My Adsense

24 Agt 2009

Menyapa selamat pagi pada sekolah dasar


Rasanya baru kemarin ema' memandikan diriku di kala pagi jika aku sengaja berleha-leha dan bertampang enggan untuk bergegas menuju kamar mandi. Setelah air untuk mandi selesai dijerang di tungku perapian sederhana yang ada di belakang rumah.

Atau sebelumnya, pasti ada keributan biasa antara aku dan adikku mengenai masalah siapa yang memanaskan diri lebih dekat ke tungku perapian atau siapa yang duluan ke kamar mandi.Selain kami anaknya yang sering bertingkah untuk dibangunkan pagi-pagi.
Biasanya aku tidur kemalaman karena ulah sendiri, jadinya lupa dan hampir telat menyelesaikan tugas sekolah dari bu guru.

Ema' tidak pernah lupa menyiapkan dengan rapi pakaian merah putih itu untuk kukenakkan ke sekolah. Sarapan ala kadarnya sudah pasti tersedia di meja makan.
Aku adalah anaknya yang gagah dengan dadanan rambut disisir ke samping, meski terlihat tambun mengenakan atribut seragam merah putih, namun selalu rapi dan bersih yang jadi keharusan bagi anak dari ema' ku tersayang.
Selanjutnya tidak lupa berpamitan seperti kebiasaanku, berlalu sembari berujar
'ma' iyas berangkat'.

Mengantungi uang 200 perak sudahlah cukup buat bekal siangku di sekolah.
Hanya tas mungil berisi buku-buku pelajaran yang kusandang, tanpa kotak bekal karena hari ini bukanlah hari saptu.
Letak sekolah yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumah bukanlah yang menjadi alasan untuk aku selalu datang lebih pagi, tapi karena ema'yang mengaruskan anaknya untuk tidak pernah telat pergi ke sekolah.

Menyapa selamat pagi pada sekolah dasar yang pernah menjadi saksi bisu, aku adalah bocah yang waktu datang pertama kali ke sekolah ini sambil menangis, bersembunyi di belakang punggung ema', malu karena diantarkan ke tengah-tengah barisan anak-anak sebaya yang sedang melakukan upacara bendera.

Tidak ada komentar: