My Adsense

24 Agu 2009

Trilogi Manusia

Manusia hanya bisa dibilang 'manusia' jika dilahirkan oleh manusia.
Manusia hanya akan hidup sebagai'manusia' jika hidup dengan manusia.
Manusia hanya akan jadi 'manusia yang baik' jika bisa memberikan hal yang bermanfaat bagi manusia.

21 Agu 2009

Selamat Datang Bulan Berkah


Akhirnya datang lagi bulan berkah itu,
5 waktu menjadi terasa sangat berarti.
Kuhampiri rak berdebu tempat tertata guratan ayat-ayat suci.
Derik tasbih menguntai zikir, dikala hening menghembus dinding kamar .

Sedangkan kemarin, aku masih menjadi orang yang lupa...
Lupa bahwa yang wajib itu terdiri dari yang 5,
bukan 4,3,2,1 atau kosong sama sekali.

Sampai sekarang, aku memang tidak lupa cara membaca ayat-ayat itu,
hanya saja aku lupa, kapan pernah membacanya.
Selama ini aku hanya meyakini adanya Dia,
tanpa pernah ingat bahwa bagiNya aku tidak ada apa-apanya.

Akankah bulan ini hanya datang sambil lalu,
menyapa sesaat, kemudian pergi untuk tinggalkan aku yang merugi.
Aku yang melewati hari kemarin tetap seperti hari ini,
lantas apa yang kuharap untuk lusa nanti.

Pantaskah aku angkuh sebagai manusia,
Sedangkan nalarku tidak pandai memaknai waktu.
Aku hanya pantas disebut manusia, sebagai insanNya yang pasti lemah.
Memelas untuk diberi Ridho dan ampunan.

Aku ingat...di tahun yang kemarin,
aku bisa bertemu bulan yang sama seperti tahun yang kemarinya lagi.
Tapi, sadarkah aku....
Jika di bulan ini masih tak pandai bersukur akan waktu,
akankah kujumpai lagi bulan ini di waktu yang nanti.

20 Agu 2009

Oh Ibu Aku ingin pulang....


Oh Ibu
Aku ingin pulang....

Pemuda dan Kemerdekaan

Jika merunut sejarah pemuda bangsa ini, dikisahkan bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 para pemuda bangsa ini menyatukan tekad bersama untuk menyatukan Indonesia. Dari sinilah kemudian lahirnya teks Sumpah Pemuda yang sejak duduk di bangku sekolah kita sudah menghapalnya. Pada saat itu, cita-cita pemuda terdengar sederhana namun sangat terpuji, yakni ingin mewujudkan kemerdekaan Indonesia secepatnya. Meskipun kemerdekaan tersebut baru kita capai pada tanggal 17 Agustus 1945, yang pada dasarnya tetap ada korelasi histories dan batiniah antara sumpah pemuda dengan hari kemerdekaan.

Sebagai pemuda yang hidup di zaman kemerdekaan dengan segala kemajuan yang telah dicapai, kita wajib untuk tetap memberikan ikhtiar penuh tenaga bagi upaya-upaya mengisi kemerdekaan. Ada dua pertanyaan yang harus dijawab pemuda bangsa ini yaitu, pertama, apa makna mendasar dari kemerdekaan, kedua, apa kita telah sungguh-sungguh dalam mengisi kemerdekaan dengan jargon reformasi saat ini?

Para pemuda seharusnya memaknai arti kemerdekaan bukan hanya dalam artian yang sempit, tetapi lebih luas sebagai terbebasnya manusia muda Indonesia dari belenggu perbudakan dalam berbagai bentuk dan dimensi realitas. Menurut saya, pada masa sekarang belenggu itu dapat berupa ketergantungan terhadap segala hal yang berasal dari negara-negara maju yang berbeda budaya dengan bangsa kita.

Dengan mudah pemuda sekarang ini bisa mengatakan masalah ketergantungan terhadap segala sesuatu yg berasal dari luar adalah konsekuensi dari globalisasi yang memang harus terjadi. Tapi, sebenarnya itu merupakan pilihan yang harus dilakukan berdasarkan akal nurani kita sendiri “Bagaimana upaya mengisi kemerdekaan negara ini dengan pembangunan yang didasarkan atas rasa cinta tanah air”.

Dalam kenyataanya, pemuda bangsa kita sekarang ini lebih sering mendewa-dewakan sesuatu yang berbau barat. Segala jenis produk barang, hiburan, musik, film yang berasal dari barat dianggap berkualitas dan lebih diminati, dibandingkan budaya kita sendiri yang sebenarnya sangat kaya jika ingin digali.

Pemikiran kaum muda yang bijak adalah yang merasa perlu melakukan filterisasi terhadap segala produk-produk luar, tujuanya agar dapat diselaraskan dengan budaya bangsa kita sendiri. Reformasi jangan sampai diselewengkan sebagai kebebasan yang kebablasan. Masa muda bagi generasi negara ini seharusnya adalah saat untuk mencari jati diri yang diperlukan untuk membangun bangsa, hal itu dapat melalui berbagai sektor kehidupan masyarakat dengan mengutamakan rasa nasionalisme.

Hilangkanlah kelemahan-kelemahan yang masih ada pada diri kita, budaya malas, menungu, seenaknya, asal cepat dan asal beres. Karena kemajuan suatu bangsa dibangun oleh generasi muda yang cinta tanah air dengan berbekal ketekunan, semangat dan kerja keras. Mudah-mudahan tulisan ini berguna bagi upaya memberikan pemaknaan diri kita sebagai pemuda bangsa.

19 Agu 2009

Tanggung jawab

Beban yang harus dipikul oleh sesorang lelaki adalah 'tanggung jawab'.
Adalah 'kata' yang begitu akrab dengan kehidupan gue, semenjak hidup di tanah rantau.
Tanpa tanggung jawab, mungkin gue udah lama kehilangan arah.

"Gue taat dan sanggup terikat akan sebuah aturan",apalagi jika itu menyangkut tanggung jawab yang gw emban.

Namun, pelaksanaan akan tanggung jawab itu tentunya akan lebih berarti jika dilakukan dengan sepenuh hati. Dan untuk sepenuh hati, perlu 'kemauan' yang hadir sejak awal menerima tanggung jawab.

Gue ga'pernah asal menerima tanggung jawab untuk ngelakuin apa yang gue ga'bisa, kalaupun terpaksa..pasti akan 'ribet' urusanya nanti.
Karena di balik sisi 'taatnya' diri gue, harus ada pula sisi 'kebebasan'...
..."kebebasan untuk melakukan apa saja yang gue anggap baik"..

Kalau ada tanggung jawab yang tidak ingin gw emban, itu karena dikhawtirkan akan berbenturan dengan sisi 'kebebasan' gw yang ingin selalu lepas dan keluar jalur dari segala keterikatan yang ada dalam tanggung jawab itu...

Maafkan aku sobat, aku yang tidak pandai bertutur ini telah mengecewakan sebagai orang yang diberi beban tanggung jawab...
Gue hanya ingin 'bebas' melakukan apa yang gue bisa, tanpa 'ikatan' yang mungkin dapat membatasi.
Tapi masih ada yang perlu diketahui

"Apa yang gw lakukan selama ini, setulus dan semampu mungkin akan apa adanya diri gue...karena itu yang gw bisa"
"Dan bukan sifat gw untuk ngelupain hal berarti yang telah gue dapat"

Thanks for all

15 Agu 2009

tindakan untuk menekan masalah terorisme adalah upaya bersama kita sebagai warga masyarakat

Apapun motif yang diumbar pelakunya, tetaplah terorisme merupakan tindakan yang bertentangan dengan nurani kita sebagai manusia dan umat beragama. Terorisme sudah menjadi permasalahan dunia yang juga meresahkan negara-negara lain, namun yang khusus menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa tindakan berupa insiden pengeboman itu dapat terjadi hingga beberapa kali di negara kita ?.

Selain kekeliruan dalam memahami suatu ideologi, patut disadari juga bahwa situasi dan kondisi suatu negara, seperti masalah pendidikan, ekonomi, pemerintahan juga dapat memungkinkan lahirnya orang-orang yang berkepribadian rentan untuk melakukan tindakan terorisme. Karena tindakan terorisme biasanya menyimpan motif tertentu atas aksi yang dilakukan, dan bisa saja dikarenakan protes terhadap ketimpangan situasi dan kondisi yang dirasakan dalam masyarakat.

Selain itu, saya menganggap masalah terorisme yang terjadi di Indonesia, disebabkan karena komuditas dalam lingkup wilayah kita yang masih mendukung hal-hal yang menyebabkan tumbuhnya masalah terorisme.
Jika dari segi pelaku, dikatakan tindakan terorisme karena pandangan keliru segelintir kelompok masyarakat kita dalam memahami suatu ideologi, maka yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana mengupayakan langkah yang tepat sehubungan dengan menanamkan pemahaman ideologi yang benar kepada masyarakat. Sektor pendidikan agama sangat penting perananya, perlu diawasi dan diajarkan oleh orang-orang yang benar-benar memahami agama secara utuh berdasarkan ajaran kitab suci masing-masing agama.

Dan sekarang ini dikenal sebagai jaman yang canggih dalam penyampaian informasi serta kebebasan dalam mengemukakan pendapat, namun jika hal itu menyangkut khalayak banyak, sepatutnya tetap ada pemilahan dan pengawasan berdasarkan aspek kebenaranya.

Jika dikatakan permasalahan terorisme yang terjadi telah dibawa oleh orang asing ke Negara kita, maka pemerintah harus lebih tegas mengawasi masuknya setiap pendatang ke Negara kita. Dan penyelidikan harus terus diupayakan terhadap siapa saja orang-orang yang patut dicurigai, jangan sampai ada kelengahan dengan hanya menunggu bukti. Untuk itu, komponen-komponen peraturan yang masih menjadi kelemahan dari hukum negara kita perlu ditinjau lagi secara seksama.

Dari semua itu, tindakan untuk menekan masalah terorisme adalah upaya bersama kita sebagai warga masyarakat. Jika kita telah mendapatkan pemahaman yang benar, diharapkan muncul kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang dicurigai dapat menjadi cikal bakal tumbuhnya terorisme. Selanjutnya kewajiban untuk melapor kepada pihak yang terkait merupakan upaya antisipasi agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi di kemudian hari.

4 Agu 2009

ada obsesi ada jalan atau tidak sama sekali........


Semenjak awal menginjakan kaki di tanah gersang kota metropolitan ini, gue udah begitu terkesima ngeliat gedung-gedung metropolitan yang menjulang megah, tinggi mencakar langit ibukota. Bukanya gue 'norak' (dikit seeh...), tapi yang lebih menimbulkan kesan... di bangunan yang serupa itu telah tersimpan lama keinginan dan cita-cita masa kecil gue, yang pada waktu itu hanya bisa menyaksikan kemegahan ibukota melalui layar televisi di sebuah rumah kontrakan kecil.

"akankah ada periringan waktu yang akan mengantarkan gue bisa berada pada tingkat paling tinggi dari gedung-gedung pencakar langit tersebut"

Gue yang sekarang ini, udah pernah ngeliat kemegahan berbagai gedung pencakar langit ibu kota, bahkan untuk kesekian kali.
Tapi hingga saat ini aku masih sebagai penonton yang tetap tidak berkurang rasa takjub akan kemegahan metropolitan.
Nantikan aku waktu, akan kukejar dirimu hingga kau sendiri yang perlahan datang menghampiriku...
ada obsesi ada jalan atau tidak sama sekali........

Ummi

Ummi yaa lahnan a'syaqohu
wanasyidan dauman ansyuduhu

Fikulli makanin adzkuruhu
wa-azhollu azhollu uroddiduhu

Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...

Allohu ta'aala aushoni
fissirri walau fil i'laani
Bilbirri laki wal-ihsaani...

Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy...

"Kebijakan dan kecermatan SBY sedang diuji dalam membentuk kabinet yang professional, efektif dan efisien"‏

Koalisi besar yang sebelumnya dibangun oleh SBY pada awalnya bertujuan untuk memuluskan langkahnya ke kursi jabatan presiden, namun hal itu bisa menyulitkan dalam menyusun kabinet ketika dia akhirnya terpilih kembali sebagai presiden. Karena tidak dapat dipungkiri akan ada kepentingan yang cukup kuat di antara partai-partai politik pendukung SBY dalam Pilpres 2009 tersebut. Masing-masing partai politik tentunya ingin menempatkan kadernya di posisi paling strategis di kabinet, sehingga dapat menyebabkan tarik menarik antar kepentingan yang berbeda-beda.

Terlepas dari hal itu, masyarakat tetap menginginkan SBY nantinya tidak hanya melatar belakangi pilihanya atas dasar kader yang berasal dari partai-partai politik pendukungnya saja, tetapi juga memprioritaskan keprofesionalan kader yang akan dipilihnya. Diantara beberapa keinginan yang dibebankan kepadanya, langkah bijak yang sebaiknya diambil SBY yaitu tetap harus menjaga keseimbangan komposisi antara dua unsur itu. Kenyataan yang akan membuktikan, apakah SBY nantinya pantas disebut sebagai presiden yang memiliki kebijakan yang cermat dalam membentuk kabinet, karena dapat memilih kader dari partai politiknya yang juga teruji keprofessionalanya.

Syarat keprofesionalan masing-masing kader yang dipilih juga dapat dilihat dari berbagai sisi, seperti jenis pekerjaan yang akan diemban harus sesuai dengan keahlian sebelumnya yang ditekuni, namun dalam hal ini bisa saja akan terdapat beberapa kandidat yang memenuhi persyaratan. Untuk itu, SBY harus memilih yang terbaik diantara mereka dengan menilik mana yang mempunyai pandangan atau cara pikir yang dibutuhan bangsa dan Negara saat ini.

SBY pun dirasa perlu merampingkan kabinetnya dengan jumlah yang lebih sederhana, hal itu dimaksudkan untuk memperlincah gerakan SBY pada saat memimpin kabinetnya nanti. Bagian-bagian yang mewadahi permasalahan serupa sebaiknya disatukan dalam satu tanggung jawab, agar birokrasi yang diperlukan nanti tidak rumit dan tidak melalui proses panjang. Artinya SBY juga harus dapat menciptakan kabinet efisien yang justru akan meningkatkan keefektifan kinerja pada saat menjalankan roda pemerintahan nantinya.

Sebagai masyarakat kita dapat kritis menyalurkan aspirasi melalui jalur-jalur yang telah ditentukan, selanjutnya tinggal menunggu bagaimana kebijakan dan kecermatan SBY yang sedang diuji dalam membentuk kabinet pemerintahan yang professional, efektif dan efisien serta berdaya guna bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depanya.

Profesi yang cocok untuk tipe kepribadian introvert



Meski terlihat sebagai pribadi yang menutup diri dan pendiam, sebenarnya tipe introvert merupakan pribadi yang menarik, kreatif, dan berharga, jika perusahaan tahu di mana tipe kepribadian seperti ini senang bekerja.

Tipe kepribadian introvert umumnya tak menyukai kegiatan yang mengharuskannya bertemu banyak orang atau kegiatan yang mengharuskannya bersosialisasi. Ketika seorang introvert menemukan pekerjaan yang ia senangi dan ia memang berbakat di bidang tersebut, ia akan menjadi aset perusahaan yang berharga.

Introvert sering diasosiasikan dengan pemalu, namun pada kenyataannya tak selalu begitu. Menurut psikolog asal Swiss yang juga menemukan istilah “introvert”, Carl Jung, introvert adalah tipe kepribadian yang lebih suka menyibukkan diri dengan kehidupan di dalam pikirannya dan aktivitas kesendirian ketimbang harus bersosialisasi dengan orang lain. Tipe kepribadian ini memiliki ketertarikan dalam penyelesaian masalah, bekerja secara kreatif ketika sendiri, dan bisa memberikan solusi ketika berpikir tanpa ada gangguan.

Pada dasarnya, para introvert tidak takut bekerja dikelilingi orang lain, namun tipe kepribadian ini hanya memilih untuk bekerja sendirian. Konsultan karier asal Minnesota, JIST Publishing, mengatakan bahwa tipe kepribadian introvert bisa jadi merupakan pemberi solusi yang baik, punya kecenderungan untuk bekerja sebagai analis sistem komputer atau peranti lunak, akuntan, penasihat keuangan, teknik sipil, mekanik, dan desainer grafis.

Beberapa Profesi yang cocok untuk tipe kepribadian introvert, jika dibekali pelatihan yang tepat, antara lain adalah:

Insinyur peranti lunak komputer
Jenis pekerjaan ini menarik minat bagi tipe kepribadian introvert karena profesi semacam ini mengharuskan si pekerja untuk bekerja secara independen untuk menyelesaikan masalah tergantung kebutuhan pengguna peranti lunak tersebut. Jenis pekerjaan ini dibutuhkan ijazah di bidang komputer. Untuk selalu bisa berkompetisi di bidang ini, seseorang harus terus mau meng-update kemampuan dan pengetahuannya sesering mungkin untuk mengikuti perkembangan teknologi.

Akuntan dan auditor
Karena para introvert sangat berbakat dalam memecahkan masalah, mampu menjalankan analisis sendiri, dan mampu mengembangkan strategi jangka panjang, maka profesi akuntan bisa tergolong cocok untuk mereka. Dibutuhkan pendidikan di bidang akuntan dan finansial untuk bisa mendapatkan pekerjaan di bidang ini.

Desainer grafis
Di bidang ini, para pekerjanya bebas menginterpretasikan imajinasinya. Kebanyakan, para rekan kerja atau atasannya akan melihat hasil kerjanya di akhir, dan membiarkan si pekerja mendesain grafisnya sendiri. Bidang yang sangat bertumbuh belakangan ini akan banyak dibutuhkan di bidang periklanan, penciptaan games, atau animasi. Tak selalu diperlukan pendidikan yang amat mendalam di bidang ini.

Teknik sipil
Dengan semakin bertumbuhnya negara, maka akan makin dibutuhkan teknik sipil untuk memperhitungkan segala hal yang butuh perhitungan saat pembangunan bangunan. Dibutuhkan pendidikan khusus di bidang ini, jika menambahkan pengetahuan seputar lingkungan dan green engineering, maka Anda akan menjadi seorang teknik sipil yang amat dicari.

Analis riset pasar
Tipe pekerjaan ini mengumpulkan data bagaimana pasar berpikir dan kecenderungannya, dan hasilnya akan membantu perusahaan untuk menggapai pasarnya. Untuk pekerjaan ini dibutuhkan pelatihan riset metodologi, statistik, marketing, tren sosial, ekonomi, psikologi, dan lainnya. Diperkirakan, profesi ini meningkat sebanyak 20 persen dari tahun 2006 hingga 2016.

Phisicotest


Pendamai

Mudah menerima, suka menyenangkan orang lain, dan mendukung.
Pribadi semacam ini mencoba menyatu dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Penurut, menyesuaikan diri, dan seringkali tak bisa mengendalikan kemarahannya.

Keunggulan : menyenangkan, tenang, murah hati, sabar, menerima, diplomatis, dan berpikiran terbuka.

Kejelekan : terasing, pelupa, keras kepala, obsesif, apatis, pasif-agresif, dan tidak asertif.
Cara bergaul dengan saya : Jika kamu ingin agar saya melakukan sesuatu, cara memintanya sangat penting bagi saya. Saya sangat tidak suka ekspektasi atau tekanan dari orang lain. Saya senang mendengarkan dan melayani, tapi jangan manfaatkan ini.

Dengarkan hingga saya selesai berbicara, meski saya sedikit berbelit-belit. Berikan saya waktu untuk menyelesaikan sesuatu dan mengambil keputusan. Tidak apa-apa, jika kamu mendorong saya degan halus dan tanpa menghakimi.
Berikan saya pertanyaan, hingga saya bisa memahami masalah saya.
Katakanlah jika kamu menyukai penampilan saya.
Saya tidak menolak pujian. Saya suka diskusi yang baik, bukan perdebatan.
Beri tahu saya, bahwa kamu suka pada apa yang telah saya kerjakan atau katakan.

Tertawalah bersama saya dan nikmatilah keceriaan hidup bersama saya.

3 Agu 2009

'Uang' memang segalanya

'Uang' memang bukanlah segalanya, kebahagiaanlah yang paling dicari umat di dunia ini.Tapi, di zaman sekarang..hal itu menjadi teka-teki yang susah untuk dijawab.

"Dapatkah manusia meraih kebahagian tanpa 'uang', sedangkan nyaris/mungkin tidak ada sama sekali umat di dunia yang tidak membutuhkan uang. Apapun itu, patut disadari bahwa segala hal didunia ini dapat/pernah tergadai oleh uang".

Namun dibalik semua itu, ada pula satu hal yang patut disadari. Bahwa sesungguhnya wujud penjelmaan 'serba uang' ke dalam berbagai aspek kehidupanlah yang patut diwaspadai.

yaitu :"'Uang' yang telah merasuki otak dan tanpa disadari menularkan virus 'matrealistis' terhadap pola pikir seorang manusia. Jika hal itu terjadi, sisi 'rohani' akan terpinggirkan, 'rohani' yang tersisa sekedar untuk diingat dan kalaupun diperlihatkan, sekedar mengisyaratkan bahwa kita masih berbentuk manusia".

Saya tidak menafikkan diri, sebagai seorang manusia yang begitu membutuhkan uang. Saya pun mengakui ketidak berdayaan selama ini tanpanya. Namun, dibalik ketidakberdayaan itu, saya mencoba untuk tidak pernah mengeluh dalam kehidupan yang selalu berbalut ke'sederhana'an (jika kata 'miskin' terlalu kasar untuk diutarakan).
Biarlah senyum ini perih dihati, melihat sekeliling yang dipenuhi oleh mereka-mereka yang dimakmurkan oleh 'uang'.

Setidaknya itu dapat menjadi tekad agar ke di masa depan nanti, aku tidak lagi diperdayai oleh uang. Saya selalu berusaha menjadi seorang 'miskin' yang bijak, yang tidak punya tempat mengadu selain selalu berserah diri padaNya. Hanya itu...

Dan semoga di suatu saat nanti, saya dengan apa adanya akan tetap bijak..
Amien ya Allah....

27 Jul 2009

Buktikan pada sejarah bahwa kabinet negara kita profesional, dapat bertahan dalam masa tugasnya tanpa direshuffle oleh presiden


SBY telah menjadi presiden terpilih dalam pemilu kali ini, dan yang menjadi landasan sekaligus tantangan dalam menjalankan tata kelola pemerintahanya adalah, membentuk pemerintahan yang baik dan jujur dengan mendahulukan kepentingan rakyat. Hal itu dapat tercapai dengan membentuk kabinet yang profesional, kapabel dan berintegritas. Kabinet tersebut harus terdiri dari orang-orang profesional dengan keahlian pada bidang yang ditempatinya, bukan kabinet yang cendrung mencerminkan pembagian jatah kekuasaan dan kekayaan negara.

Yang menjadi anggota suatu kabinet adalah orang-orang pilihan dari beberapa partai, yang mungkin pada kampanye sebelumnya mengusung visi dan misi yang berbeda. Mungkin juga ada kekecewaan dan ketidaksepahaman terhadap pilpres yang terjadi, akan tetapi seandainya mereka dipilih dalam kabinet, perhatian dan kebijakan yang nantinya dituangkan tetaplah harus mengutamakan rakyat. Untuk itu, diperlukan komitmen, keberanian dan kejelian presiden dalam memilih orang-orang yang akan membantunya secara professional dalam kabinet.

Selain itu, presiden terpilih juga tidak mungkin meloloskan permintaan semua pendukungnya. Oleh karena itu, pendukung yang merasa kecewa tetap akan ada, tapi setidaknya kebebasan tetap harus diberikan kepada presiden dalam menentukan kebijakan saat menyusun kabinet. Selain dia juga harus berani memilih orang-orang profesional meskipun beresiko mengecewakan sebagian mitra pendukungnya.
Yang justru membahayakan adalah jika kabinet professional tidak dapat terbentuk dalam pemerintahan, karena resiko yang didapat justru lebih besar. SBY sebagai presiden bisa mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, oleh lawan politik ataupun pendukungnya yang kecewa. Dan yang terpenting dari semua itu, rakyatlah yang paling dirugikan apabila lembaga yang mengatur pemerintahan tidak berjalan secara baik.

Keputusan yang brilian hanya keluar dari tangan orang yang bijak. Semoga saja, presiden yang terpilih kini adalah orang yang bijak dalam mengambil keputusan. Hingga dapat membangun kabinet yang professional. Dan membuktikan itu pada sejarah, bahwa kabinet negara kita dapat bertahan dalam masa tugasnya, tanpa direshuffle oleh presiden.

ada-ada aja cerita tentang masyarakat kita.....


Ada berita 'kocak' yang gw saksikan di layar televisi kosan gw. Kalau ga'salah kejadianya pada salah satu desa yang terletak di daerah Bandung.
Masyarakat mengamuk karena para 'peternak babi' disana tidak menepati janji untuk memusnahkan babi-babi ternakan mereka.
Dengan tampang sangar disertai kemarahan yang membara, massa menyerbu peternakan babi tersebut. Mereka berteriak-teriak seperti jagoan kampung yang siap menghancurkan apa saja.
Pemilik peternakan pun tunggang langgang karena takut dikeroyok. Akhirnya massa mengambil keputusan untuk membuka secara paksa pintu-pintu peternakan. Tapi mereka ga' nyadar, binatang2 'imut2-amit2' itu malahan pada berlarian kegirangan karena dibebaskan.
Lucunya, massa yang terdiri dari para jagoan kampung itu juga ikut lari tunggang langgang atas ulah mereka sendiri yang membuka pintu kandang babi.
ha..ha...mereka baru sadar, dari tadi hati mereka bimbang untuk mengatakan babi itu adalah binatang yang sebenarnya tidak lucu tapi menjijikkan, bahkan 'diharamkan'.
Ha..Ha....lebih 'kocak' lagi waktu ngeliat cara mereka menaikkan babi2 tersebut ke atas truk...'jagoanya' ilang, malah pada dorong2an kya' anak kecil....
ada-ada aja cerita tentang masyarakat kita.....

Pertarungan jalanan



Ada berita menarik yang ditayangkan layar televisi kosan gw di hari saptu pagi.
Sebuah pesantren yang terletak di daerah Jawa timur mengadakan pertandingan silat yang mengundang para jawara dari berbagai daerah sekitar.
Yang mencengangkan gw, 'Gila'bener!!!, WWF,..WCW,..MME,pokoknya berbagai ajang kejuaraan tarung lainya masih kalah deh...
Dalam pertandingan ini, para petarung berasal dari aliran beladiri mana saja, mereka tidak menggunakan body protector apapun,dan yang paling 'sadis' tidak ada 'time out'. Petarung dikatakan kalah, hanya kalau sudah ada yang 'menyerah'.
Gila benar!!!

18 Jul 2009

Marilah bangsa ini sepakat untuk mendengungkan “ Tidak ada tempat bagi teroris di Negara kita”.





Ketentraman bangsa ini kembali diguncang oleh ledakan bom yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pengeboman adalah masalah terorisme yang telah beberapa kali terjadi di negara kita, meskipun begitu ini bukanlah masalah lokal semata, karena turut meresahkan negara lain di dunia ini.

Dengan telah beberapa kalinya terjadi pengeboman, cukup memberikan penilaian dunia bahwa sekarang ini Negara kita rawan akan ancaman teroris. Hal itu tentu lebih meresahkan kita sebagai warga Negara yang memijakkan kaki di tanah air ini. Apa jadinya jika kita sudah mulai merasa tidak aman hidup di Negara sendiri ?.

Patut terlebih dahulu disadari bahwa masalah terorisme bisa terjadi apabila komuditas dalam suatu wilayah tersebut masih mendukung atau kondusif. Karena para teroris biasanya menyimpan motif tertentu atas aksi yang mereka lakukan, bisa saja aksi mereka itu karena protes akan ketimpangan yang mereka rasakan .

Memandang permasalahan terorisme di Indonesia, yang patut menjadi bahan pembelajaran bahwa terdapat perbedaan jika dibandingkan dengan yang terjadi di Negara lain. Misalnya, beberapa kali aksi pengeboman yang pernah terjadi di Negara kita, tidak disertai claim yang jelas dari para pelakunya. Meskipun kita patut menyadari bahwa apapun motif yang terseret , terorisme tetap merupakan masalah krusial yang meluluh lantakkan ketentraman umum. Terorisme adalah tragedi kemanusiaan indiskriminasi yang tidak memandang siapapun, gender atau usia dari korbanya.

Upaya penyelesaian yang telah dilakukan selama ini pun terlihat sebatas para pelaku terorismenya saja. Masih terasa kurang upaya pendekatan dari sisi para korban. Kalaupun ada, masih sebatas statistik atau jumlah korban. Mestinya, langkah yang perlu diambil juga diarahkan kepada tindakan moral, seperti membuat deklarasi korban yang ditujukan kepada public. Hal itu dapat memberikan pemahaman kepada seluruh komponen masyarakat, yang selanjutnya menerbitkan kesadaran pada jiwa masing-masing individu bahwa terorisme adalah tindakan keji, apapun motif yang sengaja diselubungkan.

Pemerintah dalam mengupayakan langkah penyelesaian, juga diharapkan jangan sampai terjebak oleh tindakan teroris yang sengaja mencari momentum yang tepat untuk memecah belah persatuan. Seperti pengeboman yang baru saja terjadi, pada saat Negara kita sedang menghadapi agenda pemilihan presiden. Jika isu-isu berkembang tidak disikapi secara bijak, hanya akan dapat menimbulkan permasalahan baru yang memperumit situasi bangsa.

Kesimpulanya, terorisme adalah tragedi kemanusiaan yang merupakan masalah bersama, tanpa perlu dikaitkan dengan motif-motif lain yang dapat mengaburkan pengertianya. Marilah bangsa ini sepakat untuk mendengungkan “ Tidak ada tempat bagi teroris di Negara kita”.

Mungkin ga’ ,..politik bisa seperti itu…….????



Salah satu penyesalan gw karena dulu pingin bgt masuk jurusan hukum atau politik, sayangnya belum nasip gw kali'..
Tapi, yg buat bingung ….dibalik pengetahuan gw yg sekedar , gw tetap berminat terhadap hal2 yang beraroma politik...meskipun sebenarnya gw juga tahu bahwa yg namanya ‘politik’ itu tidak lepas dari taktik dan strategi yg lebih menitik beratkan pada cara meraih kekuasaan.

Untuk ber'positif thinking', mungkin saja karena ada sisi isimewa lain dari 'politik' yg sampai sekarang belum gw sadari. Mungkin saja secara berangsur2, dengan lebih banyak belajar, gw akan tahu apa makna dari politik.Mungkin saja…….

Yang jelas ini hanya uneg2 gw sebagai anak negeri,
berawal dari pengamatan gw atas apa yang dicontohkan ‘orang-orang pandai berpolitik’ bangsa ini ataupun dari Negara-negara lain.
Mereka membuat ‘politik’ itu sebagai sesuatu yang membingungkan dan rumit dipahami.

Yang membingungkan bukan tentang pengertian dari politik, karena itu dengan sendirinya akan terbentuk dari apa yang selama ini terlihat dari ‘politik’ itu sendiri.
Tapi yang membingungkan adalah, ‘politik’ yang ditunjukan mereka selalu sarat akan taktik dan strategi, yang bisa saja hal itu tidak terlepas dari tipu daya’ dan umbar janji. Apapun motifnya, suatu tujuan yang baik tentu tidak akan tercapai jika ditempuh dengan cara yang buruk.

Dalam kenyataanyapun, pasti ada saja yang merasa dibodohi, ditaklukan secara curang, dan lain sebagainya. Manusia yang pernah memimpin Negara ini, pasti saja pernah dihinggapi ‘kabar’ akan perihal negatif yang pernah dilakukan terhadap cara atau setelah kekuasaan itu diraihnya.
He..he…ok bro…ini sekedar melepas uneg2 kita sebagai generasi bangsa aja…

Dan, ehm...menurut gw banyak kehidupan kita yg bisa dibilang tidak bersentuhan dengan politik..dan gw cuma mau sebutin salah satu yang merupakan ‘induknya’. Yaitu “agama”.
Dalam ‘agama’ tersirat asal mula bumi dan isinya ini tecipta. Melalui agama kita mendapatkan pedoman hidup yang paling benar, semenjak dilahirkan hingga kita meninggal, bahkan kehidupan setelah meninggal. Dan salah satu ‘terpenting’ dari apa yang diajarkan oleh agama adalah, tindakan “moral” dalam kehidupan sebagai manusia dan hamba Allah.

“Agama” terlalu sakral untuk disentuh politik, oleh sebab itu ‘menjadikan agama sebagai lahan politik’ adalah tindakan yang salah.
Sebaliknya, kalaupun ‘politik’ itu memang tetap selalu ada dalam kehidupan, maka yang paling benar menurut saya adalah :

“Politik yang berlandaskan moral agama”

Dengan begitu, tentu saja masyarakat tidak akan dibingungkan lagi tentang ‘politik’ seperti apa yang paling benar. Yaitu politik tanpa umbar janji, yang bukan tipu daya, mengharamkan penindasan dan kecurangan.
Mungkin ga’ ,..politik bisa seperti itu…….????
He..he..

15 Jul 2009

Anak teknik berbicara politik ala kadarnya



Ga' tahu dari mana asal pemikiran yang mau gue tulis ini, tapi mungkin karena meriah suasana pesta demokrasi yang masih terasa, dan acara-acara di layar TV yang masih saja ramai dengan perdebatan tentang pemilu.
Waktu 'pencontrengan' memang telah usai, tapi siapa bilang kompetisi telah berakhir....
(Selagi sang pemenang belum ketahuan, arena kompetisi belumlah kosong dari persaingan. Tetap saja ada yang berkoar-berkoar).

Yang patut dicermati, ternyata strategi yang digunakan para kompetitor sangatlah fleksibel untuk dirubah sesuka hati.
Sebelum pemungutan suara mereka menebar janji, dan setelah itu...kecepatan insting mereka yang terlatih untuk menebak hasil yang samar-samar terlihat.
Apabila 'aroma' kekalahan yang tercium, maka 'sudah tradisi' jika 'hasutan', tebar 'isu', 'saling tuduh', yang menjadi langkah selanjutnya.
Tidak mengapa jika nilai luhur 'sportifitas' ditinggalkan sebentar, selagi masih ada usaha yang dapat dilakukan...meskipun itu sia-sia dan hanya menebarkan perselisihan.
Tahukah mereka bahwa masyarakat bangsa ini banyak yang telah pandai. Hal-hal 'picik' seperti itu malah menurunkan harga diri mereka yang sebelumnya telah susah-payah ditawarkan kepada para konsumen pemilih.

Aku yang lebih terbiasa berpikir secara 'teknik' memang akan pusing 7 keliling jika dipaksa untuk terus berpikir hal-hal yang berbau 'politik' seperti yang tertera di atas.

Yang jelas : jika mendengar kata 'politik'...konotasi yang ada dikepalaku pasti lebih ke arah negatif.
Sedikit banyaknya, Politik itu pasti 'kotor' dan bukan politik kalo tidak 'kotor'.
Seandainya saja, tidak perlu ada kata 'politik' dalam kehidupan suatu bangsa !!!.

Sederhana saja pikiran yang ada di kepalaku,...aku hanya ingin seorang pemimpin yang mempunyai jiwa bersih dalam 'memimpin'. Jika sudah tersangkut 'politik', berarti dia juga 'kotor' dan mempunyai pikiran yang lebih terkonsep untuk menguasai dengan segala cara.

Adapun hal menarik yang aku tangkap dari kata 'Demokrasi'....sebenarnya demokrasi yang seperti apa yang dianut oleh negara kita...demokrasi seperti negara mana yang terpaksa 'diekori' oleh negara kita...dan apakah memang itu yang terbaik buat bangsa kita...??

Dalam 'Demokrasi' kekuasaan penuh berada pada rakyat / suara terbanyak yang menentukan'.
Lalu, bagaimana jika terjadi suatu 'pemilihan sistem pemerintahan' secara demokrasi, dan dalam pemilihan tersebut rakyat malah memilih 'sistem pemerintahan yang bukan berdemokrasi', sebut saja sistem 'kerajaan' misalnya....
Dapatkah 'demokrasi' menerima keputusan tersebut,... sistem kerajaan yang terpilih secara 'demokrasi'.
Lalu, apakah mungkin 'sistem kerajaan' tersebut berjalan di atas pilar demokrasi....????
Tapi, bukankah pilihan yang terjadi berdasarkan asas demokrasi...!!!

bingung kan??? gue juga bingung apa yang gue tulis..ha..ha....

11 Jul 2009

Menjaga Hasil Pilpres Membutuhkan Kepedulian Kita Bersama

Setelah lima tahun tampuk pemerintahan di negara kita dipegang oleh presiden dan wakilnya yang terpilih melalui pemilu sebelumnya, akhirnya sampailah juga kita pada pesta demokrasi yang baru saja usai pada tanggal 8 Juli 2009. Para pemilih di Negara kita sekarang ini, semakin mengerti peran penting mereka dalam pesta demokrasi. Mereka bukan saja berbondong-bondong mendatangi TPS (tempat pemungutan suara), tapi juga banyak yang protes apabila tidak mendapatkan haknya sebagai pemilih. Pemahaman masyarakat dalam berdemokrasi seperti ini patut disyukuri.

Dan pemilu kali ini dapat dikatakan berlangsung cukup tertib dan lancar. Meskipun masalah ‘kecurangan’ seakan menjadi suatu hal yang lumrah untuk digembar-gemborkan dalam beberapa kali pemilu, tapi kali ini tidak sampai menimbulkan aksi berlebihan yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat.

Memang ada benarnya jika dikatakan menjadi presiden di Negara ini merupakan profesi yang melibatkan banyak pihak, serta dalam pemilihanya sangat rawan terjadi kecurangan yang dilakukan pihak satu ke pihak lainnya. Akan tetapi, semoga saja masalah ‘kecurangan’ bukan sengaja dijadikan ‘tema’ yang diada-adakan oleh pihak kalah untuk menebarkan isu negatif tentang pihak yang menang. Jika yang terjadi seperti itu, masyarakat tentu akan bertanya-tanya “Bagaimanakah para kompetitor calon pemimpin negara ini menghargai arti sportifitas ?”.

Pemilu merupakan pesta demokrasi terbesar di Negara ini, tentunya perlu persiapan dan yang matang sebelum merayakanya. Apalagi pemilu yang sekarang ini, memiliki perbedaan jika dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Dengan adanya pihak-pihak yang merasa dirugikan karena terjadi kekisruhan seperti masalah daftar pemilih tetap (DPT), merupakan pecutan bagi panitia pelaksana pemilu, agar selanjutnya menjadi pelajaran untuk lebih bertanggung jawab dalam mempersiapkan pelaksanaan pesta demokrasi.

Dari hal itu dapat ditarik kesimpulan bahwa seharusnya kita dapat memaknai secara positif segala sesuatu yang telah kita lalui, kesalahan yang terjadi pada pemilu saat ini patut menjadi pelajaran bersama yang diupayakan untuk tidak terjadi di kemudian hari. Sangatlah tidak terpuji jika ada pihak tertentu yang menjadikanya sebagai upaya untuk menyulut permasalahan baru. Dan bagaimanapun, penyelesaianya secara tuntas tetaplah harus melalui mekanisme yang benar.

Selanjutnya, hal yang paling penting dan dinanti-nanti setelah terselenggaranya pemilu adalah hasil pilpres. Begitu penting, hingga memerlukan pengawasan khusus oleh lembaga terkait agar tidak terjadi kecurangan dalam proses penghitungan suara. Pupuslah cita-cita bangsa ini untuk memilih pemimpin bijaksana, jika pemilunya saja dilaksanakan secara tidak jujur.

Selain itu, kerja sama mengawal proses penghitungan suara juga membutuhkan kepedulian setiap elemen bangsa. Karena pemilu tidak lain menyangkut masa depan kita bersama di Negara ini. Bagi mereka yang berperan secara langsung dalam mengawasi proses penghitungan suara, tentunya telah memiliki tugas yang jelas untuk mengawasi jalanya proses tersebut. Konsistensi dan kejujuran adalah hal utama yang harus dibuktikan dalam mengemban tugas mereka.

Namun masih ada satu hal yang patut diperhatikan, bahwa peran masyarakat awam tidak kalah pentingnya. Jangan sampai keawaman itu malah menjadikan mereka sebagai pihak yang pasrah dan tidak terlalu perduli terhadap hasil pemilihan. Mereka harus turut kritis dengan berperan dalam mengawasi jalanya pilpres. Sesungguhnya kekuatan demokrasi ada pada masyarakatnya yang paham dan bebas menentukan pilihan sesuai dengan kebenaran hati nuraninya.

3 Jul 2009

MEMBIARKAN CINTA SEJATI TAK TERKATAKAN ADALAH RUTE TERCEPAT UNTUK MENUJU HATI YANG SALAH


Seseorang yang pandai merangkai kata-kata cinta adalah seorang pembual!!.
Jikalau dikatakan memang tidak semuanya begitu, tapi tidak ada pula yang menyangkal bahwa kebanyakan memang seperti itu.
Dan wahai seluruh kaum hawa, jangan sampai kalian terjatuh pada bujuk rayu mereka.
Sebenarnya kepandaian mereka membual tentang cinta, dikarenakan kelemahan mereka untuk berani mendekati wanita.
Kata-kata indah dan romantis yang sering mereka umbar, karena mereka memang pandai mencurahkan segala perasaan untuk menuliskanya. Perasaan kesepian yang telah menahun,perasaan ingin mendapatkan cinta sejati yang belum pernah diraih, perasaan ingin dicintai dan mencintai.
Dalam waktu yang sangat lama mereka berkubang dalam kawah perasaan yang sangat dalam, sehingga wajar menjadi manusia perasa yang selalu berkata dengan hati.
Akan tetapi, tetaplah norma yang ada di dunia ini tidak berbelas kasihan dan menyetujui alasan mereka itu untuk menjadi suatu sebab yang tepat untuk meraih cinta pujaan hatinya. Mereka dikatakan pembual picisan yang hanya dapat menjadi pecundang, hanya pandai bermain kata dan menjajikan mimpi.
Namun apalah daya yang dapat dilakukan, jika memang seperti itulah takdir sang pujangga.
Entah dalam hal apapun sang pujangga yang menyairkan isi hati mereka, aku menganggap kebanyakan dari mereka hanya bisa membual tanpa berusaha ....
"Jika mereka mengkritik, mereka hanya bisa mencaci ketimpangan tanpa sadar untuk mengkritisi diri sendiri. Mereka dianggap pahlawan oleh segelintir orang, tapi lebih banyak lagi yang tidak menyukai keberadaan mereka yang hanya bisa melebih-lebihkan"
"Sungguh tak terkira, jika mereka sudah menuangkan mimpi dan khayalan mereka dalam karya kehidupan. Segala pikiran yang ada di kepala mereka hanyalah keindahan, dan berambisi untuk dapat diraih. Mereka lupa bahwa kehidupan selalu dua sisi, tidak ada yang sempurna, apalagi dengan tidak menyadari kekurangan diri".
Yang aku tahu kehidupan seorang pujangga selalu rumit, dihinggapi kesepian, dipenuhi mimpi,....
Gibran hanyalah seorang manusia sedih yang hingga saat kematianya tetap sendiri. Shakspere hanyalah seorang lelaki buruk rupa, kurus dan botak. Meskipun tetap ada yang menghargai pikiran mereka sebagai maha karya, setidaknya mungkin manusia yang sama bernasip naasnya.

AKU PATUT BERSYUKUR KARENA MERASA TIDAK DILAHIRKAN SEBAGAI SEORANG PUJANGGA, JIKALAUPUN SEKARANG AKU MASIH SENDIRI, MUNGKIN KARENA AKU BELUM MENYADARI BAHWA " MEMBIARKAN CINTA SEJATI TAK TERKATAKAN ADALAH RUTE TERCEPAT UNTUK MENUJU HATI YANG SALAH".

Saat yang indah hanya akan hadir pada waktu yang tepat......