Make Life Slow and Show must go on


Kapankah akan datang saat itu,
dimana aku tidak perlu lagi risau akan segala hal yang berhubungan dengan masa depanku.

Tentunya itu akan hadir disaat aku sudah mengerti,
bahwa tidak ada yang perlu kurisaukan dari hidup yang telah diaturNya.

Itu bisa terjadi nanti yang tidak kuketahui kapan,
atau bahkan dimulai detik ini...

Asal saja aku telah paham, bahwa hidup jangan dijadikan beban.
Make Life Slow and Show must go on

Negeri kita telah digonjang-ganjing oleh bencana yang sebenarnya kita sendiri sulit mengetahui secara pasti, "Mengapa ini terjadi"...
Penuh tanya dalam benak kita,

apa ini bencana, cobaan, atau hukuman ??.


Adakah ini disebut bencana alam yang datang dengan sendirinya karena alam yang semakin menua??
Lantas apa benar tidak ada sama sekali peranan yang pernah kita lakukan terhadap alam ini!!.
Ataukah cobaan yang dihadirkan Ilahi sebagai pertanda??
Namun sanggupkah kita menjawab pertanyaan itu, sedangkan tetap tersirat rahasia Ilahi yang abadi.
Pantaskah ini disebut hukuman atas dosa kita selama ini??
Mungkin pertanyaan ini yang lebih bisa kita jawab !!
Karena hanya Dia yang maha tahu dan kita sendiri yang tahu apa saja dosa yang telah kita perbuat.

aku diciptakan sebagai pengimajinasi


Aku tidak tahu ingin menulis apa?. Karena yang akan tertulis nantinya terselip diantara harapan dan mimpi...
Apakah harapan itu akan tetap menjadi mimpi, atau mimpi yang terselubung sebuah harapan yang besar.
Tetaplah omong kosong jika belum dapat dikatakan nyata.
Mungkin ada pendapat lain yang mengatakan sesuatu dimulai dari sebuah usaha dan harapan...Tapi itu sudah kumulai sejak lama
Namun yang kudapat sekarang hanyalah kejenuhan.
Jenuh untuk membaca isi hatiku sendiri, jenuh untuk berpikir, dan jenuh untuk menulis apa yang kupikir.
Jika hanya itu, mungkin memang lebih baik aku pergi dari dunia imajinasi ini.
Meski aku sendiri tidak tahu dari mana asal semua ini...
Namun, jika ini adalah sesuatu yang tidak bisa kutolak, tak ada gunanya juga aku menghindar...
Sebuah penyangkalan adalah mustahil..
Bahwa aku diciptakan sebagai manusia yang suka berimajinasi

1 Okt 2009

Bencana

Orang yang cerdas adalah mereka yang tahu kematian itu pasti dan akan berada di akhirat nanti untuk selamanya.
Jadi untuk apa, kita masih sombong dan angkuh!!
Kenapa kita masih mengatur apa yang telah diatur oleh Allah!!
Bencana bukanlah kebetulan, ramalan, atau sesuatu yang bisa dicegah...
Tetapi sebagai pertanda bagi kita...
Jika satu kali dalam sebulan adalah pertanda, kenapa untuk yang kedua, ketiga dan berikutnya kita masih juga tidak menyadari kesalahan kita...

Apabila saudara kita disana telah kehilangan harta benda dan orang yang teramat sangat dicintainya, kita yang masih diberi keselamatan oleh yang maha kuasa seharusnya menyadari bahwa itu adalah pertanda agar kita selalu menyayangi orang terdekat kita selagi masih diberi waktu.

23 Sep 2009

Syair pemuda pinggir

Bangkitlah sobat yang terpinggirkan,
Nyanyikan lagu kemenangan kita
Jangan takut pada masa lalu dan segala pahit getir ingatan
Karena itu adalah sumber pencarian dentitas diri kita.

Asa kita bukan sekedar warna dalam nyawa dan raga,
Tetapi merupakan basis dalam perjuangan hidup.
Ingatan kita memang diikat oleh simbol yang berbeda,
Kebiasaan kita memang nyeleneh”,
Tapi nantinya pun berangsur menciptakan identitas pribadi.

Yang perlu kita ingat, wahai sobat
adalah proses perubahan yang kita jalani
sama pentingnya dengan sisi perubahan kita nanti.
Masa sekarang sama pentingnya dengan masa depan.

Sebenarnya ujung pencarian kita,
hanyalah pemberian akan satu kasih yang tulus,
karena itu lebih dari cukup untuk mengubah seluruh persepsi
tentang tabiat kita yang dianggap buruk.

16 Sep 2009

bagaimana anda 'menikmati' Ramadhan ini ??


Sahabat, ada banyak saudara-saudara kita, yang melampaui hari-hari ramadhan sama beratnya bahkan mungkin jauh lebih berat, dari perjuangan mereka setiap hari di bulan-bulan lain.
Apa yang kita bagi, mungkin hanya sedikit dari nikmat Allah Subhanahu Wata'ala berikan pada kita.
Namun makna dan harganya bagi mereka, sungguh jauh berbeda....
Semuanya tergantung bagaimana anda akan 'menikmati' Ramadhan ini ??


Baju lebaran keluarga [Kita]= 6 bulan makan [mereka]

Liburan lebaran keluarga [Kita]= Sekolah 1 tahun [Mereka]

Bonus THR [Anda] = Biaya hidup sekeluarga 1 tahun [Mereka]

Ketupat, opor, rendang, dll [Anda] = Nasi aking + garam sebulan [Mereka]

9 Sep 2009

'Kau tidak akan tahu, jika tidak pernah mencoba'


Lo konyol seeh,
Udah tau 'bonyok' udah ga' ada duit, masih aja gede niat lo buat sekolah jauh2 sampai injak tanah Jakarte segale??
mestinya, STM aja udah cukup kaleee buat lo....apalagi paling2 selesai kliah lo juga nganggur, dan itu iya klo lo kelar..!!!
parahnya lagi...orang kaya' elo kan 'gagap' klo liat 'gemerlap' dan suasana pergaulan ibukota, masa' lo cuma mau ngandalin mimpi dan isi 'otak' lo yang selalu berimajinasi ga' jelas.
Urusan cw,ha..ha...sampai sekarang kehidupan lo masih 'mirip' dengan balada sedih 'pupus' nya baladewa.

Eh..selama kliah lo juga 'katro' banget..hidup di kota, lo buat kaya hidup di dusun..
'Say no' ke mall, makanan 'siap saji' barang langka buat lo, selalu sembunyi dari keramaian, lo ga' tau gaulnya anak kota,...parah buanget lo!!!!
Mentok-mentoknya waktu luang lo habisin di gramed atau ke warnet, dengan alasan biar nambah wawasan dan ga' gaptek2 amat, yang malah menambah mimpi2 dan inspirasi yang ga' jelas di otak lo.
Ada baiknya juga seeh, karena keadaan itu membuat lo lebih sering curhat dan mengingat waktu untuk mengadu kepada Ilahi.

Untuk berteman, lo emang ga' milih-milih dan bergaul dengan siapa saja...tapi selalu so' megang prinsip..(yang kata orang)lo jadi bingung sama prinsip yang buat lo linglung sendiri.
Untuk kehidupan kampus, lo seperti seonggok benda yang terpisah dari berbongkah-bongkah benda lain yang berkilau. Merasa 'the best' yang sebenarnya hanya 'the beast' yang ga' dianggap.

Lo nekat belain2 atau terpaksa untuk selalu jadi pejalan kaki setia, emang lo pikir sekarang jaman kuda yg ga' ada angkot, atau ga' ada ojeck meski jalan becek....???
Siang bolong, panas terik, nekat aja berjalan kaki yang jaraknya beratus-ratus meter menuju tempat yang ga' jelas, atau menuju kosan lo yang 'puruk'.
Maksudnya biar ada cerita ?? nyari inspirasi?? atau jadi gembel dan orgil aja sekalian!!!

Sehari-hari lo makan seadanya, apa aja yang ada dan yang penting halal....
Maksudnya mau menjadi mahasiswa sederhana yang gemar berhemat, tapi sebenarnya ga' segitunya kalee, otak lo yang buat lo miskin...
buktinya lo pernah lebih mentingin tembakau, benda laknat, dan hal-hal ga' jelas lainya daripada makan 3 kali sehari...meski itu dulu!!!

Akhirnya emang muncul sedikit ilham yang baik di otak lo, berpikir untuk mengisi waktu sehari-hari yang tidak bermanfaat dengan seabrek aktifitas yang dapat membuat lo lupa untuk berpikir yang tidak ada manfaatnya. Apapun itu, meski yang berawal dari niat, hobby, ambisi, mimpi, atau emang ngasal aja.
Tapi, seabrek aktifitas itu malah membuat seluruh raga dan pikiran lo melewati batas titik lelah, yang efek sampingnya dapat membuat lo 'drop dan kecewa' jika sekali saja gagal atau berhenti.

Parah,...parah...

Segitu naas nya kehidupan lo sebagai mahasiswa di kota metropolitan ini, emang apa yang lo dapat hingga sekarang ini???
Kata lo seeh buanyak, lo yakin semua itu merubah diri lo yang sekarang, lo pikir banyak dapat pengalaman yang berarti buat kehidupan lo nanti,..
"Tapi, itu kan kata lo"...('kita'??? engga'..!!!..lo aja kaleee..)

Ya udah lah, sekarang InsyaAllah tinggal menghitung hari lo dikatakan sebagai seorang mahasiswa, dan setelah itu mudah-mudahan lo dapat meneruskan perjuangan untuk kehidupan yang baru, atau membuktikan dirimu yang baru pula.
Tapi jangan senang dulu, sebelum waktu itu tiba...semua hal dapat saja terjadi bukan???

Setidaknya gw yakin, lo pasti pantang menyerah mewujudkan asa untuk menjadi sebuah kepastian, meski orang mengatakan itu hanyalah mimpi, kebodohan, dan lain sebagainya.

Lanjutkan perjuanganmu Bro, 'Kau tidak akan tahu, jika tidak pernah mencoba'

3 Sep 2009

Saykoji : MALAYSIA.. YOU COPY MY STYLE... AGAINNNN!!!


You copy my style
You copy again
Apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
Ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
But sooner or later i gotta take my stand

Udah bolak balik sampe balik kebolak
Temen gue sampe keselek pas makan kolak
Lagi lagi berulang ulang terus terjadi
Tetangga bikin ulah lagi bikin sakit hati

Suka ngaku ngaku kagak malu malu
Punya indonesia di klaim satu satu
Apa memang kalian yang gak mampu mampu
Buat budaya sendiri efek gak ampuh ampuh

Baca rambu rambu, bangsaku berbudi luhur
Tapi usik terus, reputasi mu masuk kubur
Jujur gue bangga jujur gue bersyukur
Elo ngaku ngaku berarti progress lo mundur

Panas ku bertutur kreasi bicara
Walau sudah jelas identitas ku dijarah
Joe farizal aja bisa minta maap
Masa yang lain kagak nyadar kagak tanggap

You copy my style
You copy again
Apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
Ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
But sooner or later i gotta take my stand

Bukan mo sok nasionalis sombong mengangkat alis
Bukan mo sok gangster bukan sok sadis
Walau lagi ngetop bukan gue sok ngartis
Tapi bales pake lagu paling praktis

Marah marah di internet, udah pasaran
Ngomel ngomel di pasar kagak sabaran
Kaya cacing kepanasan jenggot kebakaran
Rasanya gatel pengen ngasih tamparan

Tapi gue orang nya cinta damai
Walau rasanya sulit untuk santai
Amunisi di samping nyiur melambai
Pakai musik rap ku siap membantai

Memang satu rumpun masih sama melayu
Tapi melayu saykoji keras dan gak kemayu
Selendang rocker ku agak mendayu
Tapi coba ajak gue battle rap ayuk!!

You copy my style
You copy again
Apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
Ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
But sooner or later i gotta take my stand

Sajak Sebatang Lisong - WS Rendra


Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka
Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.
Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan,
tanpa pepohonan,
tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.
…………………
Menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.
Dan di langit;
para tekhnokrat berkata :
bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor
Gunung-gunung menjulang.
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat
protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.
Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon,
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.
…………………
Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.

19 Agustus 1977
ITB Bandung
Potret Pembangunan dalam Puisi

(Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung, dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta”, yang disutradarai oleh Sumandjaya)

31 Agu 2009

Titip Rindu Untuk Ema'



Dia yang kupanggil ema'. Yang sedari aku kecil hingga kini kasihnya masih membekas, dan ku yakin tak lekang dihela waktu.
Bagiku Ema' adalah luapan kasih sayangku yang takkan sirna.
Kapanpun saya melihat seorang ibu yang sudah mulai lemah dengan usianya yang semakin renta, saya terkenang ema'.

Ema'ku yang kini terpisah jarak ribuan kilo. Ema'ku yang masih setia berada di tanah perantauan. Tinggalkan desa atau kampung yang berada di Sumatera Barat sana. Sementara aku, juga terbuang jauh di tanah rantau yang lain, demi menuntut ilmu, nasip dan masa depan.

Jika nanti nasipku berjaya, mungkin itu karena usaha dan segala amal kebaikanku yang pernah tersirat.
Namun, itu semua tanpa melupakan doa ema'ku yang kerap membasahi sejadahnya dengan tangis harap untuk kebahagiaan anaknya.

ku titipkan hidupku kepada Allah...


Betapa bahagianya seorang penyair meski dunia tidak mengatakan itu...
Karena tuntutan dunia lah yang membuat seorang penyair bersandiwara dengan fitrahnya, menampakkan segalanya dengan perasaan meski itu bukan suara hatinya. Dia berperan sebagai orang 'gila' padahal ia cerdas, berperan sebagai pengecut padahal ia berani, berperan bahagia padahal ia menderita. Ia juga dapat berperan sebagai pecinta, yang menekan getaran cinta dihati untuk kebahagiaan orang lain.

Penyairlah yang akan mendengar suara kalbu yang terucap dari mulut, merasakan jiwa dan ruh dari tubuh.

Salute buat Penyair yang menulis Syair ini. Tulisanya bijak, karena menyentuh segala aspek dari sastra, roman yang berbalut getir kemudian tak lupa untaian petuah satir.

"Aku hidup bebas, tertawa dan menangis sesuka hatiku. Bebas mengatur langkah-langkahku, mengangkat kepala dan berahasia, serta menulis sesuka hatiku. Aku juga bebas meninggalkan karya-karyaku tanpa harus menyesal. Aku bebas menciptakan tulisan tanpa tergantung pujian dari sastrawan juga tidak tergantung sanjungan dari para 'pembesar'.

Aku katakan, "aku lebih senang hidup terhina dalam pandangan hidup manusia daripada hidup sebagai budak mereka". Aku tak pernah membenci orang yang membenci diriku dan aku mencintai sesuatu bukan disebabkan kecintaan dan kasih sayang orang kepadaku. Aku mencintai manusia karena kemampuan dan ilmu yang ia miliki dan membenci manusia karena kebodohan dan ketidak mampuannya memahami sesuatu.

Kau tahu, inilah salah satu kelemahan jiwaku. Kelemahan yang aku nikmati dan aku kagumi satu-satunya. Dengan hidup seperti ini, aku memperoleh kenikmatan yang luar biasa dan engkau tak akan mampu mengetahui kenikmatan jiwa yang aku peroleh. Kenikmatan yang aku lihat dengan perasaan bahagia, walupun orang mengumpat dan mengutuki aku. Semua hinaan, sumpah serapah yang ditunjukan kepadaku seperti hujan debu yang jatuh dari atas, menempel pada sorbanku dan jatuh ke tanah, lalu ku injak dengan kedua kakiku.

Wahai 'pembesar-pembesar' disekitarku yang hatinya dipenuhi kebaikan-kebaikan dan kesucian. Kalian harusnya berusaha menjadi manusia yang 'cerdas' seperti yang kalian impikan. Mestinya kalian harus bisa menunjukan jati diri kalian, jangan hanya ikut-ikutan. Kalian harus menjernihkan pikiran-pikiran kalian, jangan sampai terbuai oleh cerita-cerita yang tak jelas arahnya. Kalian harus tampil dan mampu menerangi kegelapan hidup dengan sinar hati yang jernih. Kalian harus mampu menciptakan keceriaan dan kebahagiaan jiwa-jiwa manusia.

Mampu mengalirkam jiwa seni pada setiap penyair dan memenuhi hati mereka dengan keanggunan, keelokan dan pendirian teguh, bisa membuat jiwa-jiwa mereka terbang menuju cakrawala yang tinggi, lalu mampu menjelmakan diri mereka dalam bentuk matahari, bulan dan bintang. Untuk mewujudkan sifat-sifat ini, bukan berarti kalian harus aktif di mahkamah penyair untuk menghakimi para penyair yang kalian anggap bersalah tetapi cukup dengan memahami sifat penyair dan kalian tetap menjadi diri kalian sendiri.

Cukup...
ku cukupkan sampai disini perasaan inginku, anganku, perwujudan dari rasa kecewaku.

Aku adalah lelaki malang yang tidak memiliki sesuatupun yang patut untuk di'bangga'kan seperti kalian. Karena itu diam adalah perhiasan sekaligus perisaiku.
Ya, aku bukanlah orang yang bahagia kecuali dalam pandangan dan perkiraan orang lain. Meskipun jiwaku terbuka untuk kalian, tetapi jiwa kalian tertutup untukku. Aku harus menyembunyikan penderitaan-penderitaanku di hadapan kalian, sehingga ratapan dan rintihan kalian lebih banyak terdengar dari ratapanku untuk kalian.

Mungkin ada orang lain melihatku sebagai orang yang memiliki rahmat dan kasih sayang lebih tinggi daripada kalian, padahal aku tidak memerlukan itu semua. Aku menganggap keselamatan, keberhasilan dan ketenangan jiwa ada dalam sikap pasrah dan tawakkal. Hingga aku bisa merasa tenang dengan penderitaan dan kepedihan yang aku alami. Aku tidak iri dan dengki kepada kalian, kecuali menyangka kalian adalah orang yang berbahagia. Aku selalu memohon kepada Allah agar menyelamatkan kalian dari kegalauan dan penderitaan yang aku alami...

ku titipkan hidupku kepada Allah...

Syair Lirih Buat Kami


Berjalan seorang anak muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip s'batang rumput liar

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
'Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawaban

Termenung lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan

Tak peduli berusaha lagi
Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Tak berguna ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku

Sia-sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap
"maaf ibu..."