My Adsense

9 Sep 2009

'Kau tidak akan tahu, jika tidak pernah mencoba'


Lo konyol seeh,
Udah tau 'bonyok' udah ga' ada duit, masih aja gede niat lo buat sekolah jauh2 sampai injak tanah Jakarte segale??
mestinya, STM aja udah cukup kaleee buat lo....apalagi paling2 selesai kliah lo juga nganggur, dan itu iya klo lo kelar..!!!
parahnya lagi...orang kaya' elo kan 'gagap' klo liat 'gemerlap' dan suasana pergaulan ibukota, masa' lo cuma mau ngandalin mimpi dan isi 'otak' lo yang selalu berimajinasi ga' jelas.
Urusan cw,ha..ha...sampai sekarang kehidupan lo masih 'mirip' dengan balada sedih 'pupus' nya baladewa.

Eh..selama kliah lo juga 'katro' banget..hidup di kota, lo buat kaya hidup di dusun..
'Say no' ke mall, makanan 'siap saji' barang langka buat lo, selalu sembunyi dari keramaian, lo ga' tau gaulnya anak kota,...parah buanget lo!!!!
Mentok-mentoknya waktu luang lo habisin di gramed atau ke warnet, dengan alasan biar nambah wawasan dan ga' gaptek2 amat, yang malah menambah mimpi2 dan inspirasi yang ga' jelas di otak lo.
Ada baiknya juga seeh, karena keadaan itu membuat lo lebih sering curhat dan mengingat waktu untuk mengadu kepada Ilahi.

Untuk berteman, lo emang ga' milih-milih dan bergaul dengan siapa saja...tapi selalu so' megang prinsip..(yang kata orang)lo jadi bingung sama prinsip yang buat lo linglung sendiri.
Untuk kehidupan kampus, lo seperti seonggok benda yang terpisah dari berbongkah-bongkah benda lain yang berkilau. Merasa 'the best' yang sebenarnya hanya 'the beast' yang ga' dianggap.

Lo nekat belain2 atau terpaksa untuk selalu jadi pejalan kaki setia, emang lo pikir sekarang jaman kuda yg ga' ada angkot, atau ga' ada ojeck meski jalan becek....???
Siang bolong, panas terik, nekat aja berjalan kaki yang jaraknya beratus-ratus meter menuju tempat yang ga' jelas, atau menuju kosan lo yang 'puruk'.
Maksudnya biar ada cerita ?? nyari inspirasi?? atau jadi gembel dan orgil aja sekalian!!!

Sehari-hari lo makan seadanya, apa aja yang ada dan yang penting halal....
Maksudnya mau menjadi mahasiswa sederhana yang gemar berhemat, tapi sebenarnya ga' segitunya kalee, otak lo yang buat lo miskin...
buktinya lo pernah lebih mentingin tembakau, benda laknat, dan hal-hal ga' jelas lainya daripada makan 3 kali sehari...meski itu dulu!!!

Akhirnya emang muncul sedikit ilham yang baik di otak lo, berpikir untuk mengisi waktu sehari-hari yang tidak bermanfaat dengan seabrek aktifitas yang dapat membuat lo lupa untuk berpikir yang tidak ada manfaatnya. Apapun itu, meski yang berawal dari niat, hobby, ambisi, mimpi, atau emang ngasal aja.
Tapi, seabrek aktifitas itu malah membuat seluruh raga dan pikiran lo melewati batas titik lelah, yang efek sampingnya dapat membuat lo 'drop dan kecewa' jika sekali saja gagal atau berhenti.

Parah,...parah...

Segitu naas nya kehidupan lo sebagai mahasiswa di kota metropolitan ini, emang apa yang lo dapat hingga sekarang ini???
Kata lo seeh buanyak, lo yakin semua itu merubah diri lo yang sekarang, lo pikir banyak dapat pengalaman yang berarti buat kehidupan lo nanti,..
"Tapi, itu kan kata lo"...('kita'??? engga'..!!!..lo aja kaleee..)

Ya udah lah, sekarang InsyaAllah tinggal menghitung hari lo dikatakan sebagai seorang mahasiswa, dan setelah itu mudah-mudahan lo dapat meneruskan perjuangan untuk kehidupan yang baru, atau membuktikan dirimu yang baru pula.
Tapi jangan senang dulu, sebelum waktu itu tiba...semua hal dapat saja terjadi bukan???

Setidaknya gw yakin, lo pasti pantang menyerah mewujudkan asa untuk menjadi sebuah kepastian, meski orang mengatakan itu hanyalah mimpi, kebodohan, dan lain sebagainya.

Lanjutkan perjuanganmu Bro, 'Kau tidak akan tahu, jika tidak pernah mencoba'

7 Sep 2009

Just Opini...



Gw pernah dengar (InsyaAllah benar), olahraga beladiri yang pernah disebut nabi Muhammad adalah Gulat. "Apa yang pernah dikatakanya pastilah yang paling baik bagi umat manusia".
Setelah memikirkan secara seksama dan memetik pengalaman beberapa kali,...benar juga y?
Olahraga beladiri yang paling lengkap adalah yang dilengkapi dengan jurus bantingan, kuncian, perkelahian bawah atau gulat.
Kalo cuma nendang dan mukul, rasanya menguras tenaga dan yang lebih keliatan adalah aksi kasar,saling benturan fisik,.."kalah menang...paling ga' bonyok".
Tapi, jika kita juga atau lebih menguasai teknik bantingan, dan kuncian...rasanya akan lebih mudah mengalahkan lawan tanpa perlu buang banyak tenaga dan berbenturan fisik...
Secara umum, perkelahian jalan yang sering terjadi juga dalam bentuk bergulat (pertarungan bawah).
Ehm...pantas saja jika di kemudian hari olaharaga seperti Brazilian JiuJitsu akan banyak peminatnya.
Tapi tentu saja, yang paling baik adalah jika kita dapat menguasai semua cara beladiri.
Sansho + BJJ = Mantabbb.....

3 Sep 2009

Saykoji : MALAYSIA.. YOU COPY MY STYLE... AGAINNNN!!!


You copy my style
You copy again
Apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
Ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
But sooner or later i gotta take my stand

Udah bolak balik sampe balik kebolak
Temen gue sampe keselek pas makan kolak
Lagi lagi berulang ulang terus terjadi
Tetangga bikin ulah lagi bikin sakit hati

Suka ngaku ngaku kagak malu malu
Punya indonesia di klaim satu satu
Apa memang kalian yang gak mampu mampu
Buat budaya sendiri efek gak ampuh ampuh

Baca rambu rambu, bangsaku berbudi luhur
Tapi usik terus, reputasi mu masuk kubur
Jujur gue bangga jujur gue bersyukur
Elo ngaku ngaku berarti progress lo mundur

Panas ku bertutur kreasi bicara
Walau sudah jelas identitas ku dijarah
Joe farizal aja bisa minta maap
Masa yang lain kagak nyadar kagak tanggap

You copy my style
You copy again
Apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
Ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
But sooner or later i gotta take my stand

Bukan mo sok nasionalis sombong mengangkat alis
Bukan mo sok gangster bukan sok sadis
Walau lagi ngetop bukan gue sok ngartis
Tapi bales pake lagu paling praktis

Marah marah di internet, udah pasaran
Ngomel ngomel di pasar kagak sabaran
Kaya cacing kepanasan jenggot kebakaran
Rasanya gatel pengen ngasih tamparan

Tapi gue orang nya cinta damai
Walau rasanya sulit untuk santai
Amunisi di samping nyiur melambai
Pakai musik rap ku siap membantai

Memang satu rumpun masih sama melayu
Tapi melayu saykoji keras dan gak kemayu
Selendang rocker ku agak mendayu
Tapi coba ajak gue battle rap ayuk!!

You copy my style
You copy again
Apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
Ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
But sooner or later i gotta take my stand

Sajak Sebatang Lisong - WS Rendra


Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka
Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.
Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan,
tanpa pepohonan,
tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.
…………………
Menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.
Dan di langit;
para tekhnokrat berkata :
bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor
Gunung-gunung menjulang.
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat
protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.
Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon,
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.
…………………
Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.

19 Agustus 1977
ITB Bandung
Potret Pembangunan dalam Puisi

(Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung, dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta”, yang disutradarai oleh Sumandjaya)

31 Agu 2009

Titip Rindu Untuk Ema'



Dia yang kupanggil ema'. Yang sedari aku kecil hingga kini kasihnya masih membekas, dan ku yakin tak lekang dihela waktu.
Bagiku Ema' adalah luapan kasih sayangku yang takkan sirna.
Kapanpun saya melihat seorang ibu yang sudah mulai lemah dengan usianya yang semakin renta, saya terkenang ema'.

Ema'ku yang kini terpisah jarak ribuan kilo. Ema'ku yang masih setia berada di tanah perantauan. Tinggalkan desa atau kampung yang berada di Sumatera Barat sana. Sementara aku, juga terbuang jauh di tanah rantau yang lain, demi menuntut ilmu, nasip dan masa depan.

Jika nanti nasipku berjaya, mungkin itu karena usaha dan segala amal kebaikanku yang pernah tersirat.
Namun, itu semua tanpa melupakan doa ema'ku yang kerap membasahi sejadahnya dengan tangis harap untuk kebahagiaan anaknya.

ku titipkan hidupku kepada Allah...


Betapa bahagianya seorang penyair meski dunia tidak mengatakan itu...
Karena tuntutan dunia lah yang membuat seorang penyair bersandiwara dengan fitrahnya, menampakkan segalanya dengan perasaan meski itu bukan suara hatinya. Dia berperan sebagai orang 'gila' padahal ia cerdas, berperan sebagai pengecut padahal ia berani, berperan bahagia padahal ia menderita. Ia juga dapat berperan sebagai pecinta, yang menekan getaran cinta dihati untuk kebahagiaan orang lain.

Penyairlah yang akan mendengar suara kalbu yang terucap dari mulut, merasakan jiwa dan ruh dari tubuh.

Salute buat Penyair yang menulis Syair ini. Tulisanya bijak, karena menyentuh segala aspek dari sastra, roman yang berbalut getir kemudian tak lupa untaian petuah satir.

"Aku hidup bebas, tertawa dan menangis sesuka hatiku. Bebas mengatur langkah-langkahku, mengangkat kepala dan berahasia, serta menulis sesuka hatiku. Aku juga bebas meninggalkan karya-karyaku tanpa harus menyesal. Aku bebas menciptakan tulisan tanpa tergantung pujian dari sastrawan juga tidak tergantung sanjungan dari para 'pembesar'.

Aku katakan, "aku lebih senang hidup terhina dalam pandangan hidup manusia daripada hidup sebagai budak mereka". Aku tak pernah membenci orang yang membenci diriku dan aku mencintai sesuatu bukan disebabkan kecintaan dan kasih sayang orang kepadaku. Aku mencintai manusia karena kemampuan dan ilmu yang ia miliki dan membenci manusia karena kebodohan dan ketidak mampuannya memahami sesuatu.

Kau tahu, inilah salah satu kelemahan jiwaku. Kelemahan yang aku nikmati dan aku kagumi satu-satunya. Dengan hidup seperti ini, aku memperoleh kenikmatan yang luar biasa dan engkau tak akan mampu mengetahui kenikmatan jiwa yang aku peroleh. Kenikmatan yang aku lihat dengan perasaan bahagia, walupun orang mengumpat dan mengutuki aku. Semua hinaan, sumpah serapah yang ditunjukan kepadaku seperti hujan debu yang jatuh dari atas, menempel pada sorbanku dan jatuh ke tanah, lalu ku injak dengan kedua kakiku.

Wahai 'pembesar-pembesar' disekitarku yang hatinya dipenuhi kebaikan-kebaikan dan kesucian. Kalian harusnya berusaha menjadi manusia yang 'cerdas' seperti yang kalian impikan. Mestinya kalian harus bisa menunjukan jati diri kalian, jangan hanya ikut-ikutan. Kalian harus menjernihkan pikiran-pikiran kalian, jangan sampai terbuai oleh cerita-cerita yang tak jelas arahnya. Kalian harus tampil dan mampu menerangi kegelapan hidup dengan sinar hati yang jernih. Kalian harus mampu menciptakan keceriaan dan kebahagiaan jiwa-jiwa manusia.

Mampu mengalirkam jiwa seni pada setiap penyair dan memenuhi hati mereka dengan keanggunan, keelokan dan pendirian teguh, bisa membuat jiwa-jiwa mereka terbang menuju cakrawala yang tinggi, lalu mampu menjelmakan diri mereka dalam bentuk matahari, bulan dan bintang. Untuk mewujudkan sifat-sifat ini, bukan berarti kalian harus aktif di mahkamah penyair untuk menghakimi para penyair yang kalian anggap bersalah tetapi cukup dengan memahami sifat penyair dan kalian tetap menjadi diri kalian sendiri.

Cukup...
ku cukupkan sampai disini perasaan inginku, anganku, perwujudan dari rasa kecewaku.

Aku adalah lelaki malang yang tidak memiliki sesuatupun yang patut untuk di'bangga'kan seperti kalian. Karena itu diam adalah perhiasan sekaligus perisaiku.
Ya, aku bukanlah orang yang bahagia kecuali dalam pandangan dan perkiraan orang lain. Meskipun jiwaku terbuka untuk kalian, tetapi jiwa kalian tertutup untukku. Aku harus menyembunyikan penderitaan-penderitaanku di hadapan kalian, sehingga ratapan dan rintihan kalian lebih banyak terdengar dari ratapanku untuk kalian.

Mungkin ada orang lain melihatku sebagai orang yang memiliki rahmat dan kasih sayang lebih tinggi daripada kalian, padahal aku tidak memerlukan itu semua. Aku menganggap keselamatan, keberhasilan dan ketenangan jiwa ada dalam sikap pasrah dan tawakkal. Hingga aku bisa merasa tenang dengan penderitaan dan kepedihan yang aku alami. Aku tidak iri dan dengki kepada kalian, kecuali menyangka kalian adalah orang yang berbahagia. Aku selalu memohon kepada Allah agar menyelamatkan kalian dari kegalauan dan penderitaan yang aku alami...

ku titipkan hidupku kepada Allah...

Syair Lirih Buat Kami


Berjalan seorang anak muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip s'batang rumput liar

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
'Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawaban

Termenung lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan

Tak peduli berusaha lagi
Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Tak berguna ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku

Sia-sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap
"maaf ibu..."

Kegagalan


Dari masih bocah, di ajarin untuk jadi orang sukses, di rumah, di sekolah, atau juga di lingkungan.
Di rumah, di ajarin jadi anak yang baik, rajin, ramah, patuh dan disiplin. Pokoknya, di arahkan bisa jadi sukses nantinya. Di sekolah, dari awal udah dikenalin dengan kata sukses, cita-cita yang tinggi dan dapatin nilai yang bagus. Semuanya jadi harapan dari orang tua dan guru. Lingkungan tempat kita tinggal, juga nyiptain kondisi sebagai syarat-syarat orang yang dianggap terpandang, orang yang sukses.

Engga' ada tempat bagi mereka yang gagal.

Sukses udah jadi bagian yang terpenting untuk ngejalanin kehidupan sebagai manusia yang normal. Orang yang gagal, mending enggak usah eksis aja sekalian dan nyingkir dari mereka yang sukses.

Tapi ada kenyatan yang dikutip dari berbagai sumber :
Manusia sejak dari orok, telah belajar menjadi sukses dan telah mempelajari kegagalan secara tidak langsung dari kehidupan sehari-harinya. Walaupun keduanya selalu berjalan beriringan, tetapi sukses adalah hasil selalu menjadi dominan dibandingkan gagal.

Sejak kapan manusia mempelajari kesuksesan dan kegagalan?

Ketika bayi menangis karena mengharapkan ASI dari ibunya, bayi berharap ia akan dapat minum untuk menghilangkan rasa hausnya. Ia akan menangis untuk memberikan isyarat kepada ibunya. Respon ibu sangat penting baginya. Bila sang ibu mengerti dan memberikan ASI nya kondisi seperti ini berarti bahwa ia telah "sukses" untuk mendapatkan ASI untuk menghilangkan rasa hausnya. Bila respon ibu lambat maka ia telah gagal, maka bayi akan menangis lebih keras.

Di sekolah, Anda akan dinilai dari hasil prestasi Anda. Bila Anda mempunyai nilai yang cukup bagus dan masuk diantara rangking 1 dan 5 maka Anda digolongkan sukses, cerdas dan berbakat, tapi bila Anda kenyataan sebaliknya maka kata-kata bodoh menjadi lebih akrab di telinga kita.

Enggak ada masyarakat dimana pun juga dapat menerima orang yang gagal, makanya enggak perlu ngeharapin ada orang yang dapat ngehargain kegagalan, apalagi ngasi hadiah dari produk kegagalan. Artinya, masyarakat lebih menghargai seorang yang sukses dan ngelupain seorang yang gagal.

By the way, arti dari kesuksesan berarti ia telah berhasil mengatasi masalah keuangan, promosi kerja, membina keluarga dan status sosial yang meningkat. Sedangkan untuk orang yang gagal,..."enggak ada seorang pun dapat memahami kegagalanya",
bahkan dihukum dengan kata-kata ;
"Dari dulu juga udah gue bilang..." atau, "Kenapa lo lakuin juga?" atau, "Mendingan lo..."

Banyak orang enggak dapat nerima kenyataan ketika ia dihadapin pada kegagalan, jadinya enggak dapat ngontrol pikiran-pikirannya yang negatif sehingga semakin terperosok dalam lingkaran gagal.
Jangan heran bila kita berjumpa denganya, orang itu kelihatan semakin lusuh yang bukan dikarenakan usianya.

Manusia memang cenderung mempunyai gambaran yang positif didalam pikirannya, tentang hal-hal yang baik yang dapat terjadi dan semuanya dapat berjalan sesuai dengan kenyataan.
Dan bila harapan-harapan itu enggak berjalan sesuai seperti yang diharapkan, maka inilah yang disebut dengan
"gagal"
.

24 Agu 2009

Doa abu Nawas

Ilahi lastu lilfirdausi ahla,

Walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi,

Fainaka ghafirudz- dzanbil ‘adzimi….

Dzunubi mitslu a’daadir- rimali,

Fahabli taubatan ya Dzal Jalaali,
Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi,

Wa dzanbi zaaidun kaifa –htimali

Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataak,

Muqirran bi dzunubi

Wa qad di’aaka
Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,

Wain tadrud faman narju siwaaka


Duh Gusti… tidak layak aku masuk ke dalam sorga-Mu
Tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
Maka kami mohon taubat dan mohon ampun atas dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa….

Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai,
Maka anegerahilah hamba taubat, wahai Yang Memiliki Keagungan
Dan umur hamba berkurang setiap hari,
Sementara dosa-dosa hamba selalu bertambah, apalah dayaku

Duh Gusti… hamba-Mu penuh maksyiat,

Datang kepada-Mu bersimpuh memohon Ampunan,

Jika Engkau ampuni memang Engkau adalah Pemilik Ampunan,

Tetapi jika Engkau tolak maka kepada siapa lagi aku berharap?

Menyapa selamat pagi pada sekolah dasar


Rasanya baru kemarin ema' memandikan diriku di kala pagi jika aku sengaja berleha-leha dan bertampang enggan untuk bergegas menuju kamar mandi. Setelah air untuk mandi selesai dijerang di tungku perapian sederhana yang ada di belakang rumah.

Atau sebelumnya, pasti ada keributan biasa antara aku dan adikku mengenai masalah siapa yang memanaskan diri lebih dekat ke tungku perapian atau siapa yang duluan ke kamar mandi.Selain kami anaknya yang sering bertingkah untuk dibangunkan pagi-pagi.
Biasanya aku tidur kemalaman karena ulah sendiri, jadinya lupa dan hampir telat menyelesaikan tugas sekolah dari bu guru.

Ema' tidak pernah lupa menyiapkan dengan rapi pakaian merah putih itu untuk kukenakkan ke sekolah. Sarapan ala kadarnya sudah pasti tersedia di meja makan.
Aku adalah anaknya yang gagah dengan dadanan rambut disisir ke samping, meski terlihat tambun mengenakan atribut seragam merah putih, namun selalu rapi dan bersih yang jadi keharusan bagi anak dari ema' ku tersayang.
Selanjutnya tidak lupa berpamitan seperti kebiasaanku, berlalu sembari berujar
'ma' iyas berangkat'.

Mengantungi uang 200 perak sudahlah cukup buat bekal siangku di sekolah.
Hanya tas mungil berisi buku-buku pelajaran yang kusandang, tanpa kotak bekal karena hari ini bukanlah hari saptu.
Letak sekolah yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumah bukanlah yang menjadi alasan untuk aku selalu datang lebih pagi, tapi karena ema'yang mengaruskan anaknya untuk tidak pernah telat pergi ke sekolah.

Menyapa selamat pagi pada sekolah dasar yang pernah menjadi saksi bisu, aku adalah bocah yang waktu datang pertama kali ke sekolah ini sambil menangis, bersembunyi di belakang punggung ema', malu karena diantarkan ke tengah-tengah barisan anak-anak sebaya yang sedang melakukan upacara bendera.

Filosofi kawan perantau

Orang berilmu dan beradab takkan diam di kampung halaman.
Dia berani meninggalkan negeri dan merantau ke negri orang.
Dia akan dapat pengganti kerabat dan kawan.
Karena...
Air akan menjadi rusak jika diam dan tertahan, namun jika mengalir akan terlihat jernih.
Singa yang tidak meninggalkan sarang, takkan pernah mendapatkan mangsa.
Anak panah yang tidak meninggalkan busur, takkan pernah kena sasaran.
Jika matahari tidak bergerak, manusia pasti akan bosan melihat langit.
Biji emas hanya bagaikan tanah sebelum digali.
Kayu gaharu hanyalah kayu biasa jika tidak ada yang menemukanya di dalam hutan.

Trilogi Manusia

Manusia hanya bisa dibilang 'manusia' jika dilahirkan oleh manusia.
Manusia hanya akan hidup sebagai'manusia' jika hidup dengan manusia.
Manusia hanya akan jadi 'manusia yang baik' jika bisa memberikan hal yang bermanfaat bagi manusia.

21 Agu 2009

Selamat Datang Bulan Berkah


Akhirnya datang lagi bulan berkah itu,
5 waktu menjadi terasa sangat berarti.
Kuhampiri rak berdebu tempat tertata guratan ayat-ayat suci.
Derik tasbih menguntai zikir, dikala hening menghembus dinding kamar .

Sedangkan kemarin, aku masih menjadi orang yang lupa...
Lupa bahwa yang wajib itu terdiri dari yang 5,
bukan 4,3,2,1 atau kosong sama sekali.

Sampai sekarang, aku memang tidak lupa cara membaca ayat-ayat itu,
hanya saja aku lupa, kapan pernah membacanya.
Selama ini aku hanya meyakini adanya Dia,
tanpa pernah ingat bahwa bagiNya aku tidak ada apa-apanya.

Akankah bulan ini hanya datang sambil lalu,
menyapa sesaat, kemudian pergi untuk tinggalkan aku yang merugi.
Aku yang melewati hari kemarin tetap seperti hari ini,
lantas apa yang kuharap untuk lusa nanti.

Pantaskah aku angkuh sebagai manusia,
Sedangkan nalarku tidak pandai memaknai waktu.
Aku hanya pantas disebut manusia, sebagai insanNya yang pasti lemah.
Memelas untuk diberi Ridho dan ampunan.

Aku ingat...di tahun yang kemarin,
aku bisa bertemu bulan yang sama seperti tahun yang kemarinya lagi.
Tapi, sadarkah aku....
Jika di bulan ini masih tak pandai bersukur akan waktu,
akankah kujumpai lagi bulan ini di waktu yang nanti.

20 Agu 2009

Oh Ibu Aku ingin pulang....


Oh Ibu
Aku ingin pulang....

Pemuda dan Kemerdekaan

Jika merunut sejarah pemuda bangsa ini, dikisahkan bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 para pemuda bangsa ini menyatukan tekad bersama untuk menyatukan Indonesia. Dari sinilah kemudian lahirnya teks Sumpah Pemuda yang sejak duduk di bangku sekolah kita sudah menghapalnya. Pada saat itu, cita-cita pemuda terdengar sederhana namun sangat terpuji, yakni ingin mewujudkan kemerdekaan Indonesia secepatnya. Meskipun kemerdekaan tersebut baru kita capai pada tanggal 17 Agustus 1945, yang pada dasarnya tetap ada korelasi histories dan batiniah antara sumpah pemuda dengan hari kemerdekaan.

Sebagai pemuda yang hidup di zaman kemerdekaan dengan segala kemajuan yang telah dicapai, kita wajib untuk tetap memberikan ikhtiar penuh tenaga bagi upaya-upaya mengisi kemerdekaan. Ada dua pertanyaan yang harus dijawab pemuda bangsa ini yaitu, pertama, apa makna mendasar dari kemerdekaan, kedua, apa kita telah sungguh-sungguh dalam mengisi kemerdekaan dengan jargon reformasi saat ini?

Para pemuda seharusnya memaknai arti kemerdekaan bukan hanya dalam artian yang sempit, tetapi lebih luas sebagai terbebasnya manusia muda Indonesia dari belenggu perbudakan dalam berbagai bentuk dan dimensi realitas. Menurut saya, pada masa sekarang belenggu itu dapat berupa ketergantungan terhadap segala hal yang berasal dari negara-negara maju yang berbeda budaya dengan bangsa kita.

Dengan mudah pemuda sekarang ini bisa mengatakan masalah ketergantungan terhadap segala sesuatu yg berasal dari luar adalah konsekuensi dari globalisasi yang memang harus terjadi. Tapi, sebenarnya itu merupakan pilihan yang harus dilakukan berdasarkan akal nurani kita sendiri “Bagaimana upaya mengisi kemerdekaan negara ini dengan pembangunan yang didasarkan atas rasa cinta tanah air”.

Dalam kenyataanya, pemuda bangsa kita sekarang ini lebih sering mendewa-dewakan sesuatu yang berbau barat. Segala jenis produk barang, hiburan, musik, film yang berasal dari barat dianggap berkualitas dan lebih diminati, dibandingkan budaya kita sendiri yang sebenarnya sangat kaya jika ingin digali.

Pemikiran kaum muda yang bijak adalah yang merasa perlu melakukan filterisasi terhadap segala produk-produk luar, tujuanya agar dapat diselaraskan dengan budaya bangsa kita sendiri. Reformasi jangan sampai diselewengkan sebagai kebebasan yang kebablasan. Masa muda bagi generasi negara ini seharusnya adalah saat untuk mencari jati diri yang diperlukan untuk membangun bangsa, hal itu dapat melalui berbagai sektor kehidupan masyarakat dengan mengutamakan rasa nasionalisme.

Hilangkanlah kelemahan-kelemahan yang masih ada pada diri kita, budaya malas, menungu, seenaknya, asal cepat dan asal beres. Karena kemajuan suatu bangsa dibangun oleh generasi muda yang cinta tanah air dengan berbekal ketekunan, semangat dan kerja keras. Mudah-mudahan tulisan ini berguna bagi upaya memberikan pemaknaan diri kita sebagai pemuda bangsa.

19 Agu 2009

Tanggung jawab

Beban yang harus dipikul oleh sesorang lelaki adalah 'tanggung jawab'.
Adalah 'kata' yang begitu akrab dengan kehidupan gue, semenjak hidup di tanah rantau.
Tanpa tanggung jawab, mungkin gue udah lama kehilangan arah.

"Gue taat dan sanggup terikat akan sebuah aturan",apalagi jika itu menyangkut tanggung jawab yang gw emban.

Namun, pelaksanaan akan tanggung jawab itu tentunya akan lebih berarti jika dilakukan dengan sepenuh hati. Dan untuk sepenuh hati, perlu 'kemauan' yang hadir sejak awal menerima tanggung jawab.

Gue ga'pernah asal menerima tanggung jawab untuk ngelakuin apa yang gue ga'bisa, kalaupun terpaksa..pasti akan 'ribet' urusanya nanti.
Karena di balik sisi 'taatnya' diri gue, harus ada pula sisi 'kebebasan'...
..."kebebasan untuk melakukan apa saja yang gue anggap baik"..

Kalau ada tanggung jawab yang tidak ingin gw emban, itu karena dikhawtirkan akan berbenturan dengan sisi 'kebebasan' gw yang ingin selalu lepas dan keluar jalur dari segala keterikatan yang ada dalam tanggung jawab itu...

Maafkan aku sobat, aku yang tidak pandai bertutur ini telah mengecewakan sebagai orang yang diberi beban tanggung jawab...
Gue hanya ingin 'bebas' melakukan apa yang gue bisa, tanpa 'ikatan' yang mungkin dapat membatasi.
Tapi masih ada yang perlu diketahui

"Apa yang gw lakukan selama ini, setulus dan semampu mungkin akan apa adanya diri gue...karena itu yang gw bisa"
"Dan bukan sifat gw untuk ngelupain hal berarti yang telah gue dapat"

Thanks for all

15 Agu 2009

tindakan untuk menekan masalah terorisme adalah upaya bersama kita sebagai warga masyarakat

Apapun motif yang diumbar pelakunya, tetaplah terorisme merupakan tindakan yang bertentangan dengan nurani kita sebagai manusia dan umat beragama. Terorisme sudah menjadi permasalahan dunia yang juga meresahkan negara-negara lain, namun yang khusus menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa tindakan berupa insiden pengeboman itu dapat terjadi hingga beberapa kali di negara kita ?.

Selain kekeliruan dalam memahami suatu ideologi, patut disadari juga bahwa situasi dan kondisi suatu negara, seperti masalah pendidikan, ekonomi, pemerintahan juga dapat memungkinkan lahirnya orang-orang yang berkepribadian rentan untuk melakukan tindakan terorisme. Karena tindakan terorisme biasanya menyimpan motif tertentu atas aksi yang dilakukan, dan bisa saja dikarenakan protes terhadap ketimpangan situasi dan kondisi yang dirasakan dalam masyarakat.

Selain itu, saya menganggap masalah terorisme yang terjadi di Indonesia, disebabkan karena komuditas dalam lingkup wilayah kita yang masih mendukung hal-hal yang menyebabkan tumbuhnya masalah terorisme.
Jika dari segi pelaku, dikatakan tindakan terorisme karena pandangan keliru segelintir kelompok masyarakat kita dalam memahami suatu ideologi, maka yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana mengupayakan langkah yang tepat sehubungan dengan menanamkan pemahaman ideologi yang benar kepada masyarakat. Sektor pendidikan agama sangat penting perananya, perlu diawasi dan diajarkan oleh orang-orang yang benar-benar memahami agama secara utuh berdasarkan ajaran kitab suci masing-masing agama.

Dan sekarang ini dikenal sebagai jaman yang canggih dalam penyampaian informasi serta kebebasan dalam mengemukakan pendapat, namun jika hal itu menyangkut khalayak banyak, sepatutnya tetap ada pemilahan dan pengawasan berdasarkan aspek kebenaranya.

Jika dikatakan permasalahan terorisme yang terjadi telah dibawa oleh orang asing ke Negara kita, maka pemerintah harus lebih tegas mengawasi masuknya setiap pendatang ke Negara kita. Dan penyelidikan harus terus diupayakan terhadap siapa saja orang-orang yang patut dicurigai, jangan sampai ada kelengahan dengan hanya menunggu bukti. Untuk itu, komponen-komponen peraturan yang masih menjadi kelemahan dari hukum negara kita perlu ditinjau lagi secara seksama.

Dari semua itu, tindakan untuk menekan masalah terorisme adalah upaya bersama kita sebagai warga masyarakat. Jika kita telah mendapatkan pemahaman yang benar, diharapkan muncul kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang dicurigai dapat menjadi cikal bakal tumbuhnya terorisme. Selanjutnya kewajiban untuk melapor kepada pihak yang terkait merupakan upaya antisipasi agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi di kemudian hari.

4 Agu 2009

ada obsesi ada jalan atau tidak sama sekali........


Semenjak awal menginjakan kaki di tanah gersang kota metropolitan ini, gue udah begitu terkesima ngeliat gedung-gedung metropolitan yang menjulang megah, tinggi mencakar langit ibukota. Bukanya gue 'norak' (dikit seeh...), tapi yang lebih menimbulkan kesan... di bangunan yang serupa itu telah tersimpan lama keinginan dan cita-cita masa kecil gue, yang pada waktu itu hanya bisa menyaksikan kemegahan ibukota melalui layar televisi di sebuah rumah kontrakan kecil.

"akankah ada periringan waktu yang akan mengantarkan gue bisa berada pada tingkat paling tinggi dari gedung-gedung pencakar langit tersebut"

Gue yang sekarang ini, udah pernah ngeliat kemegahan berbagai gedung pencakar langit ibu kota, bahkan untuk kesekian kali.
Tapi hingga saat ini aku masih sebagai penonton yang tetap tidak berkurang rasa takjub akan kemegahan metropolitan.
Nantikan aku waktu, akan kukejar dirimu hingga kau sendiri yang perlahan datang menghampiriku...
ada obsesi ada jalan atau tidak sama sekali........

Ummi

Ummi yaa lahnan a'syaqohu
wanasyidan dauman ansyuduhu

Fikulli makanin adzkuruhu
wa-azhollu azhollu uroddiduhu

Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...

Allohu ta'aala aushoni
fissirri walau fil i'laani
Bilbirri laki wal-ihsaani...

Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy...

"Kebijakan dan kecermatan SBY sedang diuji dalam membentuk kabinet yang professional, efektif dan efisien"‏

Koalisi besar yang sebelumnya dibangun oleh SBY pada awalnya bertujuan untuk memuluskan langkahnya ke kursi jabatan presiden, namun hal itu bisa menyulitkan dalam menyusun kabinet ketika dia akhirnya terpilih kembali sebagai presiden. Karena tidak dapat dipungkiri akan ada kepentingan yang cukup kuat di antara partai-partai politik pendukung SBY dalam Pilpres 2009 tersebut. Masing-masing partai politik tentunya ingin menempatkan kadernya di posisi paling strategis di kabinet, sehingga dapat menyebabkan tarik menarik antar kepentingan yang berbeda-beda.

Terlepas dari hal itu, masyarakat tetap menginginkan SBY nantinya tidak hanya melatar belakangi pilihanya atas dasar kader yang berasal dari partai-partai politik pendukungnya saja, tetapi juga memprioritaskan keprofesionalan kader yang akan dipilihnya. Diantara beberapa keinginan yang dibebankan kepadanya, langkah bijak yang sebaiknya diambil SBY yaitu tetap harus menjaga keseimbangan komposisi antara dua unsur itu. Kenyataan yang akan membuktikan, apakah SBY nantinya pantas disebut sebagai presiden yang memiliki kebijakan yang cermat dalam membentuk kabinet, karena dapat memilih kader dari partai politiknya yang juga teruji keprofessionalanya.

Syarat keprofesionalan masing-masing kader yang dipilih juga dapat dilihat dari berbagai sisi, seperti jenis pekerjaan yang akan diemban harus sesuai dengan keahlian sebelumnya yang ditekuni, namun dalam hal ini bisa saja akan terdapat beberapa kandidat yang memenuhi persyaratan. Untuk itu, SBY harus memilih yang terbaik diantara mereka dengan menilik mana yang mempunyai pandangan atau cara pikir yang dibutuhan bangsa dan Negara saat ini.

SBY pun dirasa perlu merampingkan kabinetnya dengan jumlah yang lebih sederhana, hal itu dimaksudkan untuk memperlincah gerakan SBY pada saat memimpin kabinetnya nanti. Bagian-bagian yang mewadahi permasalahan serupa sebaiknya disatukan dalam satu tanggung jawab, agar birokrasi yang diperlukan nanti tidak rumit dan tidak melalui proses panjang. Artinya SBY juga harus dapat menciptakan kabinet efisien yang justru akan meningkatkan keefektifan kinerja pada saat menjalankan roda pemerintahan nantinya.

Sebagai masyarakat kita dapat kritis menyalurkan aspirasi melalui jalur-jalur yang telah ditentukan, selanjutnya tinggal menunggu bagaimana kebijakan dan kecermatan SBY yang sedang diuji dalam membentuk kabinet pemerintahan yang professional, efektif dan efisien serta berdaya guna bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depanya.

Profesi yang cocok untuk tipe kepribadian introvert



Meski terlihat sebagai pribadi yang menutup diri dan pendiam, sebenarnya tipe introvert merupakan pribadi yang menarik, kreatif, dan berharga, jika perusahaan tahu di mana tipe kepribadian seperti ini senang bekerja.

Tipe kepribadian introvert umumnya tak menyukai kegiatan yang mengharuskannya bertemu banyak orang atau kegiatan yang mengharuskannya bersosialisasi. Ketika seorang introvert menemukan pekerjaan yang ia senangi dan ia memang berbakat di bidang tersebut, ia akan menjadi aset perusahaan yang berharga.

Introvert sering diasosiasikan dengan pemalu, namun pada kenyataannya tak selalu begitu. Menurut psikolog asal Swiss yang juga menemukan istilah “introvert”, Carl Jung, introvert adalah tipe kepribadian yang lebih suka menyibukkan diri dengan kehidupan di dalam pikirannya dan aktivitas kesendirian ketimbang harus bersosialisasi dengan orang lain. Tipe kepribadian ini memiliki ketertarikan dalam penyelesaian masalah, bekerja secara kreatif ketika sendiri, dan bisa memberikan solusi ketika berpikir tanpa ada gangguan.

Pada dasarnya, para introvert tidak takut bekerja dikelilingi orang lain, namun tipe kepribadian ini hanya memilih untuk bekerja sendirian. Konsultan karier asal Minnesota, JIST Publishing, mengatakan bahwa tipe kepribadian introvert bisa jadi merupakan pemberi solusi yang baik, punya kecenderungan untuk bekerja sebagai analis sistem komputer atau peranti lunak, akuntan, penasihat keuangan, teknik sipil, mekanik, dan desainer grafis.

Beberapa Profesi yang cocok untuk tipe kepribadian introvert, jika dibekali pelatihan yang tepat, antara lain adalah:

Insinyur peranti lunak komputer
Jenis pekerjaan ini menarik minat bagi tipe kepribadian introvert karena profesi semacam ini mengharuskan si pekerja untuk bekerja secara independen untuk menyelesaikan masalah tergantung kebutuhan pengguna peranti lunak tersebut. Jenis pekerjaan ini dibutuhkan ijazah di bidang komputer. Untuk selalu bisa berkompetisi di bidang ini, seseorang harus terus mau meng-update kemampuan dan pengetahuannya sesering mungkin untuk mengikuti perkembangan teknologi.

Akuntan dan auditor
Karena para introvert sangat berbakat dalam memecahkan masalah, mampu menjalankan analisis sendiri, dan mampu mengembangkan strategi jangka panjang, maka profesi akuntan bisa tergolong cocok untuk mereka. Dibutuhkan pendidikan di bidang akuntan dan finansial untuk bisa mendapatkan pekerjaan di bidang ini.

Desainer grafis
Di bidang ini, para pekerjanya bebas menginterpretasikan imajinasinya. Kebanyakan, para rekan kerja atau atasannya akan melihat hasil kerjanya di akhir, dan membiarkan si pekerja mendesain grafisnya sendiri. Bidang yang sangat bertumbuh belakangan ini akan banyak dibutuhkan di bidang periklanan, penciptaan games, atau animasi. Tak selalu diperlukan pendidikan yang amat mendalam di bidang ini.

Teknik sipil
Dengan semakin bertumbuhnya negara, maka akan makin dibutuhkan teknik sipil untuk memperhitungkan segala hal yang butuh perhitungan saat pembangunan bangunan. Dibutuhkan pendidikan khusus di bidang ini, jika menambahkan pengetahuan seputar lingkungan dan green engineering, maka Anda akan menjadi seorang teknik sipil yang amat dicari.

Analis riset pasar
Tipe pekerjaan ini mengumpulkan data bagaimana pasar berpikir dan kecenderungannya, dan hasilnya akan membantu perusahaan untuk menggapai pasarnya. Untuk pekerjaan ini dibutuhkan pelatihan riset metodologi, statistik, marketing, tren sosial, ekonomi, psikologi, dan lainnya. Diperkirakan, profesi ini meningkat sebanyak 20 persen dari tahun 2006 hingga 2016.

Phisicotest


Pendamai

Mudah menerima, suka menyenangkan orang lain, dan mendukung.
Pribadi semacam ini mencoba menyatu dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Penurut, menyesuaikan diri, dan seringkali tak bisa mengendalikan kemarahannya.

Keunggulan : menyenangkan, tenang, murah hati, sabar, menerima, diplomatis, dan berpikiran terbuka.

Kejelekan : terasing, pelupa, keras kepala, obsesif, apatis, pasif-agresif, dan tidak asertif.
Cara bergaul dengan saya : Jika kamu ingin agar saya melakukan sesuatu, cara memintanya sangat penting bagi saya. Saya sangat tidak suka ekspektasi atau tekanan dari orang lain. Saya senang mendengarkan dan melayani, tapi jangan manfaatkan ini.

Dengarkan hingga saya selesai berbicara, meski saya sedikit berbelit-belit. Berikan saya waktu untuk menyelesaikan sesuatu dan mengambil keputusan. Tidak apa-apa, jika kamu mendorong saya degan halus dan tanpa menghakimi.
Berikan saya pertanyaan, hingga saya bisa memahami masalah saya.
Katakanlah jika kamu menyukai penampilan saya.
Saya tidak menolak pujian. Saya suka diskusi yang baik, bukan perdebatan.
Beri tahu saya, bahwa kamu suka pada apa yang telah saya kerjakan atau katakan.

Tertawalah bersama saya dan nikmatilah keceriaan hidup bersama saya.

3 Agu 2009

'Uang' memang segalanya

'Uang' memang bukanlah segalanya, kebahagiaanlah yang paling dicari umat di dunia ini.Tapi, di zaman sekarang..hal itu menjadi teka-teki yang susah untuk dijawab.

"Dapatkah manusia meraih kebahagian tanpa 'uang', sedangkan nyaris/mungkin tidak ada sama sekali umat di dunia yang tidak membutuhkan uang. Apapun itu, patut disadari bahwa segala hal didunia ini dapat/pernah tergadai oleh uang".

Namun dibalik semua itu, ada pula satu hal yang patut disadari. Bahwa sesungguhnya wujud penjelmaan 'serba uang' ke dalam berbagai aspek kehidupanlah yang patut diwaspadai.

yaitu :"'Uang' yang telah merasuki otak dan tanpa disadari menularkan virus 'matrealistis' terhadap pola pikir seorang manusia. Jika hal itu terjadi, sisi 'rohani' akan terpinggirkan, 'rohani' yang tersisa sekedar untuk diingat dan kalaupun diperlihatkan, sekedar mengisyaratkan bahwa kita masih berbentuk manusia".

Saya tidak menafikkan diri, sebagai seorang manusia yang begitu membutuhkan uang. Saya pun mengakui ketidak berdayaan selama ini tanpanya. Namun, dibalik ketidakberdayaan itu, saya mencoba untuk tidak pernah mengeluh dalam kehidupan yang selalu berbalut ke'sederhana'an (jika kata 'miskin' terlalu kasar untuk diutarakan).
Biarlah senyum ini perih dihati, melihat sekeliling yang dipenuhi oleh mereka-mereka yang dimakmurkan oleh 'uang'.

Setidaknya itu dapat menjadi tekad agar ke di masa depan nanti, aku tidak lagi diperdayai oleh uang. Saya selalu berusaha menjadi seorang 'miskin' yang bijak, yang tidak punya tempat mengadu selain selalu berserah diri padaNya. Hanya itu...

Dan semoga di suatu saat nanti, saya dengan apa adanya akan tetap bijak..
Amien ya Allah....

27 Jul 2009

Buktikan pada sejarah bahwa kabinet negara kita profesional, dapat bertahan dalam masa tugasnya tanpa direshuffle oleh presiden


SBY telah menjadi presiden terpilih dalam pemilu kali ini, dan yang menjadi landasan sekaligus tantangan dalam menjalankan tata kelola pemerintahanya adalah, membentuk pemerintahan yang baik dan jujur dengan mendahulukan kepentingan rakyat. Hal itu dapat tercapai dengan membentuk kabinet yang profesional, kapabel dan berintegritas. Kabinet tersebut harus terdiri dari orang-orang profesional dengan keahlian pada bidang yang ditempatinya, bukan kabinet yang cendrung mencerminkan pembagian jatah kekuasaan dan kekayaan negara.

Yang menjadi anggota suatu kabinet adalah orang-orang pilihan dari beberapa partai, yang mungkin pada kampanye sebelumnya mengusung visi dan misi yang berbeda. Mungkin juga ada kekecewaan dan ketidaksepahaman terhadap pilpres yang terjadi, akan tetapi seandainya mereka dipilih dalam kabinet, perhatian dan kebijakan yang nantinya dituangkan tetaplah harus mengutamakan rakyat. Untuk itu, diperlukan komitmen, keberanian dan kejelian presiden dalam memilih orang-orang yang akan membantunya secara professional dalam kabinet.

Selain itu, presiden terpilih juga tidak mungkin meloloskan permintaan semua pendukungnya. Oleh karena itu, pendukung yang merasa kecewa tetap akan ada, tapi setidaknya kebebasan tetap harus diberikan kepada presiden dalam menentukan kebijakan saat menyusun kabinet. Selain dia juga harus berani memilih orang-orang profesional meskipun beresiko mengecewakan sebagian mitra pendukungnya.
Yang justru membahayakan adalah jika kabinet professional tidak dapat terbentuk dalam pemerintahan, karena resiko yang didapat justru lebih besar. SBY sebagai presiden bisa mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, oleh lawan politik ataupun pendukungnya yang kecewa. Dan yang terpenting dari semua itu, rakyatlah yang paling dirugikan apabila lembaga yang mengatur pemerintahan tidak berjalan secara baik.

Keputusan yang brilian hanya keluar dari tangan orang yang bijak. Semoga saja, presiden yang terpilih kini adalah orang yang bijak dalam mengambil keputusan. Hingga dapat membangun kabinet yang professional. Dan membuktikan itu pada sejarah, bahwa kabinet negara kita dapat bertahan dalam masa tugasnya, tanpa direshuffle oleh presiden.

ada-ada aja cerita tentang masyarakat kita.....


Ada berita 'kocak' yang gw saksikan di layar televisi kosan gw. Kalau ga'salah kejadianya pada salah satu desa yang terletak di daerah Bandung.
Masyarakat mengamuk karena para 'peternak babi' disana tidak menepati janji untuk memusnahkan babi-babi ternakan mereka.
Dengan tampang sangar disertai kemarahan yang membara, massa menyerbu peternakan babi tersebut. Mereka berteriak-teriak seperti jagoan kampung yang siap menghancurkan apa saja.
Pemilik peternakan pun tunggang langgang karena takut dikeroyok. Akhirnya massa mengambil keputusan untuk membuka secara paksa pintu-pintu peternakan. Tapi mereka ga' nyadar, binatang2 'imut2-amit2' itu malahan pada berlarian kegirangan karena dibebaskan.
Lucunya, massa yang terdiri dari para jagoan kampung itu juga ikut lari tunggang langgang atas ulah mereka sendiri yang membuka pintu kandang babi.
ha..ha...mereka baru sadar, dari tadi hati mereka bimbang untuk mengatakan babi itu adalah binatang yang sebenarnya tidak lucu tapi menjijikkan, bahkan 'diharamkan'.
Ha..Ha....lebih 'kocak' lagi waktu ngeliat cara mereka menaikkan babi2 tersebut ke atas truk...'jagoanya' ilang, malah pada dorong2an kya' anak kecil....
ada-ada aja cerita tentang masyarakat kita.....

Pertarungan jalanan



Ada berita menarik yang ditayangkan layar televisi kosan gw di hari saptu pagi.
Sebuah pesantren yang terletak di daerah Jawa timur mengadakan pertandingan silat yang mengundang para jawara dari berbagai daerah sekitar.
Yang mencengangkan gw, 'Gila'bener!!!, WWF,..WCW,..MME,pokoknya berbagai ajang kejuaraan tarung lainya masih kalah deh...
Dalam pertandingan ini, para petarung berasal dari aliran beladiri mana saja, mereka tidak menggunakan body protector apapun,dan yang paling 'sadis' tidak ada 'time out'. Petarung dikatakan kalah, hanya kalau sudah ada yang 'menyerah'.
Gila benar!!!

18 Jul 2009

Marilah bangsa ini sepakat untuk mendengungkan “ Tidak ada tempat bagi teroris di Negara kita”.





Ketentraman bangsa ini kembali diguncang oleh ledakan bom yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pengeboman adalah masalah terorisme yang telah beberapa kali terjadi di negara kita, meskipun begitu ini bukanlah masalah lokal semata, karena turut meresahkan negara lain di dunia ini.

Dengan telah beberapa kalinya terjadi pengeboman, cukup memberikan penilaian dunia bahwa sekarang ini Negara kita rawan akan ancaman teroris. Hal itu tentu lebih meresahkan kita sebagai warga Negara yang memijakkan kaki di tanah air ini. Apa jadinya jika kita sudah mulai merasa tidak aman hidup di Negara sendiri ?.

Patut terlebih dahulu disadari bahwa masalah terorisme bisa terjadi apabila komuditas dalam suatu wilayah tersebut masih mendukung atau kondusif. Karena para teroris biasanya menyimpan motif tertentu atas aksi yang mereka lakukan, bisa saja aksi mereka itu karena protes akan ketimpangan yang mereka rasakan .

Memandang permasalahan terorisme di Indonesia, yang patut menjadi bahan pembelajaran bahwa terdapat perbedaan jika dibandingkan dengan yang terjadi di Negara lain. Misalnya, beberapa kali aksi pengeboman yang pernah terjadi di Negara kita, tidak disertai claim yang jelas dari para pelakunya. Meskipun kita patut menyadari bahwa apapun motif yang terseret , terorisme tetap merupakan masalah krusial yang meluluh lantakkan ketentraman umum. Terorisme adalah tragedi kemanusiaan indiskriminasi yang tidak memandang siapapun, gender atau usia dari korbanya.

Upaya penyelesaian yang telah dilakukan selama ini pun terlihat sebatas para pelaku terorismenya saja. Masih terasa kurang upaya pendekatan dari sisi para korban. Kalaupun ada, masih sebatas statistik atau jumlah korban. Mestinya, langkah yang perlu diambil juga diarahkan kepada tindakan moral, seperti membuat deklarasi korban yang ditujukan kepada public. Hal itu dapat memberikan pemahaman kepada seluruh komponen masyarakat, yang selanjutnya menerbitkan kesadaran pada jiwa masing-masing individu bahwa terorisme adalah tindakan keji, apapun motif yang sengaja diselubungkan.

Pemerintah dalam mengupayakan langkah penyelesaian, juga diharapkan jangan sampai terjebak oleh tindakan teroris yang sengaja mencari momentum yang tepat untuk memecah belah persatuan. Seperti pengeboman yang baru saja terjadi, pada saat Negara kita sedang menghadapi agenda pemilihan presiden. Jika isu-isu berkembang tidak disikapi secara bijak, hanya akan dapat menimbulkan permasalahan baru yang memperumit situasi bangsa.

Kesimpulanya, terorisme adalah tragedi kemanusiaan yang merupakan masalah bersama, tanpa perlu dikaitkan dengan motif-motif lain yang dapat mengaburkan pengertianya. Marilah bangsa ini sepakat untuk mendengungkan “ Tidak ada tempat bagi teroris di Negara kita”.

Mungkin ga’ ,..politik bisa seperti itu…….????



Salah satu penyesalan gw karena dulu pingin bgt masuk jurusan hukum atau politik, sayangnya belum nasip gw kali'..
Tapi, yg buat bingung ….dibalik pengetahuan gw yg sekedar , gw tetap berminat terhadap hal2 yang beraroma politik...meskipun sebenarnya gw juga tahu bahwa yg namanya ‘politik’ itu tidak lepas dari taktik dan strategi yg lebih menitik beratkan pada cara meraih kekuasaan.

Untuk ber'positif thinking', mungkin saja karena ada sisi isimewa lain dari 'politik' yg sampai sekarang belum gw sadari. Mungkin saja secara berangsur2, dengan lebih banyak belajar, gw akan tahu apa makna dari politik.Mungkin saja…….

Yang jelas ini hanya uneg2 gw sebagai anak negeri,
berawal dari pengamatan gw atas apa yang dicontohkan ‘orang-orang pandai berpolitik’ bangsa ini ataupun dari Negara-negara lain.
Mereka membuat ‘politik’ itu sebagai sesuatu yang membingungkan dan rumit dipahami.

Yang membingungkan bukan tentang pengertian dari politik, karena itu dengan sendirinya akan terbentuk dari apa yang selama ini terlihat dari ‘politik’ itu sendiri.
Tapi yang membingungkan adalah, ‘politik’ yang ditunjukan mereka selalu sarat akan taktik dan strategi, yang bisa saja hal itu tidak terlepas dari tipu daya’ dan umbar janji. Apapun motifnya, suatu tujuan yang baik tentu tidak akan tercapai jika ditempuh dengan cara yang buruk.

Dalam kenyataanyapun, pasti ada saja yang merasa dibodohi, ditaklukan secara curang, dan lain sebagainya. Manusia yang pernah memimpin Negara ini, pasti saja pernah dihinggapi ‘kabar’ akan perihal negatif yang pernah dilakukan terhadap cara atau setelah kekuasaan itu diraihnya.
He..he…ok bro…ini sekedar melepas uneg2 kita sebagai generasi bangsa aja…

Dan, ehm...menurut gw banyak kehidupan kita yg bisa dibilang tidak bersentuhan dengan politik..dan gw cuma mau sebutin salah satu yang merupakan ‘induknya’. Yaitu “agama”.
Dalam ‘agama’ tersirat asal mula bumi dan isinya ini tecipta. Melalui agama kita mendapatkan pedoman hidup yang paling benar, semenjak dilahirkan hingga kita meninggal, bahkan kehidupan setelah meninggal. Dan salah satu ‘terpenting’ dari apa yang diajarkan oleh agama adalah, tindakan “moral” dalam kehidupan sebagai manusia dan hamba Allah.

“Agama” terlalu sakral untuk disentuh politik, oleh sebab itu ‘menjadikan agama sebagai lahan politik’ adalah tindakan yang salah.
Sebaliknya, kalaupun ‘politik’ itu memang tetap selalu ada dalam kehidupan, maka yang paling benar menurut saya adalah :

“Politik yang berlandaskan moral agama”

Dengan begitu, tentu saja masyarakat tidak akan dibingungkan lagi tentang ‘politik’ seperti apa yang paling benar. Yaitu politik tanpa umbar janji, yang bukan tipu daya, mengharamkan penindasan dan kecurangan.
Mungkin ga’ ,..politik bisa seperti itu…….????
He..he..

15 Jul 2009

Anak teknik berbicara politik ala kadarnya



Ga' tahu dari mana asal pemikiran yang mau gue tulis ini, tapi mungkin karena meriah suasana pesta demokrasi yang masih terasa, dan acara-acara di layar TV yang masih saja ramai dengan perdebatan tentang pemilu.
Waktu 'pencontrengan' memang telah usai, tapi siapa bilang kompetisi telah berakhir....
(Selagi sang pemenang belum ketahuan, arena kompetisi belumlah kosong dari persaingan. Tetap saja ada yang berkoar-berkoar).

Yang patut dicermati, ternyata strategi yang digunakan para kompetitor sangatlah fleksibel untuk dirubah sesuka hati.
Sebelum pemungutan suara mereka menebar janji, dan setelah itu...kecepatan insting mereka yang terlatih untuk menebak hasil yang samar-samar terlihat.
Apabila 'aroma' kekalahan yang tercium, maka 'sudah tradisi' jika 'hasutan', tebar 'isu', 'saling tuduh', yang menjadi langkah selanjutnya.
Tidak mengapa jika nilai luhur 'sportifitas' ditinggalkan sebentar, selagi masih ada usaha yang dapat dilakukan...meskipun itu sia-sia dan hanya menebarkan perselisihan.
Tahukah mereka bahwa masyarakat bangsa ini banyak yang telah pandai. Hal-hal 'picik' seperti itu malah menurunkan harga diri mereka yang sebelumnya telah susah-payah ditawarkan kepada para konsumen pemilih.

Aku yang lebih terbiasa berpikir secara 'teknik' memang akan pusing 7 keliling jika dipaksa untuk terus berpikir hal-hal yang berbau 'politik' seperti yang tertera di atas.

Yang jelas : jika mendengar kata 'politik'...konotasi yang ada dikepalaku pasti lebih ke arah negatif.
Sedikit banyaknya, Politik itu pasti 'kotor' dan bukan politik kalo tidak 'kotor'.
Seandainya saja, tidak perlu ada kata 'politik' dalam kehidupan suatu bangsa !!!.

Sederhana saja pikiran yang ada di kepalaku,...aku hanya ingin seorang pemimpin yang mempunyai jiwa bersih dalam 'memimpin'. Jika sudah tersangkut 'politik', berarti dia juga 'kotor' dan mempunyai pikiran yang lebih terkonsep untuk menguasai dengan segala cara.

Adapun hal menarik yang aku tangkap dari kata 'Demokrasi'....sebenarnya demokrasi yang seperti apa yang dianut oleh negara kita...demokrasi seperti negara mana yang terpaksa 'diekori' oleh negara kita...dan apakah memang itu yang terbaik buat bangsa kita...??

Dalam 'Demokrasi' kekuasaan penuh berada pada rakyat / suara terbanyak yang menentukan'.
Lalu, bagaimana jika terjadi suatu 'pemilihan sistem pemerintahan' secara demokrasi, dan dalam pemilihan tersebut rakyat malah memilih 'sistem pemerintahan yang bukan berdemokrasi', sebut saja sistem 'kerajaan' misalnya....
Dapatkah 'demokrasi' menerima keputusan tersebut,... sistem kerajaan yang terpilih secara 'demokrasi'.
Lalu, apakah mungkin 'sistem kerajaan' tersebut berjalan di atas pilar demokrasi....????
Tapi, bukankah pilihan yang terjadi berdasarkan asas demokrasi...!!!

bingung kan??? gue juga bingung apa yang gue tulis..ha..ha....

11 Jul 2009

Menjaga Hasil Pilpres Membutuhkan Kepedulian Kita Bersama

Setelah lima tahun tampuk pemerintahan di negara kita dipegang oleh presiden dan wakilnya yang terpilih melalui pemilu sebelumnya, akhirnya sampailah juga kita pada pesta demokrasi yang baru saja usai pada tanggal 8 Juli 2009. Para pemilih di Negara kita sekarang ini, semakin mengerti peran penting mereka dalam pesta demokrasi. Mereka bukan saja berbondong-bondong mendatangi TPS (tempat pemungutan suara), tapi juga banyak yang protes apabila tidak mendapatkan haknya sebagai pemilih. Pemahaman masyarakat dalam berdemokrasi seperti ini patut disyukuri.

Dan pemilu kali ini dapat dikatakan berlangsung cukup tertib dan lancar. Meskipun masalah ‘kecurangan’ seakan menjadi suatu hal yang lumrah untuk digembar-gemborkan dalam beberapa kali pemilu, tapi kali ini tidak sampai menimbulkan aksi berlebihan yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat.

Memang ada benarnya jika dikatakan menjadi presiden di Negara ini merupakan profesi yang melibatkan banyak pihak, serta dalam pemilihanya sangat rawan terjadi kecurangan yang dilakukan pihak satu ke pihak lainnya. Akan tetapi, semoga saja masalah ‘kecurangan’ bukan sengaja dijadikan ‘tema’ yang diada-adakan oleh pihak kalah untuk menebarkan isu negatif tentang pihak yang menang. Jika yang terjadi seperti itu, masyarakat tentu akan bertanya-tanya “Bagaimanakah para kompetitor calon pemimpin negara ini menghargai arti sportifitas ?”.

Pemilu merupakan pesta demokrasi terbesar di Negara ini, tentunya perlu persiapan dan yang matang sebelum merayakanya. Apalagi pemilu yang sekarang ini, memiliki perbedaan jika dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Dengan adanya pihak-pihak yang merasa dirugikan karena terjadi kekisruhan seperti masalah daftar pemilih tetap (DPT), merupakan pecutan bagi panitia pelaksana pemilu, agar selanjutnya menjadi pelajaran untuk lebih bertanggung jawab dalam mempersiapkan pelaksanaan pesta demokrasi.

Dari hal itu dapat ditarik kesimpulan bahwa seharusnya kita dapat memaknai secara positif segala sesuatu yang telah kita lalui, kesalahan yang terjadi pada pemilu saat ini patut menjadi pelajaran bersama yang diupayakan untuk tidak terjadi di kemudian hari. Sangatlah tidak terpuji jika ada pihak tertentu yang menjadikanya sebagai upaya untuk menyulut permasalahan baru. Dan bagaimanapun, penyelesaianya secara tuntas tetaplah harus melalui mekanisme yang benar.

Selanjutnya, hal yang paling penting dan dinanti-nanti setelah terselenggaranya pemilu adalah hasil pilpres. Begitu penting, hingga memerlukan pengawasan khusus oleh lembaga terkait agar tidak terjadi kecurangan dalam proses penghitungan suara. Pupuslah cita-cita bangsa ini untuk memilih pemimpin bijaksana, jika pemilunya saja dilaksanakan secara tidak jujur.

Selain itu, kerja sama mengawal proses penghitungan suara juga membutuhkan kepedulian setiap elemen bangsa. Karena pemilu tidak lain menyangkut masa depan kita bersama di Negara ini. Bagi mereka yang berperan secara langsung dalam mengawasi proses penghitungan suara, tentunya telah memiliki tugas yang jelas untuk mengawasi jalanya proses tersebut. Konsistensi dan kejujuran adalah hal utama yang harus dibuktikan dalam mengemban tugas mereka.

Namun masih ada satu hal yang patut diperhatikan, bahwa peran masyarakat awam tidak kalah pentingnya. Jangan sampai keawaman itu malah menjadikan mereka sebagai pihak yang pasrah dan tidak terlalu perduli terhadap hasil pemilihan. Mereka harus turut kritis dengan berperan dalam mengawasi jalanya pilpres. Sesungguhnya kekuatan demokrasi ada pada masyarakatnya yang paham dan bebas menentukan pilihan sesuai dengan kebenaran hati nuraninya.

3 Jul 2009

MEMBIARKAN CINTA SEJATI TAK TERKATAKAN ADALAH RUTE TERCEPAT UNTUK MENUJU HATI YANG SALAH


Seseorang yang pandai merangkai kata-kata cinta adalah seorang pembual!!.
Jikalau dikatakan memang tidak semuanya begitu, tapi tidak ada pula yang menyangkal bahwa kebanyakan memang seperti itu.
Dan wahai seluruh kaum hawa, jangan sampai kalian terjatuh pada bujuk rayu mereka.
Sebenarnya kepandaian mereka membual tentang cinta, dikarenakan kelemahan mereka untuk berani mendekati wanita.
Kata-kata indah dan romantis yang sering mereka umbar, karena mereka memang pandai mencurahkan segala perasaan untuk menuliskanya. Perasaan kesepian yang telah menahun,perasaan ingin mendapatkan cinta sejati yang belum pernah diraih, perasaan ingin dicintai dan mencintai.
Dalam waktu yang sangat lama mereka berkubang dalam kawah perasaan yang sangat dalam, sehingga wajar menjadi manusia perasa yang selalu berkata dengan hati.
Akan tetapi, tetaplah norma yang ada di dunia ini tidak berbelas kasihan dan menyetujui alasan mereka itu untuk menjadi suatu sebab yang tepat untuk meraih cinta pujaan hatinya. Mereka dikatakan pembual picisan yang hanya dapat menjadi pecundang, hanya pandai bermain kata dan menjajikan mimpi.
Namun apalah daya yang dapat dilakukan, jika memang seperti itulah takdir sang pujangga.
Entah dalam hal apapun sang pujangga yang menyairkan isi hati mereka, aku menganggap kebanyakan dari mereka hanya bisa membual tanpa berusaha ....
"Jika mereka mengkritik, mereka hanya bisa mencaci ketimpangan tanpa sadar untuk mengkritisi diri sendiri. Mereka dianggap pahlawan oleh segelintir orang, tapi lebih banyak lagi yang tidak menyukai keberadaan mereka yang hanya bisa melebih-lebihkan"
"Sungguh tak terkira, jika mereka sudah menuangkan mimpi dan khayalan mereka dalam karya kehidupan. Segala pikiran yang ada di kepala mereka hanyalah keindahan, dan berambisi untuk dapat diraih. Mereka lupa bahwa kehidupan selalu dua sisi, tidak ada yang sempurna, apalagi dengan tidak menyadari kekurangan diri".
Yang aku tahu kehidupan seorang pujangga selalu rumit, dihinggapi kesepian, dipenuhi mimpi,....
Gibran hanyalah seorang manusia sedih yang hingga saat kematianya tetap sendiri. Shakspere hanyalah seorang lelaki buruk rupa, kurus dan botak. Meskipun tetap ada yang menghargai pikiran mereka sebagai maha karya, setidaknya mungkin manusia yang sama bernasip naasnya.

AKU PATUT BERSYUKUR KARENA MERASA TIDAK DILAHIRKAN SEBAGAI SEORANG PUJANGGA, JIKALAUPUN SEKARANG AKU MASIH SENDIRI, MUNGKIN KARENA AKU BELUM MENYADARI BAHWA " MEMBIARKAN CINTA SEJATI TAK TERKATAKAN ADALAH RUTE TERCEPAT UNTUK MENUJU HATI YANG SALAH".

Saat yang indah hanya akan hadir pada waktu yang tepat......

22 Jun 2009

Dont Be Stupid




Kekesalanku di hari ini memuncak, entah karena apa???
Yang jelas, karena tidak ada manusia yang bisa tahu seperti apa perasaan hatinya di hari ini, esok atau lusa nanti..
Ingin sekali aku terbangun diesok pagi sebagai manusia baru yang tidak ingat siapa diriku dihari yang kemarin.
Biarkan saja, dengan ‘kepikunanku’ itu menjadikan aku yakin bahwa “aku adalah yang sekarang, bukan aku yang kemarin”…
Mungkin saja dengan diriku yang baru, aku bisa kembali belajar bagaimana menjalani kehidupan
Dan tidak lagi ada kenangan masa lalu yang sempat menjadikan aku sebagai “manusia bodoh”
Ya Allah, Kau maha mengetahui keadaan hambamu yang lemah…
“Selama ini aku hanya bisa meminta, tanpa pernah berusaha secara lebih baik”
“Kepasrahanku selama ini tidak seluruhnya merupakan keikhlasan, karena begitu sering aku meratapi diri”
“Ampunilah hambamu ini, yang tidak pandai mensyukuri karunia yang kau berikan. Aku yang telah diciptakan sempurna selalu berusaha untuk menengadah ke atas, tanpa pernah memperhatikan ke bawah”
“Akulah hamba Mu yang hina, jiwaku yang kerdil rela bertekuk di hadapan manusia lain, tapi sering angkuh untuk bersujud pada Mu” .
Bahkan aku yang penuh dosa ini, masih tidak malu untuk meminta kepadaMu, masih berharap agar doaku dapat terkabul….

“Dikala matahari terbit esok hari, janganlah jadikan aku manusia bodoh lagi”

16 Jun 2009

Green Award 2009


Terlepas dari pencarian makna kehidupan gue yang hingga saat ini masih terasa jalan ditempat, engga' ada salahnya jika gue mengadakan acara pembagian "Green Award 2009" orang-orang pilihan yang telah berjasa dalam hidup gue..

Award ini gue persembahkan buat mereka yang pernah menjadi sumber pengalaman gue dalam mengarungi hidup, dan entah makna seperti apa yang pernah mereka tanam dalam 'otak' gue hingga bisa menjadi 'manusia' seperti sekarang ini, di tahun 2009.
Yang jelas, mereka turut berperan dalam segala hal yang pernah gue lakuin dalam hidup.

Sebelumnya gue mohon maaf jika ada yang tidak tersebutkan sebagai nominator penerima award ini, berhubung nama-nama yang akan disebutkan ini memang telah diseleksi secara ketat, atau bisa saja dikarenakan kesalahan saya sebagai 'manusia biasa' yang bisa khilaf dan lupa.

Tanpa memperpanjang waktu dengan berbagai 'omong kosong' saya, maka akan saya umumkan saja nama-nama peraih "Green Award 2009".
Nama-namanya adalah...........

nb :
- Gue engga'bermaksud membawa unsur agama yang suci dan sakral dalam tulisan
ini.
- Rasanya kedua orang tua gue engga' perlu disebutkan sebagai salah satu calon
penerima award ini. Karena gue tahu, mereka engga' butuh award atau embel-
embel apapun atas kasih sayang yang telah secara tulus mereka berikan ke gue.
Jikapun harus, award yang paling pantas gue berikan ke mereka berdua adalah
'nyawa' gue sendiri, dimana seluruh detak kehidupan ini rela gue berikan
asal bisa ngebuat kedua orang tua gue bahagia.

ok...kita lanjutkan lagi...
Nama-namanya adalah...........

1. Terimakasih buat Alif. "Dia adalah sahabat kecil gue yang hingga sekarang engga'
tau dimana keberadaanya, merupakan anak dari seorang ustad di surau tempat gue
kecil belajar ngaji".
Dialah yang pertama kali ngajarin gue gerakan shalat hingga hafal bacaanya.
Kami sering menghabiskan waktu seharian dengan bermain bersama-sama layaknya
anak kecil lain, tetapi di sela masa kecil kami itu dia telah memberikan
tauladan yang sangat mulia...
"diusia yang belum balikh, dia udah sanggup membuat gue ngerti akan pentingnya
menegakkan shalat lima waktu ".

2. Ustad Imam, Ustad Lukman Hakim, Ustad Shadiqin, Ustad Mahmud...kalian termasuk
orang-orang yang paling berjasa dalam hidup gue. Karena pelajaran apa lagi yang
mutlak diperlukan sebagai bekal dan pedoman hidup, selain ilmu agama.
Jasa besar kalian begitu mulia, menanamkan dasar agama pada kami, golongan anak
perantau yang termasuk minoritas karena tumbuh dan besar ditanah orang. Apa
jadinya jika kalian tidak membuat kami paham sedari 'alif', mengerti apa itu
rukun dan iman, serta mengerjakan sunat dan kewajiban kami.

3. Alm.Ucok Lubis, yang ketika mengetik namanya saja buku kuduk ini masih merinding,
serasa dia berada dekat ketika namanya diingat-ingat kembali.
Dia adalah seorang sahabat yang telah pergi untuk selamanya, kepergianya yang
waktu itu hampir merenggut nyawa gue pula, hingga takdir berkata lain..."gue
menjadi saksi kunci akan kisah meninggalnya sang sobat".
Jika saja dia masih ada, tentu bukan seberarti ini pengalaman yang dapat gue
raih, dengan kepergianya membuat gue paham 'hidup ini hanya sementara'.
Akankah Award ini bisa didengar di alamnya sana...

4. Edi Lepay, seorang kerabat yang sekaligus sempat menjadi sahabat. Jika boleh,
ingin sekali gue mutar waktu untuk tidak pernah mengenalnya. Karena dialah
yang pertama kali ngenalin gue pada nikotine dan alkohol. Banyak sudah
perubahan tabiat dan masa-masa kelam yang gue lalui karena kecanduan zat-zat
laknat itu, bahkan nyaris terjerumus ke lembah yang lebih dalam.
Penyesalan dan tobat tulus seorang manusia memang akan selalu didengar.
Mungkin karena Gue emang engga'pantas jadi begundal, akhirnya gue 'berhenti'
sebelum penyakit akut menggerogoti tubuh gue, 'OD' memang hanya buat mereka-
mereka yang penyesalanya datang terlambat.
Tetapi, dengan pengalaman buruk yang gue dapatkan, dia akan tetap mendapatkan
award.
Karena justru dari pengalaman itu, gue yang sekarang perlahan menata fondasi agar
kehidupan gue ke depanya dapat kokoh dan tidak ambruk terhempas godaan.
Seharunya gue bersyukur, karena menemukan jalan yang benar setelah paham 'kenapa
jalan yang lain dikatakan salah'.

5. Osh Simpai!!!Karena kau, gue ngenal karate yang menjadi cikal bakal kecintaan
gue terhadap olahraga beladiri. Award ini diberikan kepada Simpai inyo, Simpai
Mat eka, Simpai Lusi, mereka adalah orang pertama yang mengenalkan ku pada
olahraga beladiri, memotivasiku untuk selalu berlatih dan menekuni olahraga
beladiri dimanapun tempat aku berada

6. Eva, nama yang singkat, sesingkat hubungan kita dulu...wanita yang pertama kali
membuat aku tahu apa arti cinta.
Tidak ada kata-kata lain yang bisa gue ungkapkan, karena gue sendiri
udah bosan mengumbar berbagai kalimat puitis yang selama ini mungkin hanya bisa
dinikmati oleh hatiku seorang.
Yang jelas kau pantas mendapatkan award ini, hanya itu...
lagipula apa yg gue harapin jika kau kini sudah menjadi istri dari sahabat gue
sendiri.
Semoga bahagia...

7. Ovi, seorang kawan yang gue kenal hanya melalui dunia maya. Dia cerdas menurut
gue, karena mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri, mempunyai bakat
menjadi seorang 'penulis' karena naskah novelnya pernah gue baca dan pantas
untuk diberikan penilaian sebagai tulisan yang sangat bagus.
Dan alasan paling utama dia pantas mendapatkan award ini karena dialah yang telah
memberikan gue motivasi hingga sekarang semakin mencintai dunia 'menulis'.

8. Fajar, K Ahmad....dua orang senior sekaligus pelatih gue di olahraga wushu.
Olahraga ini mulai gue geluti semenjak menjadi seorang mahasiwa. Merekalah yang
ngenalin gue tentang olahraga wushu, hingga akhirnya gue begitu mencintai
olahraga ini melebihi kecintaan gue dulu terhadap karate dan taekwondo.
Wushu dapat dikatakan telah menjadi aktifitas rutin gue sekarang ini, dan banyak
pengalaman bermakna yang gue dapatkan selama mengikuti olahraga wushu ini.
Tanpa mereka, gue mungkin engga' akan mengenal wushu, yang sekarang ini sudah
menjadi bagian pengalaman kehidupan gue.
Untuk itu mereka pantas mendapatkan award.

Rintihan petarung amatir.....



jika olahraga 'bela diri' telah menjadi 'racun mendarah daging' dan berakar dalam'hobby'.
Segala hal yang berhubungan patut dicoba, sehari ga' latihan rasanya ada yg kurang.
Meski patut ditekankan disini, (hobby engga' selamanya mahir, karena untuk mahir perlu latihan keras dan mental baja)...
setidaknya motivasi gue selama ini telah membuat kemajuan yang cukup berarti.

tapi apa mau dikata...
udah cape' dengan rutinitas sehari-hari, masih harus disinggahi berbagai beban hidup 'anak rantau sendiri meratapi sepi'.
ujung-ujungnya 'latihan' menjadi pelampiasan,...mungkin ada baiknya...karena 'kesal' yg berkobar dapat jadi semangat untuk stamina yang membara.

"Stay cool Man......"


Rutin berlatih beladiri memang harus diimbangi dengan melatih ketenangan diri. Karena terkadang dengan seringnya berlatih beladiri, emosi kita dalam memandang suatu permasalahan menjadi semakin sensitif.
Jika tidak pandai mengantisipasinya secara tenang, yang ada malah petaka.
Seharusnya berlatih beladiri diawali dengan niat utama untuk menyehatkan badan dan menyehatkan pikiran, selain juga untuk membela diri dalam situasi dan kondisi yang benar.

Waspadalah terhadap ego, yang dapat menjadikan kita semakin angkuh, meskipun kemampuan kita hanya secuil dan baru bertahap untuk maju...
selain itu, ego juga harus diwaspdai karena dapat membuat kita rendah ketika kalah...ujung-ujungnya tidak dapat mengambil pelajaran dari kekalahan itu.

"Tidak akan ada sang juara, tanpa adanya kekalahan"
"Sia-sialah selama ini berlatih, jika tujuan kita menang hanya untuk menjadi arang dan ketika kalah pasrah menjadi abu".

11 Jun 2009


MusicPlaylistRingtones
Create a playlist at MixPod.com

Tanpa judul...


Kalo engga' ada cara yang sah, dan mampu gue tempuh terhadap masalah 'jatuh cinta' dan mencapai obyek cinta gue...maka 'asmara' bisa jadi penyakit yang akut.

Dari hal itu gue harus sadar, engga' bakalan bisa ngeraih obyek itu.
Tapi, jika dalam keadaan putus asa, asmara itu tetap aja bersemayam, maka gue perlu menempuh solusi lain yang dapat membantu pikiran gue.
Gue harus yakin, bahwa cinta gue terhadap sesuatu yang tidak dapat dicapai merupakan 'kegilaan' / 'mustahil'. Itu sama aja dengan orang yang jatuh cinta pada 'matahari', dan jalan satu-satunya untuk mencapai hal tersebut adalah terbang menuju padanya.

Tentu aja, semua orang menganggap itu sebagai ide yang gila bin gokil!!!

Kalo selama ini gue engga' bisa mencapai cinta dengan cara yang sesuai dengan syariat agama, gue harus meyakinkan diri, bahwa usaha gue dalam meraih asmara selama ini tidaklah mudah, karena Allah tidak mengijinkanya.
Demi keselamatan, gue harus meninggalkan masalah cinta yang mustahil, dan menyadari dengan lapang dada, untuk kesekian kalinya obyek cinta gue mustahil untuk dicapai.

Misteri Kehidupan


Kita tahu, kehidupan ini memberikan kebahagiaan. Namun kita juga paham, kehidupan itu juga dibarengi tetesan air mata kesedihan. Jika kita pernah diberikan kesenangan pada suatu hari, namun itu dapat pula mengakibatkan bencana yang mungkin dalam jangka panjang.

Kesenangan hari ini dapat mencegah kesenangan berikutnya, bahkan hanya akan muncul dalam jangka waktu yang sangat lama. Tak ada rumah yang hanya dipenuhi kebaikan, kecuali disertai berbagai cobaan.

Artinya, jika kehidupan ini memberikan kebahagiaan pada suatu hari, sesungguhnya dapat menyembunyikan kesedihan di hari-hari yang akan datang.

Meskipun ada diantara kita yang paham akan misteri kehidupan ini, kita tetaplah hanya seorang manusia.
Saat kita mempunyai banyak waktu dan merasa menjadi orang yang paling bahagia, kadang lupa, ternyata kita hanya kemudi yang mengikuti arus saja.

Jikala datang kesadaran itu, kita baru akan menyesal...

"Maka terkutuklah dunia dengan segala kenikmatanya, tidak kekal selamanya, manusia yang tak berpedoman bagaikan roda berputar yang terbawa arus dan mengarah entah kemana".

6 Jun 2009

Selamatkan Generasi bangsa dari Kesesatan Narkoba


Tanggal 26 Juni akan diperingati sebagai hari anti madat sedunia. Seperti yang sudah-sudah, menjelang hari tersebut akan muncul berbagai penyuluhan yang gencar dilakukan oleh instasi-instasi terkait melalui berbagai media. Semua itu, untuk kesekian kalinya menjelaskan bahaya narkoba bagi umat manusia.

Namun tetap saja “disadari atau tidak“ permasalahan narkoba sudah menjangkau seluruh dunia dan sudah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan, hingga kini penyebaran narkoba seakan sulit untuk dicegah. Jika berbicara kenyataan, semua orang dapat dengan mudah mendapatkan narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dari hal itu, masalah penyalahgunaan dan peredaran narkoba haruslah menjadi masalah bersama manusia diseluruh Negara.

Di negara Indonesia sendiri, ternyata kita bukan lagi sebagai transit peredaran narkoba, tapi sudah menjadi negara produsen. Kejahatan narkoba telah menembus dimensi ruang dan waktu, merupakan indikasi bahwa seseorang sangat mudah untuk mendapatkan narkoba yang dapat mengancam dan merusak generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.

Narkoba telah menjadi wabah yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Dimulai dari anak jalanan yang kebanyakan minum, nge-pil serta ganja, hingga kaum muda-mudi berpendidikan yang berasal dari kehidupan lebih baik. Bandar narkoba semakin lihai mencari mangsa hingga ke sekolah-sekolah dan tempat-tempat tidak terduga lainya, bukan lagi di diskotik, tempat pelacuran, atau tempat-tempat perkumpulan genk.

Bisnis narkoba dianggap sebagai bisnis yang menggiurkan, bahkan ada orang-orang yang terjun ke bisnis narkoba dan rela melakukan apa saja termasuk rela dipenjara selama bertahun-tahun. Mungkin dengan alasan, meskipun tertangkap mereka masih bisa mengendalikan bisnis narkoba dari dalam penjara.

Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba yang sudah sering dilakukan, tetap saja masih sulit menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba.

Sebenarnya salah satu upaya dini yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba yaitu dari pendidikan keluarga. Keluarga adalah lingkungan pertama yang berperan sebagai benteng agar seseorang bisa terhindar dari jeratan narkoba. Karena bagaimana kita menyikapi kehidupan di masyarakat merupakan pencerminan tabiat yang telah ditanamkan di keluarga.

Kemudian saat berada di lingkungan masyarakat, generasi muda haruslah jeli dalam memilih lingkungan pergaulan serta menentukan sikap dalam bersosialisasi. Dia harus tahu bergaul di lingkungan seperti apa, bagaimana latar belakang teman-temanya, dan memahami berbagai masalah prinsipil dalam hubungan pertemanan.

Dibalik semua itu, dalam usaha pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, masih ada peran pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat yang tampil sebagai aktor utama selain orang tua atau keluarga. Jika setiap elemen terkait tersebut dapat bekerja sama, tentunya dapat mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba secara terpadu.

Potensi masyarakat khususnya tokoh masyarakat sesungguhnya mempunyai kekuatan strategis apabila digerakkan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Karena pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat adalah upaya melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan kebutuhan yang positif dalam hidup.

Selain itu, masalah narkoba adalah masalah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan jawaban dari masyrakat. Karena masyarakat setempat lebih mengetahui masalah lingkungan mereka sendiri daripada siapapun. Contohnya, ikut terlibat dalam program program pemberantasan narkoba yang mereka buat dan kembangkan sendiri.

Sedangkan pemerintah sebagai instasi utama yang menetapkan undang-undang dan lembaga pemberantasan narkoba, harus bisa mewujudkan visi untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya (narkoba), dalam penerapan visi tersebut tentunya harus didasari kekuatan hukum yang tegas dan berwibawa.

Disamping itu kejelasan visi dan misi dari pemerintah dengan lembaga pemberantasan narkobanya harus ditunjang dengan penjabaran tujuan yang dapat dibuktikan secara nyata. Lembaga yang dibentuk harus mempunyai komitmen yang tinggi dari segenap komponen pemerintahan dan masyarakat untuk memerangi narkoba, dapat mewujudkan kondisi penegakan hukum di bidang narkoba sesuai dengan supremasi hukum, serta terwujudnya sikap dan perilaku masyarakat untuk berperan serta dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Masa depan bangsa ini ada di pada generasi mudanya. Apa jadinya, jika banyak diantara generasi muda kita tersesat dalam racun laknat narkoba. Narkoba tidak hanya dapat menghilangkan nyawa dan menghancurkan masa depan seseorang, tetapi juga memusnahkan mimpi dan harapan suatu bangsa. Marilah kita bersama-sama berupaya menyelamatkan generasi muda bangsa ini dari kesesatan narkoba.

Penyair


Apakah benar, penyair adalah orang yang jarang bahagia. Sering dikatakan bahwa betapa pun tinggi jiwa mereka, mereka tetap diselubungi airmata.

Mungkinkah terlalu berlebihan jika dikatakan, perasaan seorang penyair adalah campuran kebimbangan antara kegembiraan, kepedihan dan ketakjuban.

Mungkin aku tidak pantas untuk menjadi seorang penyair, tapi coba mengibaratkan seorang penyair sebagai raja yang tak bertakhta, yang duduk di dalam abu istananya dan cuba membangun khayalan dari pada abu itu.
Aku juga menganggap penyair adalah burung yang membawa keajaiban. Dia lari dari kerajaan syurga lalu tiba di dunia ini untuk berkicau semerdu-merdunya dengan suara bergetar. Bila kita tidak memahaminya dengan cinta di hati, dia akan kembali mengepakkan sayapnya lalu terbang kembali ke negeri asalnya.