My Adsense

5 Feb 2009

Orang teknik


Tulisan yang ini, hanya ingin menggambarkan sekelumit tentang diriku, yang sebenarnya tetap dan akan selalu sebagai seorang Mahasiswa jurusan Teknik Mesin. Agar tidak ada salah kaprah, kalau aku salah masuk jurusan...seharusnya berminat pada jurusan 'sastra','politik','hukum','seni','filsafat', atau lain sebagainya.

Aku memang mencintai semua ilmu yang berhubungan dengan beberapa penjurusan bidang study di atas, tapi aku tetap memilih Tek.Mesin sebagai 'background' pendidikan dan masa depanku. Tak ada yang salah dengan itu...bahkan aku 'bodoh' jika menyesal akan pilihan ku itu.
Bukan juga karena aku merasa kehidupanku ibarat kisah 'si Doel' yang 'tukang Insinyur'..."tapi, pilihan ku adalah apa adanya diriku"

Teknik mesin adalah bidang study yang mencakup seluruh ilmu rumus yang berlogika rumit. Entah itu, kalkulus,fisika,kimia, bahkan digabungkan menjadi ilmu teknik seperti thermodinamika,proses produksi, elemen mesin, dinamika teknik,mekanika fluida,material teknik, ilmu bahan,aerodinamika, dan ilmu rumus teknik lainya yang hanya akan menambah kerumitan bagi mereka yang bukan 'orang teknik'.

Orang teknik, selalu sigap dan berpikir cepat dalam menyelesaikan permasalahan. Orang teknik, teguh pendirian dan biasa hidup keras.
Orang teknik,lebih mengandalkan 'praktek' daripada 'teori' dan 'omong-omong'.
Orang teknik, adalah pekerja yang paling dicari dan akan mengisi lahan pencaharian di masa depan nanti.

"Aku bangga sebagai orang teknik"
"Solidarity M Forefer"

Tidak ada 'tukang Insinyur' yang sama sekali tidak berpikir secara 'teknik', setidaknya mereka punya analisa tentang apapun yang berhubungan dengan teknik.
Dibawah ini, saya berikan contoh latar belakang pemilihan judul skripsi saya...hanya sebagai pemberitahuan kalau saya adalah 'orang teknik'.

Di zaman sekarang ini, energi listrik termasuk kebutuhan paling vital dalam kehidupan. Semua lapisan penting dalam suatu negara seperti masyarakat, perkantoran, industri tidak bisa terlepas dari pemanfaatan energi ini. Di Negara kita, untuk memproduksi listrik dilakukan oleh bermacam-macam jenis instalasi pembangkit listrik yang sangat rumit. Salah satunya adalah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap).

PLTU adalah lembaga pembangkitan energi listrik yang dalam proses kerjanya memanfaatkan tenaga uap untuk membangkitkan energi listrik. Jika menerangkan tentang Siklus PLTU, hal pertama yang harus diketahui adalah bahan baku dari PLTU itu sendiri yakni air, serta bahan bakar tentunya. Air ini bukan sembarang air. Air yang digunakan dalam siklus PLTU ini disebut air demin, yakni air yang mempunyai kadar conductivity (Kemampuan untuk menghantarkan listrik) sebesar 0.2 us (mikro siemen). Sebagai perbandingan air mineral yang kita minum sehari-hari mempunyai kadar conductivity Sekitar 100 – 200 us.

Untuk mendapatkan air demin ini, setiap unit PLTU biasanya dilengkapi dengan Desalination Plant dan Demineralization Plant yang berfungsi untuk memproduksi air demin ini. Jika kita melihat secara sederhana bagaimana siklus PLTU itu, lihat saja proses memasak air. Air dimasak hingga menguap dan uap ini lah yang digunakan untuk memutar turbin dan generator yang nantinya akan menghasilkan energi listrik.

Dan sebelum turbin dan generator tersebut dapat berputar oleh uap, dalam suatu instalasi PLTU diperlukan satu perangkat komponen / mesin untuk menghasilkan uap, yaitu Ketel uap (Boiler). Di dalam Instalasi ketel uap, juga terdapat komponen-komponen pembantu lain, salah satu yang paling penting adalah Heater.

Heater merupakan suatu alat penukar kalor yang memanfaatkan panas gas asap untuk memanaskan udara pembakaran agar didapatkan proses pembakaran bahan bakar yang sempurna di ruang bakar. Heater pun terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari fungsinya masing-masing dalam suatu instalasi. Yang akan dibahas dalam penulisan ini adalah penelitian dalam mendesain salah satu dari jenis heater, yaitu Heat exchanger

Heat exchanger adalah alat yang digunakan untuk mentransfer panas dari suatu media ke media yang lain yang mempunyai perbedaan temperatur. Alat ini selain sering dijumpai pada industri yang menggunakan Ketel Uap (Boiler), kondenser, cooling tower, juga digunakan dalam peralatan rumah tangga seperti Air Conditioner (AC), Lemari Es, serta pada radiator kendaraan.

Jika Heat exchanger dapat bekerja dengan baik, maka tentunya sangat mempengaruhi siklus kerja instalasi secara keseluruhan. Contohnya, proses kerja yang terjadi pada pada mesin Ketel Uap (Boiler), sangat diperngaruhi oleh Heater (Heat exchanger) agar proses mengubah air menjadi uap dapat terjadi. Dan hal yang cukup mempengaruhi efektifitas serta performa kerja dari Heat exchanger tersebut adalah rancangan atau desain awal dari Heat exchanger itu sendiri.

Untuk mendapatkan suatu rancangan / desain dari Heat exchanger, sebelumnya perlu diketahui unsur-unsur terkait yang bekerja dalam Heat exchanger tersebut nantinya. Karena hal tersebut tentunya akan mempengaruhi perkiraan-perkiraan yang patut dipertimbangkan dalam mendesain Heat exchanger. Seperti diantaranya adalah penjelasan mengenai jenis fluida yang bekerja, besarnya temperatur masuk dan keluar, besarnya tekanan, kapasitas, dan lain sebagainya. Setelah mengetahui hal tersebut, proses mendesain kemudian dapat dilakukan dengan memperkirakan berapakah besarnya luas bidang pemanasan efektif pada Heat exchanger dan penjelasan lain mengenai jenis-jenis komponen-komponen pendukung di dalamnya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Lumayan bgus tulisan nya...menarik..saya jga dri jurusan teknik mesin bp 09..bnyak jga hal yang bsa saya pelajari dari blog ini