My Adsense

2 Agu 2010

aku pernah mundur selangkah itu selalu untuk maju beberapa langkah

Setelah cukup lama aku coba melupakan gadis yang kini tak ingin mengenal ku iagi itu, entah karena apa kemarin aku dengan sengaja mengunjungi facebooknya lagi. Dan betapa terkejutnya aku, ternyata ada yang berubah semenjak aku tak lagi pernah mengganggu dia lewat berbagai sms dan status-status yang ku tulis di facebooknya.

Aku memang mengenal dia melalui seorang teman dan kami hanya pernah berbincang melalui jalur pertemanan dunia maya saja. Tapi ada kisah yang sangat berarti dari awal perkenalan maya kami itu, tak tahu mengapa aku bisa langsung mengagumi gadis ini. Meski perbincangan yang pernah terjadi antara kami tak pernah secara langsung, tapi aku seperti sudah pernah bertemu dan mengenal dirinya. Aneh, bahkan lambat laun hal itu menimbulkan perasaan suka dan sangat ingin mengenalnya lebih dekat.
Tentang Dia, adalah gadis yang biasa dan sederhana saja, tapi memiliki semua kriteria fisik yang selama ini aku cari, dan untuk mengenal secara lebih jelas tentu saja aku harus dapat mengenalnya secara langsung.
Lebih tepat dikatakan aku harus memberanikan diri untuk dapat bertemu dengan dirinya, karena sebelumnya berkali-kali aku selalu menjadi lelaki bodoh yang tak pernah berani mengungkapkan perasaan cinta, bahkan jika blog ini dapat berbicara mungkin dia akan berteriak "aku sudah bosan selalu disisipi kisah-kisah pilu yang menceritakan lelaki yang begitu bodohnya dalam mengenal cinta". Ya...mungkin saja bisa sampai begitu.
Kemudian, setelah hadir perasaan itu, aku menjadi seorang pemuja yang sedang dimabuk asmara begitu dalam. Tiap detik dalam keseharianku lebih sering membayangkan tentang dia, sudah berangan-angan terlampau tinggi bagaimana seandainya dia benar menjadi milik hatiku. Segalanya terlihat indah dalam benak dan pikiranku, aku melewati hari-hari dengan tersenyum seakan dirinya benar telah menjadi milikku.
Sebenarnya sampai saat itu, aku belum menemukan situasi yang tepat untuk bertemu dengan dirinya, apalagi jarak cukup jauh memisahkan lokasi tempat tinggal kami berdua. Yang ada, aku hanya masih berkutat dengan tradisi lama yaitu melalui sms atau status-status facebooknya. Anehnya, kenapa aku juga tidak pernah menelpon dia. Dan untuk kalian yang membaca tulisan ini pasti jawabanya sudah jelas, ternyata tidak ada perbedaan yang jelas antara aku benar-benar "berubah" atau "berkilah", mana yang disebut berani untuk mengenal dia secara langsung jika tak ada bukti yang pasti?. Ternyata aku tetap bodoh!.
Aku dianggap hanya berusaha mendapatkan jawaban dari dia melalui komunikasi semu, seakan mengumbar asa tanpa dapat menunjukan rasa. Lantas gadis baik-baik mana yang dapat memahami hal seperti ini?. Jika dulu, dengan segala keramahanya, cara dan apa yang kami perbincangkan seperti abang dan adik dalam dunia maya ini. Tetapi setelah aku secara tiba-tiba mengungkapkan perasaanku terhadap dia yang juga melalui dunia maya ini, sepertinya malah membuat dia takut dan semakin menjauh. Mungkin dia merasa aku aneh dan hanya membuat dia terusik.
Aku mungkin dianggap aneh oleh dia karena hampir setiap hari selalu mengirimkan pesan-pesan singkat tentang perasaanku, status facebook dan blogku selalu diisi dengan kata dan kalimat-kalimat tentang hal yang sama. Jika memang begitu adanya pandangan dia, ada yang saya sesalkan. "Apakah dapat sedikit terbersit rasa mengerti jika seandainya waktu itu dia tahu bahwa saya sendiri juga sangat merasa aneh dengan tabiat saya ini".
Aneh karena sebelumnya tidak pernah saya memilki perasaan yang begitu dalam, hingga tiap hari hanya memikirkan sosok seseorang yang itu-itu saja. Apakah dia percaya bahwa saya ini sangat perasa untuk masalah hati yang sungguh-sungguh, hingga ketika menulis berbagai kalimat yang mungkin oleh dia dianggap usil, harus meluapkan segala rasa yang hampir menyamai kerinduan saya terhadap seorang Ibu. Tapi bukankah kebijakan cinta terhadap seorang kekasih adalah dengan menempatkan dia pada urutan kedua setelah rasa sayang terhadap seorang Ibu, karena dalam dunia ini hanya Ibu yang benar-benarku sayang
Belum juga saya ceritakan dalam tulisan ini, bahwa cukup memikirkan tentang dia yang belum saya kenal saja dapat membuat saya perlahan merubah sikap buruk dan nyeleneh anak muda kebanyakan yang ada pada diri saya. Karena waktu itu saya merasa, tentunya saya harus dapat merubah segala sikap yang mungkin dianggap buruk jika ingin mendapati gadis seperti dia. Sebenarnya dengan begitu saya sudah rencanakan sebagai tahap persiapan untuk dapat mendekati dia. Di balik sisi roman yang dimengerti sendiri, saya juga mengutamakan logika yang unik dan hanya dimengerti oleh saya sendiri pula. Yakni entah dalam perkara hidup apapun semuanya harus dipersiapkan secara matang, meski untuk urusan cinta ini cara saya itu mungkin dianggap tak masuk akal. Kasarnya saya dianggap "sekali pecundang tetap saja pecundang".
Apa guna juga saya menyimpan berbagai alasan yang telah saya utarakan, saya berkilah yang seakan hanya untuk membenarkan diri sendiri, jika akhirnya keputusan yang dinanti juga tergantung dari jawaban si gadis.
Untuk menyingkat cerita ini, "pada akhirnya saya ditolak dengan berbagai alasan yang kurang lebih sama seperti apa yang tertera di atas, tentang bagaimana gadis itu menganggap saya, aneh dan menakutkan". Bahkan jawaban dia sama sekali tidak bergeming meski dengan terpaksa saya merubah rencana persiapan saya, mempercepat waktu untuk segera bertemu dan berbicara langsung dengan dia. Dengan maksud agar kisah tulus saya ini tidak untuk kesekian kalinya menjadi penyesalan akibat keterlambatan diri. Tapi apa daya, jika memang sudah itu keputusan pastinya.
Dan ada satu hal utama yang terlupakan dari semua itu, "dari awal ternyata saya sama sekali tidak pernah bercermin diri". Kenapa saya bisa lupa dan tidak berpikir bahwa hal itu yang paling penting dari semua alasan yang saya reka-reka menjadi penyebab penolakan ini. Hingga akhirnya jawaban yang sebenarnya itu saya temukan dari diri saya sendiri, "saya hanyalah pungguk yang tidak menyadari perbedaan bumi dan langit".

Begitulah ceritanya, hingga dengan jawaban terakhir itu dapat membuat saya benar-benar mengerti. Perasaan hati saya mungkin sakit, tapi hanya sebentar. Saya memang harus ihklas untuk kepergian sang pujaan ini dari sisi hatiku, karena dia hanya sekelebat lewat tanpa bermaksud singgah untuk menghuni. Berbagai kenangan yang sebenarnya saya buat sendiri harus saya tutup sendiri jua. Tidak ada penyesalan, karena dengan pernah mengenal perasaan ini menjadi satu lagi pelajaran dan perubahan yang juga berarti dalam diriku. Aku menghapus semua jejak, nomor handphone dan acount facebooknya yang pernah disimpan....

Dan kemarin, setelah cukup lama aku coba melupakan gadis yang kini tak ingin mengenal ku lagi itu, entah kenapa dengan sengaja aku mengunjungi facebooknya lagi. Aku terkejut, ternyata ada yang berubah semenjak aku tak lagi pernah mengganggu dia lewat berbagai sms dan status-status yang ku tulis di facebooknya. Sudah ada yang menjadi kekasih hatinya sekarang, dan cukup dengan melihat foto profile itu aku sudah mendapat gambaran yang cukup jelas.
Memang lelaki seperti itu yang sangat pantas untuknya, keseluruhan raga yang sangat berbeda dengan apa yang ada pada diriku. Ya, mungkin memang benar.....


Tapi aku bukan manusia yang tak bersyukur!!!. Aku tidak merendahkan diriku ini, aku masih punya banyak kelebihan yang diciptakanNya, karena Dia Maha Adil!!!. Aku yakin tiap apa yang dicoba pasti kan menuai makna, bagaimanapun adanya diriku yang seperti ini pastinya diciptakan untuk didampingi oleh dia yang sesuai pula untukku. Dan pastinya perasaan ini masih tersimpan sejati tanpa berkurang sedikitpun rasa tulusnya, hanya tinggal menunggu aturan waktuNya yang tepat untuk hadir bagi dia yang tepat pula. Aku lupa atau bahkan mungkin hampir tidak pernah tahu, kapan pernah terpuruk yang tidak bisa bangkit. Yang sering kuingat, jika aku pernah mundur selangkah itu selalu untuk maju beberapa langkah.

Bukanlah sebuah kecongkakan jika dapat membuat kita lebih baik dan bermakna dalam hidup.
Amien Ya Allah...

1 Agu 2010

Reinkarnasi

Sore tadi selepas kerja, seperti biasa selalu ada perbincangan ringan yang terjadi antara kami rekan sekerja. Dalam perbincangan itu, tiba-tiba ada suatu pertanyaan dari teman saya yang kemudian menerbitkan niat saya untuk membuat tulisan ini. Pertanyaan ini berawal dari kejadian yang terjadi pada dirinya. Dia mengenal seorang gadis tapi tidak pernah menjumpainya, dan gadis itu menyimpan perasaan terhadap dirinya meski mereka belum pernah berjumpa. Mereka hanya sering berkomunikasi melalui sms atau telpon. Awal perkenalan merekapun cukup unik, melalui jejaring pertemanan dunia maya.

Dan yang menjadi awal hingga muncul pertanyaan dari temanku tersebut adalah akhir-akhir ini sepertinya perasaan suka si gadis makin berlebih terhadap temanku. Peraaan hatinya semakin tidak tenang jika sedang memikirkan sosok temanku, hal itu diceritakan si gadis melalui pembicaraan mereka di telepon. Pertanyaan ini juga ada karena suatu hal yang sangat unik telah terjadi dari kejadian ini.

Dari pembicaraan telpon mereka beberapa hari kemarin, kata temanku “dari firasat-firasat dan kerinduan gadis itu, sepertinya membuat dia bisa mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh temanku”. Tak perlu disebutkan apa itu, tapi apa yang diprasangkakan gadis itu memang mirip atau benar - benar dilakukan oleh temanku.

“Aneh bukan” kata temanku.

Nah, yang menjadi inti dari pertanyaan temanku tersebut adalah "apakah benar reinkarnasi itu ada?, apa mungkin gadis itu adalah reinkarnasi dari kehidupan mereka sebelumnya. Mungkin saja dulu mereka berdua adalah pasangan suami istri, atau pasangan sejati seperti apalah namanya…..“. Karena dengan kejadian itu akhirnya malah membuat perasaan hati temanku juga semakin suka terhadap si gadis.

Kejadian itu menjadi tanda tanya yang selalu dia pikirkan dan berusaha untuk mencari jawabanya, “kenapa bisa begitu? Dan kenapa akhirnya dia bisa mempunyai perasaan suka sebesar ini terhadap gadis yang sama sekali belum pernah dijumpainya”. Tapi, di sisi lain dia juga seperti sudah lama mengenal gadis itu. Bisa dibilang dia seperti merasakan chemistry yang sulit untuk dijlaskan secara logika”.

Setelah mendengar cerita temanku tersebut, saya mulai paham maksud dari pertanyanya. Sebenarnya dari awal mendengar cerita dia, saya sudah mulai tertarik. Karena topik pembicaraan seperti ini termasuk dalam topik yang saya suka. Dari dulu, entah kenapa saya sendiri juga selalu berpikir tentang masalah-masalah serupa yang kerap terjadi dalam kehidupan saya. Sebagai contoh, pernah disaat saya sedang melakukan suatu aktifitas di tempat dan waktu tertentu, tiba-tiba saya merasakan sesuatu bayangan pikiran yang unik, bahwa apa yang sedang saya lakukan ini sepertinya sudah pernah saya lakukan sebelumnya.

Pernah juga ketika saya sedang memikirkan sesuatu, mengingat atau merindukan seseorang secara dalam, nantinya pikiran ingatan dan kerinduan itu sampai-sampai bisa terbawa dalam mimpi ketika sedang tidur. Atau disaat rasa rindu saya terhadap Ibu dan keluarga, rasa rindu yang tiba-tiba sangat lebih dan tidak seperti biasanya, mungkin dikarenakan sedang jauh berada dan tidak tahu bagaimana keadaan mereka. Tiba-tiba akan datang kabar melalui telpon atau sms bahwa ada suatu kejadian yang terjadi pada Ibu atau keluarga saya. Hal ini juga pernah terjadi bersamaan atau sebaliknya, disaat Ibu saya juga sedang memikirkan dan merindukan saya maka ada sesuatu yang sedang saya alami.

Banyak lagi contoh-contoh lain, seperti kebenaran dalam mengikuti kata hati. Banyak kejadian-kejadian yang saya alami pada akhirnya membawa keberuntungan bagi saya, dikarenakan berawal dari mengikuti kata hati. Meskipun sebelumnya saya sama sekali belum ada bayangan kedepan tentang benar salahnya pilihan saya tersebut.

Dari cerita seorang temanku dan pengalaman hidup serupa yang saya alami sendiri tersebut, maka saya coba memberikan pendapat yang seadanya, berdasarkan pengetahuan saya yang tidak seberapa. Karena dalam memberikan pendapat terhadap orang lain, saya lebih mengutamakan apa yang saya tahu atau pernah alami sendiri dibandingkan mengutip sesuatu yang sebenarnya belum benar-benar saya pahami. Mungkin pendapat yang saya utarakan terhadap teman saya ini bukanlah jawaban yang benar dan tepat, tapi hanya lebih pantas disebut sebagai tukar pendapat antar teman saja.

Awalnya saya coba memberikan pendapat bahwa dalam agama Islam tidak ada yang dinamakan reinkarnasi. Karena jika sebelumnya memang pernah terbersit dalam pikiran saya tentang “apa itu reikarnasi dan apakah memang benar adanya” maka saya mulai coba belajar dan mencari tahu untuk memahami arti dari reinkarnasi tersebut. Banyak sisi ilmu pengetahuan formal dan informal yang menelaahnya, berangkat dari hal itu adapun beberapa pemahaman lain yang sehubungan dengan reinkarnasi tersebut. Beberapa diantaranya seperti pengalaman saya yang diceritakan di atas tadi, istilah teorinya yang berhubungan dan sudah cukup dikenal seperti rendezvous, alam bawah sadar, dan masih banyak makna dengan istilah lain lagi.

Tapi pemahaman yang mutlak paling benar adalah “tidak ada yang namanya reinkarnasi di dunia ini”, jika yang dimaksudkan reinkarnasi itu adalah kejadian hidup yang dialami manusia zaman sekarang berhubungan dengan kejadian yang pernah terjadi pada saat dia pernah juga hidup di zaman yang telah lampau. Artinya tidak ada manusia yang pernah hidup lebih dari sekali dalam zaman yang berbeda. Saya meyakini bahwa ajaran agama saya benar dan tidak ada satupun manusia yang hidup lebih dari sekali semenjak bumi ini diciptakan. Hal itu mutlak kebenaranya, tak perlu diragukan dan dipertanyakan untuk mencari-cari jawabanya.

Sebagai manusia, kita memang mahkluk sempurna yang diciptakan dengan akal dan nurani. Sehingga dengan perangkat-perangkat istimewa tersebut membuat kita semakin pintar dalam mengakali peradaban selama kita hidup di bumi ini. Banyak penemuan-penemuan yang mempermudah cara hidup kita, hal-hal yang bahkan tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Tapi disebalik itu ada juga diantara kita yang lupa bahwa pendayaan akal tersebut belumlah sempurna jika tanpa dibarengi dengan nurani. Secara gamblang dengan melihat keadaan sekarang ini, saya berpendapat bahwa dengan akal kita bisa tahu apa yang harus diperbuat kita sebagai manusia, sedangkan dengan nurani kita bisa tahu apa arti kita sebenarnya sebagai manusia. Namun jika yang ada hanya akal tanpa nurani, kita hanya dapat berbuat tapi bukan sebagai manusia. Begitupun sebaliknya, nurani tanpa akal menjadikan kita benar berjiwa manusia tapi tak tahu apa yang harus diperbuat sebagai manusia.

Dalam dunia ini, manusia yang lebih mengutamakan akalnya untuk memahami kehidupan cendrung untuk mengutamakan daya pikiranya sendiri sebagai manusia yang dikatakan sempurna. Dia selalu bertanya untuk membutuhkan jawaban yang harus selalu dapat diterima akal. Atau pemahaman kehidupan yang menurut dia benar, adalah apa yang sesuai atau paling tidak dapat direka-reka oleh akal dia sendiri. Padahal secara sederhananya saja, akal dia tersebut sudah dapat membaca dari perjalanan kehidupanya semenjak terlahir di dunia ini, bahwa tidak ada manusia yang benar-benar sempurna, yang tidak pernah salah, yang benar-benar kuat, dan tidak ada manusia yang tidak akan mati.

Untuk itu diperlukan nurani, karena nurani menyimpan makna kodrat terciptanya manusia di bumi ini. Dengan nurani kita dapat memahami setiap aspek kehidupan yang dapat ditemukan dari bagian terkecil sekalipun. Dengan nurani kita dapat memahami betapa sempurnanya segala penciptaan kehidupan kita dan alam semesta ini. Dengan nurani kita yakin bahwa pada suatu saat semua yang ada akan berakhir dan musnah untuk selamanya, tak terkecuali akal kita yang pernah diagung-agungkan sebagai kesempurnaan mansuia. Secara sederhana juga saya berpendapat, kesempurnaan kejadian lahirnya manusia di bumi dan perhitungan unsur-unsur penyusun bagian tubuh kita sebagai manusia adalah hal-hal yang sangat tidak mungkin dapat dijelaskan oleh akal. Tapi dengan nurani, dapat muncul kesadaran bahwa segala yang maha sempurna itu tidak mungkin secara kebetulan tercipta dengan sendirinya.

“Betapa indah benda yang sedang kau genggam kini, tak perlu diragukan lagi bahwa kau sangat yakin ada yang membuatnya, meski kau sama sekali tak tahu rupa dari orang yang membuatnya”. Intinya segala yang tercipta pasti ada yang menciptakan. Dan pedoman yang mutlak paling benar adalah apa yang tersirat dari ajaran agama yang di dalamnya sama sekali tidak ditemukan kesalahan, ketimpangan, kebohongan. Agama yang dapat mengajarkan cara hidup yang paling baik dan dapat dilihat dari aspek manapun, adalah Islam.

Sepertinya saya menjelaskan topik “reinkarnasi” ini dengan berbagai uraian yang cukup panjang lebar, tapi saya rasa ini sama sekali tidak menyimpang. Karena penting bagi saya untuk berusaha menjelaskan secara lebih terperinci. Karena jika yang ditanya adalah “apakah saya percaya dengan reinkarnasi”, maka jawaban saya adalah tidak!. Dan maksud dari uraian panjang tadi adalah, jangan sampai dikarenakan mempunyai akal, kita terlalu jauh berpikir tentang kehidupan ini hingga melenceng dari ajaran agama, namun tidak sadar dan memganggap itu hal yang biasa saja.

Ilmu agama saya memang belum seberapa, tapi saya ingin untuk perlahan mempelajarinya terus. Dan karena agama saya mutlak kebenaranya, maka saya berpendapat bahwa sebenarnya untuk masalah “reinkarnasi” ini kenapa harus terlalu memaksa menggunakan akal hingga sampai terbolak-balik dan tersamar-samar bahwa reinkarnasi itu bisa saja benar. “Apa mungkin manusia bisa hidup lebih dari sekali, sedangkan belum ada kenyataanya di bumi ini bahwa ada orang yang pernah mengalaminya. Melainkan yang benar adalah seluruh manusia berakal di bumi ini sudah sangat paham bahwa suatu saat nanti pasti akan mati”.

“Cukup itu saja dulu sudah cukup menjadi jawaban”. Jika masih saja terus mencoba tuntaskan ego akal untuk bertanya secara logika, maka kita akan selalu terombang ambing dalam keraguan untuk apa yang disebut jawaban namun sebenarnya tidak pernah menjadi sebuah jawaban. Karena Dia juga mempunyai misteri yang sama sekali tak akan pernah terjangkau oleh daya pikir akal manusia meski manusia disebut mahkluk yang sempurna. Jika “reinkarnasi” dikatakan manusia yang pernah hidup lebih dari sekali di zaman yang berbeda, maka itu tidak benar. Tapi karena kita manusia, maka jika ada hal luar biasa yang pernah terjadi dalam kehidupan kita dan untuk menemukan jawabanya tak terjangkau oleh akal, maka itu mutlak adalah rahasiaNya, karena Dia Maha Mengetahui apa yang tidak mesti kita ketahui.

Tapi dalam cerita pengalaman saya sebelumnya tentang ingatan dan kerinduan akan seseorang, Ibu, keluarga hingga sampai pertanda terjadinya sesuatu, saya berpendapat bahwa itu adalah pristiwa yang berhubungan dengan alam bawah sadar. Untuk masalah yang satu ini, alam bawah sadar memang benar adanya dan termasuk salah satu anugerahNya yang disadari atau tanpa disadari dapat dimunculkan sebagai kekuatan yang istimewa. Saya percaya dan juga pernah membuktikan tentang alam bawah sadar ini. Maka pertanyaan dari cerita teman saya ini, sepertinya lebih tepat dikatakan sebagai pristiwa yang berhubungan dengan alam bawah sadar.

Kekuatan alam bawah sadar ini banyak bentuk dan cara terjadinya. Pada intinya merupakan kekuatan dari dalam diri yang dibangkitkan dari daerah di luar batas kewajaran kita sebagai manusia normal adanya. Secara normal dan wajar manusia tidak dapat melihat jika indra penglihatanya tertutup, normalnya manusia tidak dapat melihat apa isi yang terselubung dan tertututp pandangan mata terbuka, manusia sewajarnya tidak bisa membaca isi hati orang lain, dengan keadaan normal kau tidak tahu apa yang sedang dilakukan orang lain dalam jarak yang berjauhan, tapi dengan kekuatan alam bawah sadar semua itu bisa. Dan masih banyak contoh lainya lagi.

Tulisan ini masih terlalu panjang untuk menelaah tentang alam bawah sadar. Karena topik ini benar adanya dan banyak teori yang mendukung untuk latihan atau bagaimana cara kita memunculkan kekuatan alam bawah sadar kita. Meskipun sebenarnya alam bawah sadar adalah anugerah alami yang ada pada setiap diri manusia dan dapat muncul tanpa kita sadari. Tapi tak ada salahnya bukan jika kita mencari tahu dan belajar segala sesuatu yang akan menambah rasa syukur kita sebagai mahkluk yang diciptakanNya secara sempurna dengan akal dan nurani.


28 Jul 2010

"kabar itu"

Aku tidak harus bersedih setelah mendengar "kabar itu". Karena aku tahu, tak akan ada artinya sama sekali...meski aku terisak sekalipun. Apalagi angin-angin tentang kabar ini, sudah mulai terdengar di kuping, kemudian menjadi perkiraanku sejak beberapa bulan yang lalu. Kurasa itu waktu yang cukup untuk merenung, kembali berpikir seksama, kemudian ihklas untuk menerima apapun yang akan terjadi. Lantas jika akhirnya sekarang terjadi juga, aku sudah dapat menerimanya....
Bodohnya diri ini jika mau terpuruk untuk hal yang sebenarnya sepele. Sedangkan sejak dulu, Alhamdullilah aku selalu dapat bangkit jika tertimpa masalah yang lebih besar.
"Ya, ini adalah masalah sepele", dan sebenarnya semua masalah yang terjadi dalam hidup ini secara logika dapat dikatakan sepele.
Jangankah cuma masalah seperti ini, pada dasarnya masalah paling utama bagi setiap manusia adalah ketakutan akan mati, tapi seandainya"jika kau hampir mati karena ditikam pencopet di jalanan"pun sebenarnya juga adalah masalah yang sepele, kalau kau sadar bahwa "kematian" akan datang kapan saja. Hanya yang "bukan masalah sepele" adalah sudah siapkah kau mempertanggungjawabkan segala hal yang kau lakukan di hidup ini kepada Dia di sana.
Begitupun juga untuk masalah hidup remeh temeh lainya yang bisa dibilang masih kurang menakutkan dibanding "kematian".
"Lo ga' punya duit, klo cuma bengong emang bakalan datang sendirinya?!. Lo lagi emosi, kemudian marah besar...emang dengan begitu juga bisa nyelesiin masalah?!. Ga' punya teman, ga' punya segalanya, ga' punya ini..itu..ga' bisa ini dan itu.....?!!!lantas gimana????apa semua bisa diselesain jika kau hanya menenggelamkan diri dalam masalah!!!. Padahal 'otak' lo sendiri udah tau klo kita bisa menganggap semua itu adalah hal yang memang harus dilalui dalam hidup, susah-senang, suka-duka....maka akhirnya bisa lebih santai dan berpikir tenang untuk menemukan solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Itu aja seeh menurut saya intinya......dan hal ini sebenarnya adalah jawaban sederhana yang begitu luas maknanya, jika kita secara sadar dengan niat yang tulus mau menggali lebih dalam sisi spritual kita, tentu saja dengan cara yang benar!! namun pencapainya tergantung dari sisi pribadi kita masing-masing.

Sepertinya saya sudah terlalu panjang lebar berbicara, tapi tak apalah, setidaknya dapat berarti terutama buat diri saya sendiri. Lantas sebenarnya masalah remeh apa seeh yang saya ceritakan ini......???
ha..ha..ha....saya hanya ditinggal tunangan oleh seorang gadis yang saya kenal. Ya, hanya yang saya kenal dan sepertinya perkenalan kami juga tidak terlalu dekat.
Tapi, lantas kenapa ini harus diceritakan. Rasanya tidak ada yang menarik, biasa saja.."kalo emang sekedar kenal, ya ga' papalah..kan ga' ada hubungan apa-apa".
Ya, saya memang cuma sekedar kenal. Tapi jujur deh, biar ga' dibilang munafik. Saya juga sempat menaruh hati kepada gadis itu.
Lantas???
Seperti biasa.....dari awal saya tidak berani untuk mengungkapkanya. Dan entah apa gadis itu tahu atau tidak isi perasaan saya tersebut, ehm...tapi rasanya mungkin dia sedikit tahu dan sudah membaca gelagat saya. Kalo begitu, ya sayanya yang kurang cekatan....
Sampai akhirnya dia mendapatkan orang yang lebih pantas, dan saya tulus ihklas mengucapkan selamat untuk hal itu....

Ah....sudahlah, malah bisa ngurangin keihklasan saya klo cerita ini terus dilanjutkan. Saya berbahagia untuk mereka, mendoakan untuk dia orang-orang baik, turut senang untuk dia yang termasuk teman terbaik saya. Amienn...

Lagian, emang gw yakin dari dulu gadis itu juga sama menaruh hati....pretttttt....
wkkwkwkwkwk...........

16 Jul 2010

Dalam hidup jangan berpikir, tetapi rasakan

Dalam hidup jangan berpikir, tetapi rasakan. Seperti sebuah jari yang menunjuk ke arah bulan. Jangan berkonsentrasi pada jari atau engkau akan kehilangan keindahan bulan. Jadi jangan berkonsentrasi kepada jari yang menunjuk ke bulan, tetapi mata kita arahkan kepada apa yang ditunjuk oleh jari, yaitu bulan. Sehingga kita bisa merasakan dan menikmati keindahan bulan. Dengan begitu kita dapat merasakan sesungguhnya betapa indahnya hidup jika kita tidak mempersulit dengan pikiran-pikiran rumit yang hanya dapat menjadi beban.

Tapi yang namanya perasaan dan pikiran itu seharusnya juga seimbang. Meskipun sesekali ada saatnya menggunakan perasaan itu lebih baik daripada berpikir. Misalkan, ketika kita harus mendahulukan perasaan kita terhadap hal-hal yang berhubungan dengan sisi kemanusiaan kita, cinta dan rasa kasih sayang terhadap sesama manusia yang terkadang memang tak mengenal logika.


Dengan menggunakan perasaan adalah sesuatu yang bersumber dari relung jiwa, tulus dan polos berasal dari sisi lahiriah kita sebagai manusia, tanpa diiming-imingi oleh dunia luar yang selalu berubah tergantung dari situasi dan kondisi. Pada akhirnya segala hal yang berhubungan dengan perasaan dan pikiran itu tentunya harus diaplikasikan secara selaras agar tercapai keseimbangan dalam menjalani waktu kehidupan.


Adapun perbandingan dari keduanya, keistimewaan dari segala tindakan yang menggunakan perasaan adalah dapat lebih cepat daripada pikiran negatif yang menyerang. Dengan perasaan tindakan kita dapat mengabaikan pikiran negatif dan terus bertindak. Dengan perasaan akan terbit cikal bakal tindakan positif, tidak terbebani oleh proses yang dijalani tetapi melihat tujuan yang akan didapatkan di suatu saat nanti. Dengan perasaan kita akan bersabar dan disiplin serta menikmati proses yang dijalani. Sama seperti tulisan pada paragraph pertama, tentang sebuah jari yang menunjuk ke bulan .


Jangan berkonsentrasi pada jari, lihatlah keindahan bulan.

Bukan ga’ pede, cuma ga’ mau kelewatan pede aja.

Bukan ga’ pede, cuma ga’ mau kelewatan pede aja.

Pengalaman mengajarkan bahwa unsur dalam diri gw yg paling berbahaya adalah kesombongan meskipun sebenarnya belum ada yang pantas gw sombongkan, untuk itu sampe sekarang gw selalu menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa menjadi cikal bakalnya.
Tapi InsyaAllah gw juga tahu kapan pede itu bisa digunakan secara bijak, hingga semoga nantinya yang ada memang sebuah keharusan dan bukan kesombongan.

Kalo lo brani atau pernah tampil di hadapan beribu orang, udah termasuk pede belum????

Kayanya satu kalimat ini bisa berbuntut makna panjang lebar..

Gw cuma mau jadi diri gw sendiri, ya inilah gw!!

Asal selama ini semoga dgn diri gw sendiri ini ga' kehilangan arah dalam mencari masa depan. klo masalah sepele2 biasa lah, biar tahu dunia itu seperti apa, itung nambah pengalaman untuk menjadi lebih baik. Lagi pula semua itu adalah takdir yg digariskan dan berbeda pada tiap manusia.

Tapi yg ingin ditekankan disini, gw hanya tidak ingin berpura-pura mengenal hidup hanya dari satu sisi, jika sebenarnya jiwa gw ga' mau stagnan dalam dunia yg tiap detik terus bergerak, sementara nantinya hanya ada kata terlambat setelah sadar bahwa kita tidak boleh terkukung dalam teori-teori yang mengucilkan diri sendiri dalam peradaban.

Dengan membuka mata terhadap dunia luar, kau akan memiliki jiwa yang bebas, meski dengan susah berusaha secara bijak agar tidak kebablasan, tapi bukankah itu gunanya akal diciptakan.

Kau hanya tahu makna kebenaran secara paham setelah kau tahu kenapa bisa dikatakan salah. Tapi kau tak perlu seberuntung itu, jika memang tidak seperti itu hidupmu yang telah digariskanNya. Kau juga jangan juga merasa merugi, jika hidup yang telah digariskan bagimu adalah setenang air dan hanya beriak sesekali saja. Semua adalah kehendakNya.

Yang terpenting sisi kehidupan kita yang mungkin lebih baik dimata norma tidak menjadikan kita sombong, seakan menjadi manusia satu-satnya yang paling mengerti krama.

Gw yakin ada misteri dan arti tersendiri dariNya jika kita melalui garis hidup yang lebih berliku. Kau tidak bisa menjadi sekuat baja, tanpa ditempa. Kau bukan dan tidak bisa menjadi orang lain, tapi kau bisa dan lebih baik dari orang lain dalam sisi kehidupan apapun. Itu tentu tergantung niat dan usaha total yang sungguh-sungguh, meski sampai kau memahami kadar kelelahanmu sendiri, cukup dgn beristirahat sejenak kemudian kembali berjuang dgn api semangat yang lebih membara.

Semua pernah salah karena kesalahan adalah kewajaran manusia. kau belajar dari kesalahan itu, melalui pedoman yang wajib dan benar atau petuah dari manusia-manusia bijak sekitarmu. Tapi untukku, sulit meresapi kalimat yg mungkin senada tapi artinya melenceng karena terkesan menggurui dan berasal dari ocehan takabur manusia yg seakan merasa bijak.

Sekarang ini ada terbersit kesedihan karena banyak kawan-kawan yang pergi, mereka yang secara jujur dapat menjadi orang bijak bagiku dan pernah banyak memberi petuah yang berarti hingga sekarang. Kalau kalian bukan termasuk dari diantara mereka, maka aku sangat berharap agar kalian dapat mencoba dan berusaha.

Secara jujur jadilah orang bijak untuk banyak orang termasuk diriku yang banyak kesalahan ini, karena dengan begitu kalian telah menulis satu lagi amal baik dihadapaNya.

15 Jul 2010

Maka berubahlah…...

Seorang anak manusia yang usinya masih begitu muda, begitu seringnya dia berkhayal dan bermimpi ingin merubah dunia. Tapi dengan perangsuran usinya yang semakin dewasa, dia kecewa karena sadar bahwa dunia tak kan bisa dia rubah. Maka cita-cita dari impianya itu pun agak dipersempit, lalu memutuskan untuk hanya mengubah negerinya. Namun nampaknya, hasrat seperti itu pun begitu jauh untuk tercapai.

Kemudian dia berkeluarga setelah usianya semakin senja. Dengan semangat yang masih tersisa, dia memutuskan untuk merubah keluarga, serta orang-orang terdekatnya.
Tapi merekapun tidak mau diubah !.

Kisah terakhir ini yang paling memilukan. Kini dia berbaring menjelang ajal yang datang secara tiba-tiba. Pada saat seperti itu, dia baru menyadari bahwa "Seharusnya semenjak dulu, yang pertama-tama dia rubah adalah dirinya sendiri." Karena dengan begitu, dapat menjadikan dirinya sebagai panutan. Selanjutnya secara perlahan hal tersebut bisa mengubah keluarganya. Lalu berkat inspirasi dan dorongan dari keluarganya, bukan tidak mungkin dapat memperbaiki negerinya. Lantas kemudian siapa yang tahu, kalau dari hal itu diapun bisa mengubah dunia.

Ahirnya dia menutup mata dengan masih menyimpan rasa sesal yang mendalam. Sampai akhir sisa hidupnya sama sekali belum tercapai niat dan cita-citanya. Semuanya terjadi karena datangnya kesadaran yang terlambat bahwa “Jika kau menginginkan perubahan yang besar, seharusnya itu dimulai dari hal yang paling kecil yaitu diri sendiri”.

Segala penyesalan baginya sudah tidak ada artinya lagi, namun apakah kita juga ingin seperti dia yang membawa penyesalan sampai akhir hayatnya.

Maka berubahlah…...

11 Jul 2010

membicarakan kenyataaan dalam dunia fantasi sendiri

Dalam khayal dan imajinasiku kalian ada disini dan kita berbahagia,
dalam khayal dan imajinasiku ini bersemi kasih kita yang abadi.
Tapi dalam khayal dan imajinasi semua juga dapat berubah menjadi pahit.
Dalam realita aku tak dapat membicarakan kenyataan,
sadar dunia yang tak kumengerti.

Aku membicarakan kepasrahan,
dalam garis hitam dan putih.
Aku merasa benar-benar pintar,
ternyata hanya mengumbar kebodohan ini.
Aku membicarakan kenyataaan dalam dunia fantasi sendiri.

Persetan,
aku tak butuh pengertianmu
Aku bukan bagian dari norma yang kalian mengerti sendiri.
Kalian hanya bingkiskan aturan yang semakin menyisihkan diri.

Maka aku tak butuh penjelasanmu,
karena aku bukan bagian dari kebanggaan yang ingin kalian raih.
Yang membuat ambigu tidak menjadi diri sendiri.

Toleransi adalah kata yang kita junjung,
tapi toleransi untuk kita adalah pertanyaan
Krama sudah mulai goyah menuju kehancuran,
kebebasan menuntun kita menjadi saling benci.

9 Jul 2010

“Ihktiar dan doa” padaNya

Kisah ini berawal dari melihat sebagian kawan-kawanku yang begitu mudahnya mendapatkan dambaan hati, adapun melihat kenyataan dari sebagian kawanku lagi yang meski sampai jungkir balik tapi akhirnya bisa juga mendapatkan kekasih hati yang didamba-dambakanya. Dan dari hal itu aku melihat kenyataan pada diriku sendiri, bahwa hjingga sekarang aku termasuk dari sebagian orang lain yang masih saja terus berjuang untuk mendapatkan apa yang sama seperti kawan-kawanku tadi..
Kalau kata “susah mendapatkan” terlalu menyakitkan, maka saya akan mengganti kata dalam pertanyaan ini menjadi “ kenapa muke gue jauh” untuk bisa mendapatkan kekasih ?? biar terdengar lebih menyakitkan…..
Dari kisah dan pertanyaan yang tersebut di atas, maka akhirnya saya turun gunung untuk menuntut ilmu ke dunia persilatan maya, memasuki lembah suram milik mbah Larry dan Sergey bersaudara. Saya memasuki goa google yang menjadi tempat keramat jin-jin pintar sok tau. Disini saya tidak belajar remeh temeh ilmu fisik seperti bantingan, pitingan, kuncian, tendangan, atau pukulan. Tapi ilmu kanuragan yang lebih sakti agar bisa lebih damai, ga’ perlu gontok-gontokkan ga’ jelas karena emosi tinggi yang disebabkan ga’ ada yang dapat jadi cemceman..
Untuk masuk ke dalam goa google tersebut harus pake kata kunci. Saya sampai berulang kali memasukan kata kunci karena keliru dengan kata kunci “xnx” yang beda penjurusan ilmunya. Untuk masuk goa dengan kata kunci yang seperti itu, sepertinya untuk mereka-mereka yang lebih jago hingga sampai bisa punya nafsu binatang. Tidak bukan ilmu ini yang saya cari, lagian saya juga sudah punya dari sononya. Tapi, untuk ilmu yang akan saya pelajari ini, harusnya kata kunci yang saya pakai adalah “ penyebab jomblo dunia yang amit-amit sampai akhirat”.
Akhirnya setelah bersusah payah dan melalui perjuangan panjang, berhasil juga saya masuk ke dalam goa tersebut dan dinyatakan resmi menjadi murid. Setelah dimandikan air suci oleh sang guru, saya mendapat panggilan kesayangan yang rada-rada kejepang-jepangan “takada mozilaku maugila”.
Sampailah saya pada tahap awal belajar dan berlatih ilmu di goa google, tapi begitu terkejutnya saya !!!. Karena ternyata yang saya pelajari setiap harinya adalah cuma hafalan kalimat yang harus saya ucapkan keras-keras dan harus sampai mengena di hati, karena sang guru begitu pandai membaca pikiran. Tiap hari saya hanya disuruh mengucapkan kalimat “cacingan deh lo jomblo!!”. Sang guru hanya akan menyuruh berhenti jika mulut dan bibir saya ini dirasa sudah benar-benar kelu untuk berkata-kata. Pernah sekali saya mendapatkan hukuman karena secara diam-diam mengubah kalimat yang terucap dalam hati menjadi “kanciang ang jomblo”!!. Saya diberi hukuman dengan harus mengucapkan kalimat “cacingan deh lo jomblo” sambil mengikuti gaya inul daratista lagi goyang ngebor…mampus…
Akhirnya dengan penuh kesabaran dalam menuntut ilmu kampret yang aneh ini, waktu panjang telah terlewati selama saya menuntut ilmu di goa google, sampailah saya pada tahap terakhir. Guru akan memberi rapor kelulusan dengan standar penilaian tertentu yang tidak bisa diganggu gugat. Acara pembagian rapor ini juga terdiri dari beberapa sesi. Sesi pertama adalah adalah sesi penyadaran, sesi awal ini adalah sesi paling menyedihkan karena saya disuruh merenung semua kisah pupus dalam hidup yang pernah terjadi sambil mendengarkan tembang lagu “egokah” dan “cari jodoh” band wali yang diputar secara berurutan, kemudian lagu pamungkas “jomblo” dari band saykoji. Pada saat lagu pamungkas inilah pecah suara tangis saya yang ngebazz, sambil menangis sesekali saya menyumpahi pencipta lagunya, kenapa bisa benar-benar ngepas.
Setelah tangis saya reda, masuklah pada sesi kedua yaitu sesi pemahaman. Saya disuruh menonton film “jomblo” yang dibintangi replika saya si khristian sugiono. Situasipun menjadi mengaharu biru ketika menonton film ini, hati saya remuk redam terbawa emosi menyaksikan jomblowan yang diceritakan dalam film tersebut. Bukan sedih tapi marah ngeliat ada orang bego’ kaya’dia!!!mending kelaut aja orang kaya’ gitu, jangan dikasih hidup, atau tukar aja sama botol ke pemulung……
Sesi pertama dan kedua sudah selesai, maka…eng ing eng..sampailah pada tahap yang paling ditunggu-tunggu “Sesi pembagian rapor kelulusan”. Sebelumnya sang guru terlebih dahulu mengatakan sepatah dua patah kata, yang pada intinya maksud yang dikatakanya adalah “ begitu senang ada satu-satunya orang idiot yang mau menuntut ilmu ke dirinya. Dan pada akhirnya tibalah jua pada waktu perpisahan yang sangat disesalkanya, karena tidak ada lagi yang bisa dibego-begoin. Sang guru mengharapkan apapun hasil yang saya terima dari rapor yang akan dibagikan ini, saya harus tetap tabah karena nilai yang diberikan telah seobyektif mungkin sesuai dengan tingkat ketololan saya yang anguzubila hi minzalik.Pada saat rapor akan dibagikan, guru mungkin akan hilang secara tiba-tiba menggunakan ilmu langkah seribunya yang sakti mandragade”.
Sekonyong-konyong ruangan gelap, tidak mungkin terjadi pemadaman lampu karena di dalam goa ini pencahayaanya menggunakan generator nokia N120. Tapi kejadian itu hanya berselang beberapa detik, setelah ruangan kembli terang saya melihat seisi ruangan telah kosong. Tidak ada sang guru di hadapan saya, seperti janjinya dia akan segera menghilang untuk selamanya ketika rapor ini akan dibagikan. Tidak ada kata lain yang bisa saya katakan, “ terimakasih guru..gw akhirnya juga baru nyadar ada orang yang lebih bego dari gue yang mau ngajarin hal paling tolong seumur hidup gue, bangsat lo!!!”.
Di hadapan saya hanya ada gulungan kulit sapi muda yang sepertinya jika dilebarkan akan berukuran segi empat, seukuran kertas kwarto. Setelah dibuka ternyata tertera tulisan-tulisan di atas lembaran kulit tersebut. Ternyata inilah rapor yang dimaksudkan guru, seperti surat-surat di zaman kisanak kerajaan majapahit. Mungkin biar berkesan jadul banget. Huruf-hurufnya hampir tidak bisa terbaca, tulisan yang sangat jelek mirip cakar ayam, dengan tulisan seperti ini mungkin guru juga berprofesi merangkap sebagai seorang dokter.
Tapi, apa ini?????!!!!!

KAMU DINYATAKAN TIDAK LULUS.
NYESAL PUNYA MURID BEGO’ KAYA’ KAMU!!!.
MAU TAHU KENAPA KAMU TIDAK LULUS?.
KEBODOHAN KAMU SUDAH SANGAT PARAH, DAN AKAN SAYA KEMUKAKAN BEBERAPA ALASAN LAIN LAGI :

Ada beberapa tipe orang yang bakalan terus jadi jomblo. Sejauh ini, berdasarkan ilmu yang saya dalami dan ajarkan selama beratus-ratus tahun, ada beberapa penyebab kenapa seseorang susah dapat pacar. Dan kamu memborong semua penyebab-penyebab itu, parah!!! “ mati aja lo”…

1. Kurang Pergaulan alias kuper
Kamu itu kuper Lingkup pergaulan cuma dengan orang yang itu-itu saja membuat
kamu tidak berkembang, termasuk dalam urusan cari pacar. Kamu tidak punya
banyak. Pilihan.

Sialan, enak aja gue dibilang kuper. Teman gue dari segala penjuru dan aneka ras. Dari kyai sampai preman tanah abang, dari anak kecil sampai yang udah pikun, dari sabang sampai karaoke. Banyak deh…anak punk, rock, sampai dangduters juga pernah gw tongkrongin. Lo mau bilang cimeng sampai cireng, indeks, sapu-sapu, kwetiau. Gini-gini gue gaul abizz gito looh…kalo ada orangnya gue timpuk juga neeh pake batu. Guru biadab!!!

2. Terlalu pemilih
Kamu terlalu menerapkan standar yang tinggi mengenai kriteria gadis yang
Diinginkan. Malah terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan diri kamu. Tipe perfectionist,
akibatnya sudah bisa ditebak. Susah dapat pacar.

Eh, wajar dong!!! Gw akan anak band, anak basket. Tampang two cool abizz, tongkrongan kere n. Apalagi coba??? Kalo ariel bisa dapat luna maya sama cuta tari, gw lebih dong…omas nurmala sama mpo nori juga bisa sampai tergila-gila sama kegentengan gue.

3. Kurang Percaya Diri
Rasa percaya diri (PD) kamu kurang, bisa menyebabkan kamu vakum dalam dunia
percintaan. Susah dapat pacar adalah sesuatu yang pantas bagi kamu.
Bahkan bisa merembet ke dalam aspek kehidupan sosialnya. Bego lo….

Enak aja gue dibilang ga’ PD pake kata bego’ lagi...Gue pede abizzz kaleeee!!!!bego juga dikit. Lagian kenapa harus ga’ pede?? Secara gw punya naluri keartisan yang tinggi, artis ibukota chris jon juga kalah sama gue…

4. Terlalu sibuk dengan pekerjaan
Kesibukan menjadi hal yang lumrah di zaman modern yang serba materialistis ini. Yang jadi masalah adalah seringkali kalu kamu terlalu sibuk bekerja, mengejar karir atau study yang ga’ ada kejelasanya, kamu malah mengesampingkan urusan mencari kekasih. Masih mending kalau kesibukannya masih memungkinkan untuk bertemu. Sedangkan kamu, ada orang yang mau ditemuin aja engga’…apes benar hidup kamu..Harus ikutan “Take me Out” kayaknya,…”bawa saya keluar” lalu buang k tempat sampah!!!

No coment aja gue, lagi emosi tingkat tinggi sama si guru. Bisanya ngatain orang doang, klo ketemu bakalan kena balcagi juga nehh orang. Lagian gimana mau sibuk kerja, kerjaan penganggur kaya gue kan cuma molor aja tiap hari.

5. Terlalu pendiam dan pemalu
Sebagian orang, terutama cewek merasa bingung bagaimana cara menghadapi cowok
pendiam apalagi pemalu. Meski pun ada sebagian orang yang kepincut dengan sosok
pendiam dan cool. Tapi secara keseluruhan sosok cowok pendiam ini agak susah
dapat pacar. Apalagi kamu pendiem juga ga’ pantas, pantasnya gagu. Apalagi
tampang sangar muka batu kaya’ kamu dibilang pemalu, ga’ banget !!.

Sialan, gini-gini gw pendiem makan dalam..diam-diam menghanyutkan. Waktu itu aja gue pernah nenggelamin teman gw sampai semaput gara-gara manggil gue ande folo naka manu. Siapa bilang gw ga’ ikut pemilu….emang sembuarangan aja guru kepalang ajar satu ini kalo ngomong…

6. Terlalu cuek dan nggak pengertian
Dalam menjalin sebuah hubungan, seseorang tentu ingin diperhatikan oleh
pasangannya. Nah, kamu ngapain jaim sama image kamu yang buruk. Meski kamu so’ cuek atau ga’ cuek biar dibilang cool, emang siapa yang mau sama kamu?

Sekarang engkong jaim gue yang dibawa-bawa!!!!wah..wah…bisa ribut sama FBR neh…..

7. Sulit Mengungkapkan cinta
Kalu tidak berani mengungkapkan atau menunjukkan perasaan cinta terhadap orang yang dicintai, bagaimana dia tahu kamu mencintai dia ?
Bego’ juga lo…kalo menggunakan pandangan mata, emang mata kamu punya mulut untuk berbicara..?

Yang bilang mata punya mulut sape?? lo yang bego…!!!bukanya sulit untuk mengungkapkan hanya gw mau tetap cool aja dulu sampai dia yang nembak duluan, secara kitakan artis..emang situ, autis!!!..

8. Menutup diri dan tertutup
Orang-orang yang membuka diri saja belum tentu bisa dapat pacar dengan mudah. Terlebih kamu yang menutup dirinya terhadap orang lain. Emang kamu misterius seeh, kaya pembunuh berantai

Maksud lo gue disuruh telanjang, buka-bukaan. Mau ancurin reputasi gw yang sedang menanjak lo???? Kaya’ gue ga’ tau aja, lo mau meras gw terus turunin pamor gw kan..sorry la yaw..ga’ mempan.


9. Punya banyak kebiasaan buruk
Setiap orang tentu punya sisi buruk, sifat buruk atau kebiasaan buruk. Tapi, kalau kamu terlalu banyak sisi negatifnya, orang jelek juga mikir ulang untuk menjalin hubungan dengan kamu.

Apes banget gue sampai segitunya. Ngupil, boker sambil ngerokok dan dengerin mp3 pake headshet emang kebiasaan negatif, itu namanya trend terupdate..bego lo.

Habis sudah kesabaran saya. Saya telah ditipu. Percuma jauh-jauh datang dengan menghalau banyak rintangan dengan modal kesabaran tinggi. Yang saya dapat cuma teori-teori yang buat saya marah.
Mungkin memang ada benarnya, tapi saya masih merasa itu tadi hanya kalimat- kalimat yang menghakimi saya secara sepihak saja. Niat awal untuk menuntut ilmu malah jadi tuntut pembalasan dendam. Sampai ke lubang semut akan saya cari itu guru dan bertanya sedetail mungkin ke dia
“Kenapa apa yang dikatakanya bisa benar-benar sesuai dengan tabiat saya!!!, lantas apa penawarnya???”

Tiba-tiba saya dikagetkan dengan munculnya seberkas sinar terang dari balik gulungan kulit sapi muda yang tulisanya barusan saja tadi selesai saya baca. Hampir saja kulit itu terlepas dari tangan kalau seandainya tidak erat saya genggam. Satu persatu muncul huruf –huruf yang kemudian terjalin menjadi kalimat-kalimat, menyatu menjadi paragrap-paragrap mengandung arti yang sangat indah dan bermakna.
Seketika wajah saya sumringah, ya saya sudah menemukan ilmu yang saya cari. Ternyata ini maksudnya…ingin saya menarik kembali kalimat-kalimat umpatan yang tadi pernah saya lontarkan kepada sang guru. Beribu-ribu maaf saya haturkan pada mu guru, kini saya sudah mengerti….
Kalimat singkat yang jika diresapi dalam hati akan sangat berarti, hingga selesai segala usaha meraih apa yang dicari di bumi ini.
“Ihktiar dan doa” padaNya

Segala tabiat membedakan aku, kau, kalian dan mereka

Segala tabiat membedakan aku, kau, kalian dan mereka. Perbedaan kepribadian ini yang menentukan cara kita bereaksi terhadap situasi dan kondisi yang sebenarnya secara langsung atau tidak langsung ikut serta dalam membawa pengaruh terhadap diri masing-masing.
Kau mungkin bisa dikatakan memiliki kepribadian tertutup karena lebih suka sendiri dalam segala apa yang kau lalui dalam hidup, meski bukan berarti kau sama sekali tidak pernah suka dengan keramaian. Mereka yang lebih senang menyendiri tidak selamanya selalu berteman sepi, hanya saja dengan sendiri kadang mereka lebih merasakan kedamaian yang sejati.

Tergantung bagaimana tabiat mereka tersebut dapat dimaknai agar dapat diarahkan secara positif. Jika kau dapat memaknai kesendirian, disaat kau menyendiri kau dapat lebih menghargai diri sendiri dengan melakukan apa yang berguna bagi dirimu terlebih dahulu. Karena itu adalah awal sebelum kau dapat melakukan apa yang berguna bagi orang lain.

Kau yang menghargai diri sendiri seharusnya sadar akan waktu yang sangat penting untuk diisi dengan kegiatan bermanfaat, mempunyai semangat untuk berkompetisi secara sportif agar dapat menunjukkan bahwa kau bisa jadi pemenang, tak mengapa kau sangat berambisi untuk membuktikan bahwa dirimu dapat berhasil, kau pun boleh sangat agresif untuk segala hal yang bermanfaat bagi dirimu, tentunya kau harus menajdi bekerja keras untuk meraih apa yang kau ingin, kau juga selalu menetapkan target yang tinggi bagi diri ke depanya agar lebih kuat dalam memotivasi diri.

Dengan memahami diri sendiri terlebih dahulu, di satu sisi kau jarang gusar terhadap berbagai masalah. Meski di sisi lain, terkadang ambisimu itu membuat kau tidak tenang dan kurang santai menjalani hidup, mungkin karena kau takut berlebihan untuk terlalu santai hingga akhirnya waktu terbuang sia-sia saja.
Mereka yang mungkin bisa lebih santai memang sepertinya kurang rentan terhadap hidup yang menjemukan. Tapi untuk dirimu, kau bahkan sama sekali tidak pernah merasakan kejemuan jika memang apa yang sedang kau kerjakan adalah apa yang kau suka hingga kau berusaha untuk dapat mengerjakanya secara sempurna, tak menyerah terhadap rintangan yang menghadang.

Manusia mana yang tak pernah terpuruk ?, dan kau akan mengalami ketegangan emosional yang lebih besar saat menghadapi konflik yang tak terpecahkan, tapi yang terpenting bahwa sudah tabiatmu untuk tidak pernah menyerah, hingga selalu mencari cara untuk menyelesaian masalah. Kau tertempa banyak pengalaman yang dapat mendewasakan diri karena temukan dan selesaikan sendiri.

Biarlah apa yang dikatakan mereka yang lain, tapi kau tidak salah untuk tetap menjadi diri sendiri. Meski dianggap penyendiri kau harus tetap tangguh. Yakinlah untuk percaya pada diri sendiri, hingga jika kau pernah gagal janganlah pernah menyalahkan apa dari luar dirimu sendiri. Itu semua untuk kau intropeksi kembali apa yang kurang dari dalam diri, hingga kemudian kembali berusaha memacu diri.

Kau bukan tidak pandai beradaptasi secara luwes, hanya kefleksibelan itu harus tetap kau tunjukkan secara tegas dengan apa yang sudah menjadi tabiat benar dirimu. Hingga kau bukan manusia ganda, kau harus selalu dapat menjadi manusia apa adanya menunjukan dirimu terhadap siapa saja. Yakinlah dengan dirimu, tabiat aslimu bagai jaket baja hingga sulit untuk dilepaskan.

Dengan teguh menjadi diri sendiri kau sudah terlatih untuk tidak membiarkan dirimu terombang-ambing oleh lingkungan, karena justru baik-buruknya adalah kau sendiri yang harusnya mengatur. Tabiatmu bukan yang terlalu terbuka, terlalu fleksibel karena itu akan menjadi susah terukur. Karena orang-orang yang berada dalam lingkungan kepribadian seperti itu selalu tidak bisa menunjukkan kualitas kepribadian mereka yang asli.

Dan kalimat penutup dari tulisan ini adalah bahwa “cara pandang setiap orang pastinya berbeda. Apapun perbedaan tabiat manusia, kita tidak boleh menangkap secara sepotong-sepotong. Jika kau pernah peduli terhadap orang terdekatmu atau bahkan ingin menghakimi aku, dia, mereka atau kalian, untuk bisa mengetahui seberapa kepribadianya, maka kau harus menempelnya kemana saja dan melihat bagaimana caranya menghadapi dan mengatasi situasi-situasi kehidupanya. Itu kalau kau benar-benar ingin tahu yang bukan menghakimi dari apa yang tampak luarnya saja”.
………..DONT JUDGE BOOK FROM THE COVER……………..

5 Jul 2010

Aku sedih menangisi kebodohanku........

Jika kau hanya bisa menangis di hati, maka lakukanlah. Mungkin itu lebih pantas untuk jiwa seorang lelaki yang tak boleh berderai air mata. Tapi, jika memang kesedihan itu sudah tak terbendung untuk menumpahkan air matamu yang tak tertahan, maka menangislah. Namun, janganlah kau menangis sebagai seorang lelaki yang cengeng.
Tapi, perkara apa yang hingga dapat membuatmu benar-benar sedih wahai sobat ?. Katakanlah pada kami....
Bukankah untuk masalah kehidupan ini kau sudah begitu kebal, kau yang selalu tegar untuk nestapa yang bukan hanya sekali datang menghadang, kau yang kami tahu adalah orang yang selalu berusaha bangkit setelah terjatuh untuk kesekian kali. Tak pernah kami melihat kau berkeluh kesah apabila sedang dirundung masalah, meski kami tahu itu karena tabiatmu yang lebih ingin sendiri ketika bergelut dengan duka. Tapi apa yang kami katakan ini memang benar, rasanya selama ini kau cukup tangguh dalam hidup.
Kalau begitu hanya tinggal tersisa satu kemungkinan lagi tentang apa sebenarnya yang membuatmu benar-benar sedih sekarang ini. Itu pasti adalah karena masalah perasaan hati, karena kau sudah tidak sanggup menahan kekecewaan yang mendalam terhadap perkara cintamu yang kerap bertepuk sebelah tangan. Benar kan sobat ?.
Tapi jika hal itu juga bukan, lantas kenapa?. Ceritakanlah...

Wahai kawan, terimalah rasa terima kasihku ini. Sebagai orang yang kuanggap teman, kalian begitu tulus ingin berbagi. Ingin turut merasakan kesedihan yang kurasakan kini. Untuk itu baiklah, aku akan coba menjawab semuanya. Kenapa bisa sampai begini yang terjadi padaku.
Aku mungkin tidak setegar yang kalian kira, kerap masalah kehidupan yang terjadi menghempasku bersama duka yang berkepanjangan. Sebagai manusia biasa, aku pastinya pernah terpuruk, pernah terjatuh dan rasanya sudah tak sanggup lagi untuk kembali bangkit. Tapi jika aku dianggap tegar, itu sebenarnya karena kalian yang membuatku menjadi orang yang tangguh. Kalianlah para sahabatku, yang selalu memberikan motivasi untuk jangan pernah menyerah pada nestapa. Kalian yang membuat aku selalu mensukuri segala apa yang diberikan olehNya, entah itu senang maupun duka. Itu semua karena kalian sahabat terkasih yang mengasihiku.
Kalian para sahabat yang begitu mengenalku, hingga tahu bahwa aku sering dikecewakan dengan perasaan hati yang kerap bertepuk sebelah tangan. Aku yang sering kalian lihat bermuram durja, karena hanya bisa menjadi pencuri hati dalam sunyi. Aku memang pernah terjatuh pada kesedihan yang mendalam karena masalah itu. Tapi sahabat, bukan hal itu yang menjadi alasan sekarang ini aku bersedih hati, sama sekali bukan.
Lantas kalian masih ingin tahu yang sebenarnya?.
Meski aku lelaki, aku juga bisa menangis. Apalagi jika kesedihan ini sudah begitu menahun hingga tak sanggup lagi kutahan derai air mata. Puncak kesedihan ini terjadi di dalam shalatku siang tadi, berawal dari perasaan yang sudah tak sanggup lagi menahan penyesalan sebagai manusia hina yang penuh dosa.
Aku selalu berusaha untuk dapat menjadi manusia yang berarti di hadapaNya melalui segala tingkah laku yang kuperbuat di tempat hidupku ini. Tetapi kenapa harapanku tersebut seperti tidak berbading dengan upayaku.
Jika hal itu diandaikan bahwa jiwaku ini selalu ingin berusaha untuk bersih dalam menjalani hidup, tapi kenapa selalu saja aku kembali terjatuh ke kubangan lumpur yang sama. Sedangkan tu bukan jalan diharuskan bagi kita umatNya. Dan jika sudah begitu apalah arti janji pada diri yang pernah kubuat sendiri.
Dia memang maha pemaaf, tapi kesedihan ini telah mendalam karena aku sendiri yang tidak dapat memaafkan diriku dengan segala penyesalan yang selalu datang terlambat. Aku bersedih karena ini bukan masalah remeh, sobat. Meski kerap dianggap sepele oleh kita sebagai manusia yang lemah.
Segalanya bermula dari racun yang sedikit, kemudian berakit-rakit menggerogoti sarafku untuk tidak dapat melepaskanya, meski sebenarnya aku sudah tahu racun tetaplah racun. Aku terus saja nekat maka pantaslah ini semakin mendekat, jadi kebiasaan meski belum berujung pada sakit-sakit. Seharusnya aku sadar nantinya akan lebih parah, jika sudah melekat pekat dalam darah dan perlahan mengerat sekujur tubuh. Karena itulah Dia Yang Maha Penyayang begitu mengharamkan umatnya menyentuh walau secuil benda laknat dengan racunya yang tersamar itu. Tapi kenapa aku masih saja begitu bodoh untuk tidak menghiraukan apa yang telah jelas dikatakanNya.
Aku juga begitu menyayangiNya hingga tetap berusaha mengingatNya dengan melakukan kewajibanNya yang lima. Tapi apakah itu sudah benar jika aku masih saja tetap tidak lepas dari racun yang diharamkanNya. Begitu bodoh diriku ini!!!! yang terus saja berakhir dengan penyesalan, tapi tidak pernah sungguh-sungguh berubah.
Wahai kawan, jadi Inilah masalah yang membuat hatiku benar-benar sedih. sekarang ini. Bukanlah perkara yang sepele karena menyangkut pertanggung jawaban hidup matiku padaNya. Dan masalah ini yang sebenarnya menjadi berperan menjadi runutan terhadap perkara lain seperti kehidupan dan cintaku yang selalu berantakkan. Dia Yang Maha Kuasa tentunya memberikan apa yang sepantasNya kuterima. Jika aku masih begini, sudah pasti akan seperti ini yang kudapat. Karena takdirNya, segala yang telah terbalur bisa saja menjadi babak belur, hancur dan luntur.
Wahai sobat, sebagai manusia kita memang mempunyai dosa dan sisi kelam, tapi aku menangisi diriku sendiri sebagai manusia yang begitu mudah digempur, terbentur kemudian mundur dengan penyesalan. Dari tulisan inipun dapat terbaca bahwa akupun tetap kerap berpetuah, terlantur dengan segala daya upayaku yang selalu ingin berubah ke arah yang lebih baik. Tapi semua itu tidak akan dapat membawa mujur. jika aku masih tetap menajdi manusia yang bersyukur, kemudian terbentur, kembali bertafakur,....selalu begitu-.....

Aku sedih menangisi kebodohanku........

3 Jul 2010

“Jilbab putih lambang kesucian”

“Jilbab putih lambang kesucian”. Aku memilih kalimat singkat namun berarti ini sebagai pembuka tulisan, karena seperti itulah apa yang selalu terbersit di pemikiran setiap pertama kali aku melihat wanita-wanita berjilbab. Tentu saja yang kumaksudkan wanita disini adalah yang luar dalamnya terlihat pantas dengan jilbab yang dikenakanya. Itu juga terlepas dari segilintir opini negatif tentang wanita berjilbab yang berasal dari pemikiran manusia-manusia di zaman maju sekarang ini.

Dan meski 1000% aku sangat yakin akan anjuran Agamaku tentang kewajiban bagi setiap wanita muslim untuk mengenakan jilbab, tapi melalui tulisan ini aku hanya mencoba membahas permasalahan dari sisi umum semampu pemikiranku menelaahnya, yang mungkin pada akhir tulisan akan sedikit dibumbui pengalaman pribadiku yang jujur sebenarnya merupakan asal muasal hingga ingin kumenulis ini.

Alasan yang akan saya utarakan sebenarnya bisa dianggap klise, jikalau ditanya “memang kenapa dengan wanita berjilbab”?. Karena sederhananya semua orang juga tahu bahwa wanita yang benar-benar paham kenapa dia mengenakan jilbab, tentunya adalah wanita yang sangat menjaga kehormatanya. Selain itu, saya mungkin tidak dapat menjelaskan secara panjang lebar mengenai permasalahan ini dari sisi agama, karena sadar dengan pengetahuan agama saya yang masih sekedar dan masih perlu banyak belajar. Tapi saya berkeyakinan bahwa apabila secara logis saja sudah bisa terjelaskan, maka keyakinan nantinya malah akan semakin bertambah setelah kita mempelajari permasalahan ini berdasarkan apa yang tersirat dari ajaran agama. Karena kebenaran Islam adalah mutlak dan abadi.

Secara logis, wanita-wanita yang sungguh-sungguh memahami akan maksud mengenakan jilbab, menurut saya adalah wanita yang mempunyai kepribadian tangguh. Karena harus benar-benar sanggup mematuhi konsekuensi dari jilbab yang telah dikenakanya, meski itu memang merupakan kewajiban yang dianjurkan agama. Atau kata konsekuensi mungkin rasanya kurang pantas, karena dalam bahasa Indonesia kata “konsekuensi” lebih sering disandingkan dengan kalimat-kalimat yang bernada negatif akibat telah melakukan sebuah kesalahan.

Mereka, wanita yang telah sungguh-sungguh berjilbab pun pastinya tidak akan merasa itu adalah sebuah konsekuensi, karena pastinya hanya ada rasa tulus dan ihklas atas apa yang mereka lakukan menurut apa yang telah diwajibkan oleh agama. Maka kewajiban sebagai Insan biarlah tetap menjadi sebuah keharusan yang mutlak, tanpa dirasa sebagai sebuah keterpaksaan yang diembel-embeli konsekuensi dan lain sebagainya. Atau biarlah tulisan dari orang yang sedikit mengerti ini bermain dengan kata-kata yang masih mengandung sedikit kesalahan arti dalam penulisan, tapi semoga kalian yang membaca nantinya dapat memugar sendiri mana yang kurang serasi dan memaknai secara lebih berarti.

Wanita-wanita yang selalu mengenakan jilbabnya di setiap waktu, busana yang mereka kenakan terasa berbeda jika kita lebih sering berada di lingkungan masyarakat dengan budaya yang bercorak kekinian. Entah apa pendapat manusia lain, mungkin saja biasa tanpa ada arti apa-apa, tapi tidak dengan saya. Secara sederhana, semuanya memang bersumber dari alasan yang telah saya kemukakan pada tulisan di atas tadi, tapi secara lebih lanjut ingin saya beri beberapa alasan lain yang masih berasal dari pemikiran saya.

Jilbab itu lambang kesucian. Setiap melihat wanita yang sungguh-sungguh akan jilbab yang dikenakanya, aku yakin mereka teguh pendirian dalam menjalankan syariat yang diwajibkan agama. Itu mencerminkan keimanan, ketaqwaan dan kesungguhan. Di bumi ini, wanita kerap dikatakan sebagai kaum yang lemah dan seperti terkodrat bahwa lelaki adalah sebagai pelindung mereka.

Tapi, rahasia Allah mungkin menggariskan bahwa sisi kewanitaan mereka membuat lemah secara fisik, namun wanita-wanita berjilbab bukanlah wanita yang lemah dalam hal kepribadian. Jika mereka sungguh-sungguh memahami makna suci akan jilbab yang dikenakanya, masa depan mereka akan cerah. Pada intinya, masa depan sejati dari seorang wanita adalah kaum yang akan melahirkan generasi penerus ke bumi ini, tentunya mereka akan mencari lelaki yang sepantasnya untuk melindungi mereka sebagai seorang wanita, lelaki yang dapat menjadi Imam untuk sebuah keluarga yang sakinah kedepanya, lelaki yang nantinya dapat memberi keturunan yang berguna bagi agama, alam serta mahkluk hidup lainya. Benih yang berasal dari seorang Ibu yang beriman dan bertaqwa.

Selama masa pencarianku hingga saat ini, aku sering menaruh hati kepada banyak gadis dengan berbagai kriteriaku sendiri. Tapi yang sungguh-sungguh hanya beberapa dan entah kenapa yang sungguh-sungguh itu selalu tertuju kepada dia-dia yang berjilbab. Di sebalik itu, terkadang hatiku pun sendiri ragu, “apa dengan aku yang begini dapat pantas memiliki mereka”, mungkin sebab itu juga hingga sekarang aku selalu gagal meraih hati dia-dia yang berjilbab. Seandainya mereka tahu, aku yang begini punya alasan tulus dan suci menaruh hati kepada “dia yang dibalik jilbab”.

1 Jul 2010

Otak yang ampuh

Otak yang ampuh adalah otak yang kreatif, damai dan produktif. Otak yang kreatif itu lentur dan imajinatif. Sekalipun berada ditengah kesulitan, otak yang kreatif tidak mudah putus asa, sebaliknya malah membayangkan masa depan yang cerah. Ketika dihadapkan pada persoalan yang sangat sulit, otak yang kreatif akan menjadi inofatif dan menemukan solusi.
Otak yang damai tahu bahwa nature sejatinya adalah kedamaian, dan menjunjung tinggi nilai kedamaian. Otak yang damai tidak hanya bermimpi tapi berupaya untuk mewujudkanya. Otak yang damai menghasilkan informasi yang positif, menyembuhkan, dan pada akhirnya berguna untuk merealisasikan perdamaian.
Otak yang produktif merupakan otak yang bertanggung jawab dengan kepekaan yang tinggi terhadap realitas. Otak yang produktif secara efisien menggunakan kemampuanya, menghabiskan sedikit waktu dalam upaya mengerjakan pekerjaanya secara baik dan tuntas. Otak produktif menetapkan visi atau sasaran serta mencapainya dengan mengelola dirinya secara bertanggung jawab.
Ketika otak menjadi otak yang ampuh, anda akan mampu membedakan suara diri sejati dengan diri palsu anda., dan menjalani kehidupan yang memuaskan diri sejati. Kita akan mampu mengembangkan kemampuan yang menonjol untuk mengumpulkan, menilai dan mengomunikasikan informasi. Informasi yang baik akan dengan sendirinya datang, karena kita punya kemampuan untuk menilai informasi yang berharga dan menggunakanya demi kebaikan sekeliling kita.

29 Jun 2010

Jiplak Lagu bondan

Langkahku, peluhku,iringi ku gapai cita.
Jarak tertempuh, hanya kiasan nominal angka
Bogor-Jakarta, Kereta bukan masalah.
Panas terik terasa, ngerasa bakalansama.
Mencari arah tujuan hidup (ambisionis).
Tak gentar meski rela...merangkak (ironis praktis).
Jarak bukan halangan,ku kan tetap berjuang.
Warung Jambu menuju Depok tarakhir di Gelanggang samudra ancol.
Bogor -Jakarta Whats up bro.

Yeah. Still hot, What’s up Jakarta
Bogor represented;

1 2 3 jarak dan waktu
Antara mimpi dan angan tetap berpacu
Antara cita-cita yo!, tetap melaju
Menembus pagi kemudian angin malam yang menjadi saksi bisu
Ragam ide kaya visi bentuk satu tujuan...
Aku menantang jakarta bersama lirik Fade 2 Black dan Bondan
Maju menjawab semua bentuk halangan
gue Funkadelic Hip Hop Ritmik, jangan kau usik

Detak setiap nadiku memompa kreasi
Agar setiap mimpi tak terdampar dan mati
Banyak jalan menuju Jakarta meski lebih sering jalan kaki,
itulah fakta
Bogor gak mati hempas tantangan kejar realita...
3 2 1, untuk eksistensi
Pergi jauh-jauh mengejar penuh ambisi
Berjalan dengan susah yang penuh dengan distorsi
Jakarta-Bogor-jakarta kuterjang
Kejar reputasi demi sesuap nasi

Dimana.. aku berada..
Everywhere I stand..
Feels like home..

18 Jun 2010

Apa dayaku

Pujaan hati yang ku puja menganggap ku gila karena terlalu memuja dia yang tak memberi asa.
Kau telah menyakiti hati seseorang yang yakin punya rasa melebihi semua yang pernah kau coba.
Dari awal ku mengerti bahwa kau enggan dengan aku yang merasa pasti,
mungkin hanya karena aku memberi arti dengan puisi yang kau anggap tak berarti.
Atau bisa saja aku yqng begini sudah lama kau sabar memendam benci.

Tahukah kau bahwa bisa apakah aku jika rasaku memang seperti ini,
tak bisa berbasa basi meski ada asa yang tersembunyi.
Ku katakan mencintai meski hanya karena feelingku lebih mendominasi.
Kau gadis yang akhirnya memberi jawaban yang sadis,
apakah semiris itu tabiat ku di hadapanmu wahai manis.

Apa dayaku kau jika kau tetap terkenang sebagai pujaan hati yang `pernah ingin kuraih.
Terimaksih karena pernah membuat hari-hatiku bahagia dengan cukup membayangkanmu.
selamat tinggal.

15 Jun 2010

Semua terserah dari jawaban dia yang berserah pada garis takdirNya.

Sebelum dia membaca keseluruhan tulisan ini, terlepas dia perduli atau sebenarnya tidak perduli, aku hanya ingin meyakinkan bahwa aku bukanlah sekedar manusia yang hanya gemar main hati dengan ungkapan syair-syair yang kumengerti sendiri, ini hanya akan terus begini sampai ada kepastian untuk dapat bersua. Dan itu adalah harapan terbesarku yang sampai kini aku tak tahu apa dia akan mengijinkanya, atau mungkin tak kan pernah.

Aku masih bertahan dan sedikitpun belum menyerah, hanya saja aku sudah kehabisan segala kata untuk menulis baris syair apapun. Akhirnya terbukti juga, perasaan hati yang benar-benar dalam akan sulit telukiskan secara lisan. Meski banyak syair yang tercipta dari rasa hati, tapi ada pengecualian untuk perasaanku saat ini..
Ini lebih dikarenakan segalanya terasa sia-sia, apa guna jika segala syair yang tertulis tak terbaca oleh dia, apa daya bila perasaan hati yang diungkapkan tak dianggap sama sekali. Sebenarnya jika mungkin jawabanya memang seperti ini, mungkin juga sudah kutahu dari awal, hanya saja aku rela bertahan meski akhirnya pertanyaan hatiku malah semakin terawang-awang, dan salahkah jika aku terus berusaha untuk mendapatkan jawaban seperti apa yang kuharapkan ?.
Seperti yang sudah-sudah kutuliskan bagaimana semua perasaan ini tak terbaca oleh logika, dan akupun tak tahu mengapa bisa sampai begini. Lantas bukankah perasaan hati memang harus diungkapkan yang kemudian diusahakan dikejar sampai dapat. Lalu dimanakah salahku?.
Jika memang benar “penolakan” yang terjadi, apakah salah jika aku masih berusaha menggapai apa yang diinginkan oleh perasaan hatiku?.
Apakah salah jika aku masih bertahan dan mengupayakan apa yang ku bisa??
“Ini perasaan hati!!! Aku ingin menuruti kata hati!!, mendapatkan belahan hati yang sesuai dengan keinginanku!!, dia yang selama ini terus terbayang-bayang di anganku!!. Atau mungkin lebih pantas jika aku yang menyalahkan dia, kenapa selalu ada dalam pikiranku….tidak bisa seperti itu juga bukan???lantas salah siapa??.
Tentu saja dia bukan pihak yang salah dalam masalah perasaan hatiku ini. Tapi, aku tetap tidak ingin menyalahkan diriku sendiri, karena selama ini aku telah cukup menjadi menusia yang sering merendahkan diri sendiri. Dan tahukah bahwa ternyata sebagian besar pelajaran berharga kudapat dari berbagai kisah pupus yang pernah kualami. Pelajaran untuk semakin memperbaiki tabiat diri tanpa merubah jati diri untuk mencari suatu yang lebih pasti.
Artinya kisah-kisah terdahulu itu yang sekarang aku rasa hanyalah pencarian untuk menemukan satu yang pasti. Karena jika untuk urusan takdir, dari dulu aku selalu percaya. Percaya bahwa Dia Maha penyayang, percaya bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan hambanya, percaya bahwa Dia tahu yang tebaik bagi hambanya. Meskipun aku adalah insan yang tak mampu memahami semuanya, hanya perlahan aku mencoba menarik kesimpulan dari sedikit misteriNya yang sengaja dikuak untuk pembelajaran bagi manusia, pelajaran sederhana yang kuambil dari jalan hidupku sendiri yang telah terjadi hingga sekarang.
Dalam hidup aku yang tak lepas dari dosa, namun sering tak sadar diri untuk terus berteriak minta ini dan itu padaNya. Selalu berkeinginan akan banyak hal yang terkadang bagiku doa bukanlah sebuah kerelaan, tapi rengekan yang terus berbalut keegoan memaksaan keinginan yang ada, meski kesungguhan tetap turut menyertai. Selanjutnya aku yang manusia, terkadang kecewa karena apa yang digariskan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Tapi, ternyata aku salah besar.
Manusia bisa saja berkeinginan tapi tetap Dia yang berkehendak untuk memberikan yang terbaik bagi umatnya. Alhamdullilah jika cita-citaku dulu tidak tercapai, tapi dalam hidup yang sekarang ini aku diberikan yang terbaik untuk aku yang memang seperti ini, atau ada juga yang tidak terjadi secara langsung melainkan perlahan melalui berbagai proses dan rintangan karena itulah cara baik untuk mencapai yang terbaik.
Jadi, dari tulisan ini aku hanya ingin mengungkapkan betapa aku semakin tidak bisa melepas perasaan dan ingatanku terhadap dia, aku juga tidak merasa perasaanku ini adalah sesuatu yang salah. Jika benar dari awal aku sudah ditolak, adalah lumrah dan wajar bagi seorang pejuang terus berusaha untuk kesekian kalinya, selama dikarenakan perasaan tulusku ini malah semakin bertambah yakin bahwa memang dia yang dicari. Pada akhirnya aku tetap manusia yang hanya bisa pasrah dan membiarkan takdirNya yang menentukan segalanya. Aku bisa saja berkeinginan tapi tetap Dia yang berkehendak untuk memberikan yang terbaik bagi ku.
Apakah dia bersedia untuk kuanggap yang terbaik dan dapat menjadi yang terbaik bagiku?. Hanya Allah Yang Maha Tahu.
Tapi ada satu kejujuran yang nantinya khusus ingin kuceritakan pada dia jika boleh aku diijinkan bersua denganya nanti. Bahwa akibat dari perasaan ini, sebenarnya secara tidak langsung dia perlahan menggiringku melalui berbagai proses dan rintangan yang semoga adalah cara yang baik bagiku untuk mencapai yang terbaik. Mungkin perasaan ini dititipkan untuk merubah segala tingkah laku demi jalan hidupku yang lebih baik, meski pda akhirnya aku tidak dapat memilikinya sebagai orang yang terbaik dalam hidupku. Semua terserah dari jawaban dia yang berserah pada garis takdirNya.

11 Jun 2010

bunggo kambang

Den pandang bunggo nan sadang kambang
alah denai pupuk ondeh jo kasih sayang
denai baharo’ lambe’ jo lamo
ka denai ambi’ nan kapamenan
Tumbuah lah tumbuah bungo di jambang,
Kini lah badaun, onde alah baputik.
Denai meragak bungo nan kambang,
Bungo cinto dihati putih.

Kumbang babega,
Datang mandayo,
Bungo nan hanyo den pandang sajo.
Adiak mandayo denai taharo,
Raso katangan lapeh jadinyo.
Maraga’ bungo kambang,
Patah malang nan jadi,
Ramuk hati den mama’,
ka baa juo……

10 Jun 2010

kasih bunda yang sejati

Dengarlah semua kalian yang merupakan anak dari seorang bunda,
sembilan bulan sepuluh hari bunda kalian mengandung di badan diri.
Sakit dan senang bunda tanggungkan sendiri,
demi sebuah harapan akan anak belahan diri.

Padamu bunda, kami bersimpuh sebagai anak yang berbudi.
mewakili ampun beribu ampun kami dan sanak saudara yang turut kau kasihi.
Kami anakmu belahan diri,dari kecil hingga dewasa bunda asuh dengan kasih sejati,
begitu sayang bunda kepada kami meski terkadang kami tetap tak tau diri..

Tuhan, inilah kisah nyata kasih sayang bunda yang telah Kau kodrati,
hingga sampai kapanpun dendang tentang bunda akan tetap selalu sama seperti ini.
Dari yang punya nama besar hingga berjiwa kerdil kenal arti kasih bunda yang sejati.
Entah priyayi atau pencuri tetap mengerti kasih bunda akan abadi.

Syair seorang anak manusia yang jauh dari bunda yang dikasihi.
Kemana badan kan dibawa jika bunda yang jauh hanya dapat dekat di hati.
Tak ada tempat untuk bergantung dan berlindung selain meratapi diri.
Sungguh terasa betapa penting arti kasih bunda yang sejati.

8 Jun 2010

Perasaan Sejati Tanpa Logika

Menurutku “Perasaan hati” belum pantas disebut istimewa dan sejati jika belum terasa seperti ini. Dan perasaan seperti ini memang pantas dikatakan sungguh sejati bin ajaib karena keunikanya yang hanya aku sendiri yang dapat merasakanya, meski sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Tapi jika menilisik pendapat orang kebanyakan, pastinya tetap seperti yang sudah-sudah, perasaan ini hanya akan dikatakan sebagai mimpi dari seseorang yang sengaja dibuat-buat karena masih sulit mendapatkan belahan hatinya. Tapi apa yang bisa ku katakan, jika memang seperti ini “perasaan” yang tidak bisa dibohongi dan tidak bisa dipaksakan agar sesuai dengan logika.

Tapi aku akan tetap coba bercerita, seunik apakah perasaan sejati yang kurasakan ini, tanpa memperdulikan bagaimana pendapat orang lain. Karena jika aku masih saja sibuk memikirkan bagaimana pendapat orang lain, hal paling kecil yang ku khawatirkan adalah tulisan ini tidak akan hadir dan itu sama saja mematikan sisi kreatifku yang sedang dalam proses belajar menulis.

Jadi begini, aku tidak pernah berjumpa dengan dia, hanya pernah melihat rupa dari foto wajahnya yang ada di jejaring pertemanan maya. Tapi cukup dari hal itu aku rasanya sudah cukup mengenal dia untuk langsung menghadirkan “perasaan” sejati ini. Ya, hanya sesingkat itu gambaran secara umum bagaimana “perasaan” ku tersebut. Dan seperti yang telah aku katakan, tentu saja anggapan kalian setelah membaca sampai disini adalah, “Perasaan dari seseorang yang terlalu berpikir gampang tentang perasaan hati, masih harus banyak belajar atau sangat mudah menjatuhkan perasaan hati kepada seseorang tanpa memilah-milah terlebih dulu baik dan buruk dari pilihan yang akan dipilih”.

Tapi, seperti juga yang telah saya katakan, itulah “perasaan” yang tidak bisa dikira-kira dan sulit terbaca logika.

Tapi, agar tidak terlalu membuat tulisan ini hanya mengambang pada satu pengertian ‘perasaan” yang sebenarnya sudah sukar dimengerti karena tak terbaca oleh logika, maka saya akan coba menceritakan bagaimana sebenarnya “perasaan” ini secara khusus dan lebih mendetail diserartai alibi tanpa disertai teori ilmiah yang mendukung, melainkan hanya berdasarkan pemikiran dari diri saya yang memiliki hak paten atas “perasaan”. Hak paten yang masih bisa diganggu gugat oleh pendapat lain, tapi tetap saja “perasaan”aku adalah milik ku !!.

Jadi begini, kalau perasaan ini hanya dikatakan “asal jadi’ mungkin ini bukan yang pertama kalinya, karena sudah terlalu sering atau bukan hanya aku sendiri, banyak pemuda-pemuda lainya yang terlebih dahulu menjatuhkan hatinya pada seorang pujaan hati karena alasan penampilan luarnya saja. Tapi tidak untuk cerita yang akan kuceritakan tentang dia ini, dan disitulah letak keunikan perasaan ini.
Menurutku dari apa yang terlebih dahulu terlihat tentang dia adalah tidak ada yang luar biasa, meski bukan berarti rupanya biasa saja. Memang lumrah lisan kita sudah terbiasa mengatakan yang kita pandang adalah hal yang luar biasa jika pertamakali visualisasi kita mengatakan begitu, dan hanya cukup diperlukan logika untuk ini. Tapi bagaimana jika yang kulihat ini hanyalah rupa seorang insan yang penuh kesederhanaan yang akan dianggap biasa saja bagi sebagian besar pendapat orang kebanyakan ?.

Aku perlu lebih dalam memahami isi hatiku sendiri untuk dapat melihat apa yang sebenarnya luar biasa dari rupanya yang biasa secara logika. Meski untuk memahami itu tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, aku sudah dapat menemukan jawabanya dalam waktu singkat, ketika melihatnya pertama kali. Satu lagi keunikan “perasaan” itu terlihat disini, misteri pandangan pertama yang tidak bisa terbaca logika.
Lantas seperti yang telah kukatakan sebelumnya, bahwa aku sama sekali belum pernah berjumpa dengan dirinya, segala rupa yang pernah kulihat hanyalah melalui foto-foto yang terpampang di jejaring situs pertemanan dunia maya. Tapi bukan berarti aku juga sama sekali tidak berkomunikasi dengah dia, meski singkat dan tidak secara langsung. Disini juga letak keunikanya!. Aku sudah dapat merasakan sesuatu pada “perasaan”ku dari obrolan-obrolan singkat kami yang secara tidak langsung. Lantas kenapa?. Pasti kalian ingin menertawakan pendapatku ini dan segera aku memberikan alibi yang singkat saja, bahwa disini mengapa ku katakan logika tidak terpakai pada ‘perasaan” sejati ini.

Kali ini aku juga perlu memahami lebih dalam perasaan hatiku akan dia, membaca dan menyimpulkan segalanya dari obrolan singkat yang tidak langsung. Unik bukan? Karena logika tidak terpakai disini…..

Kalian mungkin ingin tahu keunikan-keunikan selanjutnya apa lagi yang akan kuceritakan dari “perasaan” tanpa logikaku ini.

Sebenarnya setelah berpanjang-panjang lebar aku bercerita lewat tulisan ini, ada satu hal yang seharusnya terlebih dulu kuceritakan tapi sengaja kulupakan agar dapat kuceritakan di bagian pertengahan tulisan ini, bahwa aku juga sudah mengungkapkan ‘perasaan” ku tersebut pada dia, dengan cara yang unik tapi masuk dalam logika. Disaat “perasaan” sudah menggebu akhirnya aku mengungkapkan ke dia dengan cara yang tidak langsung, karena secara logika jarak kami memang berjauhan. Masuk logika dalam akal bukan? Masuk akal juga karena ternyata “perasaan” ku juga sangat naas, sudah jatuh tertimpa tangga, sudah jauh ditolak pula. Ungkapan “perasaan” ku di tolak mentah-mentah.

Selanjutnya, jika “perasaan” ini memang hanya “asal jadi” tentu sudah lama aku mundur, bukan secara pelan-pelan tapi dengan langkah cepat, karena sudah jelas-jelas aku ditolak dan seandainya “perasaan” ini “asal jadi” pasti aku tidak akan sampai ambil pusing dengan jawaban dia. Tapi….

Kenapa selanjutnya aku malah terus memikirkan dia, terus mencoba menghubungi dia untuk bertemu, berpikir bagaimana cara agar aku bisa benar-benar mendapatkan dia seutuhnya, merubah sikapku yang mungkin nantinya dapat menarik hatinya, semua yang sudah bercampur antara angan-angan dan kepercayaan pada diri. Tentang dia yang tidak pernah kujumpa, dia yang tidak pernah berkomunikasi secara langsung denganku, apalagi pernah menyimpan memori meski sebentar, dan dia yang jelas-jelas tidak menerimaku. Kenapa ?. Tidak masuk akal juga kan…tidak ada dalam logika yang seperti ini..karena inilah yang kumaksud arti dari “perasaan” sejati.

6 Jun 2010

Anak pedagang kaki lima

Kejadian ini sebenarnya sudah sering kulihat, semenjak aku mulai bekerja di daerah ibu kota. Lokasi tempat tinggalku yang cukup jauh mengharuskan aku menggunakan sarana transportasi kereta api untuk menuju tempat kerja. Secara umum masyarakat di kota ini pasti sudah tahu bagaimana hiruk pikuk aktifitas pagi para pekerja yang biasa berangkat kerja menggunakan transportasi kereta api, dan saya termasuk salah satu orang yang sudah terbiasa dengan hal tersebut. Apakah kalian ingin tahu kejadian apa yang ingin saya ceritakan dalam tulisan ini. Sebenarnya mungkin hanya hal sepele dan biasa saja, tidak ada arti apa-apa bagi kalian yang sudah terbiasa dengan situasi dan kondisi ibu kota ini. Tapi tidak bagi saya, untuk itu saya menulisnya.

Setiap keluar dari pintu stasiun kota, kita pasti banyak menjumpai banyak pedagang kaki lima yang menjajakan aneka rupa dagangan mereka dengan berbagai cara. Sebagian dari kalian pasti sudah sangat memakluminya, karena itu juga hanya sebagian dari aktifitas mencari nafkah sekelompok masyarakat kecil yang hidup di kota ini. Tapi tidak bagi saya, saya mempunyai kesan yang berbeda setiap melihat para pedagang kaki lima.

Pada suatu ketika, masih di sekitar pintu keluar stasiun kota. Di pinggiran jalan itu, tempat para pedagang kaki lima menjajakan dagangan mereka. Mataku tertuju pada seorang anak kecil, dia duduk di hamparan terpal yang ukuranya tidak terlalu lebar. Sedangkan ibunya tampak sedang merapikan dagangan-daganganya di hamparan terpal tersebut. Tingkah anak kecil itu selayak anak seusianya, di raut wajahnya yang lugu terlihat keceriaan, sedangkan ibunya terlihat sibuk mempersiapkan dagangan yang akan dijajakan. Pagi ini sinar matahari cukup terik menyinari mereka yang tanpa diteduhi apapun.

Sesekali anak itu bicara pada ibunya, mungkin karena sibuk si ibu seperti tidak terlalu mengacuhkan tapi dia masih memberikan senyum pada anaknya. Itu sudah cukup membuat si anak senang dan dia kembali sibuk dengan dunianya sendiri. Saya melihat kejadian itu dari jauh dan tiba-tiba ikut tersenyum. Itu hanya kejadian sepintas, bisa saja dikatakan mengandung sedikit arti tentang seorang ibu pedagang kaki lima dan anaknya, tapi ada sesuatu yang lain saya rasakan dari kejadian itu. Pikiran saya terbayang-bayang ke kajadian masa lampau yang pernah saya alami.

Kedua orang tua saya hingga sekarang masih mencari nafkah dengan cara yang tidak jauh beda dengan si Ibu tadi. Saya juga adalah seorang anak dari pedagang kaki lima, dan dengan itu mereka menghidupi kami sekeluarga sampai sekarang. Meski sudah sangat lama kedua orang tua saya tidak lagi menjadi pedagang kaki lima di kota ini, tapi mereka tetap pedagang kecil. Mereka pernah merasakan bagaimana hidup sebagai pedagang kaki lima di kota besar ini. Jadi wajarlah jika selalu ada kesan yang berbeda pada diri saya jika melihat para pedagang kaki lima.

Saya pernah mengalami kejadian yang hampir sama persis seperti anak kecil tadi, duduk manis di tempat ibu saya menghamparkan dagangan yang akan dijualnya. Biasanya ibu berjualan dari pagi hingga petang, dan saya turut bersama ibu saya. Di usia saya waktu itu belum saatnya untuk masuk sekolah, sedangkan di rumah hanya ibu seorang yang merawat saya, jadi tidak ada cara lain selain saya ikut ibu berjualan di pasar. Kejadian itu terjadi setiap hari karena itulah kehidupan saya sebagai anak dari pedagang kaki lima, jadi pantas jika sangat terekam dalam ingatan saya.

Sedari kecil saya sudah biasa dengan suka duka kehidupan keluarga pedagang kaki lima, sering membaca dari raut wajah ibu sedari pagi hingga petang apabila daganganya sepi dari pembeli. Tapi jarang bahkan mungkin tidak pernah ibu menunjukkan keluhanya secara langsung pada saya, mungkin karna waktu itu usia saya masih kanak-kanak yang dianggap belum mengerti apa-apa. Meskipun ternyata justru pristiwa masa kanak-kanak saya seperti itu yang kemudian terekam, teringat kembali apabila saya melihat hal-hal yang hampir mirip di masa sekarang ini.

Cerita ini mungkin memang hal yang sepele tidak berkesan apa-apa, tapi pantaslah tidak bagi saya. Karena setiap orang pastinya menyimpan kisah yang berbeda, dan tanpa dipengerahui pendapat orang lain setiap kisah itu tentu ada yang mempengaruhi kehidupan mereka masing-masing. Apapun itu….

Lantas bagaimanakah seorang anak pedagang kaki lima melihat kehidupan para pedagang kaki lima di kota besar ini, yang sering tidak jelas akan nasip dan kelanjutan aktifitas mereka dalam mencari nafkah ?. Mereka sering dikejar-kejar petugas karena dianggap tak disiplin dan melanggar aturan, mereka sering juga mendapat kekerasan karena anggapan tersebut. Alasan mereka sederhana “Kami hanya cari makani”.

Tentu saja saya miris dan terharu karena saya adalah anak dari pedagang kaki lima. Dan saya yang anak dari pedagang kaki lima ini Alhamdullilah juga bisa bersekolah, hinga kalau boleh memberikan pendapat……
“Hal paling penting dari peraturan adalah harus dipahami oleh orang yang diberi aturan, dan dapatkah peraturan itu dipahami jika yang diatur juga bingung karena kadang peraturan itu bisa lemah dan kuat tergantung dari sikon tertentu. Diantara mereka akhirnya harus selalu sigap mensiasati sikon, hingga menjadi cerdik dan licik dalam hidup yang sebenarnya sudah susah. Ada juga sebagian dari mereka tetap nurut dan manut, terlalu jujur untuk licik hingga kalah dan akhirnya hidup jadi makin susah. Lantas apa yang bisa mereka perbuat ??, dan siapa yang sebenarnya yang salah…???”.

4 Jun 2010

Salute for ahmad dhani

Ahmad dhani adalah musisi paling kontroversi di negeri ini, karena yang lainya masih jarang atau enggan untuk berambisi serta berego tinggi, mungkin karena mereka takut atau tidak mau pamor mereka mati.
Tapi bagi kami yang tidak segelintir, justru itu yang membuat kami menganggap dhani sebagai idola kami. Karena kontroversi yang dia ciptakan, egois serta ambisius yang banyak orang katakan, pada akhirnya adalah hal yang dapat dhani tepis secara cerdas, kemudian pada akhirnya sangkaan-sangkaan mereka itu tampias dengan sendirinya.
Yang saya tahu, dia selalu menang karena apapun yang dia lakukan pastinya setelah melalui pemikiran dia sebagai sosok yang bukan sembarang.
Saya mengidolakan ahmad dhani secara alami, terutama bukan karena lagu tapi sosoknya, meski saya rasa tidak ada cela untuk setiap karya yang telah dia hasilkan, semuanya menciptakan inspirasi bagi kami.
Dhani dapat ciptakan syair atau bernyanyi dengan makna yang benar-benar berisi tentang isi hati, cinta sejati atau hati yang tersakiti, dhani juga sumber inspirasi bagi musisi lain, atau sekedar senandung santai namun benar-benar dapat menjadi penghibur hati, bahkan ada juga kritisi pada sekelompok orang yang coba menghancurkan negeri ini.
Setidaknya apa yang saya utarakan itu hanya sedikit dari banyaknya karya yang telah dia ciptakan semenjak Dewa 19. Masih banyak sekali, hanya saya tidak sanggup coba mengutarakanya semuanya lewat kata-kata yang coba berpuisi.
Dan saya disini sebagai seorang anak muda yang coba mengikuti langkahnya, meski masih beribu langkah yang harus saya daki. Apalagi mungkin saya sama sekali tidak punya bakat seperti apa yang dia miliki.

Belum ada yang pantas kupanggil dinda

Jauh dari pangkuan Ayah dan Bunda,
tinggalkan banyak orang yang tercinta,
Seharusnya di sana aku selalu mendapat bahagia,
Tapi rela disini bagai tersiksa.
Kubawa hati yang sedih tertahan ini meski bertambah luka.
Belum ada yang pantas kupanggil dinda,
Malang rasa cinta yang ada,
Karena aku hanyalah orang biasa,
Cinta yang sebenarnya,
Ternyata hanyalah rupa dan harta.

bertanya ke diri

Ya Allah,
Ampunilah hambamu ini,
apa daya tak dapat menyesali suratan takdir yang telah terjadi.
Hati ini pedih seperti tersayat sembilu,
mimpi-mimpiku terbang jauh memancing pilu,
terkadang putus asa yang menambah ambigu.

Lantas aku bertanya ke diri,
Untuk apa tercipta jantung dan hatiku,
jika tak ada yang dapat menerima adanya diriku ini.
Kubisikkan pada diriku,
Siapa gerangan yang ihklas menerima titipan rindu di hati.

Dari luar hanya keceriaan yang bergejolak,
Tapi isi batinku luka.
Sengaja kusembunyikan agar tak tampak,
Hingga saatnya aku tak sanggup lagi menahan duka.

Adakah yang mendengar syair malang ini,
Setidaknya Dialah Yang Maha Mendengar.

3 Jun 2010

kujelang hari dengan isi pikiranku sendiri

Seperti biasa kujelang hari dengan isi pikiranku sendiri,
menuangkan segala ungkapan kata hati dalam bentuk syair-syair ini.
dan masih tak ada yang patut kuceritakan secara berlebih disini.
Karena masih banyak kesan-kesan yang patut disesali,
Lantas apa kau masih ingin mendengar guratan isi hati ini,
jika kau sendiri tak kan mau mengerti seperti apa sebenarnya aku ini.
Seperti biasa aku akan pergi bersama imajinasiku sendiri,
membuktikan bahwa benar hidup bisa berawal dari mimpi.
Membiarkan anggapan bahwa aku mencari sensasi dan cendrung kontroversi,
yang sebenarnya aku benci segala kehidupan yang menuntut gengsi.
Biarkanlah segalanya terjadi secara alami meski dalam dimensi yang tak pasti.
Layaknya hitam yang tak pernah lepas dari putih menyeliputi,
kau hanya tahu rasanya terjatuh setelah dapat bangun lagi,
tak ada yang dapat menemukan pemahaman sebelum menemukan apa yang perlu dipahami.

Setidaknya masih punya hati untuk menjalani kehidupan ini secara bernurani.

Syair buat sobatku Mr.J

Woi sobat, dengarlah kisah yang kubuat tentang diriku sendiri
Kujadikan lirik sumbang, hanya sekedar ingin berdendang.
Ini bukan syair yang berisi kata-kata sayang,
tapi tembang tentang aku yang selalu riang
dan persetan dengan kata malang.

Aku tidak perlu harta yang bergelimang,
Karena cukup dengan aku yang sekarang,
sudah kudapat apa yang bisa buat senang-senang.
Tak perlu pusing memikirkan masa depan yang terhadang,
itu semua belum tentu datang,
karena kau tak pernah tahu jika hidupmu hanya yang sekarang.
Jadi senang-senang saja dengan apa yang bisa buatmu riang.

Untuk kalian yang diseberang….
Persetan jika aku dianggap jalang,
Aku tak perduli dianggap serampang.
Yang jelas, kalian hanya ngoceh sembarang.
Menghakimi secara gampang apa yang belum jelas tergamblang.
Lirik ini adalah luapan emosi untuk kalian yang pantas mendapat berang.

Kalian bersumbunyi dalam krama yang diresapi secara remang,
Gemar berkhotbah tentang makna yang kalian sendiri masih centang perenang.
Kalian rajin sembahyang tapi dimataku dosa kalian makin tergenang.
Karena yang dipahami hanya arti yang masih melayang-layang.
Sudahlah, disini aku bukan ingin mencari perang..
meski aku senang mencaci kalian yang pantas mendapat berang.
Biarlah aku hidup dalam duniaku yang dianggap gamang,
Tapi aku senang, bersyukur dan selalu jadi pemenang.

Flores tanah keduaku

Ini negeriku yang keindahanya tak lekang oleh waktu,
macam ragam budaya berpadu menjadi bangsa yang satu,
beraneka istiadat tapi kami bisa membaur dan bersatu.
Dari sabang sampai merauke negeri kami berjajar pulau-pulau,
alamnya kaya dan terkenal sejak masa lampau.
Syair ini bukan dongeng nusantara dulu,
tapi kenyataan yang masih membuat negara lain terpukau.

Dan ada yang ingin kusampaikan lewat syair ini, kawanku…
bahwa diantara banyaknya pulau-pulau indah di negeriku,
terselip daerah kami yang ada di ujung timur negeriku.
Itulah tanah pulau flores yang keindahanya terlalu,
Meski terpencil dan jarang ada yang tahu.
Tanah kami yang juga menyimpan kekayaan alam sejak dulu,
Istiadat kami turut berlaku mempersembahkan keragaman bangsaku.
Di tanah rantau ini kami nyanyikan lagu,
tentang tanah kami yang akan teringat selalu.

Pulau Flores pulau nusa bunga,
Tempat kelahiran kami bersaudara.
Tak kan pernah terlupa, walau sekarang jauh berada.

Yeah, di pulau flores itu juga ada kota kami tercinta…
Dalam lirik ini akan kukisahkan kota kami yang dingin bajawa.

Listen to me….
Bajawa kota kami memang suhunya cool,
Engga’ heran cewenya juga pada belaga’ cool.
Tapi karena Bajawa kota kami yang tempatnya strategis,
Maka engga’ heran cewe-cewenya juga manis-manis.
Meskipun kota kami engga’ ada pantai,
Tapi anak-anak mudanya tetap santai.
Kami bukan so’ ataupun sombong,…
Bajawa juga benteng tempat kami pemuda-pemuda ganteng.
Bajawa kota mini yang unik tempat cewe-cewe cantik.

Sekali lagi,….
Kota kami bajawa juga klasik,
Maka engga’ heran orang-orangnya pada asyik-asyik.
Betu..betu..betu…

mengagungkan mimpi dan isi hati, haruslah ditebus dengan duka peri.

Kadang terbagun dipagi hari, ketika membuka mata…
Aku merasa hari ini akan sama seperti hari yang lalu.
Tidak ada yang berubah
Kemudian tertegun dihati ini, seketika membaca doa…
agar satu asa ini bukan menjadi lara hati yang enggan berlalu.
hendak ada yang berubah

Aku masih berapi melawan rasa hati yang diliputi sepi,
menanti takdir sekaligus keadilan dari Dia Yang Maha Memberi.
Aku tersisih tapi bertahan karena mengerti Dia yang tahu pasti.
Apakah gerangan yang akan terjadi nanti,
Sebegitu burukah nasip memperlakukan aku ini.

Ibuku mungkin menangis demi anaknya,
tetapi aku disini tetap berusaha menghibur hati yang lara,
berusaha melakukan apa yang dapat membuat bangga,
lelah bertahan tapi aku akan terus berusaha,
semoga yang sudah terjadi hanya sementara.

Untuk urusan hati temaram memang selalu menyeliputi,
tapi aku tetap tegar dan mengambil hikmat yang terjadi.
Karena aku masih punya cita-cita dan cinta yang benar-benar sejati.
Meski ternyata dengan mengagungkan mimpi dan isi hati,
haruslah ditebus dengan duka peri.