My Adsense

31 Agt 2009

Kegagalan


Dari masih bocah, di ajarin untuk jadi orang sukses, di rumah, di sekolah, atau juga di lingkungan.
Di rumah, di ajarin jadi anak yang baik, rajin, ramah, patuh dan disiplin. Pokoknya, di arahkan bisa jadi sukses nantinya. Di sekolah, dari awal udah dikenalin dengan kata sukses, cita-cita yang tinggi dan dapatin nilai yang bagus. Semuanya jadi harapan dari orang tua dan guru. Lingkungan tempat kita tinggal, juga nyiptain kondisi sebagai syarat-syarat orang yang dianggap terpandang, orang yang sukses.

Engga' ada tempat bagi mereka yang gagal.

Sukses udah jadi bagian yang terpenting untuk ngejalanin kehidupan sebagai manusia yang normal. Orang yang gagal, mending enggak usah eksis aja sekalian dan nyingkir dari mereka yang sukses.

Tapi ada kenyatan yang dikutip dari berbagai sumber :
Manusia sejak dari orok, telah belajar menjadi sukses dan telah mempelajari kegagalan secara tidak langsung dari kehidupan sehari-harinya. Walaupun keduanya selalu berjalan beriringan, tetapi sukses adalah hasil selalu menjadi dominan dibandingkan gagal.

Sejak kapan manusia mempelajari kesuksesan dan kegagalan?

Ketika bayi menangis karena mengharapkan ASI dari ibunya, bayi berharap ia akan dapat minum untuk menghilangkan rasa hausnya. Ia akan menangis untuk memberikan isyarat kepada ibunya. Respon ibu sangat penting baginya. Bila sang ibu mengerti dan memberikan ASI nya kondisi seperti ini berarti bahwa ia telah "sukses" untuk mendapatkan ASI untuk menghilangkan rasa hausnya. Bila respon ibu lambat maka ia telah gagal, maka bayi akan menangis lebih keras.

Di sekolah, Anda akan dinilai dari hasil prestasi Anda. Bila Anda mempunyai nilai yang cukup bagus dan masuk diantara rangking 1 dan 5 maka Anda digolongkan sukses, cerdas dan berbakat, tapi bila Anda kenyataan sebaliknya maka kata-kata bodoh menjadi lebih akrab di telinga kita.

Enggak ada masyarakat dimana pun juga dapat menerima orang yang gagal, makanya enggak perlu ngeharapin ada orang yang dapat ngehargain kegagalan, apalagi ngasi hadiah dari produk kegagalan. Artinya, masyarakat lebih menghargai seorang yang sukses dan ngelupain seorang yang gagal.

By the way, arti dari kesuksesan berarti ia telah berhasil mengatasi masalah keuangan, promosi kerja, membina keluarga dan status sosial yang meningkat. Sedangkan untuk orang yang gagal,..."enggak ada seorang pun dapat memahami kegagalanya",
bahkan dihukum dengan kata-kata ;
"Dari dulu juga udah gue bilang..." atau, "Kenapa lo lakuin juga?" atau, "Mendingan lo..."

Banyak orang enggak dapat nerima kenyataan ketika ia dihadapin pada kegagalan, jadinya enggak dapat ngontrol pikiran-pikirannya yang negatif sehingga semakin terperosok dalam lingkaran gagal.
Jangan heran bila kita berjumpa denganya, orang itu kelihatan semakin lusuh yang bukan dikarenakan usianya.

Manusia memang cenderung mempunyai gambaran yang positif didalam pikirannya, tentang hal-hal yang baik yang dapat terjadi dan semuanya dapat berjalan sesuai dengan kenyataan.
Dan bila harapan-harapan itu enggak berjalan sesuai seperti yang diharapkan, maka inilah yang disebut dengan
"gagal"
.

Tidak ada komentar: