My Adsense

16 Sep 2008

GlobalisasiDanAgama


Globalisasi dan Agama

Globalisasi telah membuat peradaban di bumi ini menjadi semakin beradab. Akan tetapi patut pula kita memandang suatu permasalahan dari perspektif yang berbeda, begitu parahkah dampak negatif dari globalisasi, sehingga patut dijadikan penyebab bangsa ini menjadi terpuruk?.
Suatu kemajuan memang seharusnya menjadikan suatu negeri menjadi lebih pandai mensiati keberadaanya dalam percaturan dunia, tapi bukan tidak mungkin yang terjadi
malah sebaliknya jika manusia-manusia yang menjadi penggerak pembangunan tersebut hanya terlena dengan berbagai situasi kehidupan yang semakin instant dan justru melemahkan daya kodrati sebagai manusia.
Agama adalah sesuatu yang sakral karena sebagian besar kaidah yang termuat di dalamnya mengenai tuntunan moral dan tingkah laku manusia selama hidup di dunia ini, dengan hancurnya tatanan beragama suatu negeri, sebenarnya sudah teramat cukup menghancurkan peradaban yang telah terbangun . Secara gamblang diartikan bahwa dampak dari globalisasi pun turut serta mempengaruhi situasi beragama dalam suatu bangsa.
Andai pun kita memang mau berpikir secara rasional, jikalau dikatakan umat manusia sekarang ini sudah semakin pandai dikarenakan zaman yang mendidiknya, mengapa masih saja timbul permasalahan-permasalahan kronis yang bersumber dari pemikiran-pemikiran yang telah beradab tersebut. Bahkan telah berkembang pemikiran yang memandang agama hanyalah rekayasa orang-orang terdahulu dan selebihnya kesakralan agama hanyalah
dipandang sebagai khayalan yang tidak bisa diterima akal.
Jika melihat kenyataan yang sudah terjadi di negeri ini, khususnya keadaan umat beragama kita, mereka sedang bimbang dengan berbagai pandangan aliran-aliran agama baru yang hanya menambah pelik keadaan bangsa kita yang juga sudah terpuruk oleh permasalahan lain.
Tentulah kita sebagai warga Negara yang mencintai negeri ini, wajib untuk berpikir dan menemukan solusi untuk menuntaskan permasalahan tersebut.Tidak dapat ditelusuri secara pasti akar perkembangan aliran-aliran agama baru tersebut. Yang dapat disimpulkan penulis bahwa sebenarnya timbulnya aliran-aliran tersebut dikarenakan suatu pemikiran yang memandang bahwa agama seharusnya dapat disesuaikan dengan
perkembangan akal manusia yang hidup di jaman tersebut.

Lalu apakah peranan Globalisasi dalam permasalahan ini?.

Zaman Globalisasi yang menciptakan manusia-manusia pemikir yang selalu tak pernah merasa puas jika sebuah pemahaman belum didukung oleh bukti dan penalaran secara logis. Dari hal itu agama pun kemudian dipaksakan agar selalu memuat kaidah-kaidah yang dapat dinalarkan zaman, sesuai dengan free yang menjadi semboyan khas dari zaman globalisasi.
Pencetus aliran-aliran agama tersebut adalah orang-orang dengan berbagai latar pendidikan dan dibesarkan oleh kondisi lingkungan yang turut membentuk cara berpikir mereka. Beberapa faktor tersebut memang menjadi dasar untuk memahami suatu agama, tetapi hanya dengan niat dan pemahaman sungguh-sungguh lah inti dari ajaran agama tersebut dapat terserap secara benar.

Memahami Agama bukan hanya seperti kegiatan meditasi spiritual, yang sudah dirasa cukup dengan menyepi dan menemukan filsafah hidup dengan kesendirian. Semua kehidupan yang terjadi di bumi ini hanyalah sebagian kecil rahasia yang tersirat di dalam agama. Jadi, sangatlah menggelikan jika dengan pengetahuan agama yang sedikit, ada segelintir orang yang merasa pantas mendirikan aliran agama baru, bahkan menobatkan diri sebagai nabi.
Aliran-aliran baru tersebut sebenarnya tercipta karena kelemahan pikiran manusia, meskipun mereka bisa dikatakan cukup pandai apabila aliran yang diciptakan tersebut disertai berbagai rumusan yang dapat menarik berbagai pengikut. Tidak ada yang dapat
disalahkan jika pemikiran lahir dari akal yang memang tercipta untuk berpikir,tapi adalah suatu kebodohan jika dengan kekeliruan pemikiran juga mengikut sertakan manusia-manusia lain untuk bersama terjerembab dalam pandangan yang jelas-jelas
salah. Apalagi hal tersebut bersentuhan dengan agama yang secara langsung menyangkut kehidupan manusia banyak.

Sebuah kejadian tentu ada hikmahnya, pastilah ada yang dapat kita petik dari permasalahan yang sedang terjadi pada bangsa ini. Dengan lebih mendalami agama dan mempertebal ketaqwaan kita, tentunya agama yang kita anut bukanlah hanya sekedar idiologi turunan semata yang kita sendiri tidak memahaminya. Kebimbangan dan kerapuhan rohani umat beragama bangsa ini rentan tercipta apabila kita meremehkan hal tersebut .

Berpikir menggunakan kepandaian kita sebagai manusia yang hidup di zaman serba maju ini, bukan berarti menganggap usang segala pedoman kekal yang telah tersirat. Jika telah tercipta keimanan dan ketaqwaan di setiap hati kita, dengan sendirinya kita akan meyakini bahwa agama adalah satu-satunya pedoman hidup yang lurus. Kemudian harus tercipta pula pemahaman dengan niat yang suci, tanpa memilah-milah persepsi agama agar dipaksa berbalur dengan keadaan zaman, kepentingan duniawi, dan lain sebagainya. Pemikiran-pemikiran yang merendahkan agama seperti itu yang dapat
menimbulkan kesesatan dalam menjalani agama.

Sungguh merupakan pikiran yang lemah jika berpendapat bahwa agama harus senantiasa mengikuti zaman. Tidak kah terpikir oleh kita bahwa agama lah yang mengatur kebebasan kita yang sudah terlalu, apalagi kini kita hidup di zaman yang mendewakan ego dan nafsu. Untuk apalah agama, jika masing-masing orang dapat mempelintir agama tersebut sesuka hati ke arah yang diinginkan, ujung-ujungnya mungkin keberadaan agama nantinya hanya dijadikan suatu simbol semata.
Jika hal tersebut sampai terjadi, mungkin itu yang dikatakan“Kiamat sudah dekat”?
Atau tidak adakah yang mempercayainya, sedangkan akhir dari awal dunia ini sudah pasti kan tiba.Untuk hal itu, marilah kita sebagai umat beragama bangsa ini untuk tidak cepat jatuh dalam pandangan pemikiran yang patut dikatakan sesat. Mungkin permasalahan tersebut terjadi karena banyak diantara kita yang sudah tidak sanggup melawan penderitaan hidup yang terus menerpa.
Ketidak sanggupan menahan derita duniawi membuat kita lupa bahwa segalanya hanya sementara di dunia ini, begitupun sebaliknya segala kenikmatan yang terkecap pun tidak ada yang tak kan musnah, karena segala hal di dunia ini adalah fana.
Suatu solusi bagi umat beragama bangsa ini jika dengan adanya pandangan aliran-aliran tersebut membuat kita lebih mendalami ajaran agama masing-masing, tapi hal itupun harus disertai pemahaman yang tepat, dan untuk itu diperlukan kesungguhan.
Setiap orang bisa saja menemukan pemahaman sendiri dari agama yang dianutnya, tetapi pemahaman yang benar hanyalah dapat ditemukan melalui perjalanan spiritual yang mutlak diiringi keimanan akan kekalan sang Ilahi.



Penulis :

Maldalias



mxforefer@yahoo.com

mxforefer@hotmail.com

4 komentar:

RzBzR mengatakan...

Cuyyy.......

Kalo gw mw bikin aliran baru lo mw ikut gak?

aliran baizuriyah

selain mengatur spritual dan moral, ntar gw masukin juga jurus-jurus pertempuran untuk mengalahkan semua kelompok aliran.

rhany mengatakan...

hmmm...ternyata mesti bikin account google dulu baru bisa ngisi comment,,hehhe gaptek...

ka iyas seneng nulis ya? sebenernya si gw ga biasa ngasi comentgw tapi gw suka baca tulisan ka iyas,,kaya baca novel2 sastra,,walopun gw ga terlalu suka sastra,,tapi gw pengen banget baca novel sastra,,,baru baca 2 ato 3 paragraf,,gw langsung mikir kalo ini filsafat banget (maklum,,gw suka hal2 yang berbau filsuf),,hehhe...
kata2 sederhana dan mudah diterima otak gw,,,hehhe,, maaf ya kalo coment nya ga jelas,,,
tunggu comment selanjutnya ya...
-Bersambung-

Fajar mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Fajar mengatakan...

ikutan isi komen
tapi bukan komen tentang isi tulisan,
krena ane sendiri belum baca..
kenape? karena (maap2 ni) bacanya agak2 capek..

coba dipercantik lah tampilannya..
untk kesan pertama tampilan itu sangat diperlukan..