My Adsense

9 Jul 2010

“Ihktiar dan doa” padaNya

Kisah ini berawal dari melihat sebagian kawan-kawanku yang begitu mudahnya mendapatkan dambaan hati, adapun melihat kenyataan dari sebagian kawanku lagi yang meski sampai jungkir balik tapi akhirnya bisa juga mendapatkan kekasih hati yang didamba-dambakanya. Dan dari hal itu aku melihat kenyataan pada diriku sendiri, bahwa hjingga sekarang aku termasuk dari sebagian orang lain yang masih saja terus berjuang untuk mendapatkan apa yang sama seperti kawan-kawanku tadi..
Kalau kata “susah mendapatkan” terlalu menyakitkan, maka saya akan mengganti kata dalam pertanyaan ini menjadi “ kenapa muke gue jauh” untuk bisa mendapatkan kekasih ?? biar terdengar lebih menyakitkan…..
Dari kisah dan pertanyaan yang tersebut di atas, maka akhirnya saya turun gunung untuk menuntut ilmu ke dunia persilatan maya, memasuki lembah suram milik mbah Larry dan Sergey bersaudara. Saya memasuki goa google yang menjadi tempat keramat jin-jin pintar sok tau. Disini saya tidak belajar remeh temeh ilmu fisik seperti bantingan, pitingan, kuncian, tendangan, atau pukulan. Tapi ilmu kanuragan yang lebih sakti agar bisa lebih damai, ga’ perlu gontok-gontokkan ga’ jelas karena emosi tinggi yang disebabkan ga’ ada yang dapat jadi cemceman..
Untuk masuk ke dalam goa google tersebut harus pake kata kunci. Saya sampai berulang kali memasukan kata kunci karena keliru dengan kata kunci “xnx” yang beda penjurusan ilmunya. Untuk masuk goa dengan kata kunci yang seperti itu, sepertinya untuk mereka-mereka yang lebih jago hingga sampai bisa punya nafsu binatang. Tidak bukan ilmu ini yang saya cari, lagian saya juga sudah punya dari sononya. Tapi, untuk ilmu yang akan saya pelajari ini, harusnya kata kunci yang saya pakai adalah “ penyebab jomblo dunia yang amit-amit sampai akhirat”.
Akhirnya setelah bersusah payah dan melalui perjuangan panjang, berhasil juga saya masuk ke dalam goa tersebut dan dinyatakan resmi menjadi murid. Setelah dimandikan air suci oleh sang guru, saya mendapat panggilan kesayangan yang rada-rada kejepang-jepangan “takada mozilaku maugila”.
Sampailah saya pada tahap awal belajar dan berlatih ilmu di goa google, tapi begitu terkejutnya saya !!!. Karena ternyata yang saya pelajari setiap harinya adalah cuma hafalan kalimat yang harus saya ucapkan keras-keras dan harus sampai mengena di hati, karena sang guru begitu pandai membaca pikiran. Tiap hari saya hanya disuruh mengucapkan kalimat “cacingan deh lo jomblo!!”. Sang guru hanya akan menyuruh berhenti jika mulut dan bibir saya ini dirasa sudah benar-benar kelu untuk berkata-kata. Pernah sekali saya mendapatkan hukuman karena secara diam-diam mengubah kalimat yang terucap dalam hati menjadi “kanciang ang jomblo”!!. Saya diberi hukuman dengan harus mengucapkan kalimat “cacingan deh lo jomblo” sambil mengikuti gaya inul daratista lagi goyang ngebor…mampus…
Akhirnya dengan penuh kesabaran dalam menuntut ilmu kampret yang aneh ini, waktu panjang telah terlewati selama saya menuntut ilmu di goa google, sampailah saya pada tahap terakhir. Guru akan memberi rapor kelulusan dengan standar penilaian tertentu yang tidak bisa diganggu gugat. Acara pembagian rapor ini juga terdiri dari beberapa sesi. Sesi pertama adalah adalah sesi penyadaran, sesi awal ini adalah sesi paling menyedihkan karena saya disuruh merenung semua kisah pupus dalam hidup yang pernah terjadi sambil mendengarkan tembang lagu “egokah” dan “cari jodoh” band wali yang diputar secara berurutan, kemudian lagu pamungkas “jomblo” dari band saykoji. Pada saat lagu pamungkas inilah pecah suara tangis saya yang ngebazz, sambil menangis sesekali saya menyumpahi pencipta lagunya, kenapa bisa benar-benar ngepas.
Setelah tangis saya reda, masuklah pada sesi kedua yaitu sesi pemahaman. Saya disuruh menonton film “jomblo” yang dibintangi replika saya si khristian sugiono. Situasipun menjadi mengaharu biru ketika menonton film ini, hati saya remuk redam terbawa emosi menyaksikan jomblowan yang diceritakan dalam film tersebut. Bukan sedih tapi marah ngeliat ada orang bego’ kaya’dia!!!mending kelaut aja orang kaya’ gitu, jangan dikasih hidup, atau tukar aja sama botol ke pemulung……
Sesi pertama dan kedua sudah selesai, maka…eng ing eng..sampailah pada tahap yang paling ditunggu-tunggu “Sesi pembagian rapor kelulusan”. Sebelumnya sang guru terlebih dahulu mengatakan sepatah dua patah kata, yang pada intinya maksud yang dikatakanya adalah “ begitu senang ada satu-satunya orang idiot yang mau menuntut ilmu ke dirinya. Dan pada akhirnya tibalah jua pada waktu perpisahan yang sangat disesalkanya, karena tidak ada lagi yang bisa dibego-begoin. Sang guru mengharapkan apapun hasil yang saya terima dari rapor yang akan dibagikan ini, saya harus tetap tabah karena nilai yang diberikan telah seobyektif mungkin sesuai dengan tingkat ketololan saya yang anguzubila hi minzalik.Pada saat rapor akan dibagikan, guru mungkin akan hilang secara tiba-tiba menggunakan ilmu langkah seribunya yang sakti mandragade”.
Sekonyong-konyong ruangan gelap, tidak mungkin terjadi pemadaman lampu karena di dalam goa ini pencahayaanya menggunakan generator nokia N120. Tapi kejadian itu hanya berselang beberapa detik, setelah ruangan kembli terang saya melihat seisi ruangan telah kosong. Tidak ada sang guru di hadapan saya, seperti janjinya dia akan segera menghilang untuk selamanya ketika rapor ini akan dibagikan. Tidak ada kata lain yang bisa saya katakan, “ terimakasih guru..gw akhirnya juga baru nyadar ada orang yang lebih bego dari gue yang mau ngajarin hal paling tolong seumur hidup gue, bangsat lo!!!”.
Di hadapan saya hanya ada gulungan kulit sapi muda yang sepertinya jika dilebarkan akan berukuran segi empat, seukuran kertas kwarto. Setelah dibuka ternyata tertera tulisan-tulisan di atas lembaran kulit tersebut. Ternyata inilah rapor yang dimaksudkan guru, seperti surat-surat di zaman kisanak kerajaan majapahit. Mungkin biar berkesan jadul banget. Huruf-hurufnya hampir tidak bisa terbaca, tulisan yang sangat jelek mirip cakar ayam, dengan tulisan seperti ini mungkin guru juga berprofesi merangkap sebagai seorang dokter.
Tapi, apa ini?????!!!!!

KAMU DINYATAKAN TIDAK LULUS.
NYESAL PUNYA MURID BEGO’ KAYA’ KAMU!!!.
MAU TAHU KENAPA KAMU TIDAK LULUS?.
KEBODOHAN KAMU SUDAH SANGAT PARAH, DAN AKAN SAYA KEMUKAKAN BEBERAPA ALASAN LAIN LAGI :

Ada beberapa tipe orang yang bakalan terus jadi jomblo. Sejauh ini, berdasarkan ilmu yang saya dalami dan ajarkan selama beratus-ratus tahun, ada beberapa penyebab kenapa seseorang susah dapat pacar. Dan kamu memborong semua penyebab-penyebab itu, parah!!! “ mati aja lo”…

1. Kurang Pergaulan alias kuper
Kamu itu kuper Lingkup pergaulan cuma dengan orang yang itu-itu saja membuat
kamu tidak berkembang, termasuk dalam urusan cari pacar. Kamu tidak punya
banyak. Pilihan.

Sialan, enak aja gue dibilang kuper. Teman gue dari segala penjuru dan aneka ras. Dari kyai sampai preman tanah abang, dari anak kecil sampai yang udah pikun, dari sabang sampai karaoke. Banyak deh…anak punk, rock, sampai dangduters juga pernah gw tongkrongin. Lo mau bilang cimeng sampai cireng, indeks, sapu-sapu, kwetiau. Gini-gini gue gaul abizz gito looh…kalo ada orangnya gue timpuk juga neeh pake batu. Guru biadab!!!

2. Terlalu pemilih
Kamu terlalu menerapkan standar yang tinggi mengenai kriteria gadis yang
Diinginkan. Malah terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan diri kamu. Tipe perfectionist,
akibatnya sudah bisa ditebak. Susah dapat pacar.

Eh, wajar dong!!! Gw akan anak band, anak basket. Tampang two cool abizz, tongkrongan kere n. Apalagi coba??? Kalo ariel bisa dapat luna maya sama cuta tari, gw lebih dong…omas nurmala sama mpo nori juga bisa sampai tergila-gila sama kegentengan gue.

3. Kurang Percaya Diri
Rasa percaya diri (PD) kamu kurang, bisa menyebabkan kamu vakum dalam dunia
percintaan. Susah dapat pacar adalah sesuatu yang pantas bagi kamu.
Bahkan bisa merembet ke dalam aspek kehidupan sosialnya. Bego lo….

Enak aja gue dibilang ga’ PD pake kata bego’ lagi...Gue pede abizzz kaleeee!!!!bego juga dikit. Lagian kenapa harus ga’ pede?? Secara gw punya naluri keartisan yang tinggi, artis ibukota chris jon juga kalah sama gue…

4. Terlalu sibuk dengan pekerjaan
Kesibukan menjadi hal yang lumrah di zaman modern yang serba materialistis ini. Yang jadi masalah adalah seringkali kalu kamu terlalu sibuk bekerja, mengejar karir atau study yang ga’ ada kejelasanya, kamu malah mengesampingkan urusan mencari kekasih. Masih mending kalau kesibukannya masih memungkinkan untuk bertemu. Sedangkan kamu, ada orang yang mau ditemuin aja engga’…apes benar hidup kamu..Harus ikutan “Take me Out” kayaknya,…”bawa saya keluar” lalu buang k tempat sampah!!!

No coment aja gue, lagi emosi tingkat tinggi sama si guru. Bisanya ngatain orang doang, klo ketemu bakalan kena balcagi juga nehh orang. Lagian gimana mau sibuk kerja, kerjaan penganggur kaya gue kan cuma molor aja tiap hari.

5. Terlalu pendiam dan pemalu
Sebagian orang, terutama cewek merasa bingung bagaimana cara menghadapi cowok
pendiam apalagi pemalu. Meski pun ada sebagian orang yang kepincut dengan sosok
pendiam dan cool. Tapi secara keseluruhan sosok cowok pendiam ini agak susah
dapat pacar. Apalagi kamu pendiem juga ga’ pantas, pantasnya gagu. Apalagi
tampang sangar muka batu kaya’ kamu dibilang pemalu, ga’ banget !!.

Sialan, gini-gini gw pendiem makan dalam..diam-diam menghanyutkan. Waktu itu aja gue pernah nenggelamin teman gw sampai semaput gara-gara manggil gue ande folo naka manu. Siapa bilang gw ga’ ikut pemilu….emang sembuarangan aja guru kepalang ajar satu ini kalo ngomong…

6. Terlalu cuek dan nggak pengertian
Dalam menjalin sebuah hubungan, seseorang tentu ingin diperhatikan oleh
pasangannya. Nah, kamu ngapain jaim sama image kamu yang buruk. Meski kamu so’ cuek atau ga’ cuek biar dibilang cool, emang siapa yang mau sama kamu?

Sekarang engkong jaim gue yang dibawa-bawa!!!!wah..wah…bisa ribut sama FBR neh…..

7. Sulit Mengungkapkan cinta
Kalu tidak berani mengungkapkan atau menunjukkan perasaan cinta terhadap orang yang dicintai, bagaimana dia tahu kamu mencintai dia ?
Bego’ juga lo…kalo menggunakan pandangan mata, emang mata kamu punya mulut untuk berbicara..?

Yang bilang mata punya mulut sape?? lo yang bego…!!!bukanya sulit untuk mengungkapkan hanya gw mau tetap cool aja dulu sampai dia yang nembak duluan, secara kitakan artis..emang situ, autis!!!..

8. Menutup diri dan tertutup
Orang-orang yang membuka diri saja belum tentu bisa dapat pacar dengan mudah. Terlebih kamu yang menutup dirinya terhadap orang lain. Emang kamu misterius seeh, kaya pembunuh berantai

Maksud lo gue disuruh telanjang, buka-bukaan. Mau ancurin reputasi gw yang sedang menanjak lo???? Kaya’ gue ga’ tau aja, lo mau meras gw terus turunin pamor gw kan..sorry la yaw..ga’ mempan.


9. Punya banyak kebiasaan buruk
Setiap orang tentu punya sisi buruk, sifat buruk atau kebiasaan buruk. Tapi, kalau kamu terlalu banyak sisi negatifnya, orang jelek juga mikir ulang untuk menjalin hubungan dengan kamu.

Apes banget gue sampai segitunya. Ngupil, boker sambil ngerokok dan dengerin mp3 pake headshet emang kebiasaan negatif, itu namanya trend terupdate..bego lo.

Habis sudah kesabaran saya. Saya telah ditipu. Percuma jauh-jauh datang dengan menghalau banyak rintangan dengan modal kesabaran tinggi. Yang saya dapat cuma teori-teori yang buat saya marah.
Mungkin memang ada benarnya, tapi saya masih merasa itu tadi hanya kalimat- kalimat yang menghakimi saya secara sepihak saja. Niat awal untuk menuntut ilmu malah jadi tuntut pembalasan dendam. Sampai ke lubang semut akan saya cari itu guru dan bertanya sedetail mungkin ke dia
“Kenapa apa yang dikatakanya bisa benar-benar sesuai dengan tabiat saya!!!, lantas apa penawarnya???”

Tiba-tiba saya dikagetkan dengan munculnya seberkas sinar terang dari balik gulungan kulit sapi muda yang tulisanya barusan saja tadi selesai saya baca. Hampir saja kulit itu terlepas dari tangan kalau seandainya tidak erat saya genggam. Satu persatu muncul huruf –huruf yang kemudian terjalin menjadi kalimat-kalimat, menyatu menjadi paragrap-paragrap mengandung arti yang sangat indah dan bermakna.
Seketika wajah saya sumringah, ya saya sudah menemukan ilmu yang saya cari. Ternyata ini maksudnya…ingin saya menarik kembali kalimat-kalimat umpatan yang tadi pernah saya lontarkan kepada sang guru. Beribu-ribu maaf saya haturkan pada mu guru, kini saya sudah mengerti….
Kalimat singkat yang jika diresapi dalam hati akan sangat berarti, hingga selesai segala usaha meraih apa yang dicari di bumi ini.
“Ihktiar dan doa” padaNya

Segala tabiat membedakan aku, kau, kalian dan mereka

Segala tabiat membedakan aku, kau, kalian dan mereka. Perbedaan kepribadian ini yang menentukan cara kita bereaksi terhadap situasi dan kondisi yang sebenarnya secara langsung atau tidak langsung ikut serta dalam membawa pengaruh terhadap diri masing-masing.
Kau mungkin bisa dikatakan memiliki kepribadian tertutup karena lebih suka sendiri dalam segala apa yang kau lalui dalam hidup, meski bukan berarti kau sama sekali tidak pernah suka dengan keramaian. Mereka yang lebih senang menyendiri tidak selamanya selalu berteman sepi, hanya saja dengan sendiri kadang mereka lebih merasakan kedamaian yang sejati.

Tergantung bagaimana tabiat mereka tersebut dapat dimaknai agar dapat diarahkan secara positif. Jika kau dapat memaknai kesendirian, disaat kau menyendiri kau dapat lebih menghargai diri sendiri dengan melakukan apa yang berguna bagi dirimu terlebih dahulu. Karena itu adalah awal sebelum kau dapat melakukan apa yang berguna bagi orang lain.

Kau yang menghargai diri sendiri seharusnya sadar akan waktu yang sangat penting untuk diisi dengan kegiatan bermanfaat, mempunyai semangat untuk berkompetisi secara sportif agar dapat menunjukkan bahwa kau bisa jadi pemenang, tak mengapa kau sangat berambisi untuk membuktikan bahwa dirimu dapat berhasil, kau pun boleh sangat agresif untuk segala hal yang bermanfaat bagi dirimu, tentunya kau harus menajdi bekerja keras untuk meraih apa yang kau ingin, kau juga selalu menetapkan target yang tinggi bagi diri ke depanya agar lebih kuat dalam memotivasi diri.

Dengan memahami diri sendiri terlebih dahulu, di satu sisi kau jarang gusar terhadap berbagai masalah. Meski di sisi lain, terkadang ambisimu itu membuat kau tidak tenang dan kurang santai menjalani hidup, mungkin karena kau takut berlebihan untuk terlalu santai hingga akhirnya waktu terbuang sia-sia saja.
Mereka yang mungkin bisa lebih santai memang sepertinya kurang rentan terhadap hidup yang menjemukan. Tapi untuk dirimu, kau bahkan sama sekali tidak pernah merasakan kejemuan jika memang apa yang sedang kau kerjakan adalah apa yang kau suka hingga kau berusaha untuk dapat mengerjakanya secara sempurna, tak menyerah terhadap rintangan yang menghadang.

Manusia mana yang tak pernah terpuruk ?, dan kau akan mengalami ketegangan emosional yang lebih besar saat menghadapi konflik yang tak terpecahkan, tapi yang terpenting bahwa sudah tabiatmu untuk tidak pernah menyerah, hingga selalu mencari cara untuk menyelesaian masalah. Kau tertempa banyak pengalaman yang dapat mendewasakan diri karena temukan dan selesaikan sendiri.

Biarlah apa yang dikatakan mereka yang lain, tapi kau tidak salah untuk tetap menjadi diri sendiri. Meski dianggap penyendiri kau harus tetap tangguh. Yakinlah untuk percaya pada diri sendiri, hingga jika kau pernah gagal janganlah pernah menyalahkan apa dari luar dirimu sendiri. Itu semua untuk kau intropeksi kembali apa yang kurang dari dalam diri, hingga kemudian kembali berusaha memacu diri.

Kau bukan tidak pandai beradaptasi secara luwes, hanya kefleksibelan itu harus tetap kau tunjukkan secara tegas dengan apa yang sudah menjadi tabiat benar dirimu. Hingga kau bukan manusia ganda, kau harus selalu dapat menjadi manusia apa adanya menunjukan dirimu terhadap siapa saja. Yakinlah dengan dirimu, tabiat aslimu bagai jaket baja hingga sulit untuk dilepaskan.

Dengan teguh menjadi diri sendiri kau sudah terlatih untuk tidak membiarkan dirimu terombang-ambing oleh lingkungan, karena justru baik-buruknya adalah kau sendiri yang harusnya mengatur. Tabiatmu bukan yang terlalu terbuka, terlalu fleksibel karena itu akan menjadi susah terukur. Karena orang-orang yang berada dalam lingkungan kepribadian seperti itu selalu tidak bisa menunjukkan kualitas kepribadian mereka yang asli.

Dan kalimat penutup dari tulisan ini adalah bahwa “cara pandang setiap orang pastinya berbeda. Apapun perbedaan tabiat manusia, kita tidak boleh menangkap secara sepotong-sepotong. Jika kau pernah peduli terhadap orang terdekatmu atau bahkan ingin menghakimi aku, dia, mereka atau kalian, untuk bisa mengetahui seberapa kepribadianya, maka kau harus menempelnya kemana saja dan melihat bagaimana caranya menghadapi dan mengatasi situasi-situasi kehidupanya. Itu kalau kau benar-benar ingin tahu yang bukan menghakimi dari apa yang tampak luarnya saja”.
………..DONT JUDGE BOOK FROM THE COVER……………..

5 Jul 2010

Aku sedih menangisi kebodohanku........

Jika kau hanya bisa menangis di hati, maka lakukanlah. Mungkin itu lebih pantas untuk jiwa seorang lelaki yang tak boleh berderai air mata. Tapi, jika memang kesedihan itu sudah tak terbendung untuk menumpahkan air matamu yang tak tertahan, maka menangislah. Namun, janganlah kau menangis sebagai seorang lelaki yang cengeng.
Tapi, perkara apa yang hingga dapat membuatmu benar-benar sedih wahai sobat ?. Katakanlah pada kami....
Bukankah untuk masalah kehidupan ini kau sudah begitu kebal, kau yang selalu tegar untuk nestapa yang bukan hanya sekali datang menghadang, kau yang kami tahu adalah orang yang selalu berusaha bangkit setelah terjatuh untuk kesekian kali. Tak pernah kami melihat kau berkeluh kesah apabila sedang dirundung masalah, meski kami tahu itu karena tabiatmu yang lebih ingin sendiri ketika bergelut dengan duka. Tapi apa yang kami katakan ini memang benar, rasanya selama ini kau cukup tangguh dalam hidup.
Kalau begitu hanya tinggal tersisa satu kemungkinan lagi tentang apa sebenarnya yang membuatmu benar-benar sedih sekarang ini. Itu pasti adalah karena masalah perasaan hati, karena kau sudah tidak sanggup menahan kekecewaan yang mendalam terhadap perkara cintamu yang kerap bertepuk sebelah tangan. Benar kan sobat ?.
Tapi jika hal itu juga bukan, lantas kenapa?. Ceritakanlah...

Wahai kawan, terimalah rasa terima kasihku ini. Sebagai orang yang kuanggap teman, kalian begitu tulus ingin berbagi. Ingin turut merasakan kesedihan yang kurasakan kini. Untuk itu baiklah, aku akan coba menjawab semuanya. Kenapa bisa sampai begini yang terjadi padaku.
Aku mungkin tidak setegar yang kalian kira, kerap masalah kehidupan yang terjadi menghempasku bersama duka yang berkepanjangan. Sebagai manusia biasa, aku pastinya pernah terpuruk, pernah terjatuh dan rasanya sudah tak sanggup lagi untuk kembali bangkit. Tapi jika aku dianggap tegar, itu sebenarnya karena kalian yang membuatku menjadi orang yang tangguh. Kalianlah para sahabatku, yang selalu memberikan motivasi untuk jangan pernah menyerah pada nestapa. Kalian yang membuat aku selalu mensukuri segala apa yang diberikan olehNya, entah itu senang maupun duka. Itu semua karena kalian sahabat terkasih yang mengasihiku.
Kalian para sahabat yang begitu mengenalku, hingga tahu bahwa aku sering dikecewakan dengan perasaan hati yang kerap bertepuk sebelah tangan. Aku yang sering kalian lihat bermuram durja, karena hanya bisa menjadi pencuri hati dalam sunyi. Aku memang pernah terjatuh pada kesedihan yang mendalam karena masalah itu. Tapi sahabat, bukan hal itu yang menjadi alasan sekarang ini aku bersedih hati, sama sekali bukan.
Lantas kalian masih ingin tahu yang sebenarnya?.
Meski aku lelaki, aku juga bisa menangis. Apalagi jika kesedihan ini sudah begitu menahun hingga tak sanggup lagi kutahan derai air mata. Puncak kesedihan ini terjadi di dalam shalatku siang tadi, berawal dari perasaan yang sudah tak sanggup lagi menahan penyesalan sebagai manusia hina yang penuh dosa.
Aku selalu berusaha untuk dapat menjadi manusia yang berarti di hadapaNya melalui segala tingkah laku yang kuperbuat di tempat hidupku ini. Tetapi kenapa harapanku tersebut seperti tidak berbading dengan upayaku.
Jika hal itu diandaikan bahwa jiwaku ini selalu ingin berusaha untuk bersih dalam menjalani hidup, tapi kenapa selalu saja aku kembali terjatuh ke kubangan lumpur yang sama. Sedangkan tu bukan jalan diharuskan bagi kita umatNya. Dan jika sudah begitu apalah arti janji pada diri yang pernah kubuat sendiri.
Dia memang maha pemaaf, tapi kesedihan ini telah mendalam karena aku sendiri yang tidak dapat memaafkan diriku dengan segala penyesalan yang selalu datang terlambat. Aku bersedih karena ini bukan masalah remeh, sobat. Meski kerap dianggap sepele oleh kita sebagai manusia yang lemah.
Segalanya bermula dari racun yang sedikit, kemudian berakit-rakit menggerogoti sarafku untuk tidak dapat melepaskanya, meski sebenarnya aku sudah tahu racun tetaplah racun. Aku terus saja nekat maka pantaslah ini semakin mendekat, jadi kebiasaan meski belum berujung pada sakit-sakit. Seharusnya aku sadar nantinya akan lebih parah, jika sudah melekat pekat dalam darah dan perlahan mengerat sekujur tubuh. Karena itulah Dia Yang Maha Penyayang begitu mengharamkan umatnya menyentuh walau secuil benda laknat dengan racunya yang tersamar itu. Tapi kenapa aku masih saja begitu bodoh untuk tidak menghiraukan apa yang telah jelas dikatakanNya.
Aku juga begitu menyayangiNya hingga tetap berusaha mengingatNya dengan melakukan kewajibanNya yang lima. Tapi apakah itu sudah benar jika aku masih saja tetap tidak lepas dari racun yang diharamkanNya. Begitu bodoh diriku ini!!!! yang terus saja berakhir dengan penyesalan, tapi tidak pernah sungguh-sungguh berubah.
Wahai kawan, jadi Inilah masalah yang membuat hatiku benar-benar sedih. sekarang ini. Bukanlah perkara yang sepele karena menyangkut pertanggung jawaban hidup matiku padaNya. Dan masalah ini yang sebenarnya menjadi berperan menjadi runutan terhadap perkara lain seperti kehidupan dan cintaku yang selalu berantakkan. Dia Yang Maha Kuasa tentunya memberikan apa yang sepantasNya kuterima. Jika aku masih begini, sudah pasti akan seperti ini yang kudapat. Karena takdirNya, segala yang telah terbalur bisa saja menjadi babak belur, hancur dan luntur.
Wahai sobat, sebagai manusia kita memang mempunyai dosa dan sisi kelam, tapi aku menangisi diriku sendiri sebagai manusia yang begitu mudah digempur, terbentur kemudian mundur dengan penyesalan. Dari tulisan inipun dapat terbaca bahwa akupun tetap kerap berpetuah, terlantur dengan segala daya upayaku yang selalu ingin berubah ke arah yang lebih baik. Tapi semua itu tidak akan dapat membawa mujur. jika aku masih tetap menajdi manusia yang bersyukur, kemudian terbentur, kembali bertafakur,....selalu begitu-.....

Aku sedih menangisi kebodohanku........

3 Jul 2010

“Jilbab putih lambang kesucian”

“Jilbab putih lambang kesucian”. Aku memilih kalimat singkat namun berarti ini sebagai pembuka tulisan, karena seperti itulah apa yang selalu terbersit di pemikiran setiap pertama kali aku melihat wanita-wanita berjilbab. Tentu saja yang kumaksudkan wanita disini adalah yang luar dalamnya terlihat pantas dengan jilbab yang dikenakanya. Itu juga terlepas dari segilintir opini negatif tentang wanita berjilbab yang berasal dari pemikiran manusia-manusia di zaman maju sekarang ini.

Dan meski 1000% aku sangat yakin akan anjuran Agamaku tentang kewajiban bagi setiap wanita muslim untuk mengenakan jilbab, tapi melalui tulisan ini aku hanya mencoba membahas permasalahan dari sisi umum semampu pemikiranku menelaahnya, yang mungkin pada akhir tulisan akan sedikit dibumbui pengalaman pribadiku yang jujur sebenarnya merupakan asal muasal hingga ingin kumenulis ini.

Alasan yang akan saya utarakan sebenarnya bisa dianggap klise, jikalau ditanya “memang kenapa dengan wanita berjilbab”?. Karena sederhananya semua orang juga tahu bahwa wanita yang benar-benar paham kenapa dia mengenakan jilbab, tentunya adalah wanita yang sangat menjaga kehormatanya. Selain itu, saya mungkin tidak dapat menjelaskan secara panjang lebar mengenai permasalahan ini dari sisi agama, karena sadar dengan pengetahuan agama saya yang masih sekedar dan masih perlu banyak belajar. Tapi saya berkeyakinan bahwa apabila secara logis saja sudah bisa terjelaskan, maka keyakinan nantinya malah akan semakin bertambah setelah kita mempelajari permasalahan ini berdasarkan apa yang tersirat dari ajaran agama. Karena kebenaran Islam adalah mutlak dan abadi.

Secara logis, wanita-wanita yang sungguh-sungguh memahami akan maksud mengenakan jilbab, menurut saya adalah wanita yang mempunyai kepribadian tangguh. Karena harus benar-benar sanggup mematuhi konsekuensi dari jilbab yang telah dikenakanya, meski itu memang merupakan kewajiban yang dianjurkan agama. Atau kata konsekuensi mungkin rasanya kurang pantas, karena dalam bahasa Indonesia kata “konsekuensi” lebih sering disandingkan dengan kalimat-kalimat yang bernada negatif akibat telah melakukan sebuah kesalahan.

Mereka, wanita yang telah sungguh-sungguh berjilbab pun pastinya tidak akan merasa itu adalah sebuah konsekuensi, karena pastinya hanya ada rasa tulus dan ihklas atas apa yang mereka lakukan menurut apa yang telah diwajibkan oleh agama. Maka kewajiban sebagai Insan biarlah tetap menjadi sebuah keharusan yang mutlak, tanpa dirasa sebagai sebuah keterpaksaan yang diembel-embeli konsekuensi dan lain sebagainya. Atau biarlah tulisan dari orang yang sedikit mengerti ini bermain dengan kata-kata yang masih mengandung sedikit kesalahan arti dalam penulisan, tapi semoga kalian yang membaca nantinya dapat memugar sendiri mana yang kurang serasi dan memaknai secara lebih berarti.

Wanita-wanita yang selalu mengenakan jilbabnya di setiap waktu, busana yang mereka kenakan terasa berbeda jika kita lebih sering berada di lingkungan masyarakat dengan budaya yang bercorak kekinian. Entah apa pendapat manusia lain, mungkin saja biasa tanpa ada arti apa-apa, tapi tidak dengan saya. Secara sederhana, semuanya memang bersumber dari alasan yang telah saya kemukakan pada tulisan di atas tadi, tapi secara lebih lanjut ingin saya beri beberapa alasan lain yang masih berasal dari pemikiran saya.

Jilbab itu lambang kesucian. Setiap melihat wanita yang sungguh-sungguh akan jilbab yang dikenakanya, aku yakin mereka teguh pendirian dalam menjalankan syariat yang diwajibkan agama. Itu mencerminkan keimanan, ketaqwaan dan kesungguhan. Di bumi ini, wanita kerap dikatakan sebagai kaum yang lemah dan seperti terkodrat bahwa lelaki adalah sebagai pelindung mereka.

Tapi, rahasia Allah mungkin menggariskan bahwa sisi kewanitaan mereka membuat lemah secara fisik, namun wanita-wanita berjilbab bukanlah wanita yang lemah dalam hal kepribadian. Jika mereka sungguh-sungguh memahami makna suci akan jilbab yang dikenakanya, masa depan mereka akan cerah. Pada intinya, masa depan sejati dari seorang wanita adalah kaum yang akan melahirkan generasi penerus ke bumi ini, tentunya mereka akan mencari lelaki yang sepantasnya untuk melindungi mereka sebagai seorang wanita, lelaki yang dapat menjadi Imam untuk sebuah keluarga yang sakinah kedepanya, lelaki yang nantinya dapat memberi keturunan yang berguna bagi agama, alam serta mahkluk hidup lainya. Benih yang berasal dari seorang Ibu yang beriman dan bertaqwa.

Selama masa pencarianku hingga saat ini, aku sering menaruh hati kepada banyak gadis dengan berbagai kriteriaku sendiri. Tapi yang sungguh-sungguh hanya beberapa dan entah kenapa yang sungguh-sungguh itu selalu tertuju kepada dia-dia yang berjilbab. Di sebalik itu, terkadang hatiku pun sendiri ragu, “apa dengan aku yang begini dapat pantas memiliki mereka”, mungkin sebab itu juga hingga sekarang aku selalu gagal meraih hati dia-dia yang berjilbab. Seandainya mereka tahu, aku yang begini punya alasan tulus dan suci menaruh hati kepada “dia yang dibalik jilbab”.

1 Jul 2010

Otak yang ampuh

Otak yang ampuh adalah otak yang kreatif, damai dan produktif. Otak yang kreatif itu lentur dan imajinatif. Sekalipun berada ditengah kesulitan, otak yang kreatif tidak mudah putus asa, sebaliknya malah membayangkan masa depan yang cerah. Ketika dihadapkan pada persoalan yang sangat sulit, otak yang kreatif akan menjadi inofatif dan menemukan solusi.
Otak yang damai tahu bahwa nature sejatinya adalah kedamaian, dan menjunjung tinggi nilai kedamaian. Otak yang damai tidak hanya bermimpi tapi berupaya untuk mewujudkanya. Otak yang damai menghasilkan informasi yang positif, menyembuhkan, dan pada akhirnya berguna untuk merealisasikan perdamaian.
Otak yang produktif merupakan otak yang bertanggung jawab dengan kepekaan yang tinggi terhadap realitas. Otak yang produktif secara efisien menggunakan kemampuanya, menghabiskan sedikit waktu dalam upaya mengerjakan pekerjaanya secara baik dan tuntas. Otak produktif menetapkan visi atau sasaran serta mencapainya dengan mengelola dirinya secara bertanggung jawab.
Ketika otak menjadi otak yang ampuh, anda akan mampu membedakan suara diri sejati dengan diri palsu anda., dan menjalani kehidupan yang memuaskan diri sejati. Kita akan mampu mengembangkan kemampuan yang menonjol untuk mengumpulkan, menilai dan mengomunikasikan informasi. Informasi yang baik akan dengan sendirinya datang, karena kita punya kemampuan untuk menilai informasi yang berharga dan menggunakanya demi kebaikan sekeliling kita.

29 Jun 2010

Jiplak Lagu bondan

Langkahku, peluhku,iringi ku gapai cita.
Jarak tertempuh, hanya kiasan nominal angka
Bogor-Jakarta, Kereta bukan masalah.
Panas terik terasa, ngerasa bakalansama.
Mencari arah tujuan hidup (ambisionis).
Tak gentar meski rela...merangkak (ironis praktis).
Jarak bukan halangan,ku kan tetap berjuang.
Warung Jambu menuju Depok tarakhir di Gelanggang samudra ancol.
Bogor -Jakarta Whats up bro.

Yeah. Still hot, What’s up Jakarta
Bogor represented;

1 2 3 jarak dan waktu
Antara mimpi dan angan tetap berpacu
Antara cita-cita yo!, tetap melaju
Menembus pagi kemudian angin malam yang menjadi saksi bisu
Ragam ide kaya visi bentuk satu tujuan...
Aku menantang jakarta bersama lirik Fade 2 Black dan Bondan
Maju menjawab semua bentuk halangan
gue Funkadelic Hip Hop Ritmik, jangan kau usik

Detak setiap nadiku memompa kreasi
Agar setiap mimpi tak terdampar dan mati
Banyak jalan menuju Jakarta meski lebih sering jalan kaki,
itulah fakta
Bogor gak mati hempas tantangan kejar realita...
3 2 1, untuk eksistensi
Pergi jauh-jauh mengejar penuh ambisi
Berjalan dengan susah yang penuh dengan distorsi
Jakarta-Bogor-jakarta kuterjang
Kejar reputasi demi sesuap nasi

Dimana.. aku berada..
Everywhere I stand..
Feels like home..

18 Jun 2010

Apa dayaku

Pujaan hati yang ku puja menganggap ku gila karena terlalu memuja dia yang tak memberi asa.
Kau telah menyakiti hati seseorang yang yakin punya rasa melebihi semua yang pernah kau coba.
Dari awal ku mengerti bahwa kau enggan dengan aku yang merasa pasti,
mungkin hanya karena aku memberi arti dengan puisi yang kau anggap tak berarti.
Atau bisa saja aku yqng begini sudah lama kau sabar memendam benci.

Tahukah kau bahwa bisa apakah aku jika rasaku memang seperti ini,
tak bisa berbasa basi meski ada asa yang tersembunyi.
Ku katakan mencintai meski hanya karena feelingku lebih mendominasi.
Kau gadis yang akhirnya memberi jawaban yang sadis,
apakah semiris itu tabiat ku di hadapanmu wahai manis.

Apa dayaku kau jika kau tetap terkenang sebagai pujaan hati yang `pernah ingin kuraih.
Terimaksih karena pernah membuat hari-hatiku bahagia dengan cukup membayangkanmu.
selamat tinggal.

15 Jun 2010

Semua terserah dari jawaban dia yang berserah pada garis takdirNya.

Sebelum dia membaca keseluruhan tulisan ini, terlepas dia perduli atau sebenarnya tidak perduli, aku hanya ingin meyakinkan bahwa aku bukanlah sekedar manusia yang hanya gemar main hati dengan ungkapan syair-syair yang kumengerti sendiri, ini hanya akan terus begini sampai ada kepastian untuk dapat bersua. Dan itu adalah harapan terbesarku yang sampai kini aku tak tahu apa dia akan mengijinkanya, atau mungkin tak kan pernah.

Aku masih bertahan dan sedikitpun belum menyerah, hanya saja aku sudah kehabisan segala kata untuk menulis baris syair apapun. Akhirnya terbukti juga, perasaan hati yang benar-benar dalam akan sulit telukiskan secara lisan. Meski banyak syair yang tercipta dari rasa hati, tapi ada pengecualian untuk perasaanku saat ini..
Ini lebih dikarenakan segalanya terasa sia-sia, apa guna jika segala syair yang tertulis tak terbaca oleh dia, apa daya bila perasaan hati yang diungkapkan tak dianggap sama sekali. Sebenarnya jika mungkin jawabanya memang seperti ini, mungkin juga sudah kutahu dari awal, hanya saja aku rela bertahan meski akhirnya pertanyaan hatiku malah semakin terawang-awang, dan salahkah jika aku terus berusaha untuk mendapatkan jawaban seperti apa yang kuharapkan ?.
Seperti yang sudah-sudah kutuliskan bagaimana semua perasaan ini tak terbaca oleh logika, dan akupun tak tahu mengapa bisa sampai begini. Lantas bukankah perasaan hati memang harus diungkapkan yang kemudian diusahakan dikejar sampai dapat. Lalu dimanakah salahku?.
Jika memang benar “penolakan” yang terjadi, apakah salah jika aku masih berusaha menggapai apa yang diinginkan oleh perasaan hatiku?.
Apakah salah jika aku masih bertahan dan mengupayakan apa yang ku bisa??
“Ini perasaan hati!!! Aku ingin menuruti kata hati!!, mendapatkan belahan hati yang sesuai dengan keinginanku!!, dia yang selama ini terus terbayang-bayang di anganku!!. Atau mungkin lebih pantas jika aku yang menyalahkan dia, kenapa selalu ada dalam pikiranku….tidak bisa seperti itu juga bukan???lantas salah siapa??.
Tentu saja dia bukan pihak yang salah dalam masalah perasaan hatiku ini. Tapi, aku tetap tidak ingin menyalahkan diriku sendiri, karena selama ini aku telah cukup menjadi menusia yang sering merendahkan diri sendiri. Dan tahukah bahwa ternyata sebagian besar pelajaran berharga kudapat dari berbagai kisah pupus yang pernah kualami. Pelajaran untuk semakin memperbaiki tabiat diri tanpa merubah jati diri untuk mencari suatu yang lebih pasti.
Artinya kisah-kisah terdahulu itu yang sekarang aku rasa hanyalah pencarian untuk menemukan satu yang pasti. Karena jika untuk urusan takdir, dari dulu aku selalu percaya. Percaya bahwa Dia Maha penyayang, percaya bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan hambanya, percaya bahwa Dia tahu yang tebaik bagi hambanya. Meskipun aku adalah insan yang tak mampu memahami semuanya, hanya perlahan aku mencoba menarik kesimpulan dari sedikit misteriNya yang sengaja dikuak untuk pembelajaran bagi manusia, pelajaran sederhana yang kuambil dari jalan hidupku sendiri yang telah terjadi hingga sekarang.
Dalam hidup aku yang tak lepas dari dosa, namun sering tak sadar diri untuk terus berteriak minta ini dan itu padaNya. Selalu berkeinginan akan banyak hal yang terkadang bagiku doa bukanlah sebuah kerelaan, tapi rengekan yang terus berbalut keegoan memaksaan keinginan yang ada, meski kesungguhan tetap turut menyertai. Selanjutnya aku yang manusia, terkadang kecewa karena apa yang digariskan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Tapi, ternyata aku salah besar.
Manusia bisa saja berkeinginan tapi tetap Dia yang berkehendak untuk memberikan yang terbaik bagi umatnya. Alhamdullilah jika cita-citaku dulu tidak tercapai, tapi dalam hidup yang sekarang ini aku diberikan yang terbaik untuk aku yang memang seperti ini, atau ada juga yang tidak terjadi secara langsung melainkan perlahan melalui berbagai proses dan rintangan karena itulah cara baik untuk mencapai yang terbaik.
Jadi, dari tulisan ini aku hanya ingin mengungkapkan betapa aku semakin tidak bisa melepas perasaan dan ingatanku terhadap dia, aku juga tidak merasa perasaanku ini adalah sesuatu yang salah. Jika benar dari awal aku sudah ditolak, adalah lumrah dan wajar bagi seorang pejuang terus berusaha untuk kesekian kalinya, selama dikarenakan perasaan tulusku ini malah semakin bertambah yakin bahwa memang dia yang dicari. Pada akhirnya aku tetap manusia yang hanya bisa pasrah dan membiarkan takdirNya yang menentukan segalanya. Aku bisa saja berkeinginan tapi tetap Dia yang berkehendak untuk memberikan yang terbaik bagi ku.
Apakah dia bersedia untuk kuanggap yang terbaik dan dapat menjadi yang terbaik bagiku?. Hanya Allah Yang Maha Tahu.
Tapi ada satu kejujuran yang nantinya khusus ingin kuceritakan pada dia jika boleh aku diijinkan bersua denganya nanti. Bahwa akibat dari perasaan ini, sebenarnya secara tidak langsung dia perlahan menggiringku melalui berbagai proses dan rintangan yang semoga adalah cara yang baik bagiku untuk mencapai yang terbaik. Mungkin perasaan ini dititipkan untuk merubah segala tingkah laku demi jalan hidupku yang lebih baik, meski pda akhirnya aku tidak dapat memilikinya sebagai orang yang terbaik dalam hidupku. Semua terserah dari jawaban dia yang berserah pada garis takdirNya.

11 Jun 2010

bunggo kambang

Den pandang bunggo nan sadang kambang
alah denai pupuk ondeh jo kasih sayang
denai baharo’ lambe’ jo lamo
ka denai ambi’ nan kapamenan
Tumbuah lah tumbuah bungo di jambang,
Kini lah badaun, onde alah baputik.
Denai meragak bungo nan kambang,
Bungo cinto dihati putih.

Kumbang babega,
Datang mandayo,
Bungo nan hanyo den pandang sajo.
Adiak mandayo denai taharo,
Raso katangan lapeh jadinyo.
Maraga’ bungo kambang,
Patah malang nan jadi,
Ramuk hati den mama’,
ka baa juo……

10 Jun 2010

kasih bunda yang sejati

Dengarlah semua kalian yang merupakan anak dari seorang bunda,
sembilan bulan sepuluh hari bunda kalian mengandung di badan diri.
Sakit dan senang bunda tanggungkan sendiri,
demi sebuah harapan akan anak belahan diri.

Padamu bunda, kami bersimpuh sebagai anak yang berbudi.
mewakili ampun beribu ampun kami dan sanak saudara yang turut kau kasihi.
Kami anakmu belahan diri,dari kecil hingga dewasa bunda asuh dengan kasih sejati,
begitu sayang bunda kepada kami meski terkadang kami tetap tak tau diri..

Tuhan, inilah kisah nyata kasih sayang bunda yang telah Kau kodrati,
hingga sampai kapanpun dendang tentang bunda akan tetap selalu sama seperti ini.
Dari yang punya nama besar hingga berjiwa kerdil kenal arti kasih bunda yang sejati.
Entah priyayi atau pencuri tetap mengerti kasih bunda akan abadi.

Syair seorang anak manusia yang jauh dari bunda yang dikasihi.
Kemana badan kan dibawa jika bunda yang jauh hanya dapat dekat di hati.
Tak ada tempat untuk bergantung dan berlindung selain meratapi diri.
Sungguh terasa betapa penting arti kasih bunda yang sejati.

8 Jun 2010

Perasaan Sejati Tanpa Logika

Menurutku “Perasaan hati” belum pantas disebut istimewa dan sejati jika belum terasa seperti ini. Dan perasaan seperti ini memang pantas dikatakan sungguh sejati bin ajaib karena keunikanya yang hanya aku sendiri yang dapat merasakanya, meski sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Tapi jika menilisik pendapat orang kebanyakan, pastinya tetap seperti yang sudah-sudah, perasaan ini hanya akan dikatakan sebagai mimpi dari seseorang yang sengaja dibuat-buat karena masih sulit mendapatkan belahan hatinya. Tapi apa yang bisa ku katakan, jika memang seperti ini “perasaan” yang tidak bisa dibohongi dan tidak bisa dipaksakan agar sesuai dengan logika.

Tapi aku akan tetap coba bercerita, seunik apakah perasaan sejati yang kurasakan ini, tanpa memperdulikan bagaimana pendapat orang lain. Karena jika aku masih saja sibuk memikirkan bagaimana pendapat orang lain, hal paling kecil yang ku khawatirkan adalah tulisan ini tidak akan hadir dan itu sama saja mematikan sisi kreatifku yang sedang dalam proses belajar menulis.

Jadi begini, aku tidak pernah berjumpa dengan dia, hanya pernah melihat rupa dari foto wajahnya yang ada di jejaring pertemanan maya. Tapi cukup dari hal itu aku rasanya sudah cukup mengenal dia untuk langsung menghadirkan “perasaan” sejati ini. Ya, hanya sesingkat itu gambaran secara umum bagaimana “perasaan” ku tersebut. Dan seperti yang telah aku katakan, tentu saja anggapan kalian setelah membaca sampai disini adalah, “Perasaan dari seseorang yang terlalu berpikir gampang tentang perasaan hati, masih harus banyak belajar atau sangat mudah menjatuhkan perasaan hati kepada seseorang tanpa memilah-milah terlebih dulu baik dan buruk dari pilihan yang akan dipilih”.

Tapi, seperti juga yang telah saya katakan, itulah “perasaan” yang tidak bisa dikira-kira dan sulit terbaca logika.

Tapi, agar tidak terlalu membuat tulisan ini hanya mengambang pada satu pengertian ‘perasaan” yang sebenarnya sudah sukar dimengerti karena tak terbaca oleh logika, maka saya akan coba menceritakan bagaimana sebenarnya “perasaan” ini secara khusus dan lebih mendetail diserartai alibi tanpa disertai teori ilmiah yang mendukung, melainkan hanya berdasarkan pemikiran dari diri saya yang memiliki hak paten atas “perasaan”. Hak paten yang masih bisa diganggu gugat oleh pendapat lain, tapi tetap saja “perasaan”aku adalah milik ku !!.

Jadi begini, kalau perasaan ini hanya dikatakan “asal jadi’ mungkin ini bukan yang pertama kalinya, karena sudah terlalu sering atau bukan hanya aku sendiri, banyak pemuda-pemuda lainya yang terlebih dahulu menjatuhkan hatinya pada seorang pujaan hati karena alasan penampilan luarnya saja. Tapi tidak untuk cerita yang akan kuceritakan tentang dia ini, dan disitulah letak keunikan perasaan ini.
Menurutku dari apa yang terlebih dahulu terlihat tentang dia adalah tidak ada yang luar biasa, meski bukan berarti rupanya biasa saja. Memang lumrah lisan kita sudah terbiasa mengatakan yang kita pandang adalah hal yang luar biasa jika pertamakali visualisasi kita mengatakan begitu, dan hanya cukup diperlukan logika untuk ini. Tapi bagaimana jika yang kulihat ini hanyalah rupa seorang insan yang penuh kesederhanaan yang akan dianggap biasa saja bagi sebagian besar pendapat orang kebanyakan ?.

Aku perlu lebih dalam memahami isi hatiku sendiri untuk dapat melihat apa yang sebenarnya luar biasa dari rupanya yang biasa secara logika. Meski untuk memahami itu tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, aku sudah dapat menemukan jawabanya dalam waktu singkat, ketika melihatnya pertama kali. Satu lagi keunikan “perasaan” itu terlihat disini, misteri pandangan pertama yang tidak bisa terbaca logika.
Lantas seperti yang telah kukatakan sebelumnya, bahwa aku sama sekali belum pernah berjumpa dengan dirinya, segala rupa yang pernah kulihat hanyalah melalui foto-foto yang terpampang di jejaring situs pertemanan dunia maya. Tapi bukan berarti aku juga sama sekali tidak berkomunikasi dengah dia, meski singkat dan tidak secara langsung. Disini juga letak keunikanya!. Aku sudah dapat merasakan sesuatu pada “perasaan”ku dari obrolan-obrolan singkat kami yang secara tidak langsung. Lantas kenapa?. Pasti kalian ingin menertawakan pendapatku ini dan segera aku memberikan alibi yang singkat saja, bahwa disini mengapa ku katakan logika tidak terpakai pada ‘perasaan” sejati ini.

Kali ini aku juga perlu memahami lebih dalam perasaan hatiku akan dia, membaca dan menyimpulkan segalanya dari obrolan singkat yang tidak langsung. Unik bukan? Karena logika tidak terpakai disini…..

Kalian mungkin ingin tahu keunikan-keunikan selanjutnya apa lagi yang akan kuceritakan dari “perasaan” tanpa logikaku ini.

Sebenarnya setelah berpanjang-panjang lebar aku bercerita lewat tulisan ini, ada satu hal yang seharusnya terlebih dulu kuceritakan tapi sengaja kulupakan agar dapat kuceritakan di bagian pertengahan tulisan ini, bahwa aku juga sudah mengungkapkan ‘perasaan” ku tersebut pada dia, dengan cara yang unik tapi masuk dalam logika. Disaat “perasaan” sudah menggebu akhirnya aku mengungkapkan ke dia dengan cara yang tidak langsung, karena secara logika jarak kami memang berjauhan. Masuk logika dalam akal bukan? Masuk akal juga karena ternyata “perasaan” ku juga sangat naas, sudah jatuh tertimpa tangga, sudah jauh ditolak pula. Ungkapan “perasaan” ku di tolak mentah-mentah.

Selanjutnya, jika “perasaan” ini memang hanya “asal jadi” tentu sudah lama aku mundur, bukan secara pelan-pelan tapi dengan langkah cepat, karena sudah jelas-jelas aku ditolak dan seandainya “perasaan” ini “asal jadi” pasti aku tidak akan sampai ambil pusing dengan jawaban dia. Tapi….

Kenapa selanjutnya aku malah terus memikirkan dia, terus mencoba menghubungi dia untuk bertemu, berpikir bagaimana cara agar aku bisa benar-benar mendapatkan dia seutuhnya, merubah sikapku yang mungkin nantinya dapat menarik hatinya, semua yang sudah bercampur antara angan-angan dan kepercayaan pada diri. Tentang dia yang tidak pernah kujumpa, dia yang tidak pernah berkomunikasi secara langsung denganku, apalagi pernah menyimpan memori meski sebentar, dan dia yang jelas-jelas tidak menerimaku. Kenapa ?. Tidak masuk akal juga kan…tidak ada dalam logika yang seperti ini..karena inilah yang kumaksud arti dari “perasaan” sejati.

6 Jun 2010

Anak pedagang kaki lima

Kejadian ini sebenarnya sudah sering kulihat, semenjak aku mulai bekerja di daerah ibu kota. Lokasi tempat tinggalku yang cukup jauh mengharuskan aku menggunakan sarana transportasi kereta api untuk menuju tempat kerja. Secara umum masyarakat di kota ini pasti sudah tahu bagaimana hiruk pikuk aktifitas pagi para pekerja yang biasa berangkat kerja menggunakan transportasi kereta api, dan saya termasuk salah satu orang yang sudah terbiasa dengan hal tersebut. Apakah kalian ingin tahu kejadian apa yang ingin saya ceritakan dalam tulisan ini. Sebenarnya mungkin hanya hal sepele dan biasa saja, tidak ada arti apa-apa bagi kalian yang sudah terbiasa dengan situasi dan kondisi ibu kota ini. Tapi tidak bagi saya, untuk itu saya menulisnya.

Setiap keluar dari pintu stasiun kota, kita pasti banyak menjumpai banyak pedagang kaki lima yang menjajakan aneka rupa dagangan mereka dengan berbagai cara. Sebagian dari kalian pasti sudah sangat memakluminya, karena itu juga hanya sebagian dari aktifitas mencari nafkah sekelompok masyarakat kecil yang hidup di kota ini. Tapi tidak bagi saya, saya mempunyai kesan yang berbeda setiap melihat para pedagang kaki lima.

Pada suatu ketika, masih di sekitar pintu keluar stasiun kota. Di pinggiran jalan itu, tempat para pedagang kaki lima menjajakan dagangan mereka. Mataku tertuju pada seorang anak kecil, dia duduk di hamparan terpal yang ukuranya tidak terlalu lebar. Sedangkan ibunya tampak sedang merapikan dagangan-daganganya di hamparan terpal tersebut. Tingkah anak kecil itu selayak anak seusianya, di raut wajahnya yang lugu terlihat keceriaan, sedangkan ibunya terlihat sibuk mempersiapkan dagangan yang akan dijajakan. Pagi ini sinar matahari cukup terik menyinari mereka yang tanpa diteduhi apapun.

Sesekali anak itu bicara pada ibunya, mungkin karena sibuk si ibu seperti tidak terlalu mengacuhkan tapi dia masih memberikan senyum pada anaknya. Itu sudah cukup membuat si anak senang dan dia kembali sibuk dengan dunianya sendiri. Saya melihat kejadian itu dari jauh dan tiba-tiba ikut tersenyum. Itu hanya kejadian sepintas, bisa saja dikatakan mengandung sedikit arti tentang seorang ibu pedagang kaki lima dan anaknya, tapi ada sesuatu yang lain saya rasakan dari kejadian itu. Pikiran saya terbayang-bayang ke kajadian masa lampau yang pernah saya alami.

Kedua orang tua saya hingga sekarang masih mencari nafkah dengan cara yang tidak jauh beda dengan si Ibu tadi. Saya juga adalah seorang anak dari pedagang kaki lima, dan dengan itu mereka menghidupi kami sekeluarga sampai sekarang. Meski sudah sangat lama kedua orang tua saya tidak lagi menjadi pedagang kaki lima di kota ini, tapi mereka tetap pedagang kecil. Mereka pernah merasakan bagaimana hidup sebagai pedagang kaki lima di kota besar ini. Jadi wajarlah jika selalu ada kesan yang berbeda pada diri saya jika melihat para pedagang kaki lima.

Saya pernah mengalami kejadian yang hampir sama persis seperti anak kecil tadi, duduk manis di tempat ibu saya menghamparkan dagangan yang akan dijualnya. Biasanya ibu berjualan dari pagi hingga petang, dan saya turut bersama ibu saya. Di usia saya waktu itu belum saatnya untuk masuk sekolah, sedangkan di rumah hanya ibu seorang yang merawat saya, jadi tidak ada cara lain selain saya ikut ibu berjualan di pasar. Kejadian itu terjadi setiap hari karena itulah kehidupan saya sebagai anak dari pedagang kaki lima, jadi pantas jika sangat terekam dalam ingatan saya.

Sedari kecil saya sudah biasa dengan suka duka kehidupan keluarga pedagang kaki lima, sering membaca dari raut wajah ibu sedari pagi hingga petang apabila daganganya sepi dari pembeli. Tapi jarang bahkan mungkin tidak pernah ibu menunjukkan keluhanya secara langsung pada saya, mungkin karna waktu itu usia saya masih kanak-kanak yang dianggap belum mengerti apa-apa. Meskipun ternyata justru pristiwa masa kanak-kanak saya seperti itu yang kemudian terekam, teringat kembali apabila saya melihat hal-hal yang hampir mirip di masa sekarang ini.

Cerita ini mungkin memang hal yang sepele tidak berkesan apa-apa, tapi pantaslah tidak bagi saya. Karena setiap orang pastinya menyimpan kisah yang berbeda, dan tanpa dipengerahui pendapat orang lain setiap kisah itu tentu ada yang mempengaruhi kehidupan mereka masing-masing. Apapun itu….

Lantas bagaimanakah seorang anak pedagang kaki lima melihat kehidupan para pedagang kaki lima di kota besar ini, yang sering tidak jelas akan nasip dan kelanjutan aktifitas mereka dalam mencari nafkah ?. Mereka sering dikejar-kejar petugas karena dianggap tak disiplin dan melanggar aturan, mereka sering juga mendapat kekerasan karena anggapan tersebut. Alasan mereka sederhana “Kami hanya cari makani”.

Tentu saja saya miris dan terharu karena saya adalah anak dari pedagang kaki lima. Dan saya yang anak dari pedagang kaki lima ini Alhamdullilah juga bisa bersekolah, hinga kalau boleh memberikan pendapat……
“Hal paling penting dari peraturan adalah harus dipahami oleh orang yang diberi aturan, dan dapatkah peraturan itu dipahami jika yang diatur juga bingung karena kadang peraturan itu bisa lemah dan kuat tergantung dari sikon tertentu. Diantara mereka akhirnya harus selalu sigap mensiasati sikon, hingga menjadi cerdik dan licik dalam hidup yang sebenarnya sudah susah. Ada juga sebagian dari mereka tetap nurut dan manut, terlalu jujur untuk licik hingga kalah dan akhirnya hidup jadi makin susah. Lantas apa yang bisa mereka perbuat ??, dan siapa yang sebenarnya yang salah…???”.

4 Jun 2010

Salute for ahmad dhani

Ahmad dhani adalah musisi paling kontroversi di negeri ini, karena yang lainya masih jarang atau enggan untuk berambisi serta berego tinggi, mungkin karena mereka takut atau tidak mau pamor mereka mati.
Tapi bagi kami yang tidak segelintir, justru itu yang membuat kami menganggap dhani sebagai idola kami. Karena kontroversi yang dia ciptakan, egois serta ambisius yang banyak orang katakan, pada akhirnya adalah hal yang dapat dhani tepis secara cerdas, kemudian pada akhirnya sangkaan-sangkaan mereka itu tampias dengan sendirinya.
Yang saya tahu, dia selalu menang karena apapun yang dia lakukan pastinya setelah melalui pemikiran dia sebagai sosok yang bukan sembarang.
Saya mengidolakan ahmad dhani secara alami, terutama bukan karena lagu tapi sosoknya, meski saya rasa tidak ada cela untuk setiap karya yang telah dia hasilkan, semuanya menciptakan inspirasi bagi kami.
Dhani dapat ciptakan syair atau bernyanyi dengan makna yang benar-benar berisi tentang isi hati, cinta sejati atau hati yang tersakiti, dhani juga sumber inspirasi bagi musisi lain, atau sekedar senandung santai namun benar-benar dapat menjadi penghibur hati, bahkan ada juga kritisi pada sekelompok orang yang coba menghancurkan negeri ini.
Setidaknya apa yang saya utarakan itu hanya sedikit dari banyaknya karya yang telah dia ciptakan semenjak Dewa 19. Masih banyak sekali, hanya saya tidak sanggup coba mengutarakanya semuanya lewat kata-kata yang coba berpuisi.
Dan saya disini sebagai seorang anak muda yang coba mengikuti langkahnya, meski masih beribu langkah yang harus saya daki. Apalagi mungkin saya sama sekali tidak punya bakat seperti apa yang dia miliki.

Belum ada yang pantas kupanggil dinda

Jauh dari pangkuan Ayah dan Bunda,
tinggalkan banyak orang yang tercinta,
Seharusnya di sana aku selalu mendapat bahagia,
Tapi rela disini bagai tersiksa.
Kubawa hati yang sedih tertahan ini meski bertambah luka.
Belum ada yang pantas kupanggil dinda,
Malang rasa cinta yang ada,
Karena aku hanyalah orang biasa,
Cinta yang sebenarnya,
Ternyata hanyalah rupa dan harta.

bertanya ke diri

Ya Allah,
Ampunilah hambamu ini,
apa daya tak dapat menyesali suratan takdir yang telah terjadi.
Hati ini pedih seperti tersayat sembilu,
mimpi-mimpiku terbang jauh memancing pilu,
terkadang putus asa yang menambah ambigu.

Lantas aku bertanya ke diri,
Untuk apa tercipta jantung dan hatiku,
jika tak ada yang dapat menerima adanya diriku ini.
Kubisikkan pada diriku,
Siapa gerangan yang ihklas menerima titipan rindu di hati.

Dari luar hanya keceriaan yang bergejolak,
Tapi isi batinku luka.
Sengaja kusembunyikan agar tak tampak,
Hingga saatnya aku tak sanggup lagi menahan duka.

Adakah yang mendengar syair malang ini,
Setidaknya Dialah Yang Maha Mendengar.

3 Jun 2010

kujelang hari dengan isi pikiranku sendiri

Seperti biasa kujelang hari dengan isi pikiranku sendiri,
menuangkan segala ungkapan kata hati dalam bentuk syair-syair ini.
dan masih tak ada yang patut kuceritakan secara berlebih disini.
Karena masih banyak kesan-kesan yang patut disesali,
Lantas apa kau masih ingin mendengar guratan isi hati ini,
jika kau sendiri tak kan mau mengerti seperti apa sebenarnya aku ini.
Seperti biasa aku akan pergi bersama imajinasiku sendiri,
membuktikan bahwa benar hidup bisa berawal dari mimpi.
Membiarkan anggapan bahwa aku mencari sensasi dan cendrung kontroversi,
yang sebenarnya aku benci segala kehidupan yang menuntut gengsi.
Biarkanlah segalanya terjadi secara alami meski dalam dimensi yang tak pasti.
Layaknya hitam yang tak pernah lepas dari putih menyeliputi,
kau hanya tahu rasanya terjatuh setelah dapat bangun lagi,
tak ada yang dapat menemukan pemahaman sebelum menemukan apa yang perlu dipahami.

Setidaknya masih punya hati untuk menjalani kehidupan ini secara bernurani.

Syair buat sobatku Mr.J

Woi sobat, dengarlah kisah yang kubuat tentang diriku sendiri
Kujadikan lirik sumbang, hanya sekedar ingin berdendang.
Ini bukan syair yang berisi kata-kata sayang,
tapi tembang tentang aku yang selalu riang
dan persetan dengan kata malang.

Aku tidak perlu harta yang bergelimang,
Karena cukup dengan aku yang sekarang,
sudah kudapat apa yang bisa buat senang-senang.
Tak perlu pusing memikirkan masa depan yang terhadang,
itu semua belum tentu datang,
karena kau tak pernah tahu jika hidupmu hanya yang sekarang.
Jadi senang-senang saja dengan apa yang bisa buatmu riang.

Untuk kalian yang diseberang….
Persetan jika aku dianggap jalang,
Aku tak perduli dianggap serampang.
Yang jelas, kalian hanya ngoceh sembarang.
Menghakimi secara gampang apa yang belum jelas tergamblang.
Lirik ini adalah luapan emosi untuk kalian yang pantas mendapat berang.

Kalian bersumbunyi dalam krama yang diresapi secara remang,
Gemar berkhotbah tentang makna yang kalian sendiri masih centang perenang.
Kalian rajin sembahyang tapi dimataku dosa kalian makin tergenang.
Karena yang dipahami hanya arti yang masih melayang-layang.
Sudahlah, disini aku bukan ingin mencari perang..
meski aku senang mencaci kalian yang pantas mendapat berang.
Biarlah aku hidup dalam duniaku yang dianggap gamang,
Tapi aku senang, bersyukur dan selalu jadi pemenang.

Flores tanah keduaku

Ini negeriku yang keindahanya tak lekang oleh waktu,
macam ragam budaya berpadu menjadi bangsa yang satu,
beraneka istiadat tapi kami bisa membaur dan bersatu.
Dari sabang sampai merauke negeri kami berjajar pulau-pulau,
alamnya kaya dan terkenal sejak masa lampau.
Syair ini bukan dongeng nusantara dulu,
tapi kenyataan yang masih membuat negara lain terpukau.

Dan ada yang ingin kusampaikan lewat syair ini, kawanku…
bahwa diantara banyaknya pulau-pulau indah di negeriku,
terselip daerah kami yang ada di ujung timur negeriku.
Itulah tanah pulau flores yang keindahanya terlalu,
Meski terpencil dan jarang ada yang tahu.
Tanah kami yang juga menyimpan kekayaan alam sejak dulu,
Istiadat kami turut berlaku mempersembahkan keragaman bangsaku.
Di tanah rantau ini kami nyanyikan lagu,
tentang tanah kami yang akan teringat selalu.

Pulau Flores pulau nusa bunga,
Tempat kelahiran kami bersaudara.
Tak kan pernah terlupa, walau sekarang jauh berada.

Yeah, di pulau flores itu juga ada kota kami tercinta…
Dalam lirik ini akan kukisahkan kota kami yang dingin bajawa.

Listen to me….
Bajawa kota kami memang suhunya cool,
Engga’ heran cewenya juga pada belaga’ cool.
Tapi karena Bajawa kota kami yang tempatnya strategis,
Maka engga’ heran cewe-cewenya juga manis-manis.
Meskipun kota kami engga’ ada pantai,
Tapi anak-anak mudanya tetap santai.
Kami bukan so’ ataupun sombong,…
Bajawa juga benteng tempat kami pemuda-pemuda ganteng.
Bajawa kota mini yang unik tempat cewe-cewe cantik.

Sekali lagi,….
Kota kami bajawa juga klasik,
Maka engga’ heran orang-orangnya pada asyik-asyik.
Betu..betu..betu…

mengagungkan mimpi dan isi hati, haruslah ditebus dengan duka peri.

Kadang terbagun dipagi hari, ketika membuka mata…
Aku merasa hari ini akan sama seperti hari yang lalu.
Tidak ada yang berubah
Kemudian tertegun dihati ini, seketika membaca doa…
agar satu asa ini bukan menjadi lara hati yang enggan berlalu.
hendak ada yang berubah

Aku masih berapi melawan rasa hati yang diliputi sepi,
menanti takdir sekaligus keadilan dari Dia Yang Maha Memberi.
Aku tersisih tapi bertahan karena mengerti Dia yang tahu pasti.
Apakah gerangan yang akan terjadi nanti,
Sebegitu burukah nasip memperlakukan aku ini.

Ibuku mungkin menangis demi anaknya,
tetapi aku disini tetap berusaha menghibur hati yang lara,
berusaha melakukan apa yang dapat membuat bangga,
lelah bertahan tapi aku akan terus berusaha,
semoga yang sudah terjadi hanya sementara.

Untuk urusan hati temaram memang selalu menyeliputi,
tapi aku tetap tegar dan mengambil hikmat yang terjadi.
Karena aku masih punya cita-cita dan cinta yang benar-benar sejati.
Meski ternyata dengan mengagungkan mimpi dan isi hati,
haruslah ditebus dengan duka peri.

9 Mei 2010

Hidup gue udah mulai tertata.

Sekarang udah jarang dan berusaha untuk sama sekali tidak menyentuh 'air bodoh', dan relatif udah jarang begadang, kalaupun iya...gw usahain bagaimana dan apa yg mesti gue suplay ke tubuh biar bangun tidur harus tetap segar.
Dari sisi kebiasaan menulis pun juga udah mau mulai berubah dengan tulisan-tulisan menyehatkan pikiran, tidak mau lagi berunsur romantic picisan yg selalu berujung pada patah hati..meskipun sekali-kali masih..he..he..
Kalo dulu gue seneng nulis sambil minum kopi dan ngerokok. Sekarang, gue sdikit bahkan ingin benar2 berhenti merokok dan coba mengganti kopi dengan kuku bima 'energi jreng'...(promosi, wkwkw...)
Meskipun belum total tapi perubahannya cukup luar biasa, gue ngerasa jauh lebih fit dan lebih seger dalam menghasilkan tulisan...meski ini masih menjadi karya untuk diri sendiri...tpi gw seneng..wkkwkwk..

Diantara semua perubahan tadi,
perubahan yang paling besar adalah: Kalo dulu 'olahraga' buat gw udah sangat rutin tapi memaksakan diri, sekarang 'kerutinan' itu sudah secara 'disiplin' yang benar sesuai aturan baku agar tidak terlihat 'asal niat, asal semangat, cara sehat yg asal-asalan'.

Oke gue tahu, mungkin agak terdengar sedikit janggal orang kaya' gw ternyata gemar juga olahraga. Gue tahu, mungkin dari segi fisik gw sama seperti orang kebanyakan. Tapi dari dulu gue sepertinya ga' pernah lepas dari yg namanya kegiatan mengolah ragakan diri. Tentunya dengan tujuan agar menjadi sehat, hanya saja dulu sepertinya 'olahraga' seakan menjadi pelampiasan agar tercipta keseimbangan dalam cara hidup gw yang semrawutan. InsyaAllah dengan cara yg benar sekarang ini, 'olahraga' malah dapat membuat hidup gw teratur. amien...

Jadi begini, pagi2 gw udah berangkat ke tempat kerja gw. Cerita punya cerita, ternyata kerjaan gw juga ga' lepas dari yg namanya kegiatan yg memerlukan stamina dan ketangkasan fisik, selain kemampuan untuk menghibur penonton sesuai dengan peran yg ada di skenario.
Sampai di tempat kerja, gw udah langsung full pemanasan sekitar satu jam bahkan lebih. Kemudian persiapan 'show'. Saat-saat break kadang gw molor sejenak untuk mengistirahatkan badan..tpi kalo masih 'fit' kembali gw berolahraga..renang, sekali-kali latihan boat, jetsky, dan lain sebagainya.
Hal-hal seperti itu yang gw lakuin secara rutin, karena dalam seminggu gw hanya mendapat libur di hari jumat doang. Dan disaat libur itu gw juga masih menyempatkan untuk latihan beladiri yang juga sudah terjadwal 2 x seminggu tiap malamnya.

So...benar kan hari-hari gw ga' pernah lepas dari yang namanya 'olahraga'. Tapi ada juga niat yang tiba-tiba kembali timbul dari kebiasaan gw yang semakin rutin ini. Gw jadi pingin ikut kejuaraan lagi, dan kali ini kemenangan harus ada di tangan gw, setidaknya tidak menyerah sebelum bertanding..he..he..amien.

Ehm tapi ada yang masih tidak berubah dengan cara hidup gw yang lebih suka tenang dan sepi. Gw bukan tipe orang yang suka dugem meski sekali2 dan itupun hanya di kamar sendiri, tidak suka keramaian, atau suka jalan-jalan tiap ada waktu luang.
Meskipun suka dengan banyak aktifitas...tpi disaat 'break', gw lebih suka duduk diem untuk nulis atau ngelamun...Gw ga' merasa sebagai penulis benaran ko'..meski emang kebanyakan tipe penulis itu suka dengan rasa sepi, apalagi dulu gue juga pernah suka dengan yang namanya “nongkrong”.

Tapi intinya, siapapun dia...anak sekolahan, orang kantoran, anak funkee, anak keree, dan penulis..terutama yg hidup di jaman skrang ini emang harus tahu pentingnya berolahraga dan menjaga kesehatan.
Khusunya orang yg lebih suka diem aja kaya' marmut...wkwkwk..duduk diem selama berjam-jam pastinya bisa berbahaya, kalo ga' kesambet, ya kecopet.
Apalagi kalau udah sakit, ga' fit, bakal keseringan dan mudah terjadi lagi. Pastinya hidup jadi ga' enak..dan gimana dapat tertata dengan baik segala yg direncanakan.

Ok guys...wkwkkw

Udah ah, gw mau push up dulu...satu, dua...tiga..

Nb : Terinspirasi dari blog raditya dika.

3 Mei 2010

Bungaku Hilang

Dulu karena masih tertatih aku enggan untuk berkata dan ragu untuk menyapa,
Rasa dibiarkan terkukung walau membara di dada.
Namun, disaat tersadar situasi untuk mulai menata,
lara ini yang hadir tiba-tiba.
Tak usah berpura-pura untuk bertanya kenapa….
Karena keterlambatan ini akibat aku yang sejak dulu selalu terbata-bata.
Terbata-bata untuk memahami diriku yang ada,
kemudian menjadi bimbang bersikap apa adanya.
Jika begini apa yang hendak dikata…
Mungkin ini kesekian kalinya garis nasip yang ada,
harus kubuat biasa dan seperti tak mengapa,
lara mendera terbakar bara jiwa yang biasa nestapa.
Cintamu adalah bahagia untuknya dan ihklas menjadi bahagia untukku
Meski ku ingin kau tahu, masih ada separuh hatiku menanti dirimu
Karena rasa ini kan abadi untuk selamanya
Aku yang mengagumi tanpa pernah merasa dicintai.

30 Apr 2010

catatan di hati agar kau selalu berhati-hati menjaga hati.

Aku selalu begini dan tetap begini.
Bersyair dari kata-kata tak jelas yang kupaksa bermakna,
setidaknya untuk menghibur hati sendiri.
Lebih sering karena lamunan tentang diri yang kerap berteman kemelut hati sendiri,
atau mengkritisi apa yang tertangkap beda tentang segala kondisi yang kubaca dengan mata hatiku sendiri,
adapula dikarenakan seseorang yang kehadiranya pernah menyentuh lantas seperti biasa kembali menyayat hati ku sendiri.

Segala inspirasi yang hadir pasti dari perasaan hatiku sendiri.
Karena bukankah dengan itu saja sudah cukup sebagai modal untuk mengguratkan syair yang menyentuh, meski hanya untuk diriku sendiri.

Dengan hati kita lantas dapat menjadi manusia perasa, bahkan dapat merasakan apa yang tidak dapat terbaca oleh logika.
Tapi segala yang terbawa perasaan hati juga dapat melemahkan,
terkadang logika diperlukan selama kau masih hidup di bumi beserta segala aturan penghuninya.

Tapi tak perlu ada yang perlu kau cemaskan, meski syair-syairmu tak pernah lepas dari segala kerisauan hati.
Jadikanlah itu petuah untuk dirimu sendiri, catatan di hati agar kau selalu berhati-hati menjaga hati.

Teruslah bersyair jika itu dapat menjadikan kau salah satu manusia lain diantara banyak manusia tak berhati di zaman sekarang ini.
Tapi jangan salahkan siapa-siapa jika ternyata kau malah mendapat bala dari syairmu yang sebenarnya hanya mempermainkan kata hati sendiri, seakan diri tak pernah bersyukur atas apa yang diberikanNya.

Jangan sampai!!!!!
Amien

Bukan munafik

Bukan munafik!!Jika sudah terbiasa atau lebih memilih untuk menyimak semua situasi dan kondisi terlebih dahulu. Adalah tindakan bijak untuk pilah-pilih secara bijak baik dan buruk, meski tidak ada yang selamanya baik begitupun buruk, melainkan masing-masing tentu tidak lepas dari kedua tabiat tersbut.
Menjadi yang di tengah bukan berarti terbelakang, meski bukan juga yang terdepan. Tapi jika kau yang di depan, coba lihat yang di belakang, karena peralihan waktu akan membaca semuanya.
Cukup memahami bagaimana cara diri sendiri dapat memahami orang lain.

Jika kamu merasa hebat dengan kekuatanmu,tetap junjung kedamaian dan ketenangan di atas kemenangan. Sebenarnya, cukup dgn menghayati secara bijak waktu yang kau lewati, maka tidak perlu kuat agar tidak takut kekuatan seseorang bisa menyakitimu.
Kenapa harus menghadapi ombak secara langsung?.
Hindari saja! Itu bukan berarti menghentikan kekuatan, tetapi cara yg lebih mudah dengan mengalihkan.
Belajarlah banyak cara untuk memahami dari pada mengkritisi,menghindar daripada menghadapi.
Namun jika harus hadapi, maka jangan melukai. Kalau melukai maka jangan melumpuhkan. Dan jika sampai mumpuhkan, jangan sampai membunuh.
Melukai hati manusia lebih fatal akibatnya daripada melumpuhkan atau membunuh nyawa sekalipun.
Kehidupan adalah berharga yang tidak ada dapat menggantikannya, tapi unsur-unsur kehidupan antar sesama itulah yang membuat arti bahwa hidup itu penting.

28 Mar 2010

HItam putih

Kau sendiri bingung dengan hidupmu yang terombang-ambing dan banyak pinta, apalagi ingin orang mengerti, atau berharap lebih agar sampai pada titik temu selanjutnya.
Kau tidak sadar untuk mengaca diri supaya ketahuan seperti apa yang dilihat orang tentang dirimu.
Jangan salahkan siapa-siapa jika sampai sekarang kau tidak memiliki apa-apa, karena sebenarnya kau sendiri tidak tahu apa yang kau ingin dalam hidup ini.
Bahkan diperparah dengan kau sendiri yang sepertinya tidak ingin ada dalam tubuhmu sendiri.
Mau jadi apa, kalau kau sendiri tidak tau siapa dirimu?
Tapi kau boleh bersyukur karena tidak sendiri, hanya saja mereka yang lain tidak berani jujur.
Dengan jujur sudah cukup sebagai awal untuk berubah, karena kau tahu apa yang pernah salah.
Lakukan sebisa mungkin meskipun terjatuh dan bangun lagi.
Karena dengan begitu kau akan terbiasa dengan upaya untuk menjadi tangguh dalam hidup.
Hancurkan aral dengan daya dan akal sejatimu mu sendiri,
Karena kau diciptakan dengan hidup dan garis tangan sendiri.
Situasi dan kondisi yang kau alami, tidak akan pernah sama dengan manusia lain.
Karena itu pula takkan sama cara mu dalam menyikapi hidup.
Hanya saja harus tetap ada keselarasan antar sesama agar tercipta keseimbangan hidup yang hakiki.

25 Mar 2010

Percayalah kesungguhan hatinya dinda.

Disni ada lagi satu kisah..Katakanlah tentang cerita tentang anak manusia yg kembali terjatuh kedalam perasaan hati.. Situasi dan kondisi yang terjadi disela perjuanganya menantang hidup. Sejak awal juga selalu mencoba menjalin makna, banyak sudah kisah yang telah terjadi, tetes air mata hati yang mengalir disela derai tawa. Dia yang selamanya takkan berhenti mengejar mimpi.
Namun yang ingin diceritakan kali ini adalah dia yang memberanikan diri ungkapkan cinta sebegitu besar agar menjadi rasa indah, rasa yang selama ini terasa jauh untuk dimiliki. Setelah tersadar dengan sepenuh hati, bahwa cinta tak sepantasnya ditutupi. Biarkanlah terungkap semua perasaan terhadap dinda yang disana.
Percayalah wahai dinda yang disana, dia pasti bisa bahagiakan hari-harimu. Untuk itulah dinyatakan perasaanya selama ini. Dia yang kini menunggu pasti jawabanmu atas balasan pertanyaan hatinya. Bukankah seharusnya cinta memang jangan dinanti.
Dalam senyap dia bertanya, mengapa mesti ada ragu dihati dinda, karena dia yakin takkan membuat dinda terluka
Mungkin dinda yang disana, hanya menganggap dia sebagai lelaki tak dikenal dan aneh karena hanya pandai bercerita tentang perasaan hati semu melalui kata-kata. Itu salah, karena sungguh-sungguh hatinya berujar lantang “CINTA ITU KAMU”. Kalau biasanya, selama ini tingkah dia lebih didominasi oleh penggalan syair-syair nelangsa, maka karena dindalah dia kembali mencari jawaban akan pencarian selama ini secara dewasa.
Potongan-potongan kalimat-kalimat ini mungkin sama sekali tidak menggugah hati dinda. Lebih dianggap sebagai cerita tentang pengharapan, penantian, kerinduan, kesetiaan, pengorbanan diri dia seorang yang bodoh, bahkan tidakpun pantas menjadi ucapan pengantar tidur. dinda semata.
Tapi bagi dia, mencari dan melantunkan isi hati, membut dia cukup memahami, betapa perasaan itu sangat kompleks dan penuh warna. Bukan sekedar curhatan hati, bahagia dan sedih karena apa yang didapat dari kisah cinta
Dinda, ini semua cerita tentang kamu. Dan pastinya terasa sangat dekat dengan kejadian kalian semua yang membaca ini, tentu jika kamu dapat memahami secara jernih arti kasmaran.
Percayalah kesungguhan hatinya dinda.

21 Mar 2010

renungan anak perantau

Ditanah rantau ini aku melihat bahkan kadang terjebak dalam situasi dan kondisi umat manusia sekarang secara umum, pertambahan usia yang mengiringi kemandirian seakan menjadi keadaan yang mengharuskan kita sibuk memikirkan diri dan masa depan sendiri.
Terbersit dalam jiwa kami orang perantau untuk membuktikan pada orang-orang yang sangat kami cintai, bahwa kami bisa berhasil di tanah rantau.
Tapi kadang aku sendiri terlena dlm perjalanan mengejarnya, usaha gigih dan niat tulus juga berbarengan dgn gejolak usia yang selalu ingin tahu dan mencoba segala hal. Bahkan melupakan orang tua yang jauh disana. Mereka yang merupakan orang satu-satunya bersedia mati semenjak aku hadir ke dunia ini. Sekarang beliau sudah tidak bertenaga, dan yang dibutuhkan tidak lain adalah perhatian semata. Sedangkan begitu lama aku tidak menghampiri mereka, bertanya kabar dan mencurahkan isi hati secara langsung.
Mimpi-mimpi akan masa depan akan menyesatkanku jika itu hanya berputar-putar dari apa yang ingin kurengkuh di duinia ini. Sebanyak apapun harta dunia yang kuberikan pada mereka, tidak akan cukup membalas jasa dan jerih payah mereka. Dan skrg ini hingga di usia senja mereka, aku sama sekali belum dapat memberikan apa-apa pada mereka.
Tapi, orang-orang tua kita pasti berkata bahwa mereka hanya ingin kita menemaninya di saat-saat usia senja mereka, tanpa mengharap balas jasa duniawi. Marilah kita berdoa agar Kedua orang kita panjang umur, karena di zaman skrng ini pasti sudah jarang anak yang mau mati demi kedua orang tuanya.

pencuri dalam sunyi

gw ga' bisa berbasa-basi, gw hanya mencoba mengutarakan secara jujur apa yg gw rasa pertama kali, gw juga jauh dari apa yang diidamkan hati. Mungkin sudah penolakan yang gw terima kali ini, yang bukan hanya sekali dan pertama kali tapi berulang kali, karena diriku yang tak pandai memikat hati. Tapi kuyakinkan diri untuk tak perlu bersedih hati, karena aku yakin sejati yang tersimpan di hati akan selalu abadi. Sekarang gw hanya bisa berteriak melalui kata-kata pusi yang mungkin dianggap basi, karena tetap aku seperti tak bernyali. hanya berani dalam mimpi. Tapi apakah salah, jika aku sebenarnya menanti dia yang memberi pasti. Dan dia mengatakan gw salah, karena yakin tanpa mengaca diri. kalau memang benar itu yang akan terjadi, tak perlu dia memohon karena takut menyakiti hati ini. Aku memang hanya pantas disebut pencuri dalam sunyi, yang mengendap dan sembunyi di balik tirai, akhirnya tak ada yang kudapat meski nyali ingin memiliki, sebab untuk mencapai itu pencuri kaya' gw memang harus menunjukkan diri.

6 Mar 2010

-aku bersyukur, kemudian terbentur, kembali bertafakur,....selalu begitu-.....

Yang buat kembali terjatuh ke lumpur itu adalah diri sendiri,itu bukan takdir atau jalan yg memang harus kucari.Jika begini, apalah arti janji pada diri sendiri?? Jika Dia maha pemaaf, aku yang tidak dapat memaafkan diriku nanti. Sudah!!!! semua harus dihentikan dari dari hal yang paling kecil!!!!hentikan segalanya yang buat gw terkontaminasi lebih jauh.
karena ini bukan masalah remeh temeh sepele yang bisa dianggap remeh dan disepelekan. Aku tahu apapun yang terjadi...segalanya bermula dari yang sedikit, atau terlebih dahulu berakit-rakit . Dan untuk masalah ini, jika terus saja nekat maka semakin mendekat, dan berujung pada sakit-sakit, lebih parah jika melekat pekat dan perlahan mengerat.
Pagi ini, aku terpekur setelah disadarkan dengkur sendiri kala bermimpi dalam tidur. Dan segala yang telah terbalur kembali babak belur, hancur dan luntur. Aku terlalu jujur bertingkah sebagai manusia yang memang punya sisi lumpur, sehingga mudah digempur, terbentur kemudian mundur. Bahkan petuah manjur yang sering terlantur tidak dapat membawa mujur.
-aku bersyukur, kemudian terbentur, kembali bertafakur,....selalu begitu-.....

semoga dari sekarang, kini yang dimulai dari detik ini...dapat sangat teramat sungguh-sungguh...tidak lain supaya dapat menjadi bisa benar yang benar-benar dapat dibenarkan

21 Feb 2010

Stuntman, Manusia Bernyawa Rangkap

Adalah tugas seorang stuntman menggantikan aktor maupun aktris dalam memerankan adegan berbahaya. Selain sentuhan teknologi, pertunjukkan-pertunjukkan laga terlihat "gereget" dengan adegan maut yang memikat. Kebanyakan tak dilakoni aktor atau aktrisnya sendiri. Keberanian stuntman melakukan adegan berbahaya menjadi nilai lebih adegan yang terdapat dalam pertunjukkan. Lalu, mengapa ada saja orang yang bersedia untuk mempertaruhkan nyawanya demi materi atau popularitas yang tidak seberapa dibandingkan nyawanya itu?.

Tak sekadar tangan terkilir, tapi leher patah, tertabrak, maupun kena ledakan, bermain-main dengan maut sudah menjadi makanan sehari-hari untuk mereka yang memilih profesi ini. Bukan itu saja, kematian pun tak luput membayangi pekerjaan mereka. Memang, tak perlu mengantongi predikat bidang tertentu untuk menjadi seorang stuntman. Asal siap berteman dengan maut, maka uang pun sudah bisa masuk kantong.

Ada banyak motivasi mengapa profesi ini diminati. Maklum, dunia pertunjukkan memang identik dengan kemewahan dan popularitas. Untuk menjadi bagian di dalamnya, bukan perkara mudah. Tak jarang ada yang berinisiatif terlebih dulu untuk menjadi seorang stuntman dengan harapan predikat mega bintang bisa ia raih, tapi yang paling penting adalah mereka memilih pekerjaan ini karena jiwa yang selalu merasa tertantang untuk berani menaklukan tantangan.
Sebut saja nama Jacky Chan. Awalnya, ia hanya menggantikan peran-peran berbahaya dari beberapa film yang melambungkan nama Bruce Lee. Kini, keberaniannya untuk memainkan adegan menantang maut malah menjadikan dia aktor kelas atas dunia.

Jacky Chan boleh jadi sangat beruntung bisa mencapai ketenaran seperti sekarang ini, tapi tidak demikian halnya dengan Steven Scott Wheatley. Saat terlibat produksi untuk film Mission Imposible III, tubuhnya terbakar hampir 60 persen. Marco D'Agata, 38 tahun, lebih sial lagi, tanggal 22 Maret 2003 ia harus melepaskan semua impian untuk menjadi bintang terkenal karena kecelakaan yang merenggut nyawanya. Menurut maltatoday.com, D'Agata tewas tertabrak mobil dalam adegan mengendarai motor di serial drama televisi `F' Bahar Wiehed.

Dari kasus D'Agata, jelas bahwa seorang stuntman sangat membutuhkan keberanian ekstra. Dan, yang tak kalah pentingnya adalah asuransi jiwa. Namun, di Indonesia, pemeran pengganti untuk film-film laga yang mulai banyak bermunculan sering tak memberikan jaminan asuransi kepada para pemeran pengganti. Apalagi persaingan antar-stunmant lokal mau pun import yang banyak didatangkan dari Cina dan Hong Kong, semakin menggusur lahan kerja para stuntman lokal.

Namun, hal ini tidak berlaku di Negeri Paman Sam. Para stuntman dididik dan dilatih oleh sebuah badan yang disebut The United Stuntmen USA Association. Di sana, untuk menjadi stuntman tak sekadar punya nyali, tapi juga harus mengetahui teknik-teknik yang tepat agar kecelakaan bisa dikurangi. Untuk itu asosiasi ini berdiri.

Boleh jadi, profesi ini memang tidak berperikemanusiaan. Tapi manusia luar biasa..ha..ha..
Lantas apa boleh dikata, toh peminatnya juga tidak berkurang.
Jadi, berminatkah Anda dengan profesi ini?Siap!!!!!

Stuntman

Stunt man, menurut dunia pertunjukkan artinya adalah pemain pengganti....
Ga' mungkinkan seorang artis terkenal yang notabene semua bagian tubuhnya diasuransikan, beradegan ekstream di film2nya..kecuali jacky chan..ha..ha..
Nah, disini lah peran seorang stunt man diperlukan, yaitu untuk menggantikan peran dari si main actor/actress.
Hmm, pertanyaan pertama gw; Berarti stunt man = second person, ya gak?

Menjadi stuntman emang ga buruk, kadang-kadang lo malah bisa ngerasa hebat banget karena bisa ngelakuin adegan-adegan ajaib yang (mungkin) ga semua orang bisa ngelakuinnya.
Tapi menjadi second person in a real life, how does it feel? It hurts, really hurts! Kadang dianggep, tapi lebih sering dilupakan.
Kalo kata temen gw ibaratnya itu cuma sebagai pengganti kekosongan, ironis memang hahaa. Disinilah logika dan perasaan seling berkecamuk dasyat.
Menurut logika, lo pasti ga mau kan cuman dijadiin pengisi kekosongan?! Tapi kadang-kadang perasaan juga ga bisa dibohongin, hmm ini lah bagian tersulitnya memang. Stunt man juga manusia, mereka juga pengen jadi main actor or actress...wkwkwk
Sama hal nya seperti second person, mereka juga pasti mau untuk menjadi yang pertama. betul itu!!!Menjadi yang segala-gala nya.

Pertanyaan kedua gw; Apakah mungkin seorang stunt man menjadi main actor?
Jawabannya sangat mungkin.
Dan sama saja mengenai second person,...seorang second person (mungkin) saja bisa menjadi the first but it must be really hard. Adanya second person itu sendiri adalah sebuah kesalahan, kesalahan besar dan gw yakin semua orang ga mungkin mau ada di posisi itu. Nah sekarang tinggal gimana caranya kita menyikapinya.
Being a second person is a choice, you can and can not be it. Need thousand times to think and decide. Follow your heart, use your logic, and listen to your pals's comments.

4 Feb 2010

Sang Pemimpi

Siapa seeh yang bisa tahu bagaimana kehidupan dia ke depanya kelak?. Meski tukang ramal terhebat di dunia ini sekalipun, gue rasa masih meraba-raba apa yang diramalkanya tentang masa depan. Meskipun gue pun percaya Allah pasti memberi kelebihan seperti itu kepada segelintir umatnya, sebut saja seperti fakta yang terjadi pada anak-anak indigo. Banyak fakta yang beredar, anak-anak tersebut sedari lahir telah diberikan talenta luar biasa yang kadang tidak masuk di akal bagi kita yang masih berpikir menurut akal. Mereka bisa mengetahui apa yang akan terjadi, mereka juga berpengetahuan melebihi anak seusia mereka bahkan orang dewasa pintar sekalipun.

Berdasarkan pengalaman, gue juga pernah menjumpai beberapa orang yang dari penampilan luarnya biasa saja tetapi memiliki keistimewaan yang juga tidak kalah mencengangkan ketika pertama kali hal itu gue buktikan dengan mata kepala sendiri. Keistimewaan yang mereka dapat bukan dengan sendirinya tetapi berdasarkan latihan dan kerja keras secara terus menerus. Diantara mereka adalah orang-orang yang menurut gue pengetahuan agamanya sangat tinggi, dan gue yakin Allah tentu bisa saja memberikan karunia pada hambaNya yang sholeh. Selain itu ada juga diantara mereka yang telah lama berkecimpung dan mahir dalam ilmu beladiri tradisonal, yang dalam mempelajarinya tidak hanya berlatih dalam hal fisik tetapi juga batin.

Dari hal itu saya berpikir, mungkin segala keistimewaan itu memang sudah ada pada diri kita masing-masing, hanya saja kita tidak tahu bagaimana cara untuk menampakkanya. Bahkan ilmu pengetahuan modern saat ini juga sudah mulai menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan kekuatan yang berasal dari batin, seperti alam bawah sadar dan lain sebagainya. Kita patut menyadari bahwa itu semua tidak lain adalah sebagian kecil karunia dari Yang Maha Kuasa, masih banyak yang perlu kita pelajari untuk semakin mengakui akan kebesaraNya.

Gue sendiri hanyalah seorang anak manusia yang sama sekali tidak merasa mempunyai keistimewaan-keistimewaan seperti itu, hanya saja rasa ingin tahu yang membuat gue ingin belajar dan akhirnya mengantarkan gue pada beberapa pengalaman yang menarik tentang hal ini.

Dibalik semua itu, gue hanya ingin menceritakan sesuatu yang mungkin sedikit ada hubunganya. Ini hanya keistimewaan yang ada pada diri manusia biasa yang merasa tidak memiliki keistimewaan seperti yang telah diceritakan di atas, atau tidak pernah berlatih untuk mendapatkan keistimewaan itu. Contohnya kaya’ gue ini. Hal itu adalah “Cita-cita”.
Bagi gue cita-cita itu tidak beda ibarat sebuah mimpi. Dan mohon jangan disalah artikan mimpi dalam hal ini seperti pengertian mimpi yang diartikan secara lurus. Mimpi yang hanya sekedar kembang tidur dan tidak nyata. Bahkan cita-cita yang terlalu besar sering dikonotasikan dengan mimpi yang terlalu tinggi. Seakan-akan mimpi itu tetaplah mimpi yang pastinya semu, sehingga sia-sia jika mengejar sesuatu yang bernama mimpi.

Gue memang ga’ bisa menolak semua itu, karena memang dari pengertian itu kata “Mimpi” berasal. Tapi mimpi yang gue maksudkan disini adalah sesuatu yang sangat sangat dicita-citakan, namun masih belum dapat menggapainya. Belum bukan berarti tidak bukan?. Dan tentu saja mimpi yang gue maksudkan disini bukan untuk manusia-manusia yang sama sekali tidak berusaha dengan gigih untuk meraihnya, karena untuk orang-orang seperti itu memang pantas mendapatkan kesan negatif sebagai seorang pemimpi. Hanya bercita-cita besar tetapi tidak sejalan dengan usaha yang dilakukan untuk meraihnya. Sesungguhnya menurut gue, yang diperlukan hanya usaha dan keyakinan!! Hanya itu….

Ada juga yang beranggapan bahwa selain usaha dan keyakinan, sadar diri juga termasuk salah satu faktor penting yang berperan untuk mengejar mimpi-mimpi tersebut. Untuk hal ini gue hanya berpendapat bahwa usaha dan keyakinan saja sebenarnya sudah mencakupi semuanya, tanpa perlu dipisahkan lagi, yang pada akhirnya hanya akan merancukan pengertian positif dari mimpi tadi. “Usaha” tentu saja telah termasuk didalamnya dengan doa, pedoman dan niat tulus kita. Sedangkan yang dinamakan keyakinan tentu saja setelah kita menyadari secara jujur untuk percaya kita dapat meraih mimpi tersebut.
Hanya orang-orang yang menipu diri sendiri yang mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak sanggup untuk digapainya. Dan terkadang meskipun keyakinan telah ada, masih saja tergoyahkan oleh pendapat orang lain yang merasa kita belum sadar diri. Untuk hal ini, hanya bisa dikembalikan pada Dia Yang Maha Tahu. Apabila kita telah jujur dan yakin kita bisa, lantas kenapa harus mundur. Biarkanlah Dia yang berkehendak, karena bukan pendapat orang lain yang menentukan.

Sudah banyak buktinya, orang –orang yang berhasil dan tersukses di muka bumi ini awalnya mereka yang dianggap pemimpi yang bermimpi terlalu tinggi. Padahal memang benar jika mereka pemimpi, mereka punya mimpi yang terlalu tinggi, tetapi mereka berusaha dan yakin untuk dapat meraihnya, hingga kemudian Allah mengabulkan tanpa memperhatikan pendapat manusia lain yang sebelumnya merasa tidak percaya akan mimpinya itu akan tercapai.

Kenapa harus takut bermimpi tinggi, jika itu diiringi usaha yang tulus dan keyakinan yang jujur untuk meraihnya. Bukankah mimpi itu layaknya keinginan yang merupakan awal dari sesuatu yang ingin kita capai. Sang pemimpi adalah manusia tangguh yang berani bergerak untuk mencapai sesuatu, karena dia takkan pernah tahu jika tidak pernah mencoba. Namun, jadilah sang pemimpi yang harus bisa mewujudkan mimpinya. Sedangkan manusia tanpa mimpi, hidupnya hanya bergerak di tempat tanpa mencoba perubahan yang berarti. Apa artinya hidup tanpa pernah mencari pengalaman berarti tentang arti hidup.

1 Feb 2010

“Seperti inilah aturan yang terkurikulum di negeri ini”

Sepanjang umur dihabiskan untuk menuntut ilmu di bangku sekolah. Awalnya cuma seorang anak manusia yang lugu, kemudian berangsur menjadi paham bagaimana cara menjadi pandai, yang dilakukan benar-benar secara pandai atau malah cerdik dan licik ketika menempuh pendidikan tersebut.
Setelah dirasa tuntas, para orang pandai tersebut merasa pantas mengakali masa depan dengan ilmu pengetahuan mereka yang telah dilegalkan di atas kertas. Bukan hal mudah memang, karena telah banyak yang dikorbankan, kemudian pantaslah jika itu menyulut niat dan usaha keras untuk mendapatkan hasil. Namun, juga terselip kesumat disebaliknya “Segala yang dikorbankan harus kembali secara impas - bahkan lebih, dengan cara apapun”.
Ini bukan bualan, ini hanya suara dari kami yang termasuk dalam jajaran orang pandai tersebut. Hanya kami tidak bisa cerdik dan licik, walaupun telah berusaha dengan berbagai cara. Kemudian kami sadar bahwa diantara orang-orang pandai tersebut, ternyata kami hanya termasuk segelintir yang paling bodoh, karena tidak bisa cerdik dan licik.
Tapi beruntung masih tersisa sedikit sisi kepandaian kami, bahwa kami masih bisa kritis dan berteriak “Seperti inilah aturan yang terkurikulum di negeri ini”.

31 Jan 2010

Di dalam keheningan

Di dalam keheningan bisa mendapatkan bahan perenungan,
Hanya saja sepertinya aku mulai enggan mengguratkan isi pikiran melalui kalimat-kalimat rintihan yang bertubi-tubi
Mungkin karena aku sudah mulai lelah meneriakkan isi hati tanpa ada yang peduli,
Kalian sepertinya juga sudah cukup bersabar mendengarkan ocehan-ocehanku yang mungkin dianggap tanpa isi.

Tapi tahukah juga kalian, sebenarnya perlahan akupun mulai menyadarinya…
Oleh karena itu niat ini terbersit dengan sendirinya,
tidak lagi bermuara dari ego seperti tabiatku yang sudah-sudah,
bukan karena kembali ingin memenangkan diri sendiri ketika kalah.
Diawali dengan bercermin pada diri sendiri.
kemudian merombak secara total dari apa yang telah jujur tersingkap.

Selama ini jiwaku ternyata tersusun dari bangunan yang rapuh,
dinding dan tiang-tiangnya berdiri tanpa memperdulikan pondasi yang menopangnya.
Berujung pada kesia-siaan meski seakan terlihat sebagai bangunan yang megah.
Akhirnya aku diselimuti ketakutan akan reruntuhanya.

Dari tulisan ini, untuk kesekian kalinya terbaca bahwa aku sering terjatuh,
dan mencoba bangkit dengan pemikiran dan cara sendiri.
Kerap kesadaran terbit setelah kesekian kalinya terperosok keraguan yang mengawang-awang.

Perubahan baik dan buruk memang bermuara pada diri sendiri,
maka jika aku sering terombang-ambing diantara keduanya, adalah karena aku sendiri.
Karena aku dan diriku sebagai manusia yang sama seperti kalian.
Melakukan kesalahan adalah baik sekali jika tetap bisa diambil sebagai pelajaran,
Kemudian semoga kedepanya menjadi suatu kebaikan yang tidak hanya sekali.
Itulah makna yang tersirat agar aku atau kalian hayati.

26 Des 2009

takdir keberhasilan atau kegagalan sesungguhya

Selama ini banyak orang yang memahami takdir secara sepotong-sepotong, dan beranggapan keberhasilan atau kegagalan seseorang...semata-mata adalah takdir Tuhan. Secara prinsip, saya setuju dengan pendapat ini, namun tetap kita tidak akan boleh berhenti berpikir hanya sampai disitu.
Maksudnya bahwa sebelum mencapai keberhasilan atau mendapatkan kegagalan, adalah suatu proses yang mesti dilalui satu persatu.
Disinilah letak permasalahanya.........
Banyak yang mengambil jalan pintas dalam berpikir, langsung menilai dan mengharapkan hasilnya saja tanpa memperhatikan proses yang mesti dilalui sebelumnya.
Patut direnungi bahwa sebenarnya setiap proses tersebut juga memiliki takdir atau ketentuan sendiri-sendiri.
Hal itu yang jarang terbaca oleh kita sebelum mencapai takdir keberhasilan atau kegagalan sesungguhya.

Ia selalu membidik tapi enggan menembak

Begitu banyak orang yang terperosok pada kesibukan sehari-hari. Merasa bahwa dirinya telah bekerja keras, namun sebenarnya, "tidak kemana-mana". Adalah bahwa dia yang tidak memiliki tujuan yang jelas, hendak akan pergi kemana...
Baginya yang terpenting adalah menghabiskan hari-hari dengan mengisi waktu atau melaksanakan sesuatu. Kadang dia mengatakan "tidak ada lagi harapan buat yang lain"...
Padahal masih banyak tindakan yang bisa yang bisa dilakukan agar segalanya jadi lebih jelas dan baik. Tetapi dia tidak mau melakukanya, bahkan untuk memikirkanya pun enggan, apalagi tindakan nyata.
Ia lebih suka menunggu nasip baik yang akan datang padanya tiba-tiba, sambil berdoa tanpa berusaha dan melakukan evaluasi.
Kesempatan 'baginya mimpi', ia tidak mau melakukan apa-apa sebelum orang lain melakukan tawaran dan janji, bahkan tidak pernah mencari peluang itu.
Sehari-hari yang dilakukanya adalah menyesali nasip, bukanya memikirkan tindakan apa yang harus diperbuat.
Jika ditanya, ia menjawab " saya sudah berusaha"...padahal kerjanya hanya berleha-leha, nongkrong, ngerokok, minum kopi, dengerin musik, ngelamun,.
Itu semua terjadi karena ketiadaan visi dan keyakinan diri. Tidak ada tujuan yang jelas. Ia menutup suara hatinya sendiri untuk bangkit dan maju. Sedangkan suara hati tetap tidak akan mati, karena itu adalah energi dan karunia Ilahi.
Tetapi mengapa karunia itu tidak mau didayakan, malah disimpan rapat-rapat di dasar hati.
Ia selalu membidik tapi enggan menembak. Disisi lain, suara hatinya akan terus berteriak, semakin ditahan semakin sakit di dada. Dorongan energi untuk bangkit itu akan terus mencari jlan keluar, siapapun mencoba merintangi tidak akan tahan. Itu berasal dari Ilahi.
Apabila terus saja ditahan di dada, akan berubah menjadi dorongan yang mendesak hati. Pabila masih ditahan juga maka akan mendesak jantung. Masih ditahan juga, makan ia akan mengubah wajah, wajah akan berubah menjadi pahit dan getir...
(Pernahkah melihat wajah seperti itu?????)

Untuk itu, aku akan melakukan pembaruan yang sangat menentukan bagi hidup. yang akan membuat perbedaan. Apapun peran yang kumiliki, aku tidak hanya akan membidik....
tapi juga menarik pelatuk, menarik busur dan lepaskan anak panah yang tertahan itu..

Bercita-citalah besar

Bercita-citalah besar, berpikirlah maju. Anda tidak diciptakan untuk menjadi orang yang kalah. Tetapi kita diciptaka sebagai wakil Allah di muka bumi, untuk memberikan kemajuan dan kesejahteraan.
Setiap langkah yang kita perbuat di muka bumi ini, haruslah suatu langkah kemenangan.
Ingat, Allah SWT berada sedekat dengan urat nadi kita, dia tidak ingin kita jatuh. Dia ingin kita berhasil. Melalui suara hati Dia membimbing kita, apabila kita terjatuh...sadarlah, karena berarti masih banyak ilmu yang belum kita pelajari.
Pelajarilah kesalahan itu, cari jawaban..mengapa kita jatuh ?
kemudian bangkit lagi!!!
Ingat, jangan sekali-kali meremehkan diri kita!! Modal kita sudah cukup, bahkan kalau seluruh komputer di muka bumi ini ditumpuk hingga mencapai bulanpun, tidak akan menandingi manusia ciptaan Allah.
Jangan sia-siakan kepercayaan ini, kita dirancang dan diciptakan untuk meraih kemenangan. Apabila anda mendengar suara hati, terimalah hal itu dengan baik sebagai motivasi langsung dariNya...seperti Adzan yang kita dengarka lima kali sehari.

Apa yang dikatakan manusia lain di atas pemakaman kita nanti

Orang yang terdorong untuk meraih prestasi selalu mencari jalan untuk menemukan sukses tersebut. Bagi kebanyakan orang, yang dimaksudkan adalah uang. Mereka sering mengatakan bahwa uang begitu penting, raja dunia.
Sebenarnya berlimpah uang atau keberhasilan di dunia itu, hanyalah sukses yang belum tuntas. Sebab coba kita renungkan kalimat ini...
" Apa yang dikatakan manusia lain di atas pemakaman kita nanti, adalah saat kita akan menemukan jawaban, apakah selama di dunia kita telah benar-benar sukses atau tidak sama sekali".
Bukan hanya kemasyuran, prestasi, uang yang menjadi dinding yang paling tepat untuk kita bersandar semasa hidup...Karena kita pasti akan kembali pada Allah yang satu.

Sebenarnya

Sebenarnya aku sudah memili semuanya, begitu banyak pemahaman tentang teroi pembangunan karakter. Namun, begitu banyak pula yang terlupakan atau dihafal hanya sebatas teori, yang tidak pernah dipraktekan sama sekali. Akhirnya semua itu terbuang percuma, bahkan pada saat akan dugunakan...sering lupa.

Mata hati

Seseorang yang belum pernah tergetar hatinya oleh keagungan ayat-ayat suci alquran dan teladan suci nabi Muhammad, tak akan mampu menggetarkan dunia.
Mata hati punya kemampuan berkali lipat lebih besar untuk melihat kebenaran daripada dua indera penglihatan.

à´ªുà´œിà´•് bagimu

Segala puji dan syukur kepada sumber dari suara hati yang bersifat mulia, sumber ilmu pengetahuan, sumber segala kebenaran, sang maha cahaya, panabur cahaya ilham, pilar nalar kebenaran dan kebaikan yang terindah, sang kekasih tercinta yang tak terbatas pencahayaan cinta bagi umatnya.

tulisan-tulisan ini

Kalau melalui tulisan-tulisan ini terdapat banyak kiasan sastra, bukan berarti aku hendak menyombongkan diri yang memang sebenarnya tidak ada apa-apanya.
Tapi hanya sekedar keinginan untuk menyampaikan apa yang muncul sebagai pikiran.
Kalau melalui tulisan-tulisan ini banyak keluh kesah yang terungkap, itu bukan hanya cerita buat ku seorang, tapi untuk semua...
Karena pada dasarnya manusia pasti akan didera masalah.
Aku hanya mencoba kritis untuk menemukan solusi, daripada berpangku tangan seakan tidak terjadi apa-apa.
Tidak juga penting kalian simpatik terhadap tulisan-tulisan ini, seperti tidak penting hadir diriku bagi kalian. Tetapi tulisan-tulisan dan isi pikiranku ini akan tetap bersama kalian jika diijinkan, karena aku lah yang membutuhkan kalian untuk mendapatkan persahabatan.

Universalisme spektrum nurani.

Jadilah seperti matahari pagi, mampu melihat dunia dengan kejernihan mata hati, berbicara melalui lidah hati, dan mendengar suara alam yang berbunyi.
Jadilah referensi nagi semua orang, kamus lengkap suara hati.
Kecerdasan emosi yang dapat diungkapkan melalui bahasa lain, seni dan budaya.
Universalisme spektrum nurani.

Bahaya paling besar yang dihadapi oleh manusia-manusia zaman sekarang, bukanlah bom atom!!.

Bahaya paling besar yang dihadapi oleh manusia-manusia zaman sekarang, bukanlah bom atom!!.
Tapi perubahan fitrah...
Unsur kemanusiaan dalam diri yang sedang mengalami kehancuran sedemikian cepat, sehingga yang ada adalah ras non manusiawi, yaitu mesin berbentuk manusia yang sudah tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
Ia telah dijual dan dia sendiri yang membayara harganya. Ia berbaris di depan rumah perampok, menanti giliran untuk dirampok.
Itulah manusia yang buta hati dan nurani.
Semoga kita tidak termasuk diantaranya....

alam horisontal dan vertikal.

Aku tidak ingin terjerumus dalam pandangan streotip dikotomisasi antara dunia dan akhirat, seperti unsur-unsur kebendaan vs agama, unsur kasat mata vs tidak kasat mata, materialisme vs orientasi nilai Ilahiyah semata.
Aku juga tidak boleh berusaha untuk berhasil secara vertikal saja, yang pada akhirnya hanya cendrung bermuara bahwa sukses dunia adalah urusan belakangan.Hasilnya, aku nanti hanya berusaha unggul dalam kekhusuan dzikir namun akan kalah dalam percaturan ekonomi, iptek, sosbud di alam horizontal.
Begitupun sebaliknya, jika aku hanya berpijak pada alam kebendaan, yaitu kekuatan berpikir ku tidak diimbangi dengan kekuatan dzikir, nantinya aku juga hanya akan menemukan kehampaan sebagai pemenang di alam horisontal saja.
Aku juga tidak ingin sempurna, karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah miliknya. Aku adalah manusia yang masih banyak kekurangan dan bergelimang dosa.Tapi aku selalu memohon padaNya agar dapat dijadikan insan yang sukses dunia dan akhirat, alam horisontal dan vertikal.
Amien...

23 Des 2009

...punya mulut tapi sumbing, punya mata tapi juling....

Keliling-keliling sampai pusing tujuh keliling gara-gara malming dapat jodoh orang sinting, jadinya pingin guling-guling atau melenting cari yang lebih bening. Beginilah cerita si raja chating yang doyan daging kambing, tapi nasi aking pun pernah disentuh piring. Asal ga' kurus kering kaya' aming yang badanya ceking kaya' cacing. Haduh, pasti pangling baca ini tulisan miring, kata-katanya garing karena bicara sambil pening . Maklum habis minum obat pusing.
wkwkwkw, just kata-kata sumbang dari orang sombong yang mencoba kidding terhadap mereka yang genting
...punya mulut tapi sumbing, punya mata tapi juling....

Selamat jalan kawan…

Selamat jalan kawan…
Kau pergi dengan hati galau yang tertahan,
ungkapan rasa yang selama hidup coba kau lawan.
Kami yang masih disini hanya bisa menangis perlahan,
melepas kepergiaamu yang memang tak dapat terelakkan.

Bukan hanya canda tawamu yang akan selalu diingat,
tapi kesahmu itu yang sebenarnya membuat kita menjadi semakin dekat.
Pilu ini tak dapat lekang dalam sesaat,
karena kau pergi disaat kita semakin erat.

Maaf dari kami karena selama ini tak pernah jujur bahwa kau ada,
kami yang seakan tak pernah menerima dirmu apa adanya.
Tapi dalam sesal kini kami hanya dapat berkata…
Kau tetap kawan yang selamanya kami kenang dalam nyata.

Berbaringlah dirimu di alam sana,
Mimpi yang indah…
Selamat jalan.

satu titik

Dirimu memang hanya sekedar satu titik di dalam proses perubahan hiduku, tetapi dirimu merupakan awal dari proses perubahan besar tersebut.
Hanya dengan orang yang tepat perubahan yang akan terjadi dapat berarti. Lantas hanya dengan perubahan yang demikianlah pastinya akan ada kehidupan yang bahagia.
Selanjutnya semoga aku tinggal tersenyum melewati semuanya.
Inilah sebuah proses yang masih harus kulalui. Proses yang mungkin panjang atau singkat, tergantung kapan hadir kematangan jiwaku.
Sebab sebenarnya dipundakku sendiri Tuhan menitipkan nasip.

Tapi dari kenyataan yang kualami hingga sekarang, semuanya memang hanya drama yang harus kumainkan. Gonjang-ganjing kehidupan yang kualami berulang-ulang, sesungguhnya berasal dari satu skenario.
Tanpa mengubah skenario tersebut, sudah tentu aku kembali memainkan cerita yang sama, kemudian kembali terpuruk. Disinilah kesalahan, aku tidak belajar dari pengalaman, baik pengalamanku atau orang lain.
Sebenarnya Tuhan tidak akan mengubah nasipnya jika hambanya tidak mau berusaha mengubah nasipnya tersebut. Tiap perubahahan tidak mungkin sekali jadi, tapi perubahan yang berjalan lambat juga dapat merugikan kita sebagai manusia. Karena itu harus ada evaluasi pada setiap langkah yang kita tapaki, bahkan sebelum kita melangkah.

Dan apabila kurang puas dengan perubahan yang sudah terjadi, harus ada upaya agar tidak tetap terpuruk dalam keadaan.
Memang inilah resiko hidup, yang terbaik belum tentu dapat tercapai. Masih ada interaksi nilai dan kepentingan yang mengahasilkan norma yang harus disepakati.
Namun dibalik semua itu, tetap hak kita untuk berprilaku sesuai dengan jati diri kita. Karena aku adalah aku.

Hanya dari kedalaman jurang kejatuhan, aku dapat melihat puncak kekuasaan.
Selalu berikan yang terbaik dan jangan putus asa.
Memang akan selalu ada yang membencimu, tapi mereka hanya akan menang apabila kita juga membencinya.

Dan dengan begitu kita hanya akan mengancurkan diri kita sendiri.

Aku akan berusaha sebaik mungkin dengan daya yang aku bisa

Pantaslah jika globalisasi bagiku adalah kolonialisme bentuk baru.

Globalisasi pada dasarnya memang tidak mungkin dihindari, tetapi sekali masuk ke dalamnya sesungguhnya kita seperti memasuki kurungan yang bersangkar emas.
Tahukah kita bahwa globalisailah yang membuat seorang Michael Jordan berpendapatan 40 juta dollar pertahun, karena t-shirtnya dibeli anak-anak dari moskow hingga Jakarta. Dan tahukah kita bahwa sebagian dana tersebut digunakan untuk sumbangan pajak pada AS. Masih banyak contoh-contoh seperti produk waralaba asing lainya yang berarti kitapun secara tidak langsung ikut membayar pajak pada pihak luar. Bukankah sebenarnya itu merupakan cara mengeruk uang dari kantong kita, kenapa uang itu tidak jadi pemasukan bagi Negara kita sendiri ??

Dan disamping itu, adapaun masalah yang bukan sepele dan sebenarnya jika kita pikirkan secara dalam cukup krusial dampaknya…..
Seperti permasalahan HAM di dalam bangsa kita sendiri, masih saja ada campur tangan dari dunia Internasional. Kita harus menghukum orang Negara kita sendiri dengan standar universal. Memang masuk di akal, tapi bukankah bangsa kita sendiri juga punya nurani untuk menentukan mana hukum yang pantas.
Selanjutnya mengenai permasalahan ekonomi, meskipun sudah tidak terang-terangan kelihatan, sistem perekonomian luar masih saja mengatur sitem perekonomian Negara kita. Padahal uang yang sengaja dipinjamkan adalah tetap utang yang tetap harus dibayar kembali pada mereka.

Ada yang lebih parahnya lagi, demokrasi Negara kita sampai sekarang tetap dipantau. Hal yang dianggap mereka melenceng akan mengurangi legitimasi pemerintah kita.
Lantas apa masih ada ruang gerak kemerdekaan kita dalam mengatur Negara sendiri.
Pantaslah jika globalisasi bagiku adalah kolonialisme bentuk baru.

21 Des 2009

Itulah yang harus kita pahami dari dunia ini...

Jari-jari manusia di dunia ini ingin menunjuk dengan emas.
Sedangkan hal itu membiarkan mata-mata manusia lain akan memandang emas tersebut dengan penuh kekaguman.
Dan jika pemilik emas berbicara, manusia lain akan mendengarkan,
jika pemilik emas melakukan intervensi, upaya mereka akan diterima.
jika pemilik emas memberikan kesaksian, mereka akan diterima.
Pemilik emas tidak akan dipersalahkan karena tidak kompoten,
bahkan rambut putih mereka akan dianggap lebih muda daripada kemudaanya sendiri.
Itulah yang harus kita pahami dari dunia ini...

Penyair

Penyair adalah manusia yang pandai mempermainkan kata-kata agar menjadi indah dan menarik hati, atau syair pilu yang menyayat hati, mereka berteriak melalui tulisan yang isinya kadang tentang pembangkangan terhadap aturan kehidupan. Mungkin mereka dikatakan pembual karena berkata tentang apa yg tidak dapat diraihnya, hanya bisa mengumbar perasaan cengeng tanpa dapat berbuat apapun, berteriak-teriak tak jelas arah dan tujuan. Tapi dibalik semua itu, tidak semua orang dapat menjadi penyair sejati, penyair adalah manusia istimewa karena dapat hidup dalam dunia yang normanya dibuat sendiri melalui syair-syair mereka.
Bagaimanapun hanya jiwa yang dapat berbicara melalui hati yang dapat menjadi seorang penyair.

13 Des 2009

Hanya kau yang tahu siapa dan bagaimana dirimu

Hanya kau yang tahu siapa dan bagaimana dirimu.
Meski mereka mencaci seakan kamu adalah dungu.
Untuk apa terbelenggu dendam karena prasangka mereka yang semu.
Bukankah kemenangan bagi yang benar tak perlu diragu.
Wajar mereka terus berceloteh, karena mereka memang tak gagu.
Jika cercaan palsu itu tertuju kepadamu secara tak jemu,
anggaplah angin lalu, tak perlu malu dan ragu untuk maju.
Ini bukan tulisan menggurui untuk memenangkan diri selalu.
Tapi ungkapan pembelaan bagi kita yang selalu dianggap tak perlu.
Namun tulisan ini memang hanya akan dianggap palsu dan berlalu,
jika hati kita ternyata memang sekeras batu,
yang sebenarnya memang dungu dan tak pantas membela diri yang palsu.
Namun jika sedikit saja bermakna di hatimu,
Berarti kata kita sama dalam kalbu.
Lihatlah juga masih ada diantara kita yang kaku dan tak berani berseru
jadi tak menentu dalam sikap dan dipermainkan waktu.
Untuk itu, jika dulu masih menyikapi hidup dengan galau
marilah sekarang bersama-sama memaknai hidup dengan jiwa yang baru.

Dia yang menentukan apa yang akan terlaksana

Siapa yang menanam harus memetik,
demikian pribahasa terpekik.
Karena itu hendaklah diingat,
oleh mereka yang sudah berbuat khianat.
Bertindak licik sembunyi-sembunyi,
meski kadang mengupayakan kebenaran, tapi kenapa harus memaki.
Mencari selamat, tapi sewenang-wenang.
Berhati-hatilah jalanmu yang diawang-awang,
sebab bukan aku yang akan berkarya,
hanya Dia yang menentukan apa yang akan terlaksana.

Meski kita tidak akan mungkin mengatur dunia dengan tangan kita sendiri

Manusia dapat menjadi kepribadian yang kuat dan teguh dalam semua keadaan, akan tetapi dia juga dapat menjadi perahu rusak yang dalam samudra kehidupan. Diombang-ambingkan gelombang berbagai macam kenafsuan.
Pengalaman kita sebagai manusia beraneka dan kaya, terentang dari berbagai zaman.
Dalam serpihan pengalaman itu banyak sekali kita menemukan bahwa tanah bumi tempat kita berpijak ini tidak lebih dari sekedar arena pertarungan.
Lantas masing-masing generasi pada setiap zaman hanya akan bertanya...
“ Bagaimana generasi mendatang akan menilai generasi ini”
Dalam titik seperti ini akhirnya tulisan seperti ini terbit, dari kesadaran bahwa sejarah bangsa ini telah turut serta membentuk generasi yang sekarang.
Namun demikian, kita seharusnya tidak lantas menjadi manusia yang tidak berdaya dalam rongrongan masa lalu kita.
Kita harus dalam proses menjadi sesuatu, mengejar tujuan untuk sesuatu yang baik dan pasti.
Meski kita tidak akan mungkin mengatur dunia dengan tangan kita sendiri.

Memang mudah kalau hanya memaki

Memang mudah kalau hanya memaki, mengumbar amarah, merasa benar sendiri, berpegang kepada akal tanpa memikirkan rasa.
Memang enak kalau hanya bicara untuk berbuat baik, yang sebenarnya tidak mudah.
Karena itu, jangan mudah mengobral kata.
Ingat, diri sendiri bisa menjadi korban jika keliru ucapan dan tindakan.
Untuk itu, tidak ada lagi asal buka mulut berdasarkan pikiran yang asal bertaut.
Hanya akan berakhir dengan jalan hidup yang terantuk-antuk
Masuklah ke dalam perasaanmu yang akan memimpin perjalanan menemukan yang sejati.,

Sikap seseorang penulis

Sikap seseorang penulis harusnya terpuji.
Luhur ucapanya sperti kata yang ditegakkanya.
Hati dan lidah menyatu dalam kelakuan.
Tapi memang sudah sifat manusia,
bisa keliru bertindak,
tersesat mengikuti nafsu,
membelakangi kehendakNya.
Akhirnya mendapat malu, sakit hati,
karena tidak dipercaya kawan.
Tetapi semestinya makna ini tidak sambil lalu,
membuat penulis meninggakan sikap satria.
Jangan malu mengaku salah, lantas jangan menambah besar dusta.
Kesalahan jangan ditumpuk, percuma dosa terus disembunyikan.
Karena semua itu kasat mata.
Lebih baik mengingat asal dan tujuan hidup,
datang dan pergi hanya karena kehendakNya.
Jadilah seperti air yang mengalir, atau jalanya angin.
Seperti matahari yang terus bersinar,
menetap dan taat pada hukum kehidupan,
yang berasal dari Ilahi robi.

Banyak yang bingung ketika menjalani hidupnya

Banyak yang bingung ketika menjalani hidupnya,
pagi mengangguk, sore menggeleng...
maju-mundur sikap dan prilakunya.
Penuh keraguan tekadnya.
Jika berani, karena lupa.
Jika takut, karena tidak punya pegangan.
Kepercayaanya hanya pada otak,
tetapi perasaanya gersang.
Sebab kehilangan kiblat,
kemudian memaki sekenanya,
marah-marah bisanya.

Pemuda bangsa ini di zaman sekarang

Pemuda bangsa ini di zaman sekarang,
muda lahir, muda batin, hingga yakin untuk bertarung...
Beradu kekuatan, beradu suara,
memang begitu ceritanya!!!
Tetapi namanya juga satria yang masih muda,
tersandung, terseok-seok langkah dan keliru ucapanya.
Hingga terkesan sia-sia apa yang telah dikurbankan.
Tetapi, tidak demikian sesungguhnya.