Adalah tugas seorang stuntman menggantikan aktor maupun aktris dalam memerankan adegan berbahaya. Selain sentuhan teknologi, pertunjukkan-pertunjukkan laga terlihat "gereget" dengan adegan maut yang memikat. Kebanyakan tak dilakoni aktor atau aktrisnya sendiri. Keberanian stuntman melakukan adegan berbahaya menjadi nilai lebih adegan yang terdapat dalam pertunjukkan. Lalu, mengapa ada saja orang yang bersedia untuk mempertaruhkan nyawanya demi materi atau popularitas yang tidak seberapa dibandingkan nyawanya itu?.
Tak sekadar tangan terkilir, tapi leher patah, tertabrak, maupun kena ledakan, bermain-main dengan maut sudah menjadi makanan sehari-hari untuk mereka yang memilih profesi ini. Bukan itu saja, kematian pun tak luput membayangi pekerjaan mereka. Memang, tak perlu mengantongi predikat bidang tertentu untuk menjadi seorang stuntman. Asal siap berteman dengan maut, maka uang pun sudah bisa masuk kantong.
Ada banyak motivasi mengapa profesi ini diminati. Maklum, dunia pertunjukkan memang identik dengan kemewahan dan popularitas. Untuk menjadi bagian di dalamnya, bukan perkara mudah. Tak jarang ada yang berinisiatif terlebih dulu untuk menjadi seorang stuntman dengan harapan predikat mega bintang bisa ia raih, tapi yang paling penting adalah mereka memilih pekerjaan ini karena jiwa yang selalu merasa tertantang untuk berani menaklukan tantangan.
Sebut saja nama Jacky Chan. Awalnya, ia hanya menggantikan peran-peran berbahaya dari beberapa film yang melambungkan nama Bruce Lee. Kini, keberaniannya untuk memainkan adegan menantang maut malah menjadikan dia aktor kelas atas dunia.
Jacky Chan boleh jadi sangat beruntung bisa mencapai ketenaran seperti sekarang ini, tapi tidak demikian halnya dengan Steven Scott Wheatley. Saat terlibat produksi untuk film Mission Imposible III, tubuhnya terbakar hampir 60 persen. Marco D'Agata, 38 tahun, lebih sial lagi, tanggal 22 Maret 2003 ia harus melepaskan semua impian untuk menjadi bintang terkenal karena kecelakaan yang merenggut nyawanya. Menurut maltatoday.com, D'Agata tewas tertabrak mobil dalam adegan mengendarai motor di serial drama televisi `F' Bahar Wiehed.
Dari kasus D'Agata, jelas bahwa seorang stuntman sangat membutuhkan keberanian ekstra. Dan, yang tak kalah pentingnya adalah asuransi jiwa. Namun, di Indonesia, pemeran pengganti untuk film-film laga yang mulai banyak bermunculan sering tak memberikan jaminan asuransi kepada para pemeran pengganti. Apalagi persaingan antar-stunmant lokal mau pun import yang banyak didatangkan dari Cina dan Hong Kong, semakin menggusur lahan kerja para stuntman lokal.
Namun, hal ini tidak berlaku di Negeri Paman Sam. Para stuntman dididik dan dilatih oleh sebuah badan yang disebut The United Stuntmen USA Association. Di sana, untuk menjadi stuntman tak sekadar punya nyali, tapi juga harus mengetahui teknik-teknik yang tepat agar kecelakaan bisa dikurangi. Untuk itu asosiasi ini berdiri.
Boleh jadi, profesi ini memang tidak berperikemanusiaan. Tapi manusia luar biasa..ha..ha..
Lantas apa boleh dikata, toh peminatnya juga tidak berkurang.
Jadi, berminatkah Anda dengan profesi ini?Siap!!!!!
Selama Tuhan pemilik langit dan bumi masih memberikan kita nafas, dan selama Tuhan yang maha pemberi ilmu masih memberikan kita ilmu pengetahuan, maka janganlah ragu untuk menulis. Tuliskan saja, dan editlah belakangan. Dengan begitu, kamupun menulis tanpa beban. PLONG!. Lega rasanya..
21 Feb 2010
Stuntman
Stunt man, menurut dunia pertunjukkan artinya adalah pemain pengganti....
Ga' mungkinkan seorang artis terkenal yang notabene semua bagian tubuhnya diasuransikan, beradegan ekstream di film2nya..kecuali jacky chan..ha..ha..
Nah, disini lah peran seorang stunt man diperlukan, yaitu untuk menggantikan peran dari si main actor/actress.
Hmm, pertanyaan pertama gw; Berarti stunt man = second person, ya gak?
Menjadi stuntman emang ga buruk, kadang-kadang lo malah bisa ngerasa hebat banget karena bisa ngelakuin adegan-adegan ajaib yang (mungkin) ga semua orang bisa ngelakuinnya.
Tapi menjadi second person in a real life, how does it feel? It hurts, really hurts! Kadang dianggep, tapi lebih sering dilupakan.
Kalo kata temen gw ibaratnya itu cuma sebagai pengganti kekosongan, ironis memang hahaa. Disinilah logika dan perasaan seling berkecamuk dasyat.
Menurut logika, lo pasti ga mau kan cuman dijadiin pengisi kekosongan?! Tapi kadang-kadang perasaan juga ga bisa dibohongin, hmm ini lah bagian tersulitnya memang. Stunt man juga manusia, mereka juga pengen jadi main actor or actress...wkwkwk
Sama hal nya seperti second person, mereka juga pasti mau untuk menjadi yang pertama. betul itu!!!Menjadi yang segala-gala nya.
Pertanyaan kedua gw; Apakah mungkin seorang stunt man menjadi main actor?
Jawabannya sangat mungkin.
Dan sama saja mengenai second person,...seorang second person (mungkin) saja bisa menjadi the first but it must be really hard. Adanya second person itu sendiri adalah sebuah kesalahan, kesalahan besar dan gw yakin semua orang ga mungkin mau ada di posisi itu. Nah sekarang tinggal gimana caranya kita menyikapinya.
Being a second person is a choice, you can and can not be it. Need thousand times to think and decide. Follow your heart, use your logic, and listen to your pals's comments.
Ga' mungkinkan seorang artis terkenal yang notabene semua bagian tubuhnya diasuransikan, beradegan ekstream di film2nya..kecuali jacky chan..ha..ha..
Nah, disini lah peran seorang stunt man diperlukan, yaitu untuk menggantikan peran dari si main actor/actress.
Hmm, pertanyaan pertama gw; Berarti stunt man = second person, ya gak?
Menjadi stuntman emang ga buruk, kadang-kadang lo malah bisa ngerasa hebat banget karena bisa ngelakuin adegan-adegan ajaib yang (mungkin) ga semua orang bisa ngelakuinnya.
Tapi menjadi second person in a real life, how does it feel? It hurts, really hurts! Kadang dianggep, tapi lebih sering dilupakan.
Kalo kata temen gw ibaratnya itu cuma sebagai pengganti kekosongan, ironis memang hahaa. Disinilah logika dan perasaan seling berkecamuk dasyat.
Menurut logika, lo pasti ga mau kan cuman dijadiin pengisi kekosongan?! Tapi kadang-kadang perasaan juga ga bisa dibohongin, hmm ini lah bagian tersulitnya memang. Stunt man juga manusia, mereka juga pengen jadi main actor or actress...wkwkwk
Sama hal nya seperti second person, mereka juga pasti mau untuk menjadi yang pertama. betul itu!!!Menjadi yang segala-gala nya.
Pertanyaan kedua gw; Apakah mungkin seorang stunt man menjadi main actor?
Jawabannya sangat mungkin.
Dan sama saja mengenai second person,...seorang second person (mungkin) saja bisa menjadi the first but it must be really hard. Adanya second person itu sendiri adalah sebuah kesalahan, kesalahan besar dan gw yakin semua orang ga mungkin mau ada di posisi itu. Nah sekarang tinggal gimana caranya kita menyikapinya.
Being a second person is a choice, you can and can not be it. Need thousand times to think and decide. Follow your heart, use your logic, and listen to your pals's comments.
4 Feb 2010
Sang Pemimpi
Siapa seeh yang bisa tahu bagaimana kehidupan dia ke depanya kelak?. Meski tukang ramal terhebat di dunia ini sekalipun, gue rasa masih meraba-raba apa yang diramalkanya tentang masa depan. Meskipun gue pun percaya Allah pasti memberi kelebihan seperti itu kepada segelintir umatnya, sebut saja seperti fakta yang terjadi pada anak-anak indigo. Banyak fakta yang beredar, anak-anak tersebut sedari lahir telah diberikan talenta luar biasa yang kadang tidak masuk di akal bagi kita yang masih berpikir menurut akal. Mereka bisa mengetahui apa yang akan terjadi, mereka juga berpengetahuan melebihi anak seusia mereka bahkan orang dewasa pintar sekalipun.
Berdasarkan pengalaman, gue juga pernah menjumpai beberapa orang yang dari penampilan luarnya biasa saja tetapi memiliki keistimewaan yang juga tidak kalah mencengangkan ketika pertama kali hal itu gue buktikan dengan mata kepala sendiri. Keistimewaan yang mereka dapat bukan dengan sendirinya tetapi berdasarkan latihan dan kerja keras secara terus menerus. Diantara mereka adalah orang-orang yang menurut gue pengetahuan agamanya sangat tinggi, dan gue yakin Allah tentu bisa saja memberikan karunia pada hambaNya yang sholeh. Selain itu ada juga diantara mereka yang telah lama berkecimpung dan mahir dalam ilmu beladiri tradisonal, yang dalam mempelajarinya tidak hanya berlatih dalam hal fisik tetapi juga batin.
Dari hal itu saya berpikir, mungkin segala keistimewaan itu memang sudah ada pada diri kita masing-masing, hanya saja kita tidak tahu bagaimana cara untuk menampakkanya. Bahkan ilmu pengetahuan modern saat ini juga sudah mulai menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan kekuatan yang berasal dari batin, seperti alam bawah sadar dan lain sebagainya. Kita patut menyadari bahwa itu semua tidak lain adalah sebagian kecil karunia dari Yang Maha Kuasa, masih banyak yang perlu kita pelajari untuk semakin mengakui akan kebesaraNya.
Gue sendiri hanyalah seorang anak manusia yang sama sekali tidak merasa mempunyai keistimewaan-keistimewaan seperti itu, hanya saja rasa ingin tahu yang membuat gue ingin belajar dan akhirnya mengantarkan gue pada beberapa pengalaman yang menarik tentang hal ini.
Dibalik semua itu, gue hanya ingin menceritakan sesuatu yang mungkin sedikit ada hubunganya. Ini hanya keistimewaan yang ada pada diri manusia biasa yang merasa tidak memiliki keistimewaan seperti yang telah diceritakan di atas, atau tidak pernah berlatih untuk mendapatkan keistimewaan itu. Contohnya kaya’ gue ini. Hal itu adalah “Cita-cita”.
Bagi gue cita-cita itu tidak beda ibarat sebuah mimpi. Dan mohon jangan disalah artikan mimpi dalam hal ini seperti pengertian mimpi yang diartikan secara lurus. Mimpi yang hanya sekedar kembang tidur dan tidak nyata. Bahkan cita-cita yang terlalu besar sering dikonotasikan dengan mimpi yang terlalu tinggi. Seakan-akan mimpi itu tetaplah mimpi yang pastinya semu, sehingga sia-sia jika mengejar sesuatu yang bernama mimpi.
Gue memang ga’ bisa menolak semua itu, karena memang dari pengertian itu kata “Mimpi” berasal. Tapi mimpi yang gue maksudkan disini adalah sesuatu yang sangat sangat dicita-citakan, namun masih belum dapat menggapainya. Belum bukan berarti tidak bukan?. Dan tentu saja mimpi yang gue maksudkan disini bukan untuk manusia-manusia yang sama sekali tidak berusaha dengan gigih untuk meraihnya, karena untuk orang-orang seperti itu memang pantas mendapatkan kesan negatif sebagai seorang pemimpi. Hanya bercita-cita besar tetapi tidak sejalan dengan usaha yang dilakukan untuk meraihnya. Sesungguhnya menurut gue, yang diperlukan hanya usaha dan keyakinan!! Hanya itu….
Ada juga yang beranggapan bahwa selain usaha dan keyakinan, sadar diri juga termasuk salah satu faktor penting yang berperan untuk mengejar mimpi-mimpi tersebut. Untuk hal ini gue hanya berpendapat bahwa usaha dan keyakinan saja sebenarnya sudah mencakupi semuanya, tanpa perlu dipisahkan lagi, yang pada akhirnya hanya akan merancukan pengertian positif dari mimpi tadi. “Usaha” tentu saja telah termasuk didalamnya dengan doa, pedoman dan niat tulus kita. Sedangkan yang dinamakan keyakinan tentu saja setelah kita menyadari secara jujur untuk percaya kita dapat meraih mimpi tersebut.
Hanya orang-orang yang menipu diri sendiri yang mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak sanggup untuk digapainya. Dan terkadang meskipun keyakinan telah ada, masih saja tergoyahkan oleh pendapat orang lain yang merasa kita belum sadar diri. Untuk hal ini, hanya bisa dikembalikan pada Dia Yang Maha Tahu. Apabila kita telah jujur dan yakin kita bisa, lantas kenapa harus mundur. Biarkanlah Dia yang berkehendak, karena bukan pendapat orang lain yang menentukan.
Sudah banyak buktinya, orang –orang yang berhasil dan tersukses di muka bumi ini awalnya mereka yang dianggap pemimpi yang bermimpi terlalu tinggi. Padahal memang benar jika mereka pemimpi, mereka punya mimpi yang terlalu tinggi, tetapi mereka berusaha dan yakin untuk dapat meraihnya, hingga kemudian Allah mengabulkan tanpa memperhatikan pendapat manusia lain yang sebelumnya merasa tidak percaya akan mimpinya itu akan tercapai.
Kenapa harus takut bermimpi tinggi, jika itu diiringi usaha yang tulus dan keyakinan yang jujur untuk meraihnya. Bukankah mimpi itu layaknya keinginan yang merupakan awal dari sesuatu yang ingin kita capai. Sang pemimpi adalah manusia tangguh yang berani bergerak untuk mencapai sesuatu, karena dia takkan pernah tahu jika tidak pernah mencoba. Namun, jadilah sang pemimpi yang harus bisa mewujudkan mimpinya. Sedangkan manusia tanpa mimpi, hidupnya hanya bergerak di tempat tanpa mencoba perubahan yang berarti. Apa artinya hidup tanpa pernah mencari pengalaman berarti tentang arti hidup.
Berdasarkan pengalaman, gue juga pernah menjumpai beberapa orang yang dari penampilan luarnya biasa saja tetapi memiliki keistimewaan yang juga tidak kalah mencengangkan ketika pertama kali hal itu gue buktikan dengan mata kepala sendiri. Keistimewaan yang mereka dapat bukan dengan sendirinya tetapi berdasarkan latihan dan kerja keras secara terus menerus. Diantara mereka adalah orang-orang yang menurut gue pengetahuan agamanya sangat tinggi, dan gue yakin Allah tentu bisa saja memberikan karunia pada hambaNya yang sholeh. Selain itu ada juga diantara mereka yang telah lama berkecimpung dan mahir dalam ilmu beladiri tradisonal, yang dalam mempelajarinya tidak hanya berlatih dalam hal fisik tetapi juga batin.
Dari hal itu saya berpikir, mungkin segala keistimewaan itu memang sudah ada pada diri kita masing-masing, hanya saja kita tidak tahu bagaimana cara untuk menampakkanya. Bahkan ilmu pengetahuan modern saat ini juga sudah mulai menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan kekuatan yang berasal dari batin, seperti alam bawah sadar dan lain sebagainya. Kita patut menyadari bahwa itu semua tidak lain adalah sebagian kecil karunia dari Yang Maha Kuasa, masih banyak yang perlu kita pelajari untuk semakin mengakui akan kebesaraNya.
Gue sendiri hanyalah seorang anak manusia yang sama sekali tidak merasa mempunyai keistimewaan-keistimewaan seperti itu, hanya saja rasa ingin tahu yang membuat gue ingin belajar dan akhirnya mengantarkan gue pada beberapa pengalaman yang menarik tentang hal ini.
Dibalik semua itu, gue hanya ingin menceritakan sesuatu yang mungkin sedikit ada hubunganya. Ini hanya keistimewaan yang ada pada diri manusia biasa yang merasa tidak memiliki keistimewaan seperti yang telah diceritakan di atas, atau tidak pernah berlatih untuk mendapatkan keistimewaan itu. Contohnya kaya’ gue ini. Hal itu adalah “Cita-cita”.
Bagi gue cita-cita itu tidak beda ibarat sebuah mimpi. Dan mohon jangan disalah artikan mimpi dalam hal ini seperti pengertian mimpi yang diartikan secara lurus. Mimpi yang hanya sekedar kembang tidur dan tidak nyata. Bahkan cita-cita yang terlalu besar sering dikonotasikan dengan mimpi yang terlalu tinggi. Seakan-akan mimpi itu tetaplah mimpi yang pastinya semu, sehingga sia-sia jika mengejar sesuatu yang bernama mimpi.
Gue memang ga’ bisa menolak semua itu, karena memang dari pengertian itu kata “Mimpi” berasal. Tapi mimpi yang gue maksudkan disini adalah sesuatu yang sangat sangat dicita-citakan, namun masih belum dapat menggapainya. Belum bukan berarti tidak bukan?. Dan tentu saja mimpi yang gue maksudkan disini bukan untuk manusia-manusia yang sama sekali tidak berusaha dengan gigih untuk meraihnya, karena untuk orang-orang seperti itu memang pantas mendapatkan kesan negatif sebagai seorang pemimpi. Hanya bercita-cita besar tetapi tidak sejalan dengan usaha yang dilakukan untuk meraihnya. Sesungguhnya menurut gue, yang diperlukan hanya usaha dan keyakinan!! Hanya itu….
Ada juga yang beranggapan bahwa selain usaha dan keyakinan, sadar diri juga termasuk salah satu faktor penting yang berperan untuk mengejar mimpi-mimpi tersebut. Untuk hal ini gue hanya berpendapat bahwa usaha dan keyakinan saja sebenarnya sudah mencakupi semuanya, tanpa perlu dipisahkan lagi, yang pada akhirnya hanya akan merancukan pengertian positif dari mimpi tadi. “Usaha” tentu saja telah termasuk didalamnya dengan doa, pedoman dan niat tulus kita. Sedangkan yang dinamakan keyakinan tentu saja setelah kita menyadari secara jujur untuk percaya kita dapat meraih mimpi tersebut.
Hanya orang-orang yang menipu diri sendiri yang mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak sanggup untuk digapainya. Dan terkadang meskipun keyakinan telah ada, masih saja tergoyahkan oleh pendapat orang lain yang merasa kita belum sadar diri. Untuk hal ini, hanya bisa dikembalikan pada Dia Yang Maha Tahu. Apabila kita telah jujur dan yakin kita bisa, lantas kenapa harus mundur. Biarkanlah Dia yang berkehendak, karena bukan pendapat orang lain yang menentukan.
Sudah banyak buktinya, orang –orang yang berhasil dan tersukses di muka bumi ini awalnya mereka yang dianggap pemimpi yang bermimpi terlalu tinggi. Padahal memang benar jika mereka pemimpi, mereka punya mimpi yang terlalu tinggi, tetapi mereka berusaha dan yakin untuk dapat meraihnya, hingga kemudian Allah mengabulkan tanpa memperhatikan pendapat manusia lain yang sebelumnya merasa tidak percaya akan mimpinya itu akan tercapai.
Kenapa harus takut bermimpi tinggi, jika itu diiringi usaha yang tulus dan keyakinan yang jujur untuk meraihnya. Bukankah mimpi itu layaknya keinginan yang merupakan awal dari sesuatu yang ingin kita capai. Sang pemimpi adalah manusia tangguh yang berani bergerak untuk mencapai sesuatu, karena dia takkan pernah tahu jika tidak pernah mencoba. Namun, jadilah sang pemimpi yang harus bisa mewujudkan mimpinya. Sedangkan manusia tanpa mimpi, hidupnya hanya bergerak di tempat tanpa mencoba perubahan yang berarti. Apa artinya hidup tanpa pernah mencari pengalaman berarti tentang arti hidup.
1 Feb 2010
“Seperti inilah aturan yang terkurikulum di negeri ini”
Sepanjang umur dihabiskan untuk menuntut ilmu di bangku sekolah. Awalnya cuma seorang anak manusia yang lugu, kemudian berangsur menjadi paham bagaimana cara menjadi pandai, yang dilakukan benar-benar secara pandai atau malah cerdik dan licik ketika menempuh pendidikan tersebut.
Setelah dirasa tuntas, para orang pandai tersebut merasa pantas mengakali masa depan dengan ilmu pengetahuan mereka yang telah dilegalkan di atas kertas. Bukan hal mudah memang, karena telah banyak yang dikorbankan, kemudian pantaslah jika itu menyulut niat dan usaha keras untuk mendapatkan hasil. Namun, juga terselip kesumat disebaliknya “Segala yang dikorbankan harus kembali secara impas - bahkan lebih, dengan cara apapun”.
Ini bukan bualan, ini hanya suara dari kami yang termasuk dalam jajaran orang pandai tersebut. Hanya kami tidak bisa cerdik dan licik, walaupun telah berusaha dengan berbagai cara. Kemudian kami sadar bahwa diantara orang-orang pandai tersebut, ternyata kami hanya termasuk segelintir yang paling bodoh, karena tidak bisa cerdik dan licik.
Tapi beruntung masih tersisa sedikit sisi kepandaian kami, bahwa kami masih bisa kritis dan berteriak “Seperti inilah aturan yang terkurikulum di negeri ini”.
Setelah dirasa tuntas, para orang pandai tersebut merasa pantas mengakali masa depan dengan ilmu pengetahuan mereka yang telah dilegalkan di atas kertas. Bukan hal mudah memang, karena telah banyak yang dikorbankan, kemudian pantaslah jika itu menyulut niat dan usaha keras untuk mendapatkan hasil. Namun, juga terselip kesumat disebaliknya “Segala yang dikorbankan harus kembali secara impas - bahkan lebih, dengan cara apapun”.
Ini bukan bualan, ini hanya suara dari kami yang termasuk dalam jajaran orang pandai tersebut. Hanya kami tidak bisa cerdik dan licik, walaupun telah berusaha dengan berbagai cara. Kemudian kami sadar bahwa diantara orang-orang pandai tersebut, ternyata kami hanya termasuk segelintir yang paling bodoh, karena tidak bisa cerdik dan licik.
Tapi beruntung masih tersisa sedikit sisi kepandaian kami, bahwa kami masih bisa kritis dan berteriak “Seperti inilah aturan yang terkurikulum di negeri ini”.
31 Jan 2010
Di dalam keheningan
Di dalam keheningan bisa mendapatkan bahan perenungan,
Hanya saja sepertinya aku mulai enggan mengguratkan isi pikiran melalui kalimat-kalimat rintihan yang bertubi-tubi
Mungkin karena aku sudah mulai lelah meneriakkan isi hati tanpa ada yang peduli,
Kalian sepertinya juga sudah cukup bersabar mendengarkan ocehan-ocehanku yang mungkin dianggap tanpa isi.
Tapi tahukah juga kalian, sebenarnya perlahan akupun mulai menyadarinya…
Oleh karena itu niat ini terbersit dengan sendirinya,
tidak lagi bermuara dari ego seperti tabiatku yang sudah-sudah,
bukan karena kembali ingin memenangkan diri sendiri ketika kalah.
Diawali dengan bercermin pada diri sendiri.
kemudian merombak secara total dari apa yang telah jujur tersingkap.
Selama ini jiwaku ternyata tersusun dari bangunan yang rapuh,
dinding dan tiang-tiangnya berdiri tanpa memperdulikan pondasi yang menopangnya.
Berujung pada kesia-siaan meski seakan terlihat sebagai bangunan yang megah.
Akhirnya aku diselimuti ketakutan akan reruntuhanya.
Dari tulisan ini, untuk kesekian kalinya terbaca bahwa aku sering terjatuh,
dan mencoba bangkit dengan pemikiran dan cara sendiri.
Kerap kesadaran terbit setelah kesekian kalinya terperosok keraguan yang mengawang-awang.
Perubahan baik dan buruk memang bermuara pada diri sendiri,
maka jika aku sering terombang-ambing diantara keduanya, adalah karena aku sendiri.
Karena aku dan diriku sebagai manusia yang sama seperti kalian.
Melakukan kesalahan adalah baik sekali jika tetap bisa diambil sebagai pelajaran,
Kemudian semoga kedepanya menjadi suatu kebaikan yang tidak hanya sekali.
Itulah makna yang tersirat agar aku atau kalian hayati.
Hanya saja sepertinya aku mulai enggan mengguratkan isi pikiran melalui kalimat-kalimat rintihan yang bertubi-tubi
Mungkin karena aku sudah mulai lelah meneriakkan isi hati tanpa ada yang peduli,
Kalian sepertinya juga sudah cukup bersabar mendengarkan ocehan-ocehanku yang mungkin dianggap tanpa isi.
Tapi tahukah juga kalian, sebenarnya perlahan akupun mulai menyadarinya…
Oleh karena itu niat ini terbersit dengan sendirinya,
tidak lagi bermuara dari ego seperti tabiatku yang sudah-sudah,
bukan karena kembali ingin memenangkan diri sendiri ketika kalah.
Diawali dengan bercermin pada diri sendiri.
kemudian merombak secara total dari apa yang telah jujur tersingkap.
Selama ini jiwaku ternyata tersusun dari bangunan yang rapuh,
dinding dan tiang-tiangnya berdiri tanpa memperdulikan pondasi yang menopangnya.
Berujung pada kesia-siaan meski seakan terlihat sebagai bangunan yang megah.
Akhirnya aku diselimuti ketakutan akan reruntuhanya.
Dari tulisan ini, untuk kesekian kalinya terbaca bahwa aku sering terjatuh,
dan mencoba bangkit dengan pemikiran dan cara sendiri.
Kerap kesadaran terbit setelah kesekian kalinya terperosok keraguan yang mengawang-awang.
Perubahan baik dan buruk memang bermuara pada diri sendiri,
maka jika aku sering terombang-ambing diantara keduanya, adalah karena aku sendiri.
Karena aku dan diriku sebagai manusia yang sama seperti kalian.
Melakukan kesalahan adalah baik sekali jika tetap bisa diambil sebagai pelajaran,
Kemudian semoga kedepanya menjadi suatu kebaikan yang tidak hanya sekali.
Itulah makna yang tersirat agar aku atau kalian hayati.
26 Des 2009
takdir keberhasilan atau kegagalan sesungguhya
Selama ini banyak orang yang memahami takdir secara sepotong-sepotong, dan beranggapan keberhasilan atau kegagalan seseorang...semata-mata adalah takdir Tuhan. Secara prinsip, saya setuju dengan pendapat ini, namun tetap kita tidak akan boleh berhenti berpikir hanya sampai disitu.
Maksudnya bahwa sebelum mencapai keberhasilan atau mendapatkan kegagalan, adalah suatu proses yang mesti dilalui satu persatu.
Disinilah letak permasalahanya.........
Banyak yang mengambil jalan pintas dalam berpikir, langsung menilai dan mengharapkan hasilnya saja tanpa memperhatikan proses yang mesti dilalui sebelumnya.
Patut direnungi bahwa sebenarnya setiap proses tersebut juga memiliki takdir atau ketentuan sendiri-sendiri.
Hal itu yang jarang terbaca oleh kita sebelum mencapai takdir keberhasilan atau kegagalan sesungguhya.
Maksudnya bahwa sebelum mencapai keberhasilan atau mendapatkan kegagalan, adalah suatu proses yang mesti dilalui satu persatu.
Disinilah letak permasalahanya.........
Banyak yang mengambil jalan pintas dalam berpikir, langsung menilai dan mengharapkan hasilnya saja tanpa memperhatikan proses yang mesti dilalui sebelumnya.
Patut direnungi bahwa sebenarnya setiap proses tersebut juga memiliki takdir atau ketentuan sendiri-sendiri.
Hal itu yang jarang terbaca oleh kita sebelum mencapai takdir keberhasilan atau kegagalan sesungguhya.
Ia selalu membidik tapi enggan menembak
Begitu banyak orang yang terperosok pada kesibukan sehari-hari. Merasa bahwa dirinya telah bekerja keras, namun sebenarnya, "tidak kemana-mana". Adalah bahwa dia yang tidak memiliki tujuan yang jelas, hendak akan pergi kemana...
Baginya yang terpenting adalah menghabiskan hari-hari dengan mengisi waktu atau melaksanakan sesuatu. Kadang dia mengatakan "tidak ada lagi harapan buat yang lain"...
Padahal masih banyak tindakan yang bisa yang bisa dilakukan agar segalanya jadi lebih jelas dan baik. Tetapi dia tidak mau melakukanya, bahkan untuk memikirkanya pun enggan, apalagi tindakan nyata.
Ia lebih suka menunggu nasip baik yang akan datang padanya tiba-tiba, sambil berdoa tanpa berusaha dan melakukan evaluasi.
Kesempatan 'baginya mimpi', ia tidak mau melakukan apa-apa sebelum orang lain melakukan tawaran dan janji, bahkan tidak pernah mencari peluang itu.
Sehari-hari yang dilakukanya adalah menyesali nasip, bukanya memikirkan tindakan apa yang harus diperbuat.
Jika ditanya, ia menjawab " saya sudah berusaha"...padahal kerjanya hanya berleha-leha, nongkrong, ngerokok, minum kopi, dengerin musik, ngelamun,.
Itu semua terjadi karena ketiadaan visi dan keyakinan diri. Tidak ada tujuan yang jelas. Ia menutup suara hatinya sendiri untuk bangkit dan maju. Sedangkan suara hati tetap tidak akan mati, karena itu adalah energi dan karunia Ilahi.
Tetapi mengapa karunia itu tidak mau didayakan, malah disimpan rapat-rapat di dasar hati.
Ia selalu membidik tapi enggan menembak. Disisi lain, suara hatinya akan terus berteriak, semakin ditahan semakin sakit di dada. Dorongan energi untuk bangkit itu akan terus mencari jlan keluar, siapapun mencoba merintangi tidak akan tahan. Itu berasal dari Ilahi.
Apabila terus saja ditahan di dada, akan berubah menjadi dorongan yang mendesak hati. Pabila masih ditahan juga maka akan mendesak jantung. Masih ditahan juga, makan ia akan mengubah wajah, wajah akan berubah menjadi pahit dan getir...
(Pernahkah melihat wajah seperti itu?????)
Untuk itu, aku akan melakukan pembaruan yang sangat menentukan bagi hidup. yang akan membuat perbedaan. Apapun peran yang kumiliki, aku tidak hanya akan membidik....
tapi juga menarik pelatuk, menarik busur dan lepaskan anak panah yang tertahan itu..
Baginya yang terpenting adalah menghabiskan hari-hari dengan mengisi waktu atau melaksanakan sesuatu. Kadang dia mengatakan "tidak ada lagi harapan buat yang lain"...
Padahal masih banyak tindakan yang bisa yang bisa dilakukan agar segalanya jadi lebih jelas dan baik. Tetapi dia tidak mau melakukanya, bahkan untuk memikirkanya pun enggan, apalagi tindakan nyata.
Ia lebih suka menunggu nasip baik yang akan datang padanya tiba-tiba, sambil berdoa tanpa berusaha dan melakukan evaluasi.
Kesempatan 'baginya mimpi', ia tidak mau melakukan apa-apa sebelum orang lain melakukan tawaran dan janji, bahkan tidak pernah mencari peluang itu.
Sehari-hari yang dilakukanya adalah menyesali nasip, bukanya memikirkan tindakan apa yang harus diperbuat.
Jika ditanya, ia menjawab " saya sudah berusaha"...padahal kerjanya hanya berleha-leha, nongkrong, ngerokok, minum kopi, dengerin musik, ngelamun,.
Itu semua terjadi karena ketiadaan visi dan keyakinan diri. Tidak ada tujuan yang jelas. Ia menutup suara hatinya sendiri untuk bangkit dan maju. Sedangkan suara hati tetap tidak akan mati, karena itu adalah energi dan karunia Ilahi.
Tetapi mengapa karunia itu tidak mau didayakan, malah disimpan rapat-rapat di dasar hati.
Ia selalu membidik tapi enggan menembak. Disisi lain, suara hatinya akan terus berteriak, semakin ditahan semakin sakit di dada. Dorongan energi untuk bangkit itu akan terus mencari jlan keluar, siapapun mencoba merintangi tidak akan tahan. Itu berasal dari Ilahi.
Apabila terus saja ditahan di dada, akan berubah menjadi dorongan yang mendesak hati. Pabila masih ditahan juga maka akan mendesak jantung. Masih ditahan juga, makan ia akan mengubah wajah, wajah akan berubah menjadi pahit dan getir...
(Pernahkah melihat wajah seperti itu?????)
Untuk itu, aku akan melakukan pembaruan yang sangat menentukan bagi hidup. yang akan membuat perbedaan. Apapun peran yang kumiliki, aku tidak hanya akan membidik....
tapi juga menarik pelatuk, menarik busur dan lepaskan anak panah yang tertahan itu..
Bercita-citalah besar
Bercita-citalah besar, berpikirlah maju. Anda tidak diciptakan untuk menjadi orang yang kalah. Tetapi kita diciptaka sebagai wakil Allah di muka bumi, untuk memberikan kemajuan dan kesejahteraan.
Setiap langkah yang kita perbuat di muka bumi ini, haruslah suatu langkah kemenangan.
Ingat, Allah SWT berada sedekat dengan urat nadi kita, dia tidak ingin kita jatuh. Dia ingin kita berhasil. Melalui suara hati Dia membimbing kita, apabila kita terjatuh...sadarlah, karena berarti masih banyak ilmu yang belum kita pelajari.
Pelajarilah kesalahan itu, cari jawaban..mengapa kita jatuh ?
kemudian bangkit lagi!!!
Ingat, jangan sekali-kali meremehkan diri kita!! Modal kita sudah cukup, bahkan kalau seluruh komputer di muka bumi ini ditumpuk hingga mencapai bulanpun, tidak akan menandingi manusia ciptaan Allah.
Jangan sia-siakan kepercayaan ini, kita dirancang dan diciptakan untuk meraih kemenangan. Apabila anda mendengar suara hati, terimalah hal itu dengan baik sebagai motivasi langsung dariNya...seperti Adzan yang kita dengarka lima kali sehari.
Setiap langkah yang kita perbuat di muka bumi ini, haruslah suatu langkah kemenangan.
Ingat, Allah SWT berada sedekat dengan urat nadi kita, dia tidak ingin kita jatuh. Dia ingin kita berhasil. Melalui suara hati Dia membimbing kita, apabila kita terjatuh...sadarlah, karena berarti masih banyak ilmu yang belum kita pelajari.
Pelajarilah kesalahan itu, cari jawaban..mengapa kita jatuh ?
kemudian bangkit lagi!!!
Ingat, jangan sekali-kali meremehkan diri kita!! Modal kita sudah cukup, bahkan kalau seluruh komputer di muka bumi ini ditumpuk hingga mencapai bulanpun, tidak akan menandingi manusia ciptaan Allah.
Jangan sia-siakan kepercayaan ini, kita dirancang dan diciptakan untuk meraih kemenangan. Apabila anda mendengar suara hati, terimalah hal itu dengan baik sebagai motivasi langsung dariNya...seperti Adzan yang kita dengarka lima kali sehari.
Apa yang dikatakan manusia lain di atas pemakaman kita nanti
Orang yang terdorong untuk meraih prestasi selalu mencari jalan untuk menemukan sukses tersebut. Bagi kebanyakan orang, yang dimaksudkan adalah uang. Mereka sering mengatakan bahwa uang begitu penting, raja dunia.
Sebenarnya berlimpah uang atau keberhasilan di dunia itu, hanyalah sukses yang belum tuntas. Sebab coba kita renungkan kalimat ini...
" Apa yang dikatakan manusia lain di atas pemakaman kita nanti, adalah saat kita akan menemukan jawaban, apakah selama di dunia kita telah benar-benar sukses atau tidak sama sekali".
Bukan hanya kemasyuran, prestasi, uang yang menjadi dinding yang paling tepat untuk kita bersandar semasa hidup...Karena kita pasti akan kembali pada Allah yang satu.
Sebenarnya berlimpah uang atau keberhasilan di dunia itu, hanyalah sukses yang belum tuntas. Sebab coba kita renungkan kalimat ini...
" Apa yang dikatakan manusia lain di atas pemakaman kita nanti, adalah saat kita akan menemukan jawaban, apakah selama di dunia kita telah benar-benar sukses atau tidak sama sekali".
Bukan hanya kemasyuran, prestasi, uang yang menjadi dinding yang paling tepat untuk kita bersandar semasa hidup...Karena kita pasti akan kembali pada Allah yang satu.
Sebenarnya
Sebenarnya aku sudah memili semuanya, begitu banyak pemahaman tentang teroi pembangunan karakter. Namun, begitu banyak pula yang terlupakan atau dihafal hanya sebatas teori, yang tidak pernah dipraktekan sama sekali. Akhirnya semua itu terbuang percuma, bahkan pada saat akan dugunakan...sering lupa.
Mata hati
Seseorang yang belum pernah tergetar hatinya oleh keagungan ayat-ayat suci alquran dan teladan suci nabi Muhammad, tak akan mampu menggetarkan dunia.
Mata hati punya kemampuan berkali lipat lebih besar untuk melihat kebenaran daripada dua indera penglihatan.
Mata hati punya kemampuan berkali lipat lebih besar untuk melihat kebenaran daripada dua indera penglihatan.
à´ªുà´œിà´•് bagimu
Segala puji dan syukur kepada sumber dari suara hati yang bersifat mulia, sumber ilmu pengetahuan, sumber segala kebenaran, sang maha cahaya, panabur cahaya ilham, pilar nalar kebenaran dan kebaikan yang terindah, sang kekasih tercinta yang tak terbatas pencahayaan cinta bagi umatnya.
tulisan-tulisan ini
Kalau melalui tulisan-tulisan ini terdapat banyak kiasan sastra, bukan berarti aku hendak menyombongkan diri yang memang sebenarnya tidak ada apa-apanya.
Tapi hanya sekedar keinginan untuk menyampaikan apa yang muncul sebagai pikiran.
Kalau melalui tulisan-tulisan ini banyak keluh kesah yang terungkap, itu bukan hanya cerita buat ku seorang, tapi untuk semua...
Karena pada dasarnya manusia pasti akan didera masalah.
Aku hanya mencoba kritis untuk menemukan solusi, daripada berpangku tangan seakan tidak terjadi apa-apa.
Tidak juga penting kalian simpatik terhadap tulisan-tulisan ini, seperti tidak penting hadir diriku bagi kalian. Tetapi tulisan-tulisan dan isi pikiranku ini akan tetap bersama kalian jika diijinkan, karena aku lah yang membutuhkan kalian untuk mendapatkan persahabatan.
Tapi hanya sekedar keinginan untuk menyampaikan apa yang muncul sebagai pikiran.
Kalau melalui tulisan-tulisan ini banyak keluh kesah yang terungkap, itu bukan hanya cerita buat ku seorang, tapi untuk semua...
Karena pada dasarnya manusia pasti akan didera masalah.
Aku hanya mencoba kritis untuk menemukan solusi, daripada berpangku tangan seakan tidak terjadi apa-apa.
Tidak juga penting kalian simpatik terhadap tulisan-tulisan ini, seperti tidak penting hadir diriku bagi kalian. Tetapi tulisan-tulisan dan isi pikiranku ini akan tetap bersama kalian jika diijinkan, karena aku lah yang membutuhkan kalian untuk mendapatkan persahabatan.
Universalisme spektrum nurani.
Jadilah seperti matahari pagi, mampu melihat dunia dengan kejernihan mata hati, berbicara melalui lidah hati, dan mendengar suara alam yang berbunyi.
Jadilah referensi nagi semua orang, kamus lengkap suara hati.
Kecerdasan emosi yang dapat diungkapkan melalui bahasa lain, seni dan budaya.
Universalisme spektrum nurani.
Jadilah referensi nagi semua orang, kamus lengkap suara hati.
Kecerdasan emosi yang dapat diungkapkan melalui bahasa lain, seni dan budaya.
Universalisme spektrum nurani.
Bahaya paling besar yang dihadapi oleh manusia-manusia zaman sekarang, bukanlah bom atom!!.
Bahaya paling besar yang dihadapi oleh manusia-manusia zaman sekarang, bukanlah bom atom!!.
Tapi perubahan fitrah...
Unsur kemanusiaan dalam diri yang sedang mengalami kehancuran sedemikian cepat, sehingga yang ada adalah ras non manusiawi, yaitu mesin berbentuk manusia yang sudah tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
Ia telah dijual dan dia sendiri yang membayara harganya. Ia berbaris di depan rumah perampok, menanti giliran untuk dirampok.
Itulah manusia yang buta hati dan nurani.
Semoga kita tidak termasuk diantaranya....
Tapi perubahan fitrah...
Unsur kemanusiaan dalam diri yang sedang mengalami kehancuran sedemikian cepat, sehingga yang ada adalah ras non manusiawi, yaitu mesin berbentuk manusia yang sudah tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
Ia telah dijual dan dia sendiri yang membayara harganya. Ia berbaris di depan rumah perampok, menanti giliran untuk dirampok.
Itulah manusia yang buta hati dan nurani.
Semoga kita tidak termasuk diantaranya....
alam horisontal dan vertikal.
Aku tidak ingin terjerumus dalam pandangan streotip dikotomisasi antara dunia dan akhirat, seperti unsur-unsur kebendaan vs agama, unsur kasat mata vs tidak kasat mata, materialisme vs orientasi nilai Ilahiyah semata.
Aku juga tidak boleh berusaha untuk berhasil secara vertikal saja, yang pada akhirnya hanya cendrung bermuara bahwa sukses dunia adalah urusan belakangan.Hasilnya, aku nanti hanya berusaha unggul dalam kekhusuan dzikir namun akan kalah dalam percaturan ekonomi, iptek, sosbud di alam horizontal.
Begitupun sebaliknya, jika aku hanya berpijak pada alam kebendaan, yaitu kekuatan berpikir ku tidak diimbangi dengan kekuatan dzikir, nantinya aku juga hanya akan menemukan kehampaan sebagai pemenang di alam horisontal saja.
Aku juga tidak ingin sempurna, karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah miliknya. Aku adalah manusia yang masih banyak kekurangan dan bergelimang dosa.Tapi aku selalu memohon padaNya agar dapat dijadikan insan yang sukses dunia dan akhirat, alam horisontal dan vertikal.
Amien...
Aku juga tidak boleh berusaha untuk berhasil secara vertikal saja, yang pada akhirnya hanya cendrung bermuara bahwa sukses dunia adalah urusan belakangan.Hasilnya, aku nanti hanya berusaha unggul dalam kekhusuan dzikir namun akan kalah dalam percaturan ekonomi, iptek, sosbud di alam horizontal.
Begitupun sebaliknya, jika aku hanya berpijak pada alam kebendaan, yaitu kekuatan berpikir ku tidak diimbangi dengan kekuatan dzikir, nantinya aku juga hanya akan menemukan kehampaan sebagai pemenang di alam horisontal saja.
Aku juga tidak ingin sempurna, karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah miliknya. Aku adalah manusia yang masih banyak kekurangan dan bergelimang dosa.Tapi aku selalu memohon padaNya agar dapat dijadikan insan yang sukses dunia dan akhirat, alam horisontal dan vertikal.
Amien...
23 Des 2009
...punya mulut tapi sumbing, punya mata tapi juling....
Keliling-keliling sampai pusing tujuh keliling gara-gara malming dapat jodoh orang sinting, jadinya pingin guling-guling atau melenting cari yang lebih bening. Beginilah cerita si raja chating yang doyan daging kambing, tapi nasi aking pun pernah disentuh piring. Asal ga' kurus kering kaya' aming yang badanya ceking kaya' cacing. Haduh, pasti pangling baca ini tulisan miring, kata-katanya garing karena bicara sambil pening . Maklum habis minum obat pusing.
wkwkwkw, just kata-kata sumbang dari orang sombong yang mencoba kidding terhadap mereka yang genting
...punya mulut tapi sumbing, punya mata tapi juling....
wkwkwkw, just kata-kata sumbang dari orang sombong yang mencoba kidding terhadap mereka yang genting
...punya mulut tapi sumbing, punya mata tapi juling....
Selamat jalan kawan…
Selamat jalan kawan…
Kau pergi dengan hati galau yang tertahan,
ungkapan rasa yang selama hidup coba kau lawan.
Kami yang masih disini hanya bisa menangis perlahan,
melepas kepergiaamu yang memang tak dapat terelakkan.
Bukan hanya canda tawamu yang akan selalu diingat,
tapi kesahmu itu yang sebenarnya membuat kita menjadi semakin dekat.
Pilu ini tak dapat lekang dalam sesaat,
karena kau pergi disaat kita semakin erat.
Maaf dari kami karena selama ini tak pernah jujur bahwa kau ada,
kami yang seakan tak pernah menerima dirmu apa adanya.
Tapi dalam sesal kini kami hanya dapat berkata…
Kau tetap kawan yang selamanya kami kenang dalam nyata.
Berbaringlah dirimu di alam sana,
Mimpi yang indah…
Selamat jalan.
Kau pergi dengan hati galau yang tertahan,
ungkapan rasa yang selama hidup coba kau lawan.
Kami yang masih disini hanya bisa menangis perlahan,
melepas kepergiaamu yang memang tak dapat terelakkan.
Bukan hanya canda tawamu yang akan selalu diingat,
tapi kesahmu itu yang sebenarnya membuat kita menjadi semakin dekat.
Pilu ini tak dapat lekang dalam sesaat,
karena kau pergi disaat kita semakin erat.
Maaf dari kami karena selama ini tak pernah jujur bahwa kau ada,
kami yang seakan tak pernah menerima dirmu apa adanya.
Tapi dalam sesal kini kami hanya dapat berkata…
Kau tetap kawan yang selamanya kami kenang dalam nyata.
Berbaringlah dirimu di alam sana,
Mimpi yang indah…
Selamat jalan.
satu titik
Dirimu memang hanya sekedar satu titik di dalam proses perubahan hiduku, tetapi dirimu merupakan awal dari proses perubahan besar tersebut.
Hanya dengan orang yang tepat perubahan yang akan terjadi dapat berarti. Lantas hanya dengan perubahan yang demikianlah pastinya akan ada kehidupan yang bahagia.
Selanjutnya semoga aku tinggal tersenyum melewati semuanya.
Inilah sebuah proses yang masih harus kulalui. Proses yang mungkin panjang atau singkat, tergantung kapan hadir kematangan jiwaku.
Sebab sebenarnya dipundakku sendiri Tuhan menitipkan nasip.
Tapi dari kenyataan yang kualami hingga sekarang, semuanya memang hanya drama yang harus kumainkan. Gonjang-ganjing kehidupan yang kualami berulang-ulang, sesungguhnya berasal dari satu skenario.
Tanpa mengubah skenario tersebut, sudah tentu aku kembali memainkan cerita yang sama, kemudian kembali terpuruk. Disinilah kesalahan, aku tidak belajar dari pengalaman, baik pengalamanku atau orang lain.
Sebenarnya Tuhan tidak akan mengubah nasipnya jika hambanya tidak mau berusaha mengubah nasipnya tersebut. Tiap perubahahan tidak mungkin sekali jadi, tapi perubahan yang berjalan lambat juga dapat merugikan kita sebagai manusia. Karena itu harus ada evaluasi pada setiap langkah yang kita tapaki, bahkan sebelum kita melangkah.
Dan apabila kurang puas dengan perubahan yang sudah terjadi, harus ada upaya agar tidak tetap terpuruk dalam keadaan.
Memang inilah resiko hidup, yang terbaik belum tentu dapat tercapai. Masih ada interaksi nilai dan kepentingan yang mengahasilkan norma yang harus disepakati.
Namun dibalik semua itu, tetap hak kita untuk berprilaku sesuai dengan jati diri kita. Karena aku adalah aku.
Hanya dari kedalaman jurang kejatuhan, aku dapat melihat puncak kekuasaan.
Selalu berikan yang terbaik dan jangan putus asa.
Memang akan selalu ada yang membencimu, tapi mereka hanya akan menang apabila kita juga membencinya.
Dan dengan begitu kita hanya akan mengancurkan diri kita sendiri.
Aku akan berusaha sebaik mungkin dengan daya yang aku bisa
Hanya dengan orang yang tepat perubahan yang akan terjadi dapat berarti. Lantas hanya dengan perubahan yang demikianlah pastinya akan ada kehidupan yang bahagia.
Selanjutnya semoga aku tinggal tersenyum melewati semuanya.
Inilah sebuah proses yang masih harus kulalui. Proses yang mungkin panjang atau singkat, tergantung kapan hadir kematangan jiwaku.
Sebab sebenarnya dipundakku sendiri Tuhan menitipkan nasip.
Tapi dari kenyataan yang kualami hingga sekarang, semuanya memang hanya drama yang harus kumainkan. Gonjang-ganjing kehidupan yang kualami berulang-ulang, sesungguhnya berasal dari satu skenario.
Tanpa mengubah skenario tersebut, sudah tentu aku kembali memainkan cerita yang sama, kemudian kembali terpuruk. Disinilah kesalahan, aku tidak belajar dari pengalaman, baik pengalamanku atau orang lain.
Sebenarnya Tuhan tidak akan mengubah nasipnya jika hambanya tidak mau berusaha mengubah nasipnya tersebut. Tiap perubahahan tidak mungkin sekali jadi, tapi perubahan yang berjalan lambat juga dapat merugikan kita sebagai manusia. Karena itu harus ada evaluasi pada setiap langkah yang kita tapaki, bahkan sebelum kita melangkah.
Dan apabila kurang puas dengan perubahan yang sudah terjadi, harus ada upaya agar tidak tetap terpuruk dalam keadaan.
Memang inilah resiko hidup, yang terbaik belum tentu dapat tercapai. Masih ada interaksi nilai dan kepentingan yang mengahasilkan norma yang harus disepakati.
Namun dibalik semua itu, tetap hak kita untuk berprilaku sesuai dengan jati diri kita. Karena aku adalah aku.
Hanya dari kedalaman jurang kejatuhan, aku dapat melihat puncak kekuasaan.
Selalu berikan yang terbaik dan jangan putus asa.
Memang akan selalu ada yang membencimu, tapi mereka hanya akan menang apabila kita juga membencinya.
Dan dengan begitu kita hanya akan mengancurkan diri kita sendiri.
Aku akan berusaha sebaik mungkin dengan daya yang aku bisa
Pantaslah jika globalisasi bagiku adalah kolonialisme bentuk baru.
Globalisasi pada dasarnya memang tidak mungkin dihindari, tetapi sekali masuk ke dalamnya sesungguhnya kita seperti memasuki kurungan yang bersangkar emas.
Tahukah kita bahwa globalisailah yang membuat seorang Michael Jordan berpendapatan 40 juta dollar pertahun, karena t-shirtnya dibeli anak-anak dari moskow hingga Jakarta. Dan tahukah kita bahwa sebagian dana tersebut digunakan untuk sumbangan pajak pada AS. Masih banyak contoh-contoh seperti produk waralaba asing lainya yang berarti kitapun secara tidak langsung ikut membayar pajak pada pihak luar. Bukankah sebenarnya itu merupakan cara mengeruk uang dari kantong kita, kenapa uang itu tidak jadi pemasukan bagi Negara kita sendiri ??
Dan disamping itu, adapaun masalah yang bukan sepele dan sebenarnya jika kita pikirkan secara dalam cukup krusial dampaknya…..
Seperti permasalahan HAM di dalam bangsa kita sendiri, masih saja ada campur tangan dari dunia Internasional. Kita harus menghukum orang Negara kita sendiri dengan standar universal. Memang masuk di akal, tapi bukankah bangsa kita sendiri juga punya nurani untuk menentukan mana hukum yang pantas.
Selanjutnya mengenai permasalahan ekonomi, meskipun sudah tidak terang-terangan kelihatan, sistem perekonomian luar masih saja mengatur sitem perekonomian Negara kita. Padahal uang yang sengaja dipinjamkan adalah tetap utang yang tetap harus dibayar kembali pada mereka.
Ada yang lebih parahnya lagi, demokrasi Negara kita sampai sekarang tetap dipantau. Hal yang dianggap mereka melenceng akan mengurangi legitimasi pemerintah kita.
Lantas apa masih ada ruang gerak kemerdekaan kita dalam mengatur Negara sendiri.
Pantaslah jika globalisasi bagiku adalah kolonialisme bentuk baru.
Tahukah kita bahwa globalisailah yang membuat seorang Michael Jordan berpendapatan 40 juta dollar pertahun, karena t-shirtnya dibeli anak-anak dari moskow hingga Jakarta. Dan tahukah kita bahwa sebagian dana tersebut digunakan untuk sumbangan pajak pada AS. Masih banyak contoh-contoh seperti produk waralaba asing lainya yang berarti kitapun secara tidak langsung ikut membayar pajak pada pihak luar. Bukankah sebenarnya itu merupakan cara mengeruk uang dari kantong kita, kenapa uang itu tidak jadi pemasukan bagi Negara kita sendiri ??
Dan disamping itu, adapaun masalah yang bukan sepele dan sebenarnya jika kita pikirkan secara dalam cukup krusial dampaknya…..
Seperti permasalahan HAM di dalam bangsa kita sendiri, masih saja ada campur tangan dari dunia Internasional. Kita harus menghukum orang Negara kita sendiri dengan standar universal. Memang masuk di akal, tapi bukankah bangsa kita sendiri juga punya nurani untuk menentukan mana hukum yang pantas.
Selanjutnya mengenai permasalahan ekonomi, meskipun sudah tidak terang-terangan kelihatan, sistem perekonomian luar masih saja mengatur sitem perekonomian Negara kita. Padahal uang yang sengaja dipinjamkan adalah tetap utang yang tetap harus dibayar kembali pada mereka.
Ada yang lebih parahnya lagi, demokrasi Negara kita sampai sekarang tetap dipantau. Hal yang dianggap mereka melenceng akan mengurangi legitimasi pemerintah kita.
Lantas apa masih ada ruang gerak kemerdekaan kita dalam mengatur Negara sendiri.
Pantaslah jika globalisasi bagiku adalah kolonialisme bentuk baru.
Langganan:
Postingan (Atom)