My Adsense

30 Okt 2010

Anak gaul

Ini orang rada' unik, atau emang banyak juga orang yang seperti dia kali ya. Engga' tepat juga kalo dia dibilang bermuka dua atau bertabiat ganda, karena bisa jadi tabiat dia yang seperti ini emang udah dari sononya seperti itu. Tapi inti dari tulisan ini adalah, meski keliatan adem ayem, emang dasar dari dulunya dia udah bengal. Tapi bermuka dua atau bengal yang kaya' gimana seeh ?, nanti deh akan ada kelanjutan ceritanya lagi. Soalnya sekarang gue sendiri juga masih bingung menafsirkan jenis kebengalan seperti apa yang ada sama diri dia. Apalagi, gue bukan sikolog yang pandai ngebaca tabiat seseorang. Gue hanya suka membahas dan menulis tentang apa saja yang sekenanya di hati, kalo dibaca orang syukur, ga' dibaca juga ga' papa.


Tapi tentunya gue tetap ingin menemukan arti dari setiap tulisan gue, contohnya seperti tulisan ini. Meski ini hanya tulisan engga' jelas yang menceritakan tentang seorang anak manusia, orang muda yang kelihatanya bingung untuk menentukan cara dia bertabiat dalam keseharianya. Maka apalagi bagi kita yang sama sekali belum pernah mengenal orang ini, tentu saja lebih sulit untuk memahami bagaimana seeh sebenarnya dia. Tapi mungkin saja, ada beberapa diantara kita yang bisa. Tak perlu juga harus seorang sikolog, karena masalah kehidupan sebenarnya adalah apa yang paling dekat dengan hembusan nafas kita sendiri. Jika itu tentang kehidupan masa muda, maka pasti banyak diantara kita yang masih muda juga pernah mengalaminya, bahkan kalian yang sudah menjadi orang tuapun pasti pernah merasa muda dan juga ngerasain pengalaman yang sama. Jadi sepertinya, jika kita mencoba belajar bijak dalam melihat setiap permasalahan kehidupan, maka perlahan pasti dapat memahaminya, meski hanya sedikit.


Dari penampilanya sebagai anak muda, dia seperti engga' ada apa-apanya. Maksudnya, dia engga' seperti kebanyakan anak muda yang hidup kota, yang biasa disebut sebagai 'anak gaul'. Tapi, dia juga bukan tidak mengerti bagaimana sebenarnya kehidupan gaul anak ibu kota, sesekali dia juga menyukainya, bahkan malah bisa lebih 'gaul' dari orang muda lain yang selalu 'gaul'. He..he...bingung kan.

Sebenarnya apa seeh pengertian 'anak gaul' ?, sepertinya ada beberapa versi yang mengartikan itu.
Kalo menurut gue, versi yang pertama adalah 'anak gaul' yang lebih diidentikan dengan kesan miring. Dan itu adalah kesan yang mereka ciptakan sendiri sebagai 'anak gaul', itu terlihat dari setiap sisi kehidupan yang akhirnya mereka jalani. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa kehidupan 'anak gaul' untuk versi yang seperti ini adalah berkiblat dari bagaimana cara hidup anak-anak muda yang ada di negeri barat sana. Agar disebut 'anak gaul', mereka akhirnya mendewakan segala hal yang berbau barat. Salah satunya adalah gaya hidup anak muda yang menjunjung tinggi kebebasan akan segala hal. Dalam setiap sisi kehidupan mereka tidak ingin dikekang oleh segala aturan, baik dalam pergaulan atau untuk memuaskan hasrat kesenangan masa muda mereka.

Segala norma akan dianggap usang oleh mereka, jika itu digunakan sebagai alat untuk membuat jarak dalam pergaulan, apalagi seperti budaya-budaya ketimuran yang dianggap terlalu banyak berisi aturan dan batasan tata cara bergaul antar gender. Masa muda juga dianggap sebagai waktu yang tidak boleh disia-siakan, karena disaat itulah darah mereka masih panas, pikiran mereka masih sarat akan imajinasi dan mimpi tentang segala kesenangan yang masih mampu diraih pada usia muda. Adalah kesenangan orang muda untuk menikmati surga yang ada di bumi ini, dan itupun dipahami sebatas apa yang ada dalam pikiran mereka sendiri.

Hidup santai dan tak boleh ada beban, anak muda haruslah selalu riang gembira, akhirnya itupun ditempuh seperti cara anak muda yang hidup di negeri barat sana. Kehidupan hura-hura diangap cara paling tepat memuaskan kesenangan masa muda, meski tanpa disadari budaya barat seperti itu perlahan banyak mengubah cara pikir mereka kebanyakan. Itu semua tidak lain adalah untuk mengeksiskan diri mereka sebagai 'anak gaul'. Biar disebut gaul, semua yang berhubungan dengan kehidupan masa muda mereka haruslah serba kebarat-baratan. Cara berpakaian, cara bersikap, kebiasaan, kreatifitas, kreasi, seni, dan lain sebagainya. Dan dari berbagai hal yang serba ditiru itu disadari atau tidak juga menyelipkan berbagai biang kontaminasi yang cukup mematikan jati diri atau lebih fatalnya adalah kehidupan mereka sendiri. 'Anak gaul' harus seksi, 'anak gaul' harus macho, 'anak gaul' harus modis dan keren, 'anak gaul' harus update teknologi, 'anak gaul' harus mentereng, 'anak gaul' harus tahu sex, 'anak gaul' harus tahu dugem, 'anak gaul' harus tahu musik, 'anak gaul' harus tahu alkohol dan narkoba, dan dari semua keharusan tersebut akhirnya menjadi kebebasan yang dapat membablaskan kehidupan mereka sendiri.
Pengertian 'anak gaul' versi pertama yang disebutkan di atas adalah apa yang dikemukakan berdasarkan pemikiran gue sendiri, mungkin banyak kekurangan atau terlalu berlebihan, bisa juga menyinggung perasaan seseorang, tetapi itu tidak lepas dari hanya pendapat gue semata. Harap dimaklumi.he..he..

Dan selanjutnya adalah pengertian 'anak gaul' versi yang kedua, mungkin untuk penjelasan ini tidak terurai panjang seperti pengertian 'anak gaul' pada versi pertama. Dan untuk versi kedua ini, saya mengategorikan 'anak gaul' yang justru sisi kehidupanya berkebalikan dengan apa yang dijelaskan tentang 'anak gaul' versi pertama. Saya mengartikan mereka sebagai kelompok yang memahami kehidupan 'anak gaul' adalah berarti harus bergaul dan dikenal banyak orang atas segala sisi positif yang mampu mereka tunjukkan diusia muda mereka.

Mereka mencintai budaya sendiri meski tetap ada kekurangan yang harus ditambah berdasarkan budaya luar yang telah disaring terlebih dahulu, anak muda memang harus bebas tapi tetap dalam aturan agar tidak kebablasan. Darah muda mereka sama panasnya dan cara mereka mencapai kesenangan masa muda memang tak boleh dikekang, tapi itu tetap dalam batas yang harus ditaati berdasarkan pemahaman yang pantas mereka yakini. Semua akhirnya menciptakan sisi masa muda mereka yang disebut 'anak gaul', tapi itu lebih berperan dalam menciptakan kretifitas yang tetap membangkitkan gairah masa muda, namun tidak merugikan dan malah bermanfaat bagi mereka dan orang banyak.
Menjadi 'anak gaul' yang bergaul dengan siapa saja tetapi bukan berarti tidak memilih-milih mana yang pantas untuk dijadikan teman. Untuk apa membiarkan diri terkontaminasi oleh hal-hal yang merugikan diri, jika hanya untuk mengejar kesenangan sesaat sebagai 'anak gaul', kemudian akhirnya harus menerima kesusahan panjang karena telah melakukan banyak hal yang merugikan diri dan orang lain karena melakoni kehidupan 'anak gaul'. Lantas siapa orang bodoh yang sudi menjadi 'anak gaul' , kalau rata-rata kebanyakan dari mereka adalah para pemuda yang menghancurkan masa depan dengan tingkah laku yang tak berguna. Tapi pengertian 'anak gaul' versi kedua ini mendapatkan pengecualian untuk itu. Menjadi 'anak gaul' seperti ini yang seharusnya menjadi idaman oleh banyak pemuda bangsa kita.

Lah kok tulisan ini jadi melebar tentang penjelasan 'anak gaul' segala, mungkin tema seperti ini dianggap remeh temeh yang sama sekali tidak ada unsur kualitas dan intelektualitasnya. Tapi bagaimana jika sebenarnya tema seperti ini yang perlu diangkat lebih jauh oleh kita semua yang hidup di negeri ini. Karena meski 'anak gaul' lebih identik dengan pemuda kota, tapi kata itu juga sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita, khususnya pemuda-pemuda yang hidup di desa. Mereka juga berlomba-lomba untuk ikut terbawa arus para pemuda kota dengan trend 'anak gaul' mereka, dalam hal ini yang dimaksudkan 'anak gaul' adalah yang berdasarkan pengertian versi pertama. Dan telah dijelaskan pula sebelumnya bahwa asal muasal kehidupan 'anak gaul' versi pertama itupun dijiplak dari gaya hidup pemuda yang jauh di negeri barat sana. Budaya yang sebenarnya lebih banyak bedanya dibandingkan adat ketimuran kita, bahkan secara logika kita sudah banyak membaca dari kenyataan bahwa itu lebih banyak menularkan mudharat dibandingkan manfaatnya bagi cara pikir pemuda bangsa kita.

Jadi ini bukan masalah sepele, ini menyangkut generasi penerus bangsa yang dipegang oleh pemuda-pemuda yang hidup di zaman sekarang. Apa jadinya jika banyak diantara mereka adalah pemuda-pemuda 'anak gaul' dengan pengertian seperti versi yang pertama. Pemuda yang melupakan budaya sendiri dan gemar mencari kenikmatan dunia dengan cara hidup 'anak gaul' mereka.

Kembali kepada pemuda yang ingin saya ceritakan tadi, akhirnya saya masih saja belum mendapatkan kesimpulan akan keunikan tabiat dia sebagai seorang pemuda. Pemuda yang aneh !, termasuk dalam versi apakah dia jika ingin disebut 'anak gaul' atau dia bahkan tidak sama sekali masuk dalam kategori. Karena sudah diceritakan juga sebelumnya bahwa dari apa yang terlihat dari dirinya, dia sama sekali tidak mencerminkan kehidupan seorang 'anak gaul' dari kedua versi tersebut. Tapi dalam hal ini, gue sebenarnya juga tahu kalo dia emang benci dengan segala yang berhubungan dengan kehidupan 'anak gaul'. Dia lebih suka anti kemapanan dibandingkan kehidupan 'anak gaul' yang dinilainya selalu glamaour dilihat dari beberapa sisi, 'anak gaul' baginya pemuda cengeng yang hanya mau mengejar kesenangan semata tanpa mau bersusah payah mencoba dan berpikir tentang beban hidup. Sepertinya anggapan dia yang seperti ini lebih pantas ditujukan pada pengertian 'anak gaul' untuk versi yang pertama. Tapi anehnya, gue juga tahu bahwa ada beberapa sisi kehidupan 'anak gaul' tersebut yang juga gemar dilakukanya.

Keunikan tabiatnya itu masih saja menambah kebingungan gue setelah akhinya gue juga tahu bahwa disebalik beberapa tingkah laku 'anak gaul' versi pertama yang kerap dilakukanya tersebut, dia juga terkadang memahami betul bagaimana cara bersikap sebagai seorang pemuda, tingkah laku yang sesuai dengan pengertian 'anak gaul' versi yang kedua. Jadi meski tanpa disadari, secara gamblang dapat dikatakan bahwa dalam kehidupanya sebagai seorang pemuda, ternyata dia memiliki tabiat ganda antara 'anak gaul' versi pertama dan kedua.

Tapi terkadang dia juga bisa menjadi seorang pemuda yang sama sekali tidak tahu ingin berbuat apa-apa, menjadi pemuda tanpa harapan, enggan menikmati kesenangan masa muda yang ada secara gampang, apalagi untuk berpikir bijak menjadi seorang pemuda yang benar. Benar-benar aneh!!!! tapi itulah kehidupan dia sebagai seorang pemuda.

Siapakah dia?, mungkin dia adalah pemuda yang sesekali suka dengan kehidupan 'anak gaul' versi pertama meski membenci bagaimana cara bersikap dan tingkah laku mereka. Dia mungkin sesekali suka menegak alkohol meskipun tidak ingin disebut dan bertingkah seperti seorang pemabuk. Mungkin dalam hidupnya sampai sekarang ini, terkontaminasi oleh zat-zat terlarang adalah hal paling tabu, meski bukan berarti dia tudak pernah mengecapnya. Dia mungkin tak perlu banyak basa basi dan berkorban kata, waktu, rasa jika hanya ingin menjadi seorang Don Juan. Kesenangan duniawi adalah godaan terbesar selama kita hidup di dunia ini, dan sebagai manusia mungkin adalah kewajaran jika dia pernah terjatuh ke dalamnya.

Itu semua adalah tentang dia, yang secara bersamaan mungkin saja ada tabiat yang malah berkebalikan. Dia mungkin adalah seorang pemuda yang selalu ingin menjadi diri sendiri. Dia mungkin selalu memegang teguh janji dan prinsip tentang bagaimana upaya meraih masa depan. Dia juga mungkin tak kenal letih dalam berusaha dan berdoa untuk menjadi pemuda yang berguna. Dia mungkin selalu memenuhi isi otaknya dengan berbagai mimpi dan imajinasi untuk menuangkan sisi kreatifnya sebagai orang muda. Menjadi pemuda yang sehat lahir dan batin, mungkin adalah impianya sampai sekarang.
Tapi apa jadinya jika sebagai seorang pemuda, dia memiliki tabiat yang ganda seperti itu. Bagaimana sebenarnya jati diri yang ada pada dirinya ?.

Tapi bukankah usia muda adalah masa dimana seorang anak manusia mencari arah hidupnya, dia harus ditempa berbagai pengalaman agar menemukan jalan yang paling benar untuk ditempuh.
Bagaimana jika semua itu tidak lain adalah upaya pemuda tadi agar perlahan dapat semakin memperbaiki hidupnya. Dia mengetahui hal benar yang harus dilakukan diantara berbagai keburukan yang memang juga pernah dilakukan dalam usia mudanya.

Atau mungkin dia menganggap inilah keseimbangan hidup !!! ada baik dan buruk.

Maka jika demikian, secara yakin saya katakan salah atas pendapatnya itu. Tidak semua hal di dunia ini harus seimbang, meski kehidupan terbentuk oleh itu. Ada bumi dan langit, ada lelaki dan perempuan, ada susah dan senang, ada kaya dan miskin, ada benar dan salah, ada hitam dan putih, ada baik dan buruk. Tapi dalam kehidupan, sebenarnya kita mutlak harus memilih salah satu saja diantaranya. Ingin menjadi jahat atau baik itu terserah bagaimana kita melalui takdir. Tapi siapa manusia di dunia ini yang tidak ingin menjadi orang baik, maka berlombalah untuk mencari kebaikan, cukup itu saja dan percuma jika masih dikotori dengan keburukan.
Logika saja sudah mudah membaca itu, maka keseimbangan itu tidak diperlukan untuk menjadi benar ataupun salah.

Semoga nantinya pemuda itu mengerti. Amien............

Tidak ada komentar: