Apa emang battle cuma untuk mencaci,
karena kta sejarah, rap hadir dari kaum yang dicaci.
Tapi sobat, kita disini bukan untuk membenci,
jadi coba cari cara yang berarti.
Aku memang baru disini,
tapi yang sekedar ku tahu rap itu tidak mesti begini.
Banyak masalah yg menuntut arti kita kini,
jika kita cinta bangsa dan negeri ini.
pikirkan, resapi dan beri arti dalam nyanyi.
walaupun meski hanya lewat syair yg dianggap kiri.
Atau kita sendiri tidak malu pada diri sendiri,
hanya bisa teriak-teriak, unjuk gigi, dan tunjukkan punya nyali.
Atau bernyanyi yang sebenarnya tak punya arti.
Berkreasi melalui lirik memang seni,
tapi coba yang menyentuh hati.
Sadarkan mereka yang sering berkelahi dan benci pada diri sendiri.
Jiwa yang enggan hidup dan matipun tak berani,
karena terombang ambing mencari jati diri.
Para pendosa yang rela menjual harga diri bangsa dan umat negeri.
Kaum munafik yang bertameng tulus hati.
Dan masih banyak lagi,
jika kita mau berpikir untuk bernyanyi dengan nurani.
Tidak salah jika kita berani mencaci yang menyakiti hati.
tapi harus tepat dan mengerti kenapa kita memaki.
Agar jangan sampai dibilang aliran musiknya orang iri.
Ingatlah ini,
apabila kita benar-benar mencintai daya dan karya sendiri,
serta bilang hip-hop sudah menjadi urat nadi.
Hanya itu, pesan singkat dari saya yang harusnya juga sadar diri.
Thanks a lot.
Selama Tuhan pemilik langit dan bumi masih memberikan kita nafas, dan selama Tuhan yang maha pemberi ilmu masih memberikan kita ilmu pengetahuan, maka janganlah ragu untuk menulis. Tuliskan saja, dan editlah belakangan. Dengan begitu, kamupun menulis tanpa beban. PLONG!. Lega rasanya..
7 Nov 2009
5 Nov 2009
Bukan salahMu jika aku sering dianggap dungu.
Kadang sulit memahami arti hadirku disini,
jika hingga kini aku tetap tak peduli.
Pernah aku berbakti kemudian dinanti,
tapi akhirnya aku pergi bersama duniaku sendiri.
Bukanya aku tak punya nyali,
tapi aku benci untuk dicaci.
Meski itu mungkin bisa membuat aku lebih berarti.
Pengalaman adalah guru,
tapi terkadang dapat menjadi peluru,
menderu menembus jantung hati orang yang keliru.
Aku yang selalu keliru bahwa tujuan haruslah satu.
Ujung-ujungnya aku tetap membatu dalam dunia yang kulihat palsu.
Duhai Ibu,
bukan salahMu jika aku sering dianggap dungu.
jika hingga kini aku tetap tak peduli.
Pernah aku berbakti kemudian dinanti,
tapi akhirnya aku pergi bersama duniaku sendiri.
Bukanya aku tak punya nyali,
tapi aku benci untuk dicaci.
Meski itu mungkin bisa membuat aku lebih berarti.
Pengalaman adalah guru,
tapi terkadang dapat menjadi peluru,
menderu menembus jantung hati orang yang keliru.
Aku yang selalu keliru bahwa tujuan haruslah satu.
Ujung-ujungnya aku tetap membatu dalam dunia yang kulihat palsu.
Duhai Ibu,
bukan salahMu jika aku sering dianggap dungu.
Buaya sama cicak

Kata sapa antara Buaya sama cicak, yang 'lebih' adalah buaya??
Cicak bisa merayap sesuka hati kaya' spiderman....buaya engga'!!
Cicak hidupnya damai - ga' pernah mengancam dan rusuh, malah hewanya sabar dan kalem
sedangkan buaya?? ga' punya teman karena sering mengancam.
Saking baek dan bersahabat, untuk mengenang cicak...anak-anak punya lagu sendiri buat cicak...
Trs, ga' macing bgt klo ada lagu "Buaya-buaya di dinding"...yg ciptain pasti org gila!!wkwkkwkw
Ehm...Emang seeh buaya nyeremin, tapi ga'penting....
zaman skrg yg banyak yg kuat dan yg diam2 itu yg malah makan dalam!!!!
Cicak lebih cerdik dan dapat berada di berbagai lini....buaya engga'!!!
Kesimpulanya di zaman sekarang ini, mau ga' mau buaya 'kalah' jika dibandingkan Cicak.
Hukum rimba memang masih berlaku, tapi kemenangan bagi yang cerdik...
Hidup Cicak!!!! I love u pulll..wkkkwwkkw
4 Nov 2009
Diriku seutuhnya

Hari ini masih sama dengan hari yang kemarin,aku masih terhuyung sebagai anak manusia yang sedang mencari jati diri.
Pantaslah jika kegalauan masih membayangi.
Aku yang galau untuk menjadi diri sendiri, meski segala pemahaman telah kucoba sejauh daya yang kubisa.
Sungguh sulit terasa, karena ujung dari apa yang kucari memang bukan untuk diriku sendiri.
Mereka yang kusayangi yang membuat aku selalu ingin persembahkan yang terbaik.
Dan sebelum itu tercapai, biarlah aku tidak memperdulikan bagaian lain dari sisi hatiku sendiri.
Hingga datang saat itu, dimana aku dapat memberikan diriku seutuhnya.
1 Nov 2009
Semoga nantinya aku dapat bahagia di dunia seperti ini
Aku sudah sulit menemukan keindahan melalui keheningan malam, syair syahdu, khayalan dan lamunan yang dulu sering menggiring nalarku untuk menulis. Meski yang kutulis waktu itu hanyalah untaian hampa dari mimpi-mimpi, kuakui itu sangat berarti.
Karena dari mimpi itulah terbit cita-cita dan harapan.
Dan keadaan ini juga tidak mengartikan aku yang sekarang telah menemukan kebahagiaan dari sisi lain yang lebih nyata. Karena aku masih suka berangan-angan dan menyimpan harapan serta cita-cita dari mimpiku tersebut.
Hanya saja, kemana perginya imajinasiku??
Imajinasi yang membuat aku selalu bersemangat dalam berkreatifitas, mengalirkan ide-ide gila yang tak takut akan cemoohan,menemukan banyak pengalaman melalui dunia maya yang memperkaya diriku sebagai aku.
Sepertinya aku hanya berpindah ke dunia baru yang merasa sudah pantas aku singgahi. Dunia yang mengharuskan aku sadar apa arti 'nyata' menurut mereka. Masuk dalam kompetisi meraih 'hidup' menurut mereka. Aku harus sama seperti mereka, agar pantas hidup dalam dunia mereka.
Setidaknya di dunia ini aku juga manusia yang sama seperti mereka, jadi kehidupan seperti ini adalah tahap yang memang harus kulalui pula. Aku juga bukan munafik untuk mengatakan tidak menyukai dunia seperti ini, untuk itu tidak ada salahnya berupaya dan berlomba meraih kejayaan menurut dunia mereka.
Semoga nantinya aku dapat bahagia di dunia seperti ini, tentunya setelah dapat meraih mimpi yang ada dalam angan-angan duniaku terdahulu.
Karena dari mimpi itulah terbit cita-cita dan harapan.
Dan keadaan ini juga tidak mengartikan aku yang sekarang telah menemukan kebahagiaan dari sisi lain yang lebih nyata. Karena aku masih suka berangan-angan dan menyimpan harapan serta cita-cita dari mimpiku tersebut.
Hanya saja, kemana perginya imajinasiku??
Imajinasi yang membuat aku selalu bersemangat dalam berkreatifitas, mengalirkan ide-ide gila yang tak takut akan cemoohan,menemukan banyak pengalaman melalui dunia maya yang memperkaya diriku sebagai aku.
Sepertinya aku hanya berpindah ke dunia baru yang merasa sudah pantas aku singgahi. Dunia yang mengharuskan aku sadar apa arti 'nyata' menurut mereka. Masuk dalam kompetisi meraih 'hidup' menurut mereka. Aku harus sama seperti mereka, agar pantas hidup dalam dunia mereka.
Setidaknya di dunia ini aku juga manusia yang sama seperti mereka, jadi kehidupan seperti ini adalah tahap yang memang harus kulalui pula. Aku juga bukan munafik untuk mengatakan tidak menyukai dunia seperti ini, untuk itu tidak ada salahnya berupaya dan berlomba meraih kejayaan menurut dunia mereka.
Semoga nantinya aku dapat bahagia di dunia seperti ini, tentunya setelah dapat meraih mimpi yang ada dalam angan-angan duniaku terdahulu.
30 Okt 2009
'mungkin'....Ragu, ragu dan selalu ragu...
Kemana perginya cahaya Hati ini,
jika yang dinamakan cahaya itu memang ada, seperti yang selama ini mereka rasakan...
Lantas, apakah selama ini hatiku hanya diliputi temaram ?
Mungkin memang begitu, karena aku sepertinya tidak sebahagia mereka...
Hati tanpa cahaya dikatakan hati yang temaram,
tanpa ada perasaan bahagia yang belebih.
Tapi apa benar begitu naas keadaan diriku?
Jika yang kukatakan ini hanyalah prasangka dan keraguan..
"kemana" "seperti" "mungkin" "tapi"...
Bukankah itu semua adalah kata-kata keraguan...
Aku yang ragu akan diriku, ragu akan penilaian terhadap diriku sendiri, atau ragu dengan cara kalian yang menilai diriku.
Ragu, ragu dan selalu ragu...
Seharusnya tidak ada alasan untuk ragu pada diriku sendiri,
karena aku adalah aku, tidak akan bisa jadi kalian atau mereka
tapi mungkin pantaslah jika aku ragu terhadap penilaian kalian,
karena sesunguhnya kalian juga ragu akan diri sendiri
masih ada kata 'mungkin' dari jawaban keraguan ini...
maka 'sepertinya' aku tidak akan menemukan jawaban yang pasti,
'mungkin' karena aku, kau dan kita hanyalah manusia..
yang akan selalu ragu dalam kehidupan ini.
'mungkin'....
jika yang dinamakan cahaya itu memang ada, seperti yang selama ini mereka rasakan...
Lantas, apakah selama ini hatiku hanya diliputi temaram ?
Mungkin memang begitu, karena aku sepertinya tidak sebahagia mereka...
Hati tanpa cahaya dikatakan hati yang temaram,
tanpa ada perasaan bahagia yang belebih.
Tapi apa benar begitu naas keadaan diriku?
Jika yang kukatakan ini hanyalah prasangka dan keraguan..
"kemana" "seperti" "mungkin" "tapi"...
Bukankah itu semua adalah kata-kata keraguan...
Aku yang ragu akan diriku, ragu akan penilaian terhadap diriku sendiri, atau ragu dengan cara kalian yang menilai diriku.
Ragu, ragu dan selalu ragu...
Seharusnya tidak ada alasan untuk ragu pada diriku sendiri,
karena aku adalah aku, tidak akan bisa jadi kalian atau mereka
tapi mungkin pantaslah jika aku ragu terhadap penilaian kalian,
karena sesunguhnya kalian juga ragu akan diri sendiri
masih ada kata 'mungkin' dari jawaban keraguan ini...
maka 'sepertinya' aku tidak akan menemukan jawaban yang pasti,
'mungkin' karena aku, kau dan kita hanyalah manusia..
yang akan selalu ragu dalam kehidupan ini.
'mungkin'....
Terkasih
Hidup jauh dari rileks, bingung antara motivasi dan ambisi, terasa jauh dari keramaian,...
tapi aku tahu semuanya tetap ada dan tersedia bagiku selama di hati kecil ini masih ada kalian2 orang yang kukasihi....
tapi aku tahu semuanya tetap ada dan tersedia bagiku selama di hati kecil ini masih ada kalian2 orang yang kukasihi....
26 Okt 2009
hidup yang juga mimpi
Coba menunjuk satu bintang, yang ingin diraih dalam mimpi....
Jangan hiraukan bintang yang selalu di langit dan tetap terlalu tinggi untuk dapat diraih, karena ini semua tetap mimpi....
Seperti hidup yang juga mimpi, hingga terbit kesadaran bahwa yang nyata setelah kau mati.
Ataukah kalian yang hidup di jaman sekarang lebih memuja dunia yang tampak seperti nyata, dan mengganggap kehidupan setelahnya hanyalah mimpi dari orang-orang terdahulu.
Jangan hiraukan bintang yang selalu di langit dan tetap terlalu tinggi untuk dapat diraih, karena ini semua tetap mimpi....
Seperti hidup yang juga mimpi, hingga terbit kesadaran bahwa yang nyata setelah kau mati.
Ataukah kalian yang hidup di jaman sekarang lebih memuja dunia yang tampak seperti nyata, dan mengganggap kehidupan setelahnya hanyalah mimpi dari orang-orang terdahulu.
21 Okt 2009
[Kiat Menulis] Tak Ada Istilah “Tulisan Fals” Posted in Dunia Penulisan, Motivasi

Anda mungkin sering melihat sebuah iklan kopi di televisi yang menayangkan sosok suara pria bersuara fals. Lalu muncul si narator dengan ucapan, “Enggak semua orang bisa bermain musik.”
Ya, di dunia musik, memang suara merdu banyak ditentukan oleh bakat alam. Ada orang yang ditakdirkan bersuara merdu, sehingga dia berpotensi besar menjadi seorang penyanyi sukses. Sementara ada orang (termasuk saya) yang bersuara fals, pas-pasan, sehingga nyaris tak mungkin menjadi penyanyi sukses.
Ada seorang teman yang pernah berkata pada saya, “Penyanyi dan penulis pada dasarnya sama. Ada orang yang suaranya fals, sehingga tak mungkin jadi penyanyi. Ada juga orang yang tulisannya jelek, sehingga tak mungkin menjadi penulis.”
Pendapat seperti ini bukan hanya dilontarkan oleh orang awam. Bahkan Stephen King – penulis cerita horor paling ngetop sedunia – pun, dalam bukunya On Writing, menjelaskan bahwa ada penulis luar biasa seperti Kahlil Gibran atau Ernest Hemingway, ada pula penulis yang biasa-biasa saja seperti kita-kita ini. Menurut King, seorang penulis yang biasa-biasa saja tak mungkin “naik status” menjadi penulis luar biasa.
Walau Stephen King termasuk salah seorang penulis yang paling terkenal sedunia, saya SANGAT TIDAK SETUJU dengan pendapatnya ini.
Di dunia penulisan, tidak ada istilah “tulisan fals”. Dunia penulisan SANGAT BERBEDA dengan dunia musik.
Pada dasarnya, siapa saja bisa menjadi penulis. Siapa saya bisa menjadi penulis yang luar biasa. Termasuk Anda dan saya!
Yang Anda butuhkan untuk “naik status” menjadi seorang penulis yang luar biasa adalah seperti yang pernah saya jelaskan di sini.
Itu saja. Tak lebih dan tak kurang.
Dunia penulisan tidak mengenal istilah “tulisan fals”.
Salam Sukses!
Jonru
20 Okt 2009
Suara Mahasiswa Koran Sindo
KALAU ditanya soal bentuk,tidak ada lagi bentuk yang bagus selain “lingkaran”. Seperti halnya anting, gelang, cincin,kalung,dan jam tangan,atau bahkan roda kendaraan bermotor, semuanya diciptakan “beraroma” lingkaran.
Jika sudah berbentuk lingkaran, maka apa pun itu akan mudah berputar. Lingkaran itu tidak abstrak,lingkaran itu jelas dan tidak melengos. Bahkan burung garuda pun sebisa mungkin berpose semirip lingkaran, sesaat sebelum dipastikan menjadi lambang. Lingkaran itu harus aktif, tidak boleh pasif atau bahkan stop di tengahtengah jalan.
Lihat saja akuarium di rumah,di samping layar kaca.Air akuarium harus terus berputar agar ikan-ikan kecil selalu segar bugar.Air kotor masuk ke dalam kotak penyaringan melalui mesin penyedot, lalu diproses sedemikian rupa agar keluar kembali ke dalam akuarium dalam bentuk air yang bersih. Ikan-ikan kecil pun senantiasa hidup segar, tidak lumpuh atau sakit kepala.Apalagi di negeri ini,semua harus bersifat lingkaran.
Saat ini kita ramai berbicara mengenai menteri, saya jadi ingat ungkapan “wakil presiden dan para menteri hanyalah pembantu presiden”. Itu memang terdengar wajar saja. Ada dua kasus yang beraroma “pembantu”.Pertama,mobilisasi: andaikata genteng rumah kita bocor dan kita giring penduduk, termasuk yang uzur,merangkak-rukuk naik ke atap untuk membetulkannya hingga keringatnya menetes deras di teras rumah dan matanya berkunang-kunang, itu artinya kita memobilisasi mereka.
Kedua,partisipasi: bilamana saluran air mampat dan kita ajak mereka baikbaik untuk membersihkannya hingga lingkungan tidak jadi kubangan, itu artinya kita buka pintu mereka berpartisipasi. Kedua kasus tersebut membuat penduduk tersebut terlihat seperti pembantu.Namun,sebenarnya terdapat jurang harga yang curam di antara kasus pertama dan kedua.Ibarat perhiasan,penduduk pada kasus pertama bagaikan kantong plastik kresek.
Adapun pada kasus kedua,para penduduk ibarat tas kulit buaya. Berhubung pemerintahan yang mantap bukanlah mereka yang berurusan dengan genteng bocor atau bahkan saluran air mampet,maka satu-satunya urusan yang tersedia baginya adalah masalah pembangunan.Kedua jenis kasus tersebut bisa saja mencapai hasil yang sama, maka kemungkinan berhasilnya pembangunan fisik baik lewat mobilisasi atau partisipasi pun sama besarnya.
Kabinet yang baik itu haruslah berbau lingkaran,“dari rakyat untuk rakyat”.Tak peduli orang-orang di dalamnya,percuma saja peduli kalau kami tidak akrab dengan orang-orang itu.Peduli setan! Kami hanya ingin hasil dari keringat kami yang disedot mesin pemerintahan. Lingkaran harus terasa di dalam kehidupan kami,sirkulasinya harus jelas dan tetap bersih, sebersih potongan janji yang keluar dari dalam mulut gua.
Kata kakekku,“Peranan pemimpin bukanlah faktor penentu mutlak karena bagaimanapun faktor massa yang dipimpinnya pada saat-saat tertentu merupakan faktor yang amat dominan.”Ternyata....(*)
Hagiant Rassinata
Mahasiswa Fakultas Seni Rupa,
Institut Kesenian Jakarta
Jika sudah berbentuk lingkaran, maka apa pun itu akan mudah berputar. Lingkaran itu tidak abstrak,lingkaran itu jelas dan tidak melengos. Bahkan burung garuda pun sebisa mungkin berpose semirip lingkaran, sesaat sebelum dipastikan menjadi lambang. Lingkaran itu harus aktif, tidak boleh pasif atau bahkan stop di tengahtengah jalan.
Lihat saja akuarium di rumah,di samping layar kaca.Air akuarium harus terus berputar agar ikan-ikan kecil selalu segar bugar.Air kotor masuk ke dalam kotak penyaringan melalui mesin penyedot, lalu diproses sedemikian rupa agar keluar kembali ke dalam akuarium dalam bentuk air yang bersih. Ikan-ikan kecil pun senantiasa hidup segar, tidak lumpuh atau sakit kepala.Apalagi di negeri ini,semua harus bersifat lingkaran.
Saat ini kita ramai berbicara mengenai menteri, saya jadi ingat ungkapan “wakil presiden dan para menteri hanyalah pembantu presiden”. Itu memang terdengar wajar saja. Ada dua kasus yang beraroma “pembantu”.Pertama,mobilisasi: andaikata genteng rumah kita bocor dan kita giring penduduk, termasuk yang uzur,merangkak-rukuk naik ke atap untuk membetulkannya hingga keringatnya menetes deras di teras rumah dan matanya berkunang-kunang, itu artinya kita memobilisasi mereka.
Kedua,partisipasi: bilamana saluran air mampat dan kita ajak mereka baikbaik untuk membersihkannya hingga lingkungan tidak jadi kubangan, itu artinya kita buka pintu mereka berpartisipasi. Kedua kasus tersebut membuat penduduk tersebut terlihat seperti pembantu.Namun,sebenarnya terdapat jurang harga yang curam di antara kasus pertama dan kedua.Ibarat perhiasan,penduduk pada kasus pertama bagaikan kantong plastik kresek.
Adapun pada kasus kedua,para penduduk ibarat tas kulit buaya. Berhubung pemerintahan yang mantap bukanlah mereka yang berurusan dengan genteng bocor atau bahkan saluran air mampet,maka satu-satunya urusan yang tersedia baginya adalah masalah pembangunan.Kedua jenis kasus tersebut bisa saja mencapai hasil yang sama, maka kemungkinan berhasilnya pembangunan fisik baik lewat mobilisasi atau partisipasi pun sama besarnya.
Kabinet yang baik itu haruslah berbau lingkaran,“dari rakyat untuk rakyat”.Tak peduli orang-orang di dalamnya,percuma saja peduli kalau kami tidak akrab dengan orang-orang itu.Peduli setan! Kami hanya ingin hasil dari keringat kami yang disedot mesin pemerintahan. Lingkaran harus terasa di dalam kehidupan kami,sirkulasinya harus jelas dan tetap bersih, sebersih potongan janji yang keluar dari dalam mulut gua.
Kata kakekku,“Peranan pemimpin bukanlah faktor penentu mutlak karena bagaimanapun faktor massa yang dipimpinnya pada saat-saat tertentu merupakan faktor yang amat dominan.”Ternyata....(*)
Hagiant Rassinata
Mahasiswa Fakultas Seni Rupa,
Institut Kesenian Jakarta
19 Okt 2009
lirik kami

Wahai kalian yang membenci lirik kami,
Jangan lo pikir nulis lirik itu gampang,
Karena untuk nulis ga’ sama dengan ngoceh sembarang.
Kecuali apa yang pingin lo tulis emang nyeritain isi otak lo yang terbelakang
Lo yang cuma bisa melonglong dengan tabiat yang merongrong
Lebih suka sombong padahal hanya seperti kambing ompong
Tapi tidak dengan kami,
meski kami pembangkang, kami ingin berjuang dan berkembang
dengan lagu yang mungkin terdengar sumbang.
syair kata-kata yang kunyanyikan dengan terbata-bata

Wahai sobat, dengarkanlah syair kata-kata yang kunyanyikan dengan terbata-bata
Bukan untuk mengumbar kata demi karya, tapi hanyalah daya dari aku yang nestapa
Aku memang tak pandai memainkan nada, tapi rasa yang membuat aku bisa
Tak perduli kalian bilang aku gila, karena nanti juga kan sirna apa yang kalian hina…
Setelah tahu yang pantas dipuja adalah yang tak mengiba terhadap duka.
Sebenarnya aku risih untuk bercerita tentang apa yang membuat aku tersisih,
Karena ini hanya masalah situasi yang belum menerima kenyataan yang pasti.
Bahwa apa adanya aku adalah pasti apa yang ada dalam pikiranku sendiri,
Percuma kalian berisik jika hanya mencaci aku yang memang pasti begini.
Tak ada guna berselisih karena kau, aku dan kita pasti mati.
Wahai sobat, mungkin apa yang kurasa juga sama dengan yang kalian rasa
Karena raga kita sama-sama muda dan pernah galau untuk mengartikan dunia.
Tapi yang utama adalah bagaimana cara kita menyimpan asa, yang dapat menjadi usaha untuk kita berjaya.
Jangan pedulikan makna maya dari dunia kita, yang lebih mengutamakan kasta ataupun harta.
Bahkan cinta dapat menjadi tipu daya demi puaskan dahaga durjana
Tetaplah yakin sobat, agama yang utama.
Syair ini hanyalah apa yang kurasa di dalam hati,
Kutulis sendiri agar dapat menemukan arti,
Sekali lagi…janganlah kalian mencaci
Aku bernyanyi hanya untuk menghibur diri
Diri sendiri yang sedang mencari jati diri
Semoga nurani dapat menghayati apa yang hakiki
17 Okt 2009
aku ingin pulang
Kabinet

Dalam pemerintahanya kali ini, inisiatif dari SBY dikatakan unik karena lain dari biasanya. SBY tidak mengikutsertakan ketua partai dalam penyusunan pemerintahan koalisi. Terlepas dari benar atau tidaknya yang dilakukan SBY ini, tetap tak sedikit orang yang menyatakan agar dalam penyusunan kabinet SBY jangan bersikap semena-mena dan mengabaikan aspirasi masyarakat.
Inisiatif SBY untuk tidak menempatkan orang-orang parpol dalam jabatan strategis, seperti menteri pertahanan, kepala badan usaha milik negara, jaksa agung dan Kepala Badan Intelijen Negara juga patut diberi acungan jempol. Namun, kita juga patut bertanya, apakah seorang presiden yang terpilih bukan berasal dari parpol? Apakah benar mereka yang berasal dari kelompok independen non-parpol bebas dari kepentingan politik dan uang? Polemik semacam ini bukan hal yang baru.
Dan dari hal di atas, dapat diketahui bahwa bentuk pemerintahan yang akan dibentuk SBY ini adalah pembentukan koalisi besar nasional. Ada beberapa dampak yang dapat diuraikan dari pembentukan koalisi tersebut, di satu sisi ini positif karena menyatukan berbagai komponen bangsa di dalam kabinet. Di sisi lain, ini juga berbahaya mengingat 'aturan main koalisi' yang dibuat dapat menafikan aspirasi politik rakyat karena rendahnya kekuatan penyeimbang di DPR terhadap eksekutif. Jika hal kedua yang lebih mengemuka, DPR hanya akan menjadi pengikut kebijakan saja dan tidak dapat mengemban peranan eksekutifnya secara total.
Jika itu memang benar terjadi, fenomena politik semacam itu dapat menjurus pada sistem pemerintahan otoriter. Parpol tentunya tak dapat berbuat banyak karena terbelenggu oleh 'Aturan Main Koalisi' tersebut. Sedangkan pertanyaan bahwa akankah kabinet lebih efektif dan syarat dengan keberhasilan, juga masih tanda tanya besar, mengingat berbagai pakta politik hanyalah aturan yang ada di atas kertas.
Efektivitas dan keberhasilan kinerja kabinet akan sangat ditentukan apakah Presiden dapat mengarahkan langkah apa saja yang harus dilakukan secara cepat dalam mengejawantahkan program dan rencana aksi 5 tahunan kabinet, serta langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan secara lambat tapi pasti.
Kesimpulanya semoga saja anggapan bahwa kabinet SBY merupakan kabinet penuh keragu-raguan tidak akan ada lagi, tentunya jika pada periode kedua pemerintahannya ini SBY lebih sigap dan berani mengambil keputusan yang cepat dalam situasi yang tepat pula. Karena tidak ada pula yang perlu diragukan lagi oleh SBY untuk berbuat yang lebih cepat dan tepat bagi rakyat, mengingat kekuatan politiknya yang sekarang sangat dominan baik di eksekutif maupun legislatif. Bila SBY ingin mewariskan suatu yang positif, inilah kesempatan terakhir. Namun jika ia tetap ragu-ragu untuk melakukannya secara radikal, kesempatan itu tidak akan datang dua kali.
Just opini

Kata para kritisi yang ada di negeri ini, ada dua ciri manusia Indonesia yang sangat relevan dengan kondisi kekinian bangsa kita.
Pertama, manusia Indonesia senang dengan kepura-puraan alias hipokrit.Sejak lama mereka dipaksa untuk menyembunyikan atau paling tidak menahan sesuatu yang dirasakan.Sikap yang tidak berterus terang seperti ini menghilangkan sifat untuk proaktif sehingga berakibat seolah-olah keadaan buruk yang mereka alami tidak bisa diubah dengan tangan mereka sendiri.
Kedua, manusia Indonesia enggan bertanggung jawab dan sering merasa tidak berkepentingan terhadap suatu hal. Pimpinan melemparkan kesalahan atau kegagalan ke bawahan dan bawahan melakukan ke bawahannya lagi. Banyak pemimpin Indonesia yang cenderung mencari kambing hitam atas kesalahan yang dilakukan.
Sedangkan jika kita mau ikut berpikir kritis, ada korelasi yang sangat dekat antara kepemimpinan dan kemajuan sebuah bangsa, sebab tak mungkin sebuah bangsa menjadi bangsa yang besar jika tidak memiliki pemimpin yang hebat dan sumber daya manusia yang berkualitas. Sebut saja Amerika Serikat, Jepang, dan China yang memiliki manusia-manusia luar biasa.
Jadi, walaupun Indonesia kaya akan sumber daya ekonomi,itu saja tidak cukup jika sumber daya manusianya tak dikembangkan. Bangsa ini perlu membangun manusia dan mengoptimalkan kemampuannya. Hal ini penting dan harus menjadi prioritas utama,terutama dalam hal pembangunan watak dan karakter.
Just opini
13 Okt 2009
Karma

Apa itu Karma? Katanya balasan atas segala tingkah laku...
Benarkah itu ada? Yang kutahu, segala prilaku memang berjejak dan tidak lepas berlalu.
Kalaupun benar, aku rasa itu hanya sebuah siluet dari salah satu pertanyaan kecil tentang kehidupan.
Karena takdir, tetap menyimpan misterinya yang susah terungkit meski perlahan.
Sisi tabiat dikatakan pasti hitam dan putih, namun susah dielak warna buram diantara keduanya.
Segala musebab prilaku tentu akan dihisab, tapi kadang manusia terlalu cepat bahkan sering salah menisbahkan makna.
Sadarilah bahwa misteri Ilahi tetaplah sempurna dengan kerahasiaanya,
kita hanya bisa menerka dengan pengetahuan sekedarnya.
12 Okt 2009
Answer post for my best Friend

Memiliki kegemaran baru yaitu 'USIL',
mari galakan gerakan USIL nasional demi meningkatkan produktifitas karya anak negeri!
cukup bawa optimisme, dan pemikiran positif-konstruktif.
Usil yang diUsulkan ini bukanlah Usil yang Asal ataupun Nakal...
melainkan gerakan Usil Massal yang mengharuskan kita menjadi orang yang Total dan loyal dalam bekreasi, serta Tegar jika sial dan aral menghadang...
Dengan begitu, diharapkan Generasi Usil bukan hanya dapat menjadi sekelompok Insan yang tak gentar dengan kata gagal, tapi juga membuktikan itu semua dengan sesuatu yang benilai mahal
10 Okt 2009
kata-kata ketir dari orang amatir yang berpikir untuk tidak lagi getir menapak takdir.

Saya berpikir bagaimana supaya tidak banyak pikiran, tapi setelah dipikir-pikir..
yang namanya pikiran pasti akan selalu ada.
Sedangkan orang yang tidak suka berpikir saja tetap berpikir, apa lagi orang yang selalu disinggahi pemikiran dalam pikiran dia.
Tapi kalau boleh saya menyindir diri saya sendiri yang pandir,
kenapa seeh saya terus saja memikirkan pikiran-pikiran yang sebenarnya hanya membuat isi hati menjadi satir dan akhirnya ketar-ketir mencari solusi yang malah menambah kawatir.
Takdir kan udah pasti hadir, lalu kenapa harus getir.
Ya udah deh, dari pada kalian memikirkan kata-kata ini, mending dipikir-pikir aja dulu terus berubah pikiran dan menyingkir.
Ini hanya kata-kata ketir dari orang amatir yang berpikir untuk tidak lagi getir menapak takdir.
8 Okt 2009
Manusia Bodoh
Kenapa harus bergelut untuk meraih semuanya, jika sebenarnya yang ada sudah sempurna..
Apa lagi yang dicari, jika ini semua adalah yang paling pantas diberika oleh Nya.
Lalu kenapa kekhawatiran sengaja dibiarkan menghantui diri,
jika sebenarnya hanya kesemuan sia-sia yang menyiksa diri.
Tentu tidak ada yang dapat menjawab semua itu secara sempurna,
karena kesempurnaan hanyalah miliNya.
Selain dari itu, hanyalah mahkluk yang tidak menyadari kebodohanya.
Bodoh karena tidak menyadari bahwa ini adalah apa yang terjadi pada diri kita.
Tapi kenapa tidak bisa menemukan makna, meski tak bisa menjawab secara sempurna.
Apa lagi yang dicari, jika ini semua adalah yang paling pantas diberika oleh Nya.
Lalu kenapa kekhawatiran sengaja dibiarkan menghantui diri,
jika sebenarnya hanya kesemuan sia-sia yang menyiksa diri.
Tentu tidak ada yang dapat menjawab semua itu secara sempurna,
karena kesempurnaan hanyalah miliNya.
Selain dari itu, hanyalah mahkluk yang tidak menyadari kebodohanya.
Bodoh karena tidak menyadari bahwa ini adalah apa yang terjadi pada diri kita.
Tapi kenapa tidak bisa menemukan makna, meski tak bisa menjawab secara sempurna.
7 Okt 2009
Sajak abstrak

Pergi jauh berkelana, karena benci dengan menetap
Hilang tanpa jejak, karena misteri itu indah
Selalu mencaci, karena hidup bagai serapah
Pencarian tanpa ujung, karena terselubung gelap
Hati rapuh dan merana, segala sendi kaku terperangkap
Malang nian takdir terkuak, apa daya itu yang dinisbah
Akhirnya pergi, bersama puing hati yang menjadi sampah
Meski tetap berjuang, dengan mengkais sisa asa untuk menderap
Nalar yang berjalan cepat, Tak sebanding dengan apa yang terlihat
Karena semua yang melihat, merasa diri paling bermartabat
Akirnya menjadi serba takut, dalam hidup yang kau buat kalut
Hanya bisa berkutat, dengan apa yang diharuskan menjadi tabiat
6 Okt 2009
Komunitas Babi

Ini dia sebuah kisah yang buat ku muak..
Segala tentang mereka adalah sampah
Tidak ada yang benar-banar bermakna.
Mereka punya otak
tapi pantasnya dapat serapah
karena apa yang ada hanya bulshit belaka
So' unjukin skill mereka yang belaga' artis
ga' nyadar kalo itu bukanlah bakat
tapi lebih pantas disebut yang keluar dari isi pantat
Gw bukanya fasis meski terkadang rada' bengis..
Untuk mereka yang mestinya pesimis terhadap komunitas mereka yang narsis
Atau biarkan saja mereka terus menari dengan penyakit mereka yang semakin kronis.
Dan kita hanya sebagai penonton sekelompok babi picis
Make Life Slow and Show must go on

Kapankah akan datang saat itu,
dimana aku tidak perlu lagi risau akan segala hal yang berhubungan dengan masa depanku.
Tentunya itu akan hadir disaat aku sudah mengerti,
bahwa tidak ada yang perlu kurisaukan dari hidup yang telah diaturNya.
Itu bisa terjadi nanti yang tidak kuketahui kapan,
atau bahkan dimulai detik ini...
Asal saja aku telah paham, bahwa hidup jangan dijadikan beban.
Make Life Slow and Show must go on
pic...
Rintihan Suara Hati

Negeri kita telah digonjang-ganjing oleh bencana yang sebenarnya kita sendiri sulit mengetahui secara pasti, "Mengapa ini terjadi"...
Penuh tanya dalam benak kita,
apa ini bencana, cobaan, atau hukuman ??.
Adakah ini disebut bencana alam yang datang dengan sendirinya karena alam yang semakin menua??
Lantas apa benar tidak ada sama sekali peranan yang pernah kita lakukan terhadap alam ini!!.
Ataukah cobaan yang dihadirkan Ilahi sebagai pertanda??
Namun sanggupkah kita menjawab pertanyaan itu, sedangkan tetap tersirat rahasia Ilahi yang abadi.
Pantaskah ini disebut hukuman atas dosa kita selama ini??
Mungkin pertanyaan ini yang lebih bisa kita jawab !!
Karena hanya Dia yang maha tahu dan kita sendiri yang tahu apa saja dosa yang telah kita perbuat.
pic...
Rintihan Suara Hati
aku diciptakan sebagai pengimajinasi

Aku tidak tahu ingin menulis apa?. Karena yang akan tertulis nantinya terselip diantara harapan dan mimpi...
Apakah harapan itu akan tetap menjadi mimpi, atau mimpi yang terselubung sebuah harapan yang besar.
Tetaplah omong kosong jika belum dapat dikatakan nyata.
Mungkin ada pendapat lain yang mengatakan sesuatu dimulai dari sebuah usaha dan harapan...Tapi itu sudah kumulai sejak lama
Namun yang kudapat sekarang hanyalah kejenuhan.
Jenuh untuk membaca isi hatiku sendiri, jenuh untuk berpikir, dan jenuh untuk menulis apa yang kupikir.
Jika hanya itu, mungkin memang lebih baik aku pergi dari dunia imajinasi ini.
Meski aku sendiri tidak tahu dari mana asal semua ini...
Namun, jika ini adalah sesuatu yang tidak bisa kutolak, tak ada gunanya juga aku menghindar...
Sebuah penyangkalan adalah mustahil..
Bahwa aku diciptakan sebagai manusia yang suka berimajinasi
1 Okt 2009
Bencana
Orang yang cerdas adalah mereka yang tahu kematian itu pasti dan akan berada di akhirat nanti untuk selamanya.
Jadi untuk apa, kita masih sombong dan angkuh!!
Kenapa kita masih mengatur apa yang telah diatur oleh Allah!!
Bencana bukanlah kebetulan, ramalan, atau sesuatu yang bisa dicegah...
Tetapi sebagai pertanda bagi kita...
Jika satu kali dalam sebulan adalah pertanda, kenapa untuk yang kedua, ketiga dan berikutnya kita masih juga tidak menyadari kesalahan kita...
Apabila saudara kita disana telah kehilangan harta benda dan orang yang teramat sangat dicintainya, kita yang masih diberi keselamatan oleh yang maha kuasa seharusnya menyadari bahwa itu adalah pertanda agar kita selalu menyayangi orang terdekat kita selagi masih diberi waktu.
Jadi untuk apa, kita masih sombong dan angkuh!!
Kenapa kita masih mengatur apa yang telah diatur oleh Allah!!
Bencana bukanlah kebetulan, ramalan, atau sesuatu yang bisa dicegah...
Tetapi sebagai pertanda bagi kita...
Jika satu kali dalam sebulan adalah pertanda, kenapa untuk yang kedua, ketiga dan berikutnya kita masih juga tidak menyadari kesalahan kita...
Apabila saudara kita disana telah kehilangan harta benda dan orang yang teramat sangat dicintainya, kita yang masih diberi keselamatan oleh yang maha kuasa seharusnya menyadari bahwa itu adalah pertanda agar kita selalu menyayangi orang terdekat kita selagi masih diberi waktu.
23 Sep 2009
Syair pemuda pinggir
Bangkitlah sobat yang terpinggirkan,
Nyanyikan lagu kemenangan kita
Jangan takut pada masa lalu dan segala pahit getir ingatan
Karena itu adalah sumber pencarian dentitas diri kita.
Asa kita bukan sekedar warna dalam nyawa dan raga,
Tetapi merupakan basis dalam perjuangan hidup.
Ingatan kita memang diikat oleh simbol yang berbeda,
Kebiasaan kita memang nyeleneh”,
Tapi nantinya pun berangsur menciptakan identitas pribadi.
Yang perlu kita ingat, wahai sobat
adalah proses perubahan yang kita jalani
sama pentingnya dengan sisi perubahan kita nanti.
Masa sekarang sama pentingnya dengan masa depan.
Sebenarnya ujung pencarian kita,
hanyalah pemberian akan satu kasih yang tulus,
karena itu lebih dari cukup untuk mengubah seluruh persepsi
tentang tabiat kita yang dianggap buruk.
Nyanyikan lagu kemenangan kita
Jangan takut pada masa lalu dan segala pahit getir ingatan
Karena itu adalah sumber pencarian dentitas diri kita.
Asa kita bukan sekedar warna dalam nyawa dan raga,
Tetapi merupakan basis dalam perjuangan hidup.
Ingatan kita memang diikat oleh simbol yang berbeda,
Kebiasaan kita memang nyeleneh”,
Tapi nantinya pun berangsur menciptakan identitas pribadi.
Yang perlu kita ingat, wahai sobat
adalah proses perubahan yang kita jalani
sama pentingnya dengan sisi perubahan kita nanti.
Masa sekarang sama pentingnya dengan masa depan.
Sebenarnya ujung pencarian kita,
hanyalah pemberian akan satu kasih yang tulus,
karena itu lebih dari cukup untuk mengubah seluruh persepsi
tentang tabiat kita yang dianggap buruk.
pic...
Rintihan Suara Hati
16 Sep 2009
bagaimana anda 'menikmati' Ramadhan ini ??

Sahabat, ada banyak saudara-saudara kita, yang melampaui hari-hari ramadhan sama beratnya bahkan mungkin jauh lebih berat, dari perjuangan mereka setiap hari di bulan-bulan lain.
Apa yang kita bagi, mungkin hanya sedikit dari nikmat Allah Subhanahu Wata'ala berikan pada kita.
Namun makna dan harganya bagi mereka, sungguh jauh berbeda....
Semuanya tergantung bagaimana anda akan 'menikmati' Ramadhan ini ??
Baju lebaran keluarga [Kita]= 6 bulan makan [mereka]
Liburan lebaran keluarga [Kita]= Sekolah 1 tahun [Mereka]
Bonus THR [Anda] = Biaya hidup sekeluarga 1 tahun [Mereka]
Ketupat, opor, rendang, dll [Anda] = Nasi aking + garam sebulan [Mereka]
pic...
Rintihan Suara Hati
13 Sep 2009
Salute for SLANK

Gokil!!!...emang tua2 keladi group band SLANK, "makin tua malah makin jadi"!!!
Kirain udah mulai tenggelam kiprahnya, tapi dengan 'Rock In USA"...tambah mantap aja kefanatikan gw terhadap band ini.
Mungkin emang ada band2 Indonesia sekarang yang pernah berkiprah di luar negeri, tapi meski gw cuma liat sekilas....SLANK tetap ga' ada duanya deh,
untuk versi band Indonesia...SLANK udah kya' band luar negeri benaran (menurut gw seeh)...
Bayangin aja, semua lagu2 yang dulu pernah tenar dan kena di hati para Slankers dibawain ke dalam bahasa 'bule', seperti lagu "terlalu manis" yang jadi tambah manis kedengaranya.
Salute for SLANK
Mahkluk Ilahi yang paling Afdhal

Jika Malaikat dikatakan mahkluk Ilahi yang paling Afdhal, adalah sebuah kewajaran...karena telah melihat indahnya surga.
Nabi dan Rasul juga telah merasakan getaran surga.
Para sahabat dan orang terdekat Nabi telah melihat berbagai mukzizat yang ditunjukkan.
Tapi berbahagialah bagi mereka yang tidak pernah melihat surga dan bertemu dengan para Nabi,....namun mengimani dan bershalawat padanya.
9 Sep 2009
Mengupayakan Peran Mahasiswa Secara Optimal Untuk Mengawasi Pemerintahan

Mahasiswa adalah golongan muda dari kaum terpelajar, tidak pelak lagi mereka merupakan generasi penerus bangsa. Dari hal itu telah jelas, kewajiban mahasiswa dalam negara ini adalah memberikan kontribusi serta perhatian dalam jalannya pemerintahan. Mengawasi dalam artian, apakah pemerintahan di negara ini telah berjalan dengan semestinya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yang secara khusus berarti, mahasiswa perlu memberikan perhatian pada wakil rakyat yang duduk di bangku pemerintahan, apakah mereka sudah memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia dengan benar dan tidak melakukan penyelewengan.
Sejarah juga telah membuktikan bahwa mahasiswa merupakan generasi intelek penerus bangsa yang dalam beberapa situasi memberikan sumbangsih dan kepekaannya untuk mengkritisi nasib bangsa kita. Mahasiswa pernah jadi garda terdepan yang menyuarakan perubahan, seperti ketika berhasil menglengserkan kebobrokan pemerintahan orde baru pada tahun 1998. Saat itu, mahasiswa hadir karena rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang tinggi kepada bangsa Indonesia, peduli terhadap nasib bangsa dan mencintai seluruh nasib rakyat-rakyat di dalamnya.
Dan di masa pemerintahan sekarang ini, mahasiswa tetap harus berperan sebagai pihak yang wajib ikut andil dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Mereka harus menjadi kelompok yang mengkritisi setiap hal yang berkaitan tentang penyelewengan dan pelanggaran hukum dalam pemerintahan, serta menanggapi segala kebijakan yang dibuat para pemimpin kita dalam kesejahteraan bangsa ini. Apabila sampai terjadi para pemimpin Negara ini mengacuhkan aspirasi rakyat, mahasiswa harus kembali berdiri di garis terdepan yang akan menyuarakan keluhan rakyat Indonesia kepada Negara.
Marilah mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, sadarilah bahwa masa muda kita merupakan jenjang kehidupan yang sudah seharusnya memiliki kematangan jasmani, perasaan dan akal, yang sangat wajar untuk memiliki potensi besar untuk menyuarakan aspirasi. Kita harus memiliki kepekaan tinggi dan pemikiran kritis demi menciptakan kesejahteraan bangsa ini. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak kita. Baik buruknya nasib negara ini kelak, bergantung pada kondisi kita sebagai mahasiswa sekarang ini.
Sebagai insan akademis, kita harus selalu mengasah kekuatan intelektual agar memiliki nalar yang lebih peka dan rasional, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengawasan pemerintahan. Sehingga kita dapat mengemban secara total konsekuensi dan tuntutan terhadap kita sebagai seorang mahasiswa yang menjadi penyalur aspirasi rakyat terhadap pemrintah.
Semoga kita dapat menjadi mahasiswa yang mapan dalam berpikir, tidak sekedar memikirkan kepentingan akademis semata, namun jauh tersirat dalam benak kita tentang arti dari kualitas kita yang mampu mengabdi terhadap masyarakat dengan mengawasi pemerintahan. Namun yang tidak kalah pentingnya, selain mampu mengawasi dan mengkritisi pemerintahan, kita juga harus menjadi bagian dari upaya penyelesaiannya. Dengan begitu dapat tercipta secara optimal peran kita sebagai mahasiswa yang harus mengawasi pemerintahan.
'Kau tidak akan tahu, jika tidak pernah mencoba'

Lo konyol seeh,
Udah tau 'bonyok' udah ga' ada duit, masih aja gede niat lo buat sekolah jauh2 sampai injak tanah Jakarte segale??
mestinya, STM aja udah cukup kaleee buat lo....apalagi paling2 selesai kliah lo juga nganggur, dan itu iya klo lo kelar..!!!
parahnya lagi...orang kaya' elo kan 'gagap' klo liat 'gemerlap' dan suasana pergaulan ibukota, masa' lo cuma mau ngandalin mimpi dan isi 'otak' lo yang selalu berimajinasi ga' jelas.
Urusan cw,ha..ha...sampai sekarang kehidupan lo masih 'mirip' dengan balada sedih 'pupus' nya baladewa.
Eh..selama kliah lo juga 'katro' banget..hidup di kota, lo buat kaya hidup di dusun..
'Say no' ke mall, makanan 'siap saji' barang langka buat lo, selalu sembunyi dari keramaian, lo ga' tau gaulnya anak kota,...parah buanget lo!!!!
Mentok-mentoknya waktu luang lo habisin di gramed atau ke warnet, dengan alasan biar nambah wawasan dan ga' gaptek2 amat, yang malah menambah mimpi2 dan inspirasi yang ga' jelas di otak lo.
Ada baiknya juga seeh, karena keadaan itu membuat lo lebih sering curhat dan mengingat waktu untuk mengadu kepada Ilahi.
Untuk berteman, lo emang ga' milih-milih dan bergaul dengan siapa saja...tapi selalu so' megang prinsip..(yang kata orang)lo jadi bingung sama prinsip yang buat lo linglung sendiri.
Untuk kehidupan kampus, lo seperti seonggok benda yang terpisah dari berbongkah-bongkah benda lain yang berkilau. Merasa 'the best' yang sebenarnya hanya 'the beast' yang ga' dianggap.
Lo nekat belain2 atau terpaksa untuk selalu jadi pejalan kaki setia, emang lo pikir sekarang jaman kuda yg ga' ada angkot, atau ga' ada ojeck meski jalan becek....???
Siang bolong, panas terik, nekat aja berjalan kaki yang jaraknya beratus-ratus meter menuju tempat yang ga' jelas, atau menuju kosan lo yang 'puruk'.
Maksudnya biar ada cerita ?? nyari inspirasi?? atau jadi gembel dan orgil aja sekalian!!!
Sehari-hari lo makan seadanya, apa aja yang ada dan yang penting halal....
Maksudnya mau menjadi mahasiswa sederhana yang gemar berhemat, tapi sebenarnya ga' segitunya kalee, otak lo yang buat lo miskin...
buktinya lo pernah lebih mentingin tembakau, benda laknat, dan hal-hal ga' jelas lainya daripada makan 3 kali sehari...meski itu dulu!!!
Akhirnya emang muncul sedikit ilham yang baik di otak lo, berpikir untuk mengisi waktu sehari-hari yang tidak bermanfaat dengan seabrek aktifitas yang dapat membuat lo lupa untuk berpikir yang tidak ada manfaatnya. Apapun itu, meski yang berawal dari niat, hobby, ambisi, mimpi, atau emang ngasal aja.
Tapi, seabrek aktifitas itu malah membuat seluruh raga dan pikiran lo melewati batas titik lelah, yang efek sampingnya dapat membuat lo 'drop dan kecewa' jika sekali saja gagal atau berhenti.
Parah,...parah...
Segitu naas nya kehidupan lo sebagai mahasiswa di kota metropolitan ini, emang apa yang lo dapat hingga sekarang ini???
Kata lo seeh buanyak, lo yakin semua itu merubah diri lo yang sekarang, lo pikir banyak dapat pengalaman yang berarti buat kehidupan lo nanti,..
"Tapi, itu kan kata lo"...('kita'??? engga'..!!!..lo aja kaleee..)
Ya udah lah, sekarang InsyaAllah tinggal menghitung hari lo dikatakan sebagai seorang mahasiswa, dan setelah itu mudah-mudahan lo dapat meneruskan perjuangan untuk kehidupan yang baru, atau membuktikan dirimu yang baru pula.
Tapi jangan senang dulu, sebelum waktu itu tiba...semua hal dapat saja terjadi bukan???
Setidaknya gw yakin, lo pasti pantang menyerah mewujudkan asa untuk menjadi sebuah kepastian, meski orang mengatakan itu hanyalah mimpi, kebodohan, dan lain sebagainya.
Lanjutkan perjuanganmu Bro, 'Kau tidak akan tahu, jika tidak pernah mencoba'
pic...
Rintihan Suara Hati
7 Sep 2009
Just Opini...

Gw pernah dengar (InsyaAllah benar), olahraga beladiri yang pernah disebut nabi Muhammad adalah Gulat. "Apa yang pernah dikatakanya pastilah yang paling baik bagi umat manusia".
Setelah memikirkan secara seksama dan memetik pengalaman beberapa kali,...benar juga y?
Olahraga beladiri yang paling lengkap adalah yang dilengkapi dengan jurus bantingan, kuncian, perkelahian bawah atau gulat.
Kalo cuma nendang dan mukul, rasanya menguras tenaga dan yang lebih keliatan adalah aksi kasar,saling benturan fisik,.."kalah menang...paling ga' bonyok".
Tapi, jika kita juga atau lebih menguasai teknik bantingan, dan kuncian...rasanya akan lebih mudah mengalahkan lawan tanpa perlu buang banyak tenaga dan berbenturan fisik...
Secara umum, perkelahian jalan yang sering terjadi juga dalam bentuk bergulat (pertarungan bawah).
Ehm...pantas saja jika di kemudian hari olaharaga seperti Brazilian JiuJitsu akan banyak peminatnya.
Tapi tentu saja, yang paling baik adalah jika kita dapat menguasai semua cara beladiri.
Sansho + BJJ = Mantabbb.....
3 Sep 2009
Saykoji : MALAYSIA.. YOU COPY MY STYLE... AGAINNNN!!!

You copy my style
You copy again
Apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
Ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
But sooner or later i gotta take my stand
Udah bolak balik sampe balik kebolak
Temen gue sampe keselek pas makan kolak
Lagi lagi berulang ulang terus terjadi
Tetangga bikin ulah lagi bikin sakit hati
Suka ngaku ngaku kagak malu malu
Punya indonesia di klaim satu satu
Apa memang kalian yang gak mampu mampu
Buat budaya sendiri efek gak ampuh ampuh
Baca rambu rambu, bangsaku berbudi luhur
Tapi usik terus, reputasi mu masuk kubur
Jujur gue bangga jujur gue bersyukur
Elo ngaku ngaku berarti progress lo mundur
Panas ku bertutur kreasi bicara
Walau sudah jelas identitas ku dijarah
Joe farizal aja bisa minta maap
Masa yang lain kagak nyadar kagak tanggap
You copy my style
You copy again
Apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
Ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
But sooner or later i gotta take my stand
Bukan mo sok nasionalis sombong mengangkat alis
Bukan mo sok gangster bukan sok sadis
Walau lagi ngetop bukan gue sok ngartis
Tapi bales pake lagu paling praktis
Marah marah di internet, udah pasaran
Ngomel ngomel di pasar kagak sabaran
Kaya cacing kepanasan jenggot kebakaran
Rasanya gatel pengen ngasih tamparan
Tapi gue orang nya cinta damai
Walau rasanya sulit untuk santai
Amunisi di samping nyiur melambai
Pakai musik rap ku siap membantai
Memang satu rumpun masih sama melayu
Tapi melayu saykoji keras dan gak kemayu
Selendang rocker ku agak mendayu
Tapi coba ajak gue battle rap ayuk!!
You copy my style
You copy again
Apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
Ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
But sooner or later i gotta take my stand
pic...
Rintihan Suara Hati
Sajak Sebatang Lisong - WS Rendra

Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka
Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.
Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan,
tanpa pepohonan,
tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.
…………………
Menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.
Dan di langit;
para tekhnokrat berkata :
bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor
Gunung-gunung menjulang.
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat
protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.
Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon,
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.
…………………
Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.
19 Agustus 1977
ITB Bandung
Potret Pembangunan dalam Puisi
(Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung, dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta”, yang disutradarai oleh Sumandjaya)
pic...
Rintihan Suara Hati
31 Agu 2009
Titip Rindu Untuk Ema'
Dia yang kupanggil ema'. Yang sedari aku kecil hingga kini kasihnya masih membekas, dan ku yakin tak lekang dihela waktu.
Bagiku Ema' adalah luapan kasih sayangku yang takkan sirna.
Kapanpun saya melihat seorang ibu yang sudah mulai lemah dengan usianya yang semakin renta, saya terkenang ema'.
Ema'ku yang kini terpisah jarak ribuan kilo. Ema'ku yang masih setia berada di tanah perantauan. Tinggalkan desa atau kampung yang berada di Sumatera Barat sana. Sementara aku, juga terbuang jauh di tanah rantau yang lain, demi menuntut ilmu, nasip dan masa depan.
Jika nanti nasipku berjaya, mungkin itu karena usaha dan segala amal kebaikanku yang pernah tersirat.
Namun, itu semua tanpa melupakan doa ema'ku yang kerap membasahi sejadahnya dengan tangis harap untuk kebahagiaan anaknya.
ku titipkan hidupku kepada Allah...

Betapa bahagianya seorang penyair meski dunia tidak mengatakan itu...
Karena tuntutan dunia lah yang membuat seorang penyair bersandiwara dengan fitrahnya, menampakkan segalanya dengan perasaan meski itu bukan suara hatinya. Dia berperan sebagai orang 'gila' padahal ia cerdas, berperan sebagai pengecut padahal ia berani, berperan bahagia padahal ia menderita. Ia juga dapat berperan sebagai pecinta, yang menekan getaran cinta dihati untuk kebahagiaan orang lain.
Penyairlah yang akan mendengar suara kalbu yang terucap dari mulut, merasakan jiwa dan ruh dari tubuh.
Salute buat Penyair yang menulis Syair ini. Tulisanya bijak, karena menyentuh segala aspek dari sastra, roman yang berbalut getir kemudian tak lupa untaian petuah satir.
"Aku hidup bebas, tertawa dan menangis sesuka hatiku. Bebas mengatur langkah-langkahku, mengangkat kepala dan berahasia, serta menulis sesuka hatiku. Aku juga bebas meninggalkan karya-karyaku tanpa harus menyesal. Aku bebas menciptakan tulisan tanpa tergantung pujian dari sastrawan juga tidak tergantung sanjungan dari para 'pembesar'.
Aku katakan, "aku lebih senang hidup terhina dalam pandangan hidup manusia daripada hidup sebagai budak mereka". Aku tak pernah membenci orang yang membenci diriku dan aku mencintai sesuatu bukan disebabkan kecintaan dan kasih sayang orang kepadaku. Aku mencintai manusia karena kemampuan dan ilmu yang ia miliki dan membenci manusia karena kebodohan dan ketidak mampuannya memahami sesuatu.
Kau tahu, inilah salah satu kelemahan jiwaku. Kelemahan yang aku nikmati dan aku kagumi satu-satunya. Dengan hidup seperti ini, aku memperoleh kenikmatan yang luar biasa dan engkau tak akan mampu mengetahui kenikmatan jiwa yang aku peroleh. Kenikmatan yang aku lihat dengan perasaan bahagia, walupun orang mengumpat dan mengutuki aku. Semua hinaan, sumpah serapah yang ditunjukan kepadaku seperti hujan debu yang jatuh dari atas, menempel pada sorbanku dan jatuh ke tanah, lalu ku injak dengan kedua kakiku.
Wahai 'pembesar-pembesar' disekitarku yang hatinya dipenuhi kebaikan-kebaikan dan kesucian. Kalian harusnya berusaha menjadi manusia yang 'cerdas' seperti yang kalian impikan. Mestinya kalian harus bisa menunjukan jati diri kalian, jangan hanya ikut-ikutan. Kalian harus menjernihkan pikiran-pikiran kalian, jangan sampai terbuai oleh cerita-cerita yang tak jelas arahnya. Kalian harus tampil dan mampu menerangi kegelapan hidup dengan sinar hati yang jernih. Kalian harus mampu menciptakan keceriaan dan kebahagiaan jiwa-jiwa manusia.
Mampu mengalirkam jiwa seni pada setiap penyair dan memenuhi hati mereka dengan keanggunan, keelokan dan pendirian teguh, bisa membuat jiwa-jiwa mereka terbang menuju cakrawala yang tinggi, lalu mampu menjelmakan diri mereka dalam bentuk matahari, bulan dan bintang. Untuk mewujudkan sifat-sifat ini, bukan berarti kalian harus aktif di mahkamah penyair untuk menghakimi para penyair yang kalian anggap bersalah tetapi cukup dengan memahami sifat penyair dan kalian tetap menjadi diri kalian sendiri.
Cukup...
ku cukupkan sampai disini perasaan inginku, anganku, perwujudan dari rasa kecewaku.
Aku adalah lelaki malang yang tidak memiliki sesuatupun yang patut untuk di'bangga'kan seperti kalian. Karena itu diam adalah perhiasan sekaligus perisaiku.
Ya, aku bukanlah orang yang bahagia kecuali dalam pandangan dan perkiraan orang lain. Meskipun jiwaku terbuka untuk kalian, tetapi jiwa kalian tertutup untukku. Aku harus menyembunyikan penderitaan-penderitaanku di hadapan kalian, sehingga ratapan dan rintihan kalian lebih banyak terdengar dari ratapanku untuk kalian.
Mungkin ada orang lain melihatku sebagai orang yang memiliki rahmat dan kasih sayang lebih tinggi daripada kalian, padahal aku tidak memerlukan itu semua. Aku menganggap keselamatan, keberhasilan dan ketenangan jiwa ada dalam sikap pasrah dan tawakkal. Hingga aku bisa merasa tenang dengan penderitaan dan kepedihan yang aku alami. Aku tidak iri dan dengki kepada kalian, kecuali menyangka kalian adalah orang yang berbahagia. Aku selalu memohon kepada Allah agar menyelamatkan kalian dari kegalauan dan penderitaan yang aku alami...
ku titipkan hidupku kepada Allah...
Syair Lirih Buat Kami

Berjalan seorang anak muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip s'batang rumput liar
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan
Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
'Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawaban
Termenung lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan
Tak peduli berusaha lagi
Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat
Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Tak berguna ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Sia-sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap
"maaf ibu..."
Kegagalan

Dari masih bocah, di ajarin untuk jadi orang sukses, di rumah, di sekolah, atau juga di lingkungan.
Di rumah, di ajarin jadi anak yang baik, rajin, ramah, patuh dan disiplin. Pokoknya, di arahkan bisa jadi sukses nantinya. Di sekolah, dari awal udah dikenalin dengan kata sukses, cita-cita yang tinggi dan dapatin nilai yang bagus. Semuanya jadi harapan dari orang tua dan guru. Lingkungan tempat kita tinggal, juga nyiptain kondisi sebagai syarat-syarat orang yang dianggap terpandang, orang yang sukses.
Engga' ada tempat bagi mereka yang gagal.
Sukses udah jadi bagian yang terpenting untuk ngejalanin kehidupan sebagai manusia yang normal. Orang yang gagal, mending enggak usah eksis aja sekalian dan nyingkir dari mereka yang sukses.
Tapi ada kenyatan yang dikutip dari berbagai sumber :
Manusia sejak dari orok, telah belajar menjadi sukses dan telah mempelajari kegagalan secara tidak langsung dari kehidupan sehari-harinya. Walaupun keduanya selalu berjalan beriringan, tetapi sukses adalah hasil selalu menjadi dominan dibandingkan gagal.
Sejak kapan manusia mempelajari kesuksesan dan kegagalan?
Ketika bayi menangis karena mengharapkan ASI dari ibunya, bayi berharap ia akan dapat minum untuk menghilangkan rasa hausnya. Ia akan menangis untuk memberikan isyarat kepada ibunya. Respon ibu sangat penting baginya. Bila sang ibu mengerti dan memberikan ASI nya kondisi seperti ini berarti bahwa ia telah "sukses" untuk mendapatkan ASI untuk menghilangkan rasa hausnya. Bila respon ibu lambat maka ia telah gagal, maka bayi akan menangis lebih keras.
Di sekolah, Anda akan dinilai dari hasil prestasi Anda. Bila Anda mempunyai nilai yang cukup bagus dan masuk diantara rangking 1 dan 5 maka Anda digolongkan sukses, cerdas dan berbakat, tapi bila Anda kenyataan sebaliknya maka kata-kata bodoh menjadi lebih akrab di telinga kita.
Enggak ada masyarakat dimana pun juga dapat menerima orang yang gagal, makanya enggak perlu ngeharapin ada orang yang dapat ngehargain kegagalan, apalagi ngasi hadiah dari produk kegagalan. Artinya, masyarakat lebih menghargai seorang yang sukses dan ngelupain seorang yang gagal.
By the way, arti dari kesuksesan berarti ia telah berhasil mengatasi masalah keuangan, promosi kerja, membina keluarga dan status sosial yang meningkat. Sedangkan untuk orang yang gagal,..."enggak ada seorang pun dapat memahami kegagalanya",
bahkan dihukum dengan kata-kata ;
"Dari dulu juga udah gue bilang..." atau, "Kenapa lo lakuin juga?" atau, "Mendingan lo..."
Banyak orang enggak dapat nerima kenyataan ketika ia dihadapin pada kegagalan, jadinya enggak dapat ngontrol pikiran-pikirannya yang negatif sehingga semakin terperosok dalam lingkaran gagal.
Jangan heran bila kita berjumpa denganya, orang itu kelihatan semakin lusuh yang bukan dikarenakan usianya.
Manusia memang cenderung mempunyai gambaran yang positif didalam pikirannya, tentang hal-hal yang baik yang dapat terjadi dan semuanya dapat berjalan sesuai dengan kenyataan.
Dan bila harapan-harapan itu enggak berjalan sesuai seperti yang diharapkan, maka inilah yang disebut dengan
"gagal".
24 Agu 2009
Doa abu Nawas
Ilahi lastu lilfirdausi ahla,
Walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi,
Fainaka ghafirudz- dzanbil ‘adzimi….
Dzunubi mitslu a’daadir- rimali,
Fahabli taubatan ya Dzal Jalaali,
Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi,
Wa dzanbi zaaidun kaifa –htimali
Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataak,
Muqirran bi dzunubi
Wa qad di’aaka
Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,
Wain tadrud faman narju siwaaka
Duh Gusti… tidak layak aku masuk ke dalam sorga-Mu
Tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
Maka kami mohon taubat dan mohon ampun atas dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa….
Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai,
Maka anegerahilah hamba taubat, wahai Yang Memiliki Keagungan
Dan umur hamba berkurang setiap hari,
Sementara dosa-dosa hamba selalu bertambah, apalah dayaku
Duh Gusti… hamba-Mu penuh maksyiat,
Datang kepada-Mu bersimpuh memohon Ampunan,
Jika Engkau ampuni memang Engkau adalah Pemilik Ampunan,
Tetapi jika Engkau tolak maka kepada siapa lagi aku berharap?
Walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi,
Fainaka ghafirudz- dzanbil ‘adzimi….
Dzunubi mitslu a’daadir- rimali,
Fahabli taubatan ya Dzal Jalaali,
Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi,
Wa dzanbi zaaidun kaifa –htimali
Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataak,
Muqirran bi dzunubi
Wa qad di’aaka
Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,
Wain tadrud faman narju siwaaka
Duh Gusti… tidak layak aku masuk ke dalam sorga-Mu
Tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
Maka kami mohon taubat dan mohon ampun atas dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa….
Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai,
Maka anegerahilah hamba taubat, wahai Yang Memiliki Keagungan
Dan umur hamba berkurang setiap hari,
Sementara dosa-dosa hamba selalu bertambah, apalah dayaku
Duh Gusti… hamba-Mu penuh maksyiat,
Datang kepada-Mu bersimpuh memohon Ampunan,
Jika Engkau ampuni memang Engkau adalah Pemilik Ampunan,
Tetapi jika Engkau tolak maka kepada siapa lagi aku berharap?
Menyapa selamat pagi pada sekolah dasar

Rasanya baru kemarin ema' memandikan diriku di kala pagi jika aku sengaja berleha-leha dan bertampang enggan untuk bergegas menuju kamar mandi. Setelah air untuk mandi selesai dijerang di tungku perapian sederhana yang ada di belakang rumah.
Atau sebelumnya, pasti ada keributan biasa antara aku dan adikku mengenai masalah siapa yang memanaskan diri lebih dekat ke tungku perapian atau siapa yang duluan ke kamar mandi.Selain kami anaknya yang sering bertingkah untuk dibangunkan pagi-pagi.
Biasanya aku tidur kemalaman karena ulah sendiri, jadinya lupa dan hampir telat menyelesaikan tugas sekolah dari bu guru.
Ema' tidak pernah lupa menyiapkan dengan rapi pakaian merah putih itu untuk kukenakkan ke sekolah. Sarapan ala kadarnya sudah pasti tersedia di meja makan.
Aku adalah anaknya yang gagah dengan dadanan rambut disisir ke samping, meski terlihat tambun mengenakan atribut seragam merah putih, namun selalu rapi dan bersih yang jadi keharusan bagi anak dari ema' ku tersayang.
Selanjutnya tidak lupa berpamitan seperti kebiasaanku, berlalu sembari berujar
'ma' iyas berangkat'.
Mengantungi uang 200 perak sudahlah cukup buat bekal siangku di sekolah.
Hanya tas mungil berisi buku-buku pelajaran yang kusandang, tanpa kotak bekal karena hari ini bukanlah hari saptu.
Letak sekolah yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumah bukanlah yang menjadi alasan untuk aku selalu datang lebih pagi, tapi karena ema'yang mengaruskan anaknya untuk tidak pernah telat pergi ke sekolah.
Menyapa selamat pagi pada sekolah dasar yang pernah menjadi saksi bisu, aku adalah bocah yang waktu datang pertama kali ke sekolah ini sambil menangis, bersembunyi di belakang punggung ema', malu karena diantarkan ke tengah-tengah barisan anak-anak sebaya yang sedang melakukan upacara bendera.
Filosofi kawan perantau
Orang berilmu dan beradab takkan diam di kampung halaman.
Dia berani meninggalkan negeri dan merantau ke negri orang.
Dia akan dapat pengganti kerabat dan kawan.
Karena...
Air akan menjadi rusak jika diam dan tertahan, namun jika mengalir akan terlihat jernih.
Singa yang tidak meninggalkan sarang, takkan pernah mendapatkan mangsa.
Anak panah yang tidak meninggalkan busur, takkan pernah kena sasaran.
Jika matahari tidak bergerak, manusia pasti akan bosan melihat langit.
Biji emas hanya bagaikan tanah sebelum digali.
Kayu gaharu hanyalah kayu biasa jika tidak ada yang menemukanya di dalam hutan.
Dia berani meninggalkan negeri dan merantau ke negri orang.
Dia akan dapat pengganti kerabat dan kawan.
Karena...
Air akan menjadi rusak jika diam dan tertahan, namun jika mengalir akan terlihat jernih.
Singa yang tidak meninggalkan sarang, takkan pernah mendapatkan mangsa.
Anak panah yang tidak meninggalkan busur, takkan pernah kena sasaran.
Jika matahari tidak bergerak, manusia pasti akan bosan melihat langit.
Biji emas hanya bagaikan tanah sebelum digali.
Kayu gaharu hanyalah kayu biasa jika tidak ada yang menemukanya di dalam hutan.
Trilogi Manusia
Manusia hanya bisa dibilang 'manusia' jika dilahirkan oleh manusia.
Manusia hanya akan hidup sebagai'manusia' jika hidup dengan manusia.
Manusia hanya akan jadi 'manusia yang baik' jika bisa memberikan hal yang bermanfaat bagi manusia.
Manusia hanya akan hidup sebagai'manusia' jika hidup dengan manusia.
Manusia hanya akan jadi 'manusia yang baik' jika bisa memberikan hal yang bermanfaat bagi manusia.
21 Agu 2009
Selamat Datang Bulan Berkah

Akhirnya datang lagi bulan berkah itu,
5 waktu menjadi terasa sangat berarti.
Kuhampiri rak berdebu tempat tertata guratan ayat-ayat suci.
Derik tasbih menguntai zikir, dikala hening menghembus dinding kamar .
Sedangkan kemarin, aku masih menjadi orang yang lupa...
Lupa bahwa yang wajib itu terdiri dari yang 5,
bukan 4,3,2,1 atau kosong sama sekali.
Sampai sekarang, aku memang tidak lupa cara membaca ayat-ayat itu,
hanya saja aku lupa, kapan pernah membacanya.
Selama ini aku hanya meyakini adanya Dia,
tanpa pernah ingat bahwa bagiNya aku tidak ada apa-apanya.
Akankah bulan ini hanya datang sambil lalu,
menyapa sesaat, kemudian pergi untuk tinggalkan aku yang merugi.
Aku yang melewati hari kemarin tetap seperti hari ini,
lantas apa yang kuharap untuk lusa nanti.
Pantaskah aku angkuh sebagai manusia,
Sedangkan nalarku tidak pandai memaknai waktu.
Aku hanya pantas disebut manusia, sebagai insanNya yang pasti lemah.
Memelas untuk diberi Ridho dan ampunan.
Aku ingat...di tahun yang kemarin,
aku bisa bertemu bulan yang sama seperti tahun yang kemarinya lagi.
Tapi, sadarkah aku....
Jika di bulan ini masih tak pandai bersukur akan waktu,
akankah kujumpai lagi bulan ini di waktu yang nanti.
20 Agu 2009
Pemuda dan Kemerdekaan
Jika merunut sejarah pemuda bangsa ini, dikisahkan bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 para pemuda bangsa ini menyatukan tekad bersama untuk menyatukan Indonesia. Dari sinilah kemudian lahirnya teks Sumpah Pemuda yang sejak duduk di bangku sekolah kita sudah menghapalnya. Pada saat itu, cita-cita pemuda terdengar sederhana namun sangat terpuji, yakni ingin mewujudkan kemerdekaan Indonesia secepatnya. Meskipun kemerdekaan tersebut baru kita capai pada tanggal 17 Agustus 1945, yang pada dasarnya tetap ada korelasi histories dan batiniah antara sumpah pemuda dengan hari kemerdekaan.
Sebagai pemuda yang hidup di zaman kemerdekaan dengan segala kemajuan yang telah dicapai, kita wajib untuk tetap memberikan ikhtiar penuh tenaga bagi upaya-upaya mengisi kemerdekaan. Ada dua pertanyaan yang harus dijawab pemuda bangsa ini yaitu, pertama, apa makna mendasar dari kemerdekaan, kedua, apa kita telah sungguh-sungguh dalam mengisi kemerdekaan dengan jargon reformasi saat ini?
Para pemuda seharusnya memaknai arti kemerdekaan bukan hanya dalam artian yang sempit, tetapi lebih luas sebagai terbebasnya manusia muda Indonesia dari belenggu perbudakan dalam berbagai bentuk dan dimensi realitas. Menurut saya, pada masa sekarang belenggu itu dapat berupa ketergantungan terhadap segala hal yang berasal dari negara-negara maju yang berbeda budaya dengan bangsa kita.
Dengan mudah pemuda sekarang ini bisa mengatakan masalah ketergantungan terhadap segala sesuatu yg berasal dari luar adalah konsekuensi dari globalisasi yang memang harus terjadi. Tapi, sebenarnya itu merupakan pilihan yang harus dilakukan berdasarkan akal nurani kita sendiri “Bagaimana upaya mengisi kemerdekaan negara ini dengan pembangunan yang didasarkan atas rasa cinta tanah air”.
Dalam kenyataanya, pemuda bangsa kita sekarang ini lebih sering mendewa-dewakan sesuatu yang berbau barat. Segala jenis produk barang, hiburan, musik, film yang berasal dari barat dianggap berkualitas dan lebih diminati, dibandingkan budaya kita sendiri yang sebenarnya sangat kaya jika ingin digali.
Pemikiran kaum muda yang bijak adalah yang merasa perlu melakukan filterisasi terhadap segala produk-produk luar, tujuanya agar dapat diselaraskan dengan budaya bangsa kita sendiri. Reformasi jangan sampai diselewengkan sebagai kebebasan yang kebablasan. Masa muda bagi generasi negara ini seharusnya adalah saat untuk mencari jati diri yang diperlukan untuk membangun bangsa, hal itu dapat melalui berbagai sektor kehidupan masyarakat dengan mengutamakan rasa nasionalisme.
Hilangkanlah kelemahan-kelemahan yang masih ada pada diri kita, budaya malas, menungu, seenaknya, asal cepat dan asal beres. Karena kemajuan suatu bangsa dibangun oleh generasi muda yang cinta tanah air dengan berbekal ketekunan, semangat dan kerja keras. Mudah-mudahan tulisan ini berguna bagi upaya memberikan pemaknaan diri kita sebagai pemuda bangsa.
Sebagai pemuda yang hidup di zaman kemerdekaan dengan segala kemajuan yang telah dicapai, kita wajib untuk tetap memberikan ikhtiar penuh tenaga bagi upaya-upaya mengisi kemerdekaan. Ada dua pertanyaan yang harus dijawab pemuda bangsa ini yaitu, pertama, apa makna mendasar dari kemerdekaan, kedua, apa kita telah sungguh-sungguh dalam mengisi kemerdekaan dengan jargon reformasi saat ini?
Para pemuda seharusnya memaknai arti kemerdekaan bukan hanya dalam artian yang sempit, tetapi lebih luas sebagai terbebasnya manusia muda Indonesia dari belenggu perbudakan dalam berbagai bentuk dan dimensi realitas. Menurut saya, pada masa sekarang belenggu itu dapat berupa ketergantungan terhadap segala hal yang berasal dari negara-negara maju yang berbeda budaya dengan bangsa kita.
Dengan mudah pemuda sekarang ini bisa mengatakan masalah ketergantungan terhadap segala sesuatu yg berasal dari luar adalah konsekuensi dari globalisasi yang memang harus terjadi. Tapi, sebenarnya itu merupakan pilihan yang harus dilakukan berdasarkan akal nurani kita sendiri “Bagaimana upaya mengisi kemerdekaan negara ini dengan pembangunan yang didasarkan atas rasa cinta tanah air”.
Dalam kenyataanya, pemuda bangsa kita sekarang ini lebih sering mendewa-dewakan sesuatu yang berbau barat. Segala jenis produk barang, hiburan, musik, film yang berasal dari barat dianggap berkualitas dan lebih diminati, dibandingkan budaya kita sendiri yang sebenarnya sangat kaya jika ingin digali.
Pemikiran kaum muda yang bijak adalah yang merasa perlu melakukan filterisasi terhadap segala produk-produk luar, tujuanya agar dapat diselaraskan dengan budaya bangsa kita sendiri. Reformasi jangan sampai diselewengkan sebagai kebebasan yang kebablasan. Masa muda bagi generasi negara ini seharusnya adalah saat untuk mencari jati diri yang diperlukan untuk membangun bangsa, hal itu dapat melalui berbagai sektor kehidupan masyarakat dengan mengutamakan rasa nasionalisme.
Hilangkanlah kelemahan-kelemahan yang masih ada pada diri kita, budaya malas, menungu, seenaknya, asal cepat dan asal beres. Karena kemajuan suatu bangsa dibangun oleh generasi muda yang cinta tanah air dengan berbekal ketekunan, semangat dan kerja keras. Mudah-mudahan tulisan ini berguna bagi upaya memberikan pemaknaan diri kita sebagai pemuda bangsa.
19 Agu 2009
Tanggung jawab
Beban yang harus dipikul oleh sesorang lelaki adalah 'tanggung jawab'.
Adalah 'kata' yang begitu akrab dengan kehidupan gue, semenjak hidup di tanah rantau.
Tanpa tanggung jawab, mungkin gue udah lama kehilangan arah.
"Gue taat dan sanggup terikat akan sebuah aturan",apalagi jika itu menyangkut tanggung jawab yang gw emban.
Namun, pelaksanaan akan tanggung jawab itu tentunya akan lebih berarti jika dilakukan dengan sepenuh hati. Dan untuk sepenuh hati, perlu 'kemauan' yang hadir sejak awal menerima tanggung jawab.
Gue ga'pernah asal menerima tanggung jawab untuk ngelakuin apa yang gue ga'bisa, kalaupun terpaksa..pasti akan 'ribet' urusanya nanti.
Karena di balik sisi 'taatnya' diri gue, harus ada pula sisi 'kebebasan'...
..."kebebasan untuk melakukan apa saja yang gue anggap baik"..
Kalau ada tanggung jawab yang tidak ingin gw emban, itu karena dikhawtirkan akan berbenturan dengan sisi 'kebebasan' gw yang ingin selalu lepas dan keluar jalur dari segala keterikatan yang ada dalam tanggung jawab itu...
Maafkan aku sobat, aku yang tidak pandai bertutur ini telah mengecewakan sebagai orang yang diberi beban tanggung jawab...
Gue hanya ingin 'bebas' melakukan apa yang gue bisa, tanpa 'ikatan' yang mungkin dapat membatasi.
Tapi masih ada yang perlu diketahui
"Apa yang gw lakukan selama ini, setulus dan semampu mungkin akan apa adanya diri gue...karena itu yang gw bisa"
"Dan bukan sifat gw untuk ngelupain hal berarti yang telah gue dapat"
Thanks for all
Adalah 'kata' yang begitu akrab dengan kehidupan gue, semenjak hidup di tanah rantau.
Tanpa tanggung jawab, mungkin gue udah lama kehilangan arah.
"Gue taat dan sanggup terikat akan sebuah aturan",apalagi jika itu menyangkut tanggung jawab yang gw emban.
Namun, pelaksanaan akan tanggung jawab itu tentunya akan lebih berarti jika dilakukan dengan sepenuh hati. Dan untuk sepenuh hati, perlu 'kemauan' yang hadir sejak awal menerima tanggung jawab.
Gue ga'pernah asal menerima tanggung jawab untuk ngelakuin apa yang gue ga'bisa, kalaupun terpaksa..pasti akan 'ribet' urusanya nanti.
Karena di balik sisi 'taatnya' diri gue, harus ada pula sisi 'kebebasan'...
..."kebebasan untuk melakukan apa saja yang gue anggap baik"..
Kalau ada tanggung jawab yang tidak ingin gw emban, itu karena dikhawtirkan akan berbenturan dengan sisi 'kebebasan' gw yang ingin selalu lepas dan keluar jalur dari segala keterikatan yang ada dalam tanggung jawab itu...
Maafkan aku sobat, aku yang tidak pandai bertutur ini telah mengecewakan sebagai orang yang diberi beban tanggung jawab...
Gue hanya ingin 'bebas' melakukan apa yang gue bisa, tanpa 'ikatan' yang mungkin dapat membatasi.
Tapi masih ada yang perlu diketahui
"Apa yang gw lakukan selama ini, setulus dan semampu mungkin akan apa adanya diri gue...karena itu yang gw bisa"
"Dan bukan sifat gw untuk ngelupain hal berarti yang telah gue dapat"
Thanks for all
15 Agu 2009
tindakan untuk menekan masalah terorisme adalah upaya bersama kita sebagai warga masyarakat
Apapun motif yang diumbar pelakunya, tetaplah terorisme merupakan tindakan yang bertentangan dengan nurani kita sebagai manusia dan umat beragama. Terorisme sudah menjadi permasalahan dunia yang juga meresahkan negara-negara lain, namun yang khusus menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa tindakan berupa insiden pengeboman itu dapat terjadi hingga beberapa kali di negara kita ?.
Selain kekeliruan dalam memahami suatu ideologi, patut disadari juga bahwa situasi dan kondisi suatu negara, seperti masalah pendidikan, ekonomi, pemerintahan juga dapat memungkinkan lahirnya orang-orang yang berkepribadian rentan untuk melakukan tindakan terorisme. Karena tindakan terorisme biasanya menyimpan motif tertentu atas aksi yang dilakukan, dan bisa saja dikarenakan protes terhadap ketimpangan situasi dan kondisi yang dirasakan dalam masyarakat.
Selain itu, saya menganggap masalah terorisme yang terjadi di Indonesia, disebabkan karena komuditas dalam lingkup wilayah kita yang masih mendukung hal-hal yang menyebabkan tumbuhnya masalah terorisme.
Jika dari segi pelaku, dikatakan tindakan terorisme karena pandangan keliru segelintir kelompok masyarakat kita dalam memahami suatu ideologi, maka yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana mengupayakan langkah yang tepat sehubungan dengan menanamkan pemahaman ideologi yang benar kepada masyarakat. Sektor pendidikan agama sangat penting perananya, perlu diawasi dan diajarkan oleh orang-orang yang benar-benar memahami agama secara utuh berdasarkan ajaran kitab suci masing-masing agama.
Dan sekarang ini dikenal sebagai jaman yang canggih dalam penyampaian informasi serta kebebasan dalam mengemukakan pendapat, namun jika hal itu menyangkut khalayak banyak, sepatutnya tetap ada pemilahan dan pengawasan berdasarkan aspek kebenaranya.
Jika dikatakan permasalahan terorisme yang terjadi telah dibawa oleh orang asing ke Negara kita, maka pemerintah harus lebih tegas mengawasi masuknya setiap pendatang ke Negara kita. Dan penyelidikan harus terus diupayakan terhadap siapa saja orang-orang yang patut dicurigai, jangan sampai ada kelengahan dengan hanya menunggu bukti. Untuk itu, komponen-komponen peraturan yang masih menjadi kelemahan dari hukum negara kita perlu ditinjau lagi secara seksama.
Dari semua itu, tindakan untuk menekan masalah terorisme adalah upaya bersama kita sebagai warga masyarakat. Jika kita telah mendapatkan pemahaman yang benar, diharapkan muncul kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang dicurigai dapat menjadi cikal bakal tumbuhnya terorisme. Selanjutnya kewajiban untuk melapor kepada pihak yang terkait merupakan upaya antisipasi agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Selain kekeliruan dalam memahami suatu ideologi, patut disadari juga bahwa situasi dan kondisi suatu negara, seperti masalah pendidikan, ekonomi, pemerintahan juga dapat memungkinkan lahirnya orang-orang yang berkepribadian rentan untuk melakukan tindakan terorisme. Karena tindakan terorisme biasanya menyimpan motif tertentu atas aksi yang dilakukan, dan bisa saja dikarenakan protes terhadap ketimpangan situasi dan kondisi yang dirasakan dalam masyarakat.
Selain itu, saya menganggap masalah terorisme yang terjadi di Indonesia, disebabkan karena komuditas dalam lingkup wilayah kita yang masih mendukung hal-hal yang menyebabkan tumbuhnya masalah terorisme.
Jika dari segi pelaku, dikatakan tindakan terorisme karena pandangan keliru segelintir kelompok masyarakat kita dalam memahami suatu ideologi, maka yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana mengupayakan langkah yang tepat sehubungan dengan menanamkan pemahaman ideologi yang benar kepada masyarakat. Sektor pendidikan agama sangat penting perananya, perlu diawasi dan diajarkan oleh orang-orang yang benar-benar memahami agama secara utuh berdasarkan ajaran kitab suci masing-masing agama.
Dan sekarang ini dikenal sebagai jaman yang canggih dalam penyampaian informasi serta kebebasan dalam mengemukakan pendapat, namun jika hal itu menyangkut khalayak banyak, sepatutnya tetap ada pemilahan dan pengawasan berdasarkan aspek kebenaranya.
Jika dikatakan permasalahan terorisme yang terjadi telah dibawa oleh orang asing ke Negara kita, maka pemerintah harus lebih tegas mengawasi masuknya setiap pendatang ke Negara kita. Dan penyelidikan harus terus diupayakan terhadap siapa saja orang-orang yang patut dicurigai, jangan sampai ada kelengahan dengan hanya menunggu bukti. Untuk itu, komponen-komponen peraturan yang masih menjadi kelemahan dari hukum negara kita perlu ditinjau lagi secara seksama.
Dari semua itu, tindakan untuk menekan masalah terorisme adalah upaya bersama kita sebagai warga masyarakat. Jika kita telah mendapatkan pemahaman yang benar, diharapkan muncul kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang dicurigai dapat menjadi cikal bakal tumbuhnya terorisme. Selanjutnya kewajiban untuk melapor kepada pihak yang terkait merupakan upaya antisipasi agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi di kemudian hari.
4 Agu 2009
ada obsesi ada jalan atau tidak sama sekali........

Semenjak awal menginjakan kaki di tanah gersang kota metropolitan ini, gue udah begitu terkesima ngeliat gedung-gedung metropolitan yang menjulang megah, tinggi mencakar langit ibukota. Bukanya gue 'norak' (dikit seeh...), tapi yang lebih menimbulkan kesan... di bangunan yang serupa itu telah tersimpan lama keinginan dan cita-cita masa kecil gue, yang pada waktu itu hanya bisa menyaksikan kemegahan ibukota melalui layar televisi di sebuah rumah kontrakan kecil.
"akankah ada periringan waktu yang akan mengantarkan gue bisa berada pada tingkat paling tinggi dari gedung-gedung pencakar langit tersebut"
Gue yang sekarang ini, udah pernah ngeliat kemegahan berbagai gedung pencakar langit ibu kota, bahkan untuk kesekian kali.
Tapi hingga saat ini aku masih sebagai penonton yang tetap tidak berkurang rasa takjub akan kemegahan metropolitan.
Nantikan aku waktu, akan kukejar dirimu hingga kau sendiri yang perlahan datang menghampiriku...
ada obsesi ada jalan atau tidak sama sekali........
Ummi
Ummi yaa lahnan a'syaqohu
wanasyidan dauman ansyuduhu
Fikulli makanin adzkuruhu
wa-azhollu azhollu uroddiduhu
Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...
Allohu ta'aala aushoni
fissirri walau fil i'laani
Bilbirri laki wal-ihsaani...
Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy...
wanasyidan dauman ansyuduhu
Fikulli makanin adzkuruhu
wa-azhollu azhollu uroddiduhu
Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...
Allohu ta'aala aushoni
fissirri walau fil i'laani
Bilbirri laki wal-ihsaani...
Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy...
pic...
Rintihan Suara Hati
"Kebijakan dan kecermatan SBY sedang diuji dalam membentuk kabinet yang professional, efektif dan efisien"
Koalisi besar yang sebelumnya dibangun oleh SBY pada awalnya bertujuan untuk memuluskan langkahnya ke kursi jabatan presiden, namun hal itu bisa menyulitkan dalam menyusun kabinet ketika dia akhirnya terpilih kembali sebagai presiden. Karena tidak dapat dipungkiri akan ada kepentingan yang cukup kuat di antara partai-partai politik pendukung SBY dalam Pilpres 2009 tersebut. Masing-masing partai politik tentunya ingin menempatkan kadernya di posisi paling strategis di kabinet, sehingga dapat menyebabkan tarik menarik antar kepentingan yang berbeda-beda.
Terlepas dari hal itu, masyarakat tetap menginginkan SBY nantinya tidak hanya melatar belakangi pilihanya atas dasar kader yang berasal dari partai-partai politik pendukungnya saja, tetapi juga memprioritaskan keprofesionalan kader yang akan dipilihnya. Diantara beberapa keinginan yang dibebankan kepadanya, langkah bijak yang sebaiknya diambil SBY yaitu tetap harus menjaga keseimbangan komposisi antara dua unsur itu. Kenyataan yang akan membuktikan, apakah SBY nantinya pantas disebut sebagai presiden yang memiliki kebijakan yang cermat dalam membentuk kabinet, karena dapat memilih kader dari partai politiknya yang juga teruji keprofessionalanya.
Syarat keprofesionalan masing-masing kader yang dipilih juga dapat dilihat dari berbagai sisi, seperti jenis pekerjaan yang akan diemban harus sesuai dengan keahlian sebelumnya yang ditekuni, namun dalam hal ini bisa saja akan terdapat beberapa kandidat yang memenuhi persyaratan. Untuk itu, SBY harus memilih yang terbaik diantara mereka dengan menilik mana yang mempunyai pandangan atau cara pikir yang dibutuhan bangsa dan Negara saat ini.
SBY pun dirasa perlu merampingkan kabinetnya dengan jumlah yang lebih sederhana, hal itu dimaksudkan untuk memperlincah gerakan SBY pada saat memimpin kabinetnya nanti. Bagian-bagian yang mewadahi permasalahan serupa sebaiknya disatukan dalam satu tanggung jawab, agar birokrasi yang diperlukan nanti tidak rumit dan tidak melalui proses panjang. Artinya SBY juga harus dapat menciptakan kabinet efisien yang justru akan meningkatkan keefektifan kinerja pada saat menjalankan roda pemerintahan nantinya.
Sebagai masyarakat kita dapat kritis menyalurkan aspirasi melalui jalur-jalur yang telah ditentukan, selanjutnya tinggal menunggu bagaimana kebijakan dan kecermatan SBY yang sedang diuji dalam membentuk kabinet pemerintahan yang professional, efektif dan efisien serta berdaya guna bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depanya.
Terlepas dari hal itu, masyarakat tetap menginginkan SBY nantinya tidak hanya melatar belakangi pilihanya atas dasar kader yang berasal dari partai-partai politik pendukungnya saja, tetapi juga memprioritaskan keprofesionalan kader yang akan dipilihnya. Diantara beberapa keinginan yang dibebankan kepadanya, langkah bijak yang sebaiknya diambil SBY yaitu tetap harus menjaga keseimbangan komposisi antara dua unsur itu. Kenyataan yang akan membuktikan, apakah SBY nantinya pantas disebut sebagai presiden yang memiliki kebijakan yang cermat dalam membentuk kabinet, karena dapat memilih kader dari partai politiknya yang juga teruji keprofessionalanya.
Syarat keprofesionalan masing-masing kader yang dipilih juga dapat dilihat dari berbagai sisi, seperti jenis pekerjaan yang akan diemban harus sesuai dengan keahlian sebelumnya yang ditekuni, namun dalam hal ini bisa saja akan terdapat beberapa kandidat yang memenuhi persyaratan. Untuk itu, SBY harus memilih yang terbaik diantara mereka dengan menilik mana yang mempunyai pandangan atau cara pikir yang dibutuhan bangsa dan Negara saat ini.
SBY pun dirasa perlu merampingkan kabinetnya dengan jumlah yang lebih sederhana, hal itu dimaksudkan untuk memperlincah gerakan SBY pada saat memimpin kabinetnya nanti. Bagian-bagian yang mewadahi permasalahan serupa sebaiknya disatukan dalam satu tanggung jawab, agar birokrasi yang diperlukan nanti tidak rumit dan tidak melalui proses panjang. Artinya SBY juga harus dapat menciptakan kabinet efisien yang justru akan meningkatkan keefektifan kinerja pada saat menjalankan roda pemerintahan nantinya.
Sebagai masyarakat kita dapat kritis menyalurkan aspirasi melalui jalur-jalur yang telah ditentukan, selanjutnya tinggal menunggu bagaimana kebijakan dan kecermatan SBY yang sedang diuji dalam membentuk kabinet pemerintahan yang professional, efektif dan efisien serta berdaya guna bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depanya.
pic...
Tulisan Surat Kabar
Profesi yang cocok untuk tipe kepribadian introvert

Meski terlihat sebagai pribadi yang menutup diri dan pendiam, sebenarnya tipe introvert merupakan pribadi yang menarik, kreatif, dan berharga, jika perusahaan tahu di mana tipe kepribadian seperti ini senang bekerja.
Tipe kepribadian introvert umumnya tak menyukai kegiatan yang mengharuskannya bertemu banyak orang atau kegiatan yang mengharuskannya bersosialisasi. Ketika seorang introvert menemukan pekerjaan yang ia senangi dan ia memang berbakat di bidang tersebut, ia akan menjadi aset perusahaan yang berharga.
Introvert sering diasosiasikan dengan pemalu, namun pada kenyataannya tak selalu begitu. Menurut psikolog asal Swiss yang juga menemukan istilah “introvert”, Carl Jung, introvert adalah tipe kepribadian yang lebih suka menyibukkan diri dengan kehidupan di dalam pikirannya dan aktivitas kesendirian ketimbang harus bersosialisasi dengan orang lain. Tipe kepribadian ini memiliki ketertarikan dalam penyelesaian masalah, bekerja secara kreatif ketika sendiri, dan bisa memberikan solusi ketika berpikir tanpa ada gangguan.
Pada dasarnya, para introvert tidak takut bekerja dikelilingi orang lain, namun tipe kepribadian ini hanya memilih untuk bekerja sendirian. Konsultan karier asal Minnesota, JIST Publishing, mengatakan bahwa tipe kepribadian introvert bisa jadi merupakan pemberi solusi yang baik, punya kecenderungan untuk bekerja sebagai analis sistem komputer atau peranti lunak, akuntan, penasihat keuangan, teknik sipil, mekanik, dan desainer grafis.
Beberapa Profesi yang cocok untuk tipe kepribadian introvert, jika dibekali pelatihan yang tepat, antara lain adalah:
Insinyur peranti lunak komputer
Jenis pekerjaan ini menarik minat bagi tipe kepribadian introvert karena profesi semacam ini mengharuskan si pekerja untuk bekerja secara independen untuk menyelesaikan masalah tergantung kebutuhan pengguna peranti lunak tersebut. Jenis pekerjaan ini dibutuhkan ijazah di bidang komputer. Untuk selalu bisa berkompetisi di bidang ini, seseorang harus terus mau meng-update kemampuan dan pengetahuannya sesering mungkin untuk mengikuti perkembangan teknologi.
Akuntan dan auditor
Karena para introvert sangat berbakat dalam memecahkan masalah, mampu menjalankan analisis sendiri, dan mampu mengembangkan strategi jangka panjang, maka profesi akuntan bisa tergolong cocok untuk mereka. Dibutuhkan pendidikan di bidang akuntan dan finansial untuk bisa mendapatkan pekerjaan di bidang ini.
Desainer grafis
Di bidang ini, para pekerjanya bebas menginterpretasikan imajinasinya. Kebanyakan, para rekan kerja atau atasannya akan melihat hasil kerjanya di akhir, dan membiarkan si pekerja mendesain grafisnya sendiri. Bidang yang sangat bertumbuh belakangan ini akan banyak dibutuhkan di bidang periklanan, penciptaan games, atau animasi. Tak selalu diperlukan pendidikan yang amat mendalam di bidang ini.
Teknik sipil
Dengan semakin bertumbuhnya negara, maka akan makin dibutuhkan teknik sipil untuk memperhitungkan segala hal yang butuh perhitungan saat pembangunan bangunan. Dibutuhkan pendidikan khusus di bidang ini, jika menambahkan pengetahuan seputar lingkungan dan green engineering, maka Anda akan menjadi seorang teknik sipil yang amat dicari.
Analis riset pasar
Tipe pekerjaan ini mengumpulkan data bagaimana pasar berpikir dan kecenderungannya, dan hasilnya akan membantu perusahaan untuk menggapai pasarnya. Untuk pekerjaan ini dibutuhkan pelatihan riset metodologi, statistik, marketing, tren sosial, ekonomi, psikologi, dan lainnya. Diperkirakan, profesi ini meningkat sebanyak 20 persen dari tahun 2006 hingga 2016.
Phisicotest

Pendamai
Mudah menerima, suka menyenangkan orang lain, dan mendukung.
Pribadi semacam ini mencoba menyatu dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Penurut, menyesuaikan diri, dan seringkali tak bisa mengendalikan kemarahannya.
Keunggulan : menyenangkan, tenang, murah hati, sabar, menerima, diplomatis, dan berpikiran terbuka.
Kejelekan : terasing, pelupa, keras kepala, obsesif, apatis, pasif-agresif, dan tidak asertif.
Cara bergaul dengan saya : Jika kamu ingin agar saya melakukan sesuatu, cara memintanya sangat penting bagi saya. Saya sangat tidak suka ekspektasi atau tekanan dari orang lain. Saya senang mendengarkan dan melayani, tapi jangan manfaatkan ini.
Dengarkan hingga saya selesai berbicara, meski saya sedikit berbelit-belit. Berikan saya waktu untuk menyelesaikan sesuatu dan mengambil keputusan. Tidak apa-apa, jika kamu mendorong saya degan halus dan tanpa menghakimi.
Berikan saya pertanyaan, hingga saya bisa memahami masalah saya.
Katakanlah jika kamu menyukai penampilan saya.
Saya tidak menolak pujian. Saya suka diskusi yang baik, bukan perdebatan.
Beri tahu saya, bahwa kamu suka pada apa yang telah saya kerjakan atau katakan.
Tertawalah bersama saya dan nikmatilah keceriaan hidup bersama saya.
3 Agu 2009
'Uang' memang segalanya
'Uang' memang bukanlah segalanya, kebahagiaanlah yang paling dicari umat di dunia ini.Tapi, di zaman sekarang..hal itu menjadi teka-teki yang susah untuk dijawab.
"Dapatkah manusia meraih kebahagian tanpa 'uang', sedangkan nyaris/mungkin tidak ada sama sekali umat di dunia yang tidak membutuhkan uang. Apapun itu, patut disadari bahwa segala hal didunia ini dapat/pernah tergadai oleh uang".
Namun dibalik semua itu, ada pula satu hal yang patut disadari. Bahwa sesungguhnya wujud penjelmaan 'serba uang' ke dalam berbagai aspek kehidupanlah yang patut diwaspadai.
yaitu :"'Uang' yang telah merasuki otak dan tanpa disadari menularkan virus 'matrealistis' terhadap pola pikir seorang manusia. Jika hal itu terjadi, sisi 'rohani' akan terpinggirkan, 'rohani' yang tersisa sekedar untuk diingat dan kalaupun diperlihatkan, sekedar mengisyaratkan bahwa kita masih berbentuk manusia".
Saya tidak menafikkan diri, sebagai seorang manusia yang begitu membutuhkan uang. Saya pun mengakui ketidak berdayaan selama ini tanpanya. Namun, dibalik ketidakberdayaan itu, saya mencoba untuk tidak pernah mengeluh dalam kehidupan yang selalu berbalut ke'sederhana'an (jika kata 'miskin' terlalu kasar untuk diutarakan).
Biarlah senyum ini perih dihati, melihat sekeliling yang dipenuhi oleh mereka-mereka yang dimakmurkan oleh 'uang'.
Setidaknya itu dapat menjadi tekad agar ke di masa depan nanti, aku tidak lagi diperdayai oleh uang. Saya selalu berusaha menjadi seorang 'miskin' yang bijak, yang tidak punya tempat mengadu selain selalu berserah diri padaNya. Hanya itu...
Dan semoga di suatu saat nanti, saya dengan apa adanya akan tetap bijak..
Amien ya Allah....
"Dapatkah manusia meraih kebahagian tanpa 'uang', sedangkan nyaris/mungkin tidak ada sama sekali umat di dunia yang tidak membutuhkan uang. Apapun itu, patut disadari bahwa segala hal didunia ini dapat/pernah tergadai oleh uang".
Namun dibalik semua itu, ada pula satu hal yang patut disadari. Bahwa sesungguhnya wujud penjelmaan 'serba uang' ke dalam berbagai aspek kehidupanlah yang patut diwaspadai.
yaitu :"'Uang' yang telah merasuki otak dan tanpa disadari menularkan virus 'matrealistis' terhadap pola pikir seorang manusia. Jika hal itu terjadi, sisi 'rohani' akan terpinggirkan, 'rohani' yang tersisa sekedar untuk diingat dan kalaupun diperlihatkan, sekedar mengisyaratkan bahwa kita masih berbentuk manusia".
Saya tidak menafikkan diri, sebagai seorang manusia yang begitu membutuhkan uang. Saya pun mengakui ketidak berdayaan selama ini tanpanya. Namun, dibalik ketidakberdayaan itu, saya mencoba untuk tidak pernah mengeluh dalam kehidupan yang selalu berbalut ke'sederhana'an (jika kata 'miskin' terlalu kasar untuk diutarakan).
Biarlah senyum ini perih dihati, melihat sekeliling yang dipenuhi oleh mereka-mereka yang dimakmurkan oleh 'uang'.
Setidaknya itu dapat menjadi tekad agar ke di masa depan nanti, aku tidak lagi diperdayai oleh uang. Saya selalu berusaha menjadi seorang 'miskin' yang bijak, yang tidak punya tempat mengadu selain selalu berserah diri padaNya. Hanya itu...
Dan semoga di suatu saat nanti, saya dengan apa adanya akan tetap bijak..
Amien ya Allah....
Langganan:
Postingan (Atom)


